Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
172 sudah diizinin


__ADS_3

"Emm, rupanya ada bau-bau penyogokan " sindir Bella pada suaminya yang baru saja pulang bersama anak-anak.


"Hehehe engga kok sayang, kamu ini suka ada-ada saja mana ada aku sogok-sogok anak-anak coba kamu tanya saja sendiri sama mereka apa aku udah lakuin sogok menyogok "


Bella menatap ketiga anaknya dan mereka malah saling tatap lalu mengelengkan kepalanya " kita gak lagi disogok kok mah, ayah emang ajak kami jalan-jalan mau ajak mamah, mamahnya masih bobo " jawab Andaru mewakili semuanya.


"Hemm, mamah percaya deh jadi kalian beli apa "


"Banyak mamah, ayah beliin kita mainan yang banyak banget, sangat banyak malahan " jawab Cempaka.


"Anak-anak dengerin ayah dulu ya, kalian mau kan kalau ayah dan mamah tinggalin, kami janji gak akan lama kok cuman beberapa hari, pasti kalian pengen adik kan biar bisa dibawa main "


"Tapi Aksa ga mau adik kok, Cempaka saja sudah cukup " dengan polosnya Aksa menjawab seperti itu.

__ADS_1


Adi memukul jidatnya sendiri, tadi sebelum pergi ke mall kan sudah setuju kalau mereka akan mengizinkan tapi sekarang kenapa berbeda saat berhadapan dengan mamahnya.


Adi mensejajarkan tubuhnya dengan anaknya itu " begini deh kalau Aksa ga mau punya adik, mamah sama ayah pengen pergi berdua bukannya ga mau ajak kalian tapi pengen apa ya_"


"Udah kalian pergi aja, Andaru, Aksa dan juga Cempaka ga apa-apa kok ditinggal, kan ada paman Zack Tante Sera juga kan mereka akan jaga kita, tapi inget mamah sama ayah harus bawa oleh-oleh yang banyak banget, awas aja kalau kalian ga bawa apa-apa " potong Andaru.


Adi dalam hati senang, akhirnya ada juga anaknya yang mengerti apa kemauannya tanpa menjelaskan, ternyata anak sulungnya mengerti dia sudah bisa mengambil sebuah keputusan yang begitu baik untuk melangsungkan percintaan dirinya dan juga istrinya.


Sekilas Adi menatap istrinya yang diam saja, lalu menatap kearah Andaru " makasih lo Andaru, kamu ngerti aja yang ayah mau, pokoknya kalian tenang aja ayah sama mamah akan bawa hadiah yang banyak untuk kalian, tak usah takut apapun yang kalian mau aman ayah bawakan "


"Janji " Adi mengaitkan kelingkingnya bergantian.


Tiba-tiba istrinya berjongkok dan menatap Cempaka cukup lama, diusapnya rambut anak perempuannya satu-satunya itu.

__ADS_1


"Mamah kenapa, Cempaka ga apa apa kok "


Istrinya masih saja diam, matanya masih menatap anak bungsunya itu, dipeluknya Cempaka oleh istrinya lalu diciumnya beberapa kali pipi Cempaka " apakah kau tak akan kenapa-napa Cempaka "


"Kenapa mamah, aku tak akan apa-apa disini banyak orang, mamah dan ayah pergi saja main main disana, bawakan kami mainan dan makanan ya, terutama makanan Cempaka begitu ingin makan yang banyak"


Kembali istriku memeluk Cempaka dan melepaskannya dengan perlahan " hari ini kita semua tidur bersama ya, mamah ingin kita tidur sama-sama "


"Ok mamah, Cempaka mau main dulu ya, mamah packing dulu sana sama ayah, biar nanti bisa langsung pergi kan "


"Iya Mama sama Ayah mau packing sekarang kalian hati-hati ya di sini kalau ada apa-apa langsung bilang Paman Zack atau telepon paman Rizki, pokoknya kalian harus hati hati "


"Iya mamah, mamah bisa tenang "

__ADS_1


Cempaka mencium pipi mamahnya dan langsung berlari begitu saja membawa Barbie nya dan mainan yang lainnya.


__ADS_2