
"Selamat sore mami apa kabar"
"Mau apa kau kemari untuk apa kau kemari. Sudah aku bilang kan, kau bukan anakku lagi. Setelah Serena kau bunuh kau bukan siapa-siapa aku lagi, pergi dari sini aku tidak butuh anak sepertimu berani-beraninya kau membunuh kakakmu sendiri. Apakah kau tidak malu datang kemari lagi seharusnya kau di penjara karena telah membunuh Serena"
"Bukalah hatimu mamih. Kenapa kau selalu saja menyalahkanku, lalu saat aku dijual kenapa kau tidak melaporkan Serena atas kelakuannya itu, karena telah menjualku. Itu juga harus dipenjara kan karena dia sudah jual beli manusia. Apakah di negara kita dibolehkan menjual manusia tidak kan, kenapa mami tidak adil saat aku membunuh Serena mami ingin aku di penjara. Tapi, saat Serena menjualku mami tidak ingin Serena di penjara"
"Itu berbeda kau masih hidup dan masih ada di sini, kau masih bisa bahagia dengan orang yang membelimu, tapi, Serena dia tidak bisa dia sudah tidak ada. Bahkan dia tidak bisa datang kepadaku karena kau sudah membunuhnya. Kenapa kau tega Bella kenapa kau tega membunuh kakakmu sendiri, apa kesalahannya tidak bisa dimaafkan sampai-sampai kau membunuhnya"
"Kau pikirkan saja kesalahannya terlalu banyak padaku, jangan apa-apa kau selalu menangis menangis dan stress kapan kau bisa sembuh kalau terus begini. Anak-anakku sudah besar tapi dia tidak tahu bagaimana keadaan neneknya dan bagaimana neneknya dulu, bagaimana juga biadabnya neneknya menjual ibunya, mereka tidak tahu tentang kebusukan mu maka cepatlah sembuh biar kau bisa menceritakan itu pada cucu-cucumu seperti dongeng"
"Akhhh keluar kau, aku tak mau melihatmu lagi, sana kau pergi jangan ada dihadapan ku lagi, aku tak Sudi bertemu dengan mu lagi "
Ibunya Bella malah menjambak-jambak rambutnya lalu mengamuk, bahkan ibunya Bella akan menyerang Bella tapi keburu dipegang oleh perawat yang lain.
"Lebih baik nyonya pulang dulu"
"Baiklah, "
Bella melangkah pergi meninggalkan ibunya yang sedang mengamuk histeris, dulu memang sudah keputusannya untuk membunuh Serena itu adalah jalan satu-satunya untuk melenyapkan orang jahat seperti dia, kalau terus diampuni dia tidak akan ada jera-jerahnya dan akan terus melakukan hal yang sama.
Saat Bella berjalan keluar tiba-tiba dia menubruk seseorang "maaf aku tak sengaja "
__ADS_1
"Bella kau disini "
"Sani ! "
"Ya, kau masih ingat aku sudah 10 tahun kita tidak bertemu bagaimana kabarmu. Apakah kau baik-baik saja"
"Aku baik dan sehat bagaimana keadaanmu, sepertinya kau sedang mengandung ya"
"Iya ini anak keduaku "
"Selamat ya "
"Iya makasih Bell, bisa kita berbincang bincang dahulu "
Mereka berdua segera berjalan ke arah kantin Rumah sakit, ya sekalian makan saja di sini daripada cari tempat makan yang lain dan akan menghabiskan waktu. Bella juga tidak bisa lama-lama kan anak-anaknya ditinggal bersama suaminya takut-takut mereka akan bertengkar nantinya, apalagi Andaru dia tidak akan bisa dilarang kalau dirinya tak ada.
"Jadi kau masih tinggal di tempat itu Sani"
"Iya aku masih tinggal di rumah yang sama, rumah yang ditempati Alvaro dan ayahnya kau masih berhubungan baik dengan Alvaro"
"Emm, jika aku main aku tidak perlu menanyakan alamatnya padamu kan jika kau masih tinggal di tempat yang sama. Sudah lama aku tidak berhubungan dengan Alvaro semenjak terakhir dia berpamitan untuk pergi berkuliah"
__ADS_1
"Aku kira kalian masih ya sekedar chat atau teleponan, Alvaro tidak mengundangmu ya biar aku saja yang mengundangmu minggu depan Alvaro akan menikah kau datang ya"
"Alvaro menikah, syukurlah kalau dia sudah menemukan jodoh yang terbaik untuknya"
"Emm sebenarnya, ceritanya rumit sekali keluarga kami sedang ada dalam masalah besar. Rizki memangnya tidak menceritakan apa-apa padamu ini sangat rumit sekali bahkan aku juga bingung harus bagaimana"
"Memangnya kenapa Rizki sama sekali tidak berbicara padaku, sekarang juga dia kadang-kadang ke rumah karena dia sedang sibuk mengurus perusahaan barunya yang baru saja dia dirikan cabang kedua sih, kenapa masalah apakah perempuan itu bukan pilihan Alvaro sendiri, sampai-sampai kau menjadi bingung seperti ini. Maaf bukannya aku ingin tahu atau bagaimana"
"Jika kau sampai melihat perempuannya siapa kau juga akan kaget dan tidak bisa memikirkannya dengan baik, masalahnya perempuan yang dinikahi Alvaro sekarang adalah tunangan orang lain"
"Apa kenapa bisa ? "
"Apapun bisa terjadi karena sebuah minuman saja, aku juga tidak tahu kenapa Alvaro bisa meminum alkohol dan tiba-tiba saja dia ada di dalam hotel bersama seorang perempuan. Bahkan perempuan itu tunangan orang lain aku dan juga mas Sena bingung sedangkan Oma kau tahu sendiri bagaimana Oma, dia tidak bisa menerima perempuan itu aku sangat sedih sekali Bella Oma menolak mentah-mentah perempuan itu, padahal apa kurangnya dia aku tahu dia tunangan orang lain tapi tidak sepatutnya Oma seperti itu kan ? "
"Sudah tidak asing lagi Oma memang seperti itu, tidak bisa menerima orang asing dengan cepat aku juga dulu waktu pertama awal pacaran dengan Alvaro, Oma tidak pernah mau menyapaku, kalaupun aku menyapa dia tidak pernah menjawab tapi aku masa bodoh saja sih, aku kan menjalani hubungan dengan Alvaro bukan dengan Omanya sih, yang terpenting perempuan itu kuat menghadapi omah tapi apakah Alvaro mencintainya"
Sani menundukan kepalanya " bukannya aku ingin membuka aib Alvaro atau bagaimana, tapi sampai sekarang Alvaro tidak bisa melupakanmu Bella bahkan foto-fotomu masih terpajang dengan manis di kamar, di kamar utama Alvaro setelah 10 tahun perpisahan kalian mungkin lebih dari 10 tahun ya. Alvaro masih memajang foto kalian berdua, fotomu saat berlibur dan banyak lagi aku juga tidak tahu harus memberi tahu Alvaro dengan cara apa lagi dan aku juga tidak tahu bagaimana membantu Alvaro untuk melupakanmu, untuk melupakan cintanya padamu "
"Apakah sebegitu cintanya Alvaro padaku, semoga saja saat dia sudah menikah dia bisa melupakanku dan membuka hatinya untuk istrinya, aku mendoakan yang terbaik untuk Alvaro aku akan datang bersama suamiku nanti ke pernikahan Alvaro, kau tinggal kirim saja undangannya lewat WhatsApp saja ya ini nomor teleponku jangan sampai kau beri pada Alvaro ya. Aku tidak mau merusak pernikahannya nanti dengan tiba-tiba dia mundur untuk menikahi perempuan itu kasihan dia"
Sani mengambil kartu nama yang Bella berikan dan menyimpan di dalam tasnya "baik aku akan mengirimkannya, terima kasih kau mau datang semoga saja nanti saat kau datang dan berbicara dengan Alvaro dia bisa sedikit melunak dan bisa mencoba untuk mencintai perempuan itu dan melupakanmu ya Bel, aku minta padamu tolong kau beritahu dia karena semua orang sudah melakukan apapun itu, tapi dia tidak bisa melupakanmu dia terlalu sulit untuk melupakan masa lalu yang indah bersamamu dan rasa kecewanya karena telah meninggalkan mu "
__ADS_1
Bella menganggukan kepalanya dan memegang tangan Sani dengan erat.