Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 283 Takut ketahuan


__ADS_3

Paman Dion yang baru datang langsung masuk ke dalam rumahnya dengan kesal "Memangnya siapa dia bisa mengancamku seperti itu, enak saja dia ingin membuat keponakanku masuk ke dalam peti "


"Aku tidak akan pernah tinggal diam, aku akan terus mengancam mereka. Mereka tidak bisa bermain-main terus bersamaku seperti ini"


"Aku sudah mengurus Budi dari dulu, bahkan dengan susah payah aku mengambil hak asuhnya. Tapi mereka dengan seenaknya mengancam seperti itu dia adalah keponakanku satu-satunya enak saja"


"Awas akan aku bongkar semuanya. Jika mereka terus saja begini lihat saja apa yang akan aku lakukan"


Tiba-tiba saja paman Dion punya ide dengan cepat paman Dion menelpon inspektur"Ada apa Dion Kenapa malam-malam kau menelponku"


"Bisa kita bertemu, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan. Ini sangat penting, penting sekali sampai-sampai aku tak sabar ingin bertemu denganmu"


"Besok pagi kau bisa bertemu denganku. Memangnya ini masalah apa"


"Masalah ada saja besok akan aku ceritakan semuanya"


"Baiklah aku tunggu "


Sambungan langsung diputuskan oleh Paman Dion. Mungkin ini adalah keputusan yang tepat untuknya. Awas saja ya mereka akan habis olehnya. Enak saja mengancam segala.


...----------------...


"Jadi apakah kau sudah siap menceritakan semuanya Ayu padaku. Apa yang terjadi sebenarnya dengan hidupmu ini. Kenapa kau tiba-tiba ada di rumah Andaru dan memanggil tante Bella dengan sebutan mama"


"Baiklah waktu kecil aku itu pernah diculik, aku hilang ingatan semua ingatanku hilang tiba-tiba saja saat masuk sekolah itu Mama atau mungkin tante Bella tiba-tiba memelukku. Dia mengatakan kalau aku ini Cempaka, di situ aku bingung kenapa tiba-tiba ada yang memanggil aku Cempaka. Lalu Ayah memperlihatkan sebuah foto dan itu mengingatkan aku pada sesuatu, tapi buram hitam putih, lama kelamaan ingatanku mulai muncul satu persatu dan saat itu muncul semua, saat aku terjatuh ke danau bersama mamaku maksudnya orang yang menculikku "


"Ya aku tahu dan aku ingat Andaru pernah bercerita kalau adik bungsunya hilang, maksudnya kembarannya ternyata kau ya. Pantesan pertama kali aku melihatmu aku seperti mengenal wajah ini ternyata mirip dengan Andaru dan Aksa tapi versi perempuannya. Tapi bagaimana dengan Andaru dia kan mencintaimu "


"Hemm, aku juga tidak tahu. Aku binggung "


"Lalu apakah kau mencintai Andaru "


"Meskipun aku mencintai Andaru kita berdua tidak akan bersama sampai kapanpun, mau bagaimanapun caranya tidak akan bisa bersama"


"Lupakanlah secara perlahan aku yakin kau bisa "


"Aku tidak mencintai Andaru "

__ADS_1


"Benarkah, tapi dari wajahmu dan matamu terlihat kalau kau_"


"Tidak, aku hanya menyayangi Andaru sebagai kakak saja tidak lebih dari itu"


Bianca tak lagi bicara. Dirinya sudah tahu semuanya sekarang. Mereka terjebak dalam persaudaraan dan mereka tidak akan bisa bersatu.


"Tapi ada satu yang ingin aku minta padamu Bianca. Jangan panggil aku Cempaka di sekolah, panggil aku Ayu seperti biasanya. Sebenarnya Aliya juga sudah tahu aku siapa"


"Apa dia tahu, lalu bagaimana tanggapan dia "


"Sudah bisa kau tebak, bagaimana dia. Tapi untungnya dia tak menyebarkan disekolah "


"Mungkin dia takut kalau teman-temanya akan segan membully mu "


Cempaka menepuk tangan Bianca bisa saja dia menjawab, tapi memang benar sih.


...----------------...


"Bianca kau ada disini "ucap Andaru yang memang baru melihat Bianca.


"Tidak terlalu kaget, tapi aku suka kau ada di sini"


"Ayo anak-anak sarapan dulu "


"Iya mah " ucap mereka bertiga dengan kompak.


Mereka semua segera duduk dikursi masing-masing, Andaru terus saja menatap Cempaka, tapi Cempaka malah fokus kearah rotinya.


Setelah sarapan pagi itu selesai Cempaka dan juga Bianca bangkit untuk segera pergi ke sekolah.


"Kenapa kalian berdua tidak berangkat sekolah bersama kami saja satu mobil" ucap Andaru


"Tidak kami berdua mau naik bis aja" jawab Cempaka dengan ketus.


Cempaka segera menarik tangan Bianca dan Andaru hanya bisa pasrah saja, tidak mungkin kan dirinya bertengkar di hadapan orang tuanya seperti ini. Yang ada masalahnya nanti akan makin runyam.


"Pelan-pelan saja Andaru "

__ADS_1


"Sudah Aksa, aku masih mencintainya dan mungkin aku akan mengatakannya pada Cempaka "


"Kau gila, kau sudah lihat kan teh DNA itu kalau Cempaka itu memang adik kita. Apa lagi yang perlu kau buktikan lupakanlah semuanya Andaru "


"Ya aku sudah tahu semuanya, Ayah sudah memberikannya padaku. Tapi rasanya sulit sekali. Biarkan aku melakukan apa yang menurutku benar Aksa"


Aksa langsung saja masuk kedalam mobil, kalau mendengarkan kakaknya ini malah makin stres saja. Susah sekali Andaru diberitahu.


...----------------...


"Inspektur baru saja aku ingin datang ke kantor polisi, tapi ternyata kau ada di sini ada apa ini"


"Ini juga sedang dicari apa masalahnya, tadi tiba-tiba ada yang menelpon katanya ada kejadian di dekat rumahmu ini. Jadi apa yang ingin kau bicarakan mumpung aku di sini dan kau juga ada di sini"


"Begini inspektur ceritanya sangat rumit. Aku punya teman, temanku itu menyaksikan sebuah peristiwa yang begitu penting, maksudnya peristiwa seperti kecelakaan mungkin ya dan dia bingung ingin menceritakannya pada siapa, karena ada orang yang mengekangnya dan tidak boleh mengatakannya pada siapapun. Lalu dia meminta bantuan padaku dia orangnya baik sepertimu. Aku mengatakan padanya kalau aku mengenalmu inspektur. Makanya dia minta bantuan padaku"


"Tapi masalahnya_"


"Masalahnya seperti apa Dion "


"Iya tapi masalahnya sungguh rumit sekali inspektur. Apakah kau bisa membantunya mungkin ya sedikit membantunya, tanpa memberitahu kepada orang-orang namanya. Dia tidak mau namanya itu diketahui oleh siapa-siapa"


Inspektur malah fokus melihat ke tangan dari paman Dion. Dia memakai jam tangan emas yang mahal dan juga cincin.


"Sebentar sebentar, kau membeli jam tangan dan juga cincin ini dari mana. Apakah kau pinjam uang atau kau kredit ini kan jam dan cincin mahal, jangan lakukan itulah Dion itu hanya akan memusingkan dirimu saja"


"Tidak mana mungkin aku pinjam uang pada orang lain. Aku anti aku tidak mungkin melakukan itu, ini hanya jam dan cincin palsu saja. Aku membelinya di seberang rumahku di sana ada yang jualan jam dan cincin KW, makanya aku membelinya"


"Aku ini bukan orang bodoh Dion, aku bisa membedakan mana cincin asli mana jam asli dan mana yang palsu. Aku bisa membedakan semuanya kau jangan menipuku dapat dari mana kau"


"Tidak, aku tidak dapat dari mana mana. Oh ya sudahlah aduh aku lupa kompor belum dimatikan, aku pulang dulu ya aku pulang dulu nanti kita bicara lagi kapan-kapan oke. Akan aku ceritakan aku pergi dulu"


Paman Dion langsung saja pergi begitu saja. Sebenarnya dia ketakutan ketakutan kalau semuanya akan terbongkar, apa yang selama ini dirinya lakukan akan terbongkar.


Sedangkan inspektur hanya diam menatap kepergian Paman Dion, dia juga curiga apakah yang diceritakan Paman Dion adalah dirinya sendiri. Apa mungkin ini bersangkutan dengan tabrak lari yang terjadi pada Sinta.


"Kenapa aku bodoh sekali, seharusnya aku tidak memakai perhiasan ini, aku akan menemui inspektur tapi aku malah melakukan hal bodoh dasar kau Dion bodoh, bagaimana kalau semuanya terbongkar. Bagaimana kalau dia tahu semuanya bodoh bodoh dasar kau bodoh Dion"

__ADS_1


__ADS_2