Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 67 Makin makin saja


__ADS_3

Byur , Zea terbangun dia menatap sekitar di mana dirinya ini. Kenapa tangannya ditarik ke atas seperti ini sakit sekali. Apa yang terjadi padannya tadi dirinya sedang dalam taksi lalu ada yang menghadang mobilnya dan tiba tiba seperti ini.


"Lepaskan aku, kenapa kau membuat aku seperti ini lepaskan aku, aku tidak pernah punya salah pada kalian. Lalu kenapa kalian melakukan ini padaku lepaskan, aku ingin pulang " teriak Zea pada orang orang yang sedang menatapnya.


"Diam lah cantik jangan berisik kau ini sudah salah tidak mau mengakui lagi, sudah diam dan tunggu Tuan kami datang kemari, jangan berteriak teriak terus berisik "


"Tidak lepaskan aku, aku punya pekerjaan aku harus bekerja, tolong kasihani aku, tolonglah lepaskan aku, tanganku sakit jangan digantung seperti ini "


"Kau bekerja sebagai pelacur kan bagaimana kalau kita membayar kau untuk melayani kami semua, bagaimana bagaimana tenang saja kami tak akan main kasar kok "


"Tidak aku tidak mau "


"Jangan jual mahal, kami tahu siapa dirimu ayo daripada terus digantung seperti ini lebih mana memilih mana, kau akan kami puaskan bersama sama "


"Tidak aku tidak mau, kalian semua gila, lepaskan aku tanganku sakit" kembali Zea berteriak sambil meronta ronta dirinya begitu takut, takut takut nanti malah diperkosa berame rame.


"Kalau kau ingin dilepaskan maka turuti apa kemauan kami yang pertama, kalau kalian tidak mau ya sudah kau tunggu Tuan kami sampai tanganmu putus, karena entah kapan Tuan kami akan datang nikmatilah saja hukuman mu ini, padahal ini termasuk ringan loh, kami belum memukulmu atau mencambukmu atau menembakmu atau merobek mulutmu belum ini hanya sebuah permainan kecil sayang "


Orang orang itu langsung pergi saat sudah mengatakan itu pada Zea, "Akhh tolong aku siapa saja tolong aku " teriak Zea


Zea mencoba menggoyang goyangkan tali yang mengikat tangannya tapi malah sakit, dimana sebenarnya dirinya ini, kenapa tiba tiba malah bisa seperti ini.


"Siapa saja tolong aku, tolong siapa pun tolong "


Zea mulai menangis apa ini ulah Adi, apa ini kelakuan Adi, apakah Adi akan membunuhnya setelah ini, ya tuhan bagaimana ini bantu aku, aku tidak bisa seperti ini terus aku takut sekali.


***


Adi yang sudah selesai memeriksakan lukanya dan diberikan obat juga segera keluar dari rumah sakit, rumah sakit ini adalah miliknya.


Saat Adi sampai di taman dia melihat seseorang yang begitu dirinya kenal dengan cepat Adi menghampiri perempuan paruh baya itu dan berjongkok dihadapannya.


"Hallo nyonya apakah kau tahu aku siapa, atau mungkin kau pernah melihatku, atau kau pernah diberi tahu oleh anak mu, memperlihatkan wajahku padamu oleh anak mu Serena"


Ibu paruh baya itu masih diam, rambutnya berantakan "kau mana anakku, kembalikan anakku Bella, akan aku kembalikan uang mu itu "Teriak ibu paruh baya itu.

__ADS_1


"Bukannya kau sudah menjualnya padaku berarti dia sudah jadi milikku kan dan aku juga sudah mengembalikannya sebagai mayat, bagaimana apakah kau sudah puas menjual anakmu dan melihat mayatnya seperti itu, apakah kau puas menjual anak ku sendiri bagaimana rasanya apakah menyenangkan " Adi memang sengaja mendekati ibunya Bella, dirinya jadi kesal pujaan hatinya dijual untung saja di jual padanya bukan pada orang lain.


"Akhhh tidak, maafkan aku Bella maafkan mamih Bella, Bella kau dimana Bella maafkan mamih " tiba tiba ibu paruh baya itu berteriak histeris sambil menjambak Jambak rambutnya dia begitu terpuruk.


Banyak orang orang yang melihat kearah mereka dan ada seorang wanita datang kearah mereka. Adi segera bangkit dan menatap perempuan itu.


"Tuan kau ada disini "


"Tentu memangnya kenapa, aku bebas akan ada dimana pun"


"tolong jangan usik hidup kami"


"siapa yang akan mengusik hidupmu untuk apa memangnya, aku akan punya apa jika mengusik hidup kalian memangnya apa untungnya untukku bagaimana rasanya setelah menjual adikmu padaku, apakah kah hidupmu bahagia apakah semua yang kau inginkan sudah terpenuhi Serana, apakah warisan yang kau mau itu sudah kau miliki "


Serena hanya diam saja sambil menatap ibunya, Serena mencoba menenangkan ibunya namun sulit malah makin mengamuk memangil manggil adik tirinya Bella. Begitu berisik dan memalukan, dirinya harus cepat cepat membawa ibunya ini.


"Maaf tuan saya permisi dulu, sepertinya ini bukan waktu yang pas untuk kita berbicara "


Serena segera mendorong kursi roda ibunya meskipun masih mengamuk tapi Serena sekuat tenaga membawa sang ibu.


***


"Tuh kan ayah, apa kataku aku akan kalah kau menang dariku, aku selalu saja kalah aku tak pernah menang menyebalkan sekali kan " Bella sampai memanyunkan bibirnya karena kesal.


"Hahaha aku kan hebat, nanti ayah ajarkan bagaimana trik menang "


"Baiklah aku pasti akan menang nanti, kita bertanding lagi nanti ayah, dan aku akan menang dariku "


Ayah Anggabaya hanya bisa terbawa dan mengusap rambut Bella dengan sayang, dirinya seperti punya anak perempuan, tidak sih tidak anak cucu mungkin ya.


Tertawa ayah Anggabaya berhenti saat ada mobil yang berhenti pula dan Adi keluar dari dalam mobil dengan angkuh, menatap Bella dan ayahnya.


"Sayang kau dari mana "


Adi membalas pelukan Ziva istrinya dan mencium bibirnya dihadapan Bella. Namun Bella malah acuh sambil memakan gorengan yang Sera sajikan untuk mereka berdua.

__ADS_1


"Aku dari rumah sakit sayang, lukaku terbuka dan harus diobati di rumah sakit karena dirumah kita alatnya tak lengkap " Adi segera berteriak agar Bella bisa mendengarnya tapi tetap saja Bella malah makin acuh, malah makin anteng dengan makanannya.


"Ayah kau coba ini " sambil menyuapkan gorengan tempe pada tuan Anggabaya dan diterima baik oleh tuan Anggabaya.


"Ehh iya mas sayang, suamiku mas Zack kemarilah aku tadi mencarimu, ayo kemarilah aku begitu rindu padamu duduklah disini "


Zack menelan ludahnya saat nona Bella memanggilnya, lalu menatap Adi yang memelotot padannya " mas kemarilah "


Zack makin ragu saja wajah tuannya sudah merah dan sepertinya akan meledak " Zack kemarilah istrimu ingin bersama mu "


"Iya tuan besar "


Mau tidak mau Zack mendekati Bella dan duduk disampingnya, Bella menyuapi risol pada Zack sambil tersenyum senang.


Ziva yang tak mau kalah makin mempererat pelukannya "Yasudah sayang kita masuk ya, kau harus segera istirahat ya, kau pasti sangat lemas ya akan sayangku cintaku" ucap Ziva


Mereka segera masuk kedalam rumah, lagi lagi Adi melihat kearah Bella tapi tetap saja Bella tak meliriknya malah makin anteng dengan ayahnya dan juga Zack , mereka saling suap dan bercanda rasanya dirinya ingin menyingkirkan ayahnya yang ada disini.


Dan juga orang kepercayaannya mereka seperti sengaja ingin membuat amarahnya meluap luap awas saja mereka yah.


**


Bella yang sudah selesai mandi dan mengganti pakaiannya mengunakan baju tidurnya langsung mengomel " emangnya aku akan cemburu dengan apa yang dia lakukan mencium istrinya di depanku, memeluknya memangnya aku akan peduli menyebalkan sekali dia meninggalkanku tiba-tiba saja di kamar dan pulang-pulang begitu, aku juga bisa membuat cemburu dengan kak Zack, tapi tunggu apakah kak Zack akan dimarahi tidak yah"


Bella membaringkan tubuhnya ditempat tidur, lalu mengelus perutnya "halo sayang bagaimana kabar dirimu, kamu baik-baik saja kan di dalam perutku, kau tahu aku menjadi makan terus-menerus dan sepertinya aku akan naik berat badanku akan naik, aku sepertinya akan gendut"


"Tapi tak apa demi kau aku tak apa gendut, tapi kau harus ingat mamamu ini ya saat aku nanti memberikanmu pada Kak Ziva kau harus baik-baik, kau harus menjadi anak yang baik dan penurut, ingat penurut ya sayang "


Tiba-tiba saja Bella merasa tidak rela memberikan anaknya pada kak Ziva, entah kenapa rasanya berat sekali meskipun anak ini belum lahir tapi Bella takut kehilangan anak ini. Pada awalnya dirinya tak mau anak ini, tapi setelah perutnya menonjol dirinya tak sanggup bila nanti harus memberikan anak ini pada kak Ziva.


Di satu sisi dia ingin mempertahankan anak ini tapi di sisi lain dirinya takut pada papihnya, takut-takut dia akan marah karena dirinya pulang-pulang sudah mengandung. Ayahnya pasti tak akan percaya dengan ucapannya.


"Kau tahu aku di sini serba salah, antara ingin mempertahankan mu atau memberikanmu pada orang lain aku tidak percaya kalau kau akan diasuh oleh Kak Ziva, sekarang saja dia sudah jahat padaku apalagi denganmu nanti anak kecil yang tidak bisa melakukan apa-apa.Ya meskipun aku tidak tahu bagaimana caranya mengurus anak bayi kecil sepertimu, tapi aku lebih takut jika kau nanti diurus oleh perempuan jahat itu, apa yang harus aku pilih nak apakah aku harus kabur dari sini dan membiarkan papih marah-marah padaku, pusing kan jadi diriku.Lebih baik kita tidur ya aku juga sudah mengantuk, sepertinya ayahmu juga tidak akan ke sini dia akan sibuk bersama istri tuanya sudahlah biarkan saja kita tidur berdua saja, lebih baik berdua dari pada bertiga sempit kan dia selalu mepet mepet saja "


Bella menarik selimutnya dan membenarkan posisinya setelah puas berbicara dengan anaknya yang masih didalam perut matanya pun tertutup.

__ADS_1


__ADS_2