Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 317 Senang melihat mereka begitu


__ADS_3

Cempaka sekarang sedang ada di kamar Aksa, dia masih memikirkan tentang kasus itu "Bagaimana kalau kita menemui Andaru di kamarnya, pasti dia sedang banyak pikiran sekali"


"Itu ide yang bagus ,di mana Bianca apa dia belum pulang"


"Belum dia masih bekerja, kamu tahu sendiri kan bagaimana dia gila kerja sampai-sampai saat ada lembur pun diambil. Ya sudah ayo ke kamar Andaru sekarang, kasihan dia pasti masih memikirkan kasus ini "


"Baiklah mari"


Mereka berdua keluar dari kamar Aksa dan pergi ke kamar Andaru, memang hanya beberapa langkah "Kamu saja yang buka pintunya, jangan aku "


"Kamu saja, kan kamu yang memintanya tadi Cempaka "


"Kamu saja"


Aksa akhirnya mengalah saja, dia membuka pintunya. Ternyata Andaru sedang berbaring Andaru hanya menatap kedua adiknya. Lalu memejamkan kedua bola matanya.


Cempaka ke sisi kanan, Aksa ke sisi kiri mereka duduk dan membaringkan tubuh mereka di samping andaru.


"Kamu tahu, kami akan selalu ada bersamamu kami akan selalu membelamu dalam masalah apapun jangan sedih seperti itu. Jika Ayah nanti tahu kami berdua akan membantumu untuk menjelaskan semuanya pada ayah, jangan murung seperti itu "ucap Cempaka dengan yakin.


Andaru menatap adiknya, lalu mengangkat bahunya "Entahlah aku bingung dengan semua masalah ini, kenapa aku bisa terjebak dalam masalah ini. Padahal bukan aku orang yang sebenarnya melakukan ini percuma juga aku mengatakan yang sesungguhnya, tapi yang pada akhirnya aku akan kalah. Aku tidak akan pernah menang karena aku tidak punya bukti yang akurat, di sini tidak ada yang mendukungku"


"Kami berdua mendukungmu Andaru. Apakah kamu tidak melihat adik-adikmu ini yang akan mendukungmu selalu saat nanti ada di persidangan, kami akan datang dan mendukungmu kami akan membelamu "sekarang Aksa yang berbicara.


"Baiklah adik-adikku yang berbeda beberapa menit lahirnya dariku. Bisakah kalian peluk aku rasanya aku ingin sekali dipeluk oleh kalian berdua, sudah lama kita tidak berpelukan seperti itu"


"Tentu saja boleh, apa sih yang tidak untukmu "ucap Aksa.


Aksa yang lebih dulu memeluk Andaru. Cempaka masih canggung apakah harus memeluk Andaru. Rasanya aneh saja tapi Aksa langsung menarik tangan Cempaka dan ya mereka berpelukan dengan tangan Andaru yang merangkul bahu mereka berdua.


"Aku bahagia kita bertiga bisa berkumpul lagi seperti ini, kita bisa bersama-sama lagi semoga saja kita tidak akan pernah terpisah ya dalam keadaan apapun. Kita akan selalu bersama dan jika ada orang jahat lagi kita bisa melawan sekarang kita sudah besar"


"Tentu kita sudah dewasa, kita akan bisa melawan mereka"


Cempaka hanya menganggukan kepalanya saja dan mempererat pelukan mereka bertiga.


...----------------...


Bella mencari ketiga anaknya, ke mana mereka padahal sekarang waktunya makan malam. Tapi mereka bertiga tidak ada.


Bella membuka satu persatu kamar dan saat membuka kamar Andaru yang terakhir dia malah melihat pemandangan yang begitu indah, anak-anaknya tidak bertengkar mereka berpelukan seperti Teletubbies.


Bella dengan perlahan namun pasti menutup kembali pintunya, takut takut mengganggu anak-anak, mereka bertiga tertidur dengan lelap.


Bella turun ke lantai bawah dan menemui suaminya, yang sudah duduk anteng di kursi meja makan "Di mana sayang anak-anak, kenapa kamu datang sendiri"


"Mereka sedang tidur bersama-sama, mereka mulai dekat lagi kurasa Andaru sudah melupakan perasaannya pada Cempaka"


"Benarkah kamu yakin itu"

__ADS_1


"Iya mas yang aku lihat sih seperti itu, sekarang mereka bertiga sedang tidur rasanya hatiku tenang sekali. Akhirnya tidak ada beban lagi yang harus aku pikirkan takut kalau anakku akan saling mencintai, tapi saat aku lihat mereka sepertinya sudah melupakan cinta itu dan mereka akan fokus pada persaudaraan mereka bertiga. Kamu juga harus lihat bagaimana mereka tidur. Aku jadi ingat saat mereka masih kecil mereka selalu berpelukan seperti itu dan aku kembali melihatnya aku senang sekali"


Bella malah meneteskan air matanya. Adi yang melihat itu sampai kaget dan takut apakah istrinya terluka "Ada apa kenapa kamu menangis. Apa ada yang terluka apa kamu tadi jatuh sayang "


"Tidak mas, aku sama sekali tidak jatuh, aku hanya terharu melihat mereka bertiga. Rasanya kebahagiaanku kembali utuh, semuanya kembali seperti semula. Aku bahagia melihat mereka seperti itu. Kegundahan dalam hatiku pelan-pelan hilang, aku bahagia melihat mereka bisa akur seperti itu lagi tidak ada pertengkaran di antara mereka lagi"


Adi memeluk istrinya dengan erat, dirinya juga senang melihat keluarganya bisa utuh lagi seperti semula.


...----------------...


Pagi-pagi sekali Bianca sudah pergi ke kamar Andaru. Untung saja Andaru sudah bangun dan Aksa serta Cempaka juga sedang bersiap-siap untuk pergi kesekolah.


"Maafkan aku kemarin tidak ada untukmu, aku sungguh tidak percaya kamu tiba-tiba masuk ke kantor polisi dan diintrogasi seperti itu "


"Entahlah aku juga bingung, kenapa aku menjadi seperti ini. Padahal kamu tahu sendiri kan bukan aku pelakunya"


"Ya aku tahu, kamu di sini korban memang sangat licik mereka itu. Kamu harus terus memperjuangkan apa yang harus kamu perjuangkan jangan terus mengalah Andaru "


"Masalahnya aku di sini tidak punya bukti yang akurat, mereka bekerja dengan beberapa orang dan menyiapkan semuanya agar menjadi matang, sedangkan aku dari awal tidak tahu kalau aku akan terjebak seperti ini"


"Kenapa Aliya menjadi licik seperti ini. Apa memang dia ingin menjatuhkan mu"


"Dia ingin menyelamatkan dirinya sendiri dengan menuduhku. Kalau aku yang telah menabrak Sinta, padahal aku sama sekali tidak melakukan itu, dia sendiri yang menabrak perempuan itu, tapi dia tidak mau mengakui kesalahannya selama ini aku menutupinya karena aku memang tidak mau dia sampai di penjara, tapi pada akhirnya apa aku menutup-nutupi masalah itu malah aku yang menjadi pelaku di sini"


"Dari awal juga aku sudah bilang kan. Jangan terlalu dekat lagi dengan perempuan itu, dia itu ular dia itu tidak akan pernah baik sampai kapanpun. Mungkin di depanmu dia memakai topeng yang baik tapi di belakangmu tidak sama saja, dari kecil sampai sekarang dia itu perempuan licik"


"Emang Tante Bella sama Om Adi nggak ada ya, kalau dia tahu gimana"


"Ga ada Mamah lagi ikut ayah ke kantor, mereka juga pasti pulang sore dan mereka juga nggak akan tahu kalau kita bolos kalau nggak ada yang bilang itu pun"


"Oke deh, aku ajak dulu ya dua orang itu agar mau kita ajak bolos sekolah"


Bianca langsung saja berlari ke arah kamar Cempaka dan juga Aksa, memberitahu kalau akan bolos sekolah dan mereka berdua setuju.


Mereka berempat pergi ke dapur tujuan mereka adalah ke sana mengacak-acak dapur, "Kita akan membuat apa ya" Cempaka mencoba untuk mencari ide di kepalanya ini.


"Apa kita buat cake itu akan enak sepertinya "usul Bianca.


"Boleh-boleh meski kita semua tidak pernah membuat cake tapi kita coba saja " riang Cempaka "


"Siap"ucap dua laki-laki itu.


Para laki-laki sibuk mencari bahan-bahannya. Sedangkan para perempuan mencari resep di Google bagaimana cara membuat cake yang enak.


Akhirnya mereka membuatnya, begitu bahagia saat membuat cake ini sebagian besar sih yang mengerjakan perempuan. Karena laki-laki malah diam dan menatap mereka yang sedang kesusahan mengocok adonan dan yang lainnya.


Pada akhirnya mereka malah main tepung, mereka melempar tepung ke sembarang arah, mereka tertawa riang, meskipun ini hanya hal sederhana tapi mereka berempat sangat senang dan menikmati perbuatan mereka ini.


"Sudah jadi ayo kita bawa ke gazebo dan kita makan di sana"

__ADS_1


Andaru yang membawa cake itu, mereka berempat berbondong-bondong pergi ke sana. Cake sudah disimpan di tengah-tengah dan mereka malah tertawa melihat bentuk cake yang mereka buat.


"Kenapa ini tidak sempurna. Kenapa ini gosong ini siapa yang membuat " teriak Cempaka


"Pasti ulat perempuan, pasti ulah kalian berdua. Kalian pasti yang membuat cake gosong ini aku dan Andaru tidak buat cake gosong ya kami melakukannya dengan baik"


"Tidak tidak aku dan juga Bianca juga tidak membuat cake gosong ini. Ayo siapa yang mau makan aku tidak mau ya"


"Biar adil kita makan saja. Oke bagi-bagi yang gosong ini kita makan terlebih dahulu"


"Enak saja, kamu saja Andaru. Aku tidak mau "protes Aksa


Tapi namanya juga Andaru dia memotong-motong cake itu menjadi kecil-kecil dan membagikannya satu persatu ke saudaranya itu "Ayo kita makan sama-sama, jangan ada yang dilepeh harus dimakan ya. Jangan ada yang dibuang ingat itu"


"Baiklah baiklah"


Mereka memakannya langsung dan tertawa bersama-sama, merasakan cake-nya yang pahit. Sangat pahit sekali sampai rasa manisnya tak terasa.


"Seharusnya kita sering-sering melakukan ini, ternyata senang juga ya melakukan hal seperti ini "celetuk Andaru


"Makanya kamu itu jangan terlalu flat kalau hidup. Aku kan bersama Aksa selalu mengajakmu untuk masak-masak atau melakukan apa tapi kamu tidak pernah mau. Kamu hanya fokus main basket main sama teman-teman kamu, pacaran inilah itulah. Nah sekarang baru ngerasain kan lebih seru kayak gini daripada pacar"


Andaru mengusap wajah Bianca, dan itu mengundang pertengkaran mereka berempat, lagi mereka malah perang cake memang tak ada habisnya mereka ini.


Tapi tidak dibuang-buang cake-nya hanya yang rusak saja yang mereka buat perang. Yang masih bisa mereka makan maka mereka akan memakannya.


...----------------...


Sinta sudah sampai kesekolah, dia sudah ada didalam kelas. Bahkan pembelajaran sudah dimulai. Sinta melihat ke arah tempat duduk Ayu dan juga Aksa kosong apa mereka memang sengaja bolos berdua.


Sinta kembali fokus ke depan tapi Aliya malah membisikan sesuatu "Sepertinya Ayu itu bolos pergi bersama Andaru, mereka sedang berjalan-jalan kamu tahu sendiri kan mereka sangat lengket, lengket sekali lebih dari kakak dan adik aku sudah tahu, kalau kamu sudah mengetahuinya"


Sinta langsung menatap Aliya "Kamu cemburu ya kalau misalnya Ayu pergi bersama Andaru "


"Aku cemburu, yang ada kamu yang cemburu sama dia. Aku tahu kamu suka sama Andaru. Jangan meremehkan ku lagi, denganku harus selalu jujur jangan ada yang disembunyikan aku tahu semuanya. Aku tahu tentang dirimu, aku tahu bagaimana kamu dulu berteman dengan Ayu atau Cempaka. Bahkan kamu orang terdekat Ayu tidak diberitahu dari awal ya malah aku yang diberi tahu dari awal. Padahal aku musuhnya tapi dia memberitahu aku dulu. Apakah kamu merasa sakit hati"


"Tidak sama sekali, aku dan Ayu sudah tidak berteman jadi mau dia memberitahu siapapun dia siapa sebenarnya aku pun tidak peduli. Mau dia adik siapa. Anak siapa aku tidak peduli "


"Begitu ya kukira kamu sangat peduli pada Ayu, tapi ternyata tidak ya. Sudahlah mungkin memang Ayu saja yang terlalu peduli padamu"


"Ya dia terlalu peduli padaku, aku hanya berteman denganmu saja. Kamu lupa kita berteman kita sahabat kamu sendiri yang mengajak persahabatan itu, bila perlu aku ingatkan lagi maka aku dengan senang hati akan mengingatkanmu Aliya "


"Tentu saja aku ingat. Mana mungkin aku lupa kita berteman, kita bersahabat seperti apa yang kamu katakan. Tapi satu hal jangan merebut apa yang sudah menjadi milikku ya, sadar diri itu lebih baik"


"Apa kalian akan terus mengobrol seperti ini, jika terus mengobrol silahkan keluar dari dalam kelas ini dan jangan mengikuti pelajaran saya"


Aliya menatap guru itu, lalu dia keluar saja tanpa berbicara satu kata pun. Guru itu pun tidak melarang Aliya untuk keluar. Membiarkan Aliya keluar begitu saja, memang sudah biasa kalau Aliya seperti ini, memang wataknya seperti itu tidak bisa dirubah sampai kapanpun.


Galang pun malah ikut keluar. Meraka ini sudah seperti perangko yang tak bisa dipisahkan sampai kapanpun.

__ADS_1


__ADS_2