Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 296 Tidak apa-apa


__ADS_3

Andaru sudah sampai dirumah sakit berbarengan dengan Bella dan juga Aksa yang sudah sampai dirumah sakit.


Bella mengejar Andaru dan terus memangil-manggil nama anaknya sambil menangis "Tolong selamatkan anakku"


"Jangan sakiti dia tolong selamatkan dia "


Bella yang akan ikut masuk ke UGD langsung ditahan "Maaf Bu tolong tunggu diluar "


Pintu langsung ditutup dan Bella hanya bisa terduduk dengan lemas, Aksa memeluk mamahnya dengan erat sekali.


"Kenapa semua ini bisa terjadi pada Andaru Aksa, kenapa bisa "


"Tenang mah, Andaru pasti akan baik-baik saja dia akan baik-baik saja mamah tenang ya "


Bella malah makin menjadi-jadi saja, dia sungguh tak bisa melihat anaknya terluka untuk kedua kalinya. Dirinya masih trauma dengan Andaru yang tertembak saat kecil.


"Aksa ada apa, kenapa bisa terjadi "


Adi yang baru saja sampai langsung bertanya dan mendekap istrinya "Aksa juga ga tahu apa yang terjadi, Aksa ga sama Andaru tadi bahkan Andaru ga masuk sekolah"


Adi mengusap-usap kepala istrinya "Tenang sayang tenang, Andaru akan baik-baik saja dia adalah anak yang kuat "


"Bagaimana kalau Andaru kenapa-napa "


"Kamu harus berdoa sayang, jangan berfikiran yang aneh-aneh semuanya akan baik-baik saja sayang. Aku yakin Andaru akan kuat "


Bella malah makin histeris menangisnya, tak bisa tenang sebelum anaknya dinyatakan baik-baik saja oleh dokter.


...----------------...


"Andaru Galang "


Aliya masih ada di depan rumah Andaru, dia masih syok dengan semua keadaan ini. Bahkan Aliya langsung menelepon Galang.


"Ada apa dengan Andaru "


"Andaru kecelakaan, bagaimana kalau dia tidak selamat. Aku tidak akan pernah bisa hidup tanpa Andaru, aku tidak siap kehilangan Andaru"


"Jangan melakukan hal yang aneh-aneh, sekarang kamu di mana. Aku akan pergi menyusul kamu ke sana kita ke rumah sakit sama-sama"


"Aku di depan rumah Andaru. Baiklah tolong cepat datang kemari tolong Galang "

__ADS_1


"Iya aku akan datang kesana, ingat jangan pernah lakukan apa-apa "


Aliya langsung mematikan sambungan telfonya dan kembali menangis, Aliya berjongkok disamping mobilnya dengan wajah yang disembunyikan dikakinya.


...----------------...


Aliya yang baru saja datang langsung memeluk Bella dengan erat "Ada apa ini Tante kenapa Andaru bisa seperti itu. Lalu bagaimana sekarang keadaanya "


Bella mengelengkan kepalanya, dia tak bisa menjawab hanya air mata yang bisa dirinya keluarkan. Aliya yang melihat itu ikut menangis.


"Aksa apa yang terjadi kenapa bisa Andaru kecelakaan apakah kau tidak bersamanya " tanya Galang dengan khawatir.


"Tidak setiap hari aku bersamanya "


"Ya ampun kenapa ini bisa terjadi pada Andaru. Apa sebenarnya yang sedang dia fikirkan sampai-sampai bisa kecelakaan seperti ini "


"Mungkin kau akan lebih tahu Galang, karena kau yang selalu ada untuk Andaru kan "


Galang hanya diam saja, dia mondar mandir, rasanya masih binggung kenapa bisa terjadi Andaru itu tidak mungkin seceroboh itu.


Dokter tiba-tiba saja keluar mereka semua segera menyerbu dokter "Keluarga Andaru "


"Andaru mengalami memar di tulang rusuknya untungnya tidak terlalu parah dan patah tulang di lengannya, memar-memar juga diarea tertentu nyonya. Tapi tenang saja dia baik-baik saja, sekarang Andaru akan dipindahkan ke ruangan biasa "


"Terimakasih dokter "


Bella memeluk suaminya dengan erat, Andaru baik-baik saja dan dia masih selamat. Aliya pun yang senang langsung memeluk Galang dengan sangat erat.


Andaru sudah dipindahkan keruangannya, dia menatap satu persatu orang yang ada disini satu nama yang dia ucapkan "Cempaka "


Aksa mengusap wajahnya saat mengigat adiknya, dia lupa tidak memberitahu adiknya kalau Andaru kecelakaan dengan cepat Aksa keluar untuk menghubungi sang adik.


...----------------...


"Itu bukannya Ayu, s ratu drama itu akan "


"Hemm iya, dia ada disini bersama Bianca si dingin mereka cocok sekali ya bekerja disini "


"Hemm mereka memang pantas, mereka itu tidak punya apa-apa. Mari kita permainkan Ayu "


"Hei pelayan kemari "

__ADS_1


Cempaka segera menghampiri kedua orang itu "Iya ada yang bisa saya bantu "


"Apakah kau tidak melihat kalau dimeja kami ini berantakan, apakah kau tidak ada niatan untuk membereskannya. Apakah harus aku yang membereskannya "


"Maafkan aku, akan aku bereskan "


Cempaka segera membereskan piring-piring itu tapi salah satu orang itu sengaja menjatuhkan gelas. Untung saja Cempaka memakai sepatu dan serpihan kacanya tidak mengenai kakinya.


"Ada apa " ucap Bianca yang datang.


"Ini jatuh Bianca "


"Biar aku yang bereskan. Kamu bawa ini saja ya "


Cempaka menganggukan kepalanya dan membawa nampan berisi piring kotor. Ponselnya juga dengan tiba-tiba berdering Aksa yang menelfonya.


"Hallo Aksa "


"Di mana kamu Cempaka "


"Aku lagi bantu Bianca di restoran kenapa, ada masalah Aksa "


"Andaru kecelakaan Cempaka, dia ada di rumah sakit sekarang bisa kamu datang ke sini. Maaf baru kasih tahu kamu, karena bener-bener kacau banget"


"Apa Andaru kecelakaan kenapa bisa, kecelakaan dimana Andaru "


"Aku juga tidak tahu kenapa Andaru bisa kecelakaan, dia patah tulang ditangannya Cempaka cepatlah kerumah sakit sekarang ya. Aku tunggu kamu ya. Mamah sama ayah juga udah ada disini"


"Baiklah aku akan kesana sekarang "


"Ada apa Cempaka " tanya Bianca yang kebingugan.


"Andaru Bianca, dia kecelakaan aku harus ke rumah sakit sekarang"


"Kecelakaan. Ya sudah kamu sekarang ke rumah sakit. Aku akan menyusul setelah menyelesaikan pekerjaan ini. Sudah aku bilang kan seharusnya kamu tidak membantuku"


"Tidak masalah itu kan aku yang mau. Aku pergi dulu kerumah sakit ya. Maaf aku meninggalkan mu "


"Tidak apa, cepat kamu pergi ke sana ya lihat kakakmu. Aku akan ke sana nanti menyusulmu, kamu hati-hati ya dijalannya "


Cempaka menganggukan kepalanya dan segera berlari keluar untuk segera mencari taksi. Dirinya sangat khawatir dengan keadaan Andaru.

__ADS_1


__ADS_2