
"Ada apa kau membawaku ke taman belakang, tak biasanya memangnya apa yang ingin kau bicarakan padaku sampai-sampai kau membawaku ke teras belakang, apakah sangat penting dan rahasia ? "
"Em, sebenarnya ada yang sangat ingin aku katakan padamu, tapi aku dari dulu takut kau tak mau dan tak setuju dengan apa yang aku mau, maksudku tidak mau denganku sebelumnya apakah kau sudah mempunyai pasangan ? Bukannya aku lancang atau tidak sopan bertanya seperti ini, tapi aku ingin tahu saja. Apakah kau sudah punya pasangan agar aku bisa lebih menjaga hati ku ini "
Sera berjalan lebih jauh, dan berhenti tepat di sebuah pohon dan menyandarkan tubuhnya di sana. Rasa nya dirinya tak sanggup kalau harus berhadapan langsung dengan Zack apalagi sampai saling tatap.
"Mungkin bisa kau lihat apakah aku pernah pergi bersama seorang laki-laki atau kau melihatku jalan-jalan, aku selalu diberi cuti oleh nyonya dan Tuan bisa kau lihat kan bagaimana aku saat cuti. Apakah saat cuti aku pernah keluar dari rumah ini atau mungkin pulang malam atau mungkin mengenalkan seorang laki-laki pada Nyonya atau Tuan ? "
"Kurasa kau tidak pernah melakukan itu jadi apakah kau single? " Zack lagi-lati bertanya.
"Seperti yang kau lihat saja. Apakah aku terlihat seperti orang jomblo atau tidak, memangnya ada apa Zack kau bertanya itu padaku, tak biasanya kau bicara seperti itu padaku dan bertanya seperti itu, kau selalu acuh padaku Zack"
Sera menatap Zack dengan lekat, ada apa coba tiba-tiba mengajaknya ke sini dan menanyakan apa dirinya sudah punya pacar atau belum aneh sekali kan. Tidak seperti biasanya Zack seperti ini.
Dia itu selalu terlihat dingin dan menyebalkan, apalagi kalau sudah ada di sebelah Tuan dia akan sombong padanya tapi pada yang lain tidak. Zack itu orangnya membingungkan sekali.
Zack tiba-tiba mendekati Sera dan memegang tangannya, tapi dengan cepat juga Sera menepis tangan itu rasanya aneh saja dipegang oleh laki-laki. Bukannya Sera munafik atau takut dipegang oleh laki-laki tapi ya dirinya belum pernah pacaran dan ini untuk pertama kalinya dirinya dipegang tangan seperti ini.
__ADS_1
Ya, meskipun ada sih beberapa laki-laki yang memegang tangannya. Tapi, saat dipegang oleh Zack berbeda saja, seperti ada yang terbang dari perutnya dan entah apa, jangan sampai ususnya yang terbang atau lambungnya juga.
"Maaf bila itu mengganggumu, tapi ada satu hal yang ingin aku bilang padamu. Apakah kau mau menjadi pacarku Sera tanpa aku memegang tanganmu ini akan romantis kan ? "
Aku yang mendengar kata-kata Zack yang mengajakku pacaran rasanya aku melambung tinggi, tapi tiba-tiba aku merasa tidak cocok untuk pacaran umurku sudah terlalu tua.
Aku tidak mungkin berpacaran dan tidak memikirkan masa depanku, yang harus aku pikirkan sekarang adalah masa depan bukan tentang pacaran, tentang jalan-jalan ataupun tentang hal romantis, tapi aku harus segera menikah.
Aku juga ingin menikah seperti orang lain dan bahagia bersama suamiku, aku ingin mencari laki-laki yang memang mau denganku dan langsung menikah saja. Tak mau pacaran-pacaran dulu.
Aku menatap Zack kembali dan menggelengkan kepalaku "kalau untuk pacaran aku tidak bisa Zack. Aku tidak mau aku ingin cari orang yang memang mau serius denganku langsung, aku tidak mau pacaran-pacaran aku mau langsung menikah saja agar tidak mengundang dosa juga sih sebenarnya, tapi kalau kau tidak mau ya aku tidak masalah sih, kau pun sudah menyatakan perasaanmu kan padaku, tapi aku tidak mau pacaran lebih baik kau cari saja perempuan yang memang mau pacaran denganmu. Aku sedang mencari orang yang serius dan bisa langsung menikah denganku saja "
Aku ingin mencari seseorang yang pas dan memang mau menikahiku secara langsung tanpa pacar-pacaran seperti ini, banyak kan kasus sekarang yang pacaran-pacaran terus kumpul kebo dan hamil akhirnya.
Apalagi aku satu kerjaan dengan Zack dan setiap hari bertemu, bisa saja kan ada setan lewat dan kami berdua kelepasan. Tidak ada yang pernah tahu apa yang akan terjadi kedepannya.
Kita itu hanya bisa berjalan terus tanpa tahu apa yang akan terjadi seterusnya, hanya Allah yang mengatur semuanya. Manusia hanya menjalankannya saja. Dunia hanyalah sementara dan menikmatinya pun sementara.
__ADS_1
Tapi dosanya begitu besar kalau sampai dirinya melakukan zina saat pacaran, tidak dirinya tidak mau, dirinya sudah melihat banyak kasus seperti itu diberita.
Aku yang tahu pasti Zack tidak akan mau langsung melangkah pergi, karena untuk apa juga aku menunggu jawabannya kalau dia memang mau serius dia akan langsung iya tanpa harus berpikir panjang terlebih dahulu.
Mungkin dia saat akan menyatakan perasaannya padaku dia tak memikirkan kalau aku akan menjawab seperti ini, memang ekspetasi itu selalu berbeda dengan kenyataan, tapi aku mendengar suara Zack lagi.
"Kau tahu Sera, sebenarnya aku sudah sejak dulu membenam semua perasaan ini padamu, dari 10 tahun yang lalu aku tidak berani untuk memberitahumu, untuk memberitahu perasaan ini padaku. Rasanya ada sesuatu hal yang membuta kita untuk tidak bisa bersama, aku takut bila aku menyatakan semuanya padamu kau akan menjauhiku. Aku begitu menyayangimu dan mencintaimu Sera, tapi jangan tanya kapan aku menyayangimu dan mencintaimu karena aku tidak bisa menjawab rasa cinta itu datang dengan tiba-tiba, aku juga tidak tahu kenapa dia datang padaku dan tertuju pada hatimu. Tapi yang perlu kau tahu pasti aku sangat mencintaimu dan aku sangat menyayangimu. Aku berjanji tidak akan pernah menghianatimu atau melukai dirimu aku sudah memikirkan semuanya dengan matang, aku tahu kau mempunyai adik yang begitu banyak di panti asuhan maka aku juga siap untuk membantumu mengurus mereka dan untuk satu hal yang tadi kau bicarakan kalau kau ingin langsung menikah aku juga mau jika bersamamu itu pun. Aku ingin menikah denganmu Sera, aku ingin hidup seterusnya bersamamu, mungkin ini akan terlalu cepat tapi rasanya kalau kita menikah dulu nanti pacarannya setelah menikah itu akan lebih seru. Bukannya aku ingin mempermainkan sebuah pernikahan dengan kata seru itu tapi akan sangat menyenangkan saja rasanya berbeda dengan pacaran biasa, jadi aku bersedia untuk langsung menikah dengan mu Sera "
Saat aku mendengar kalimat yang begitu panjang dari Zack hatiku langsung melayang kembali, rasanya aku masih tidak percaya seorang Zack pengawal setia dari tuan Adipramana bisa selancar ini berbicara hal itu.
Dia biasanya hanya berbicara satu dua kata saja, tapi sekarang dia berkata begitu panjang sampai-sampai dirinya tidak bisa mengingat apa saja yang dia bicarakan karena memang sangking tak sering berbicaranya.
Makanya aku begitu kaget saat mendengar dia suka padaku, aku kira cintaku ini bertepuk sebelah tangan tapi nyatanya tidak. Aku segera membalikkan badan yang menatap Zack yang masih diam di sisi pohon itu.
"Aku ingin kau langsung meminta diriku pada ibu panti, itu akan lebih sopan saja jika ibu panti mengiyakan maka jawabanku akan sama aku akan menerimamu Zack "
Aku yang sedikit malu setelah mengatakan itu langsung pergi saja meninggalkan Zack, karena aku ingin keputusan ada di tangan ibu panti biar dia yang menjawab semuanya, dia tahu tentang semua perasaanku dia akan tahu apa yang harus dia jawab tanpa diriku memberitahu kalau Zack menyatakan semua perasaannya pada diriku.
__ADS_1
Apakah aku banyak menutut pada Zack tapi itu wajar kan? Bukannya aku tak punya jawaban sendiri tapi aku ingin melihat saja apakah dia akan mau mendatangi ibu panti dan berbicara langsung padanya.
Kita lihat saja besok, apakah Zack akan pergi atau diam saja.