Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 276 Kelakuan Aliya dan rencananya


__ADS_3

"Kenapa kau malah membawaku ke kamar aku belum selesai berbicara, kau tak berhak melakukan ini ya "


"Kenapa, apa yang kau ingin bicarakan. Lebih baik kau diam saja mulutmu itu sangat pedas. Seharusnya tadi juga aku tak membantu Aksa, memang seharusnya kau diam dikamar seperti ini. Kau hanya pembuat onar saja "


"Kenapa kau takut Ayah dan Mama tahu semuanya. Kau takut semua itu terbongkar kelakuan mu selama ini. Kalau kau memang tidak salah kau tidak usah takut Andaru, kau hadapi semuanya "


"Tetap saja diam di sini dan jangan keluar aku tidak mau ada keributan di sini dan kau juga belum tentu Cempaka adikku. Belum ada tes DNA yang keluar maka aku tidak akan pernah percaya sebelum DNA itu keluar"


"Baiklah setelah DNA itu keluar aku akan bicara semuanya pada ayah tentang petisi, tentang kecelakaan itu semuanya aku akan bicara pada Ayah"


"Terserah kau saja yang terpenting Ayah tidak akan pernah percaya tentang semua itu. Kau diam di sini dan jangan membuat onar di bawah "


Andaru membuka kuncinya dan mengunci Cempaka dari dalam, Cempaka mencoba untuk mengatur nafasnya dirinya sudah sangat marah dengan tingkah Andaru hari ini.


...--------------...


"Andaru kenapa kau membuat Cempaka seperti itu, kita kan belum selesai"


"Tidak apa-apa mah dia kan sedang tidak enak badan, makanya aku membawanya ke kamar. Daripada dia berbicara melantur ke mana saja lebih baik dia tidur saja mah. Sudah Andaru berikannya obat dan menyuruhnya untuk tidur tadi mah kasian dia "


"Syukurlah kau sudah menerima adikmu, kau harus selalu baik pada adikmu ya"


"Iya Mah"


Aliya langsung menarik tangan Andaru, dia membawa Andaru jauh ke taman paling ujung sedangkan orang tuanya sedang mengobrol. Aksa sendiri bergabung dengan yang lainnya dan ikut mengobrol juga.


"Bella apakah kau sudah yakin itu anakmu Cempaka yang hilang"

__ADS_1


"Sudah Sani, kau bisa lihat kan dari wajah semuanya itu adalah memang anakku. Aku yakin tanpa tes DNA pun aku yakin kalau itu anakku, tapi karena Andaru ingin ada bukti makannya kami sedang melakukan tes DNA dan memang belum keluar kami sedang menunggu hasilnya "


"Syukurlah aku ikut senang atas kembalinya Cempaka pada keluarga ini, aku tahu kau sangat menyayangi Cempaka dan ingin Cempaka kembali lagi. Aku bahagia kalau orang yang dikubur itu bukan Cempaka dan Cempaka masih hidup "


"Iya Sani aku pun sangat senang. Bahagia sekali akhirnya Cempaka bisa kembali lagi ke dalam pelukanku"


Sedangkan Andaru dan Aliya mereka sedang membicarakan Cempaka, Aliya masih tidak percaya kalau Ayu adalah Cempaka.


"Apa aku tidak salah lihat, apakah ini rencanamu Andaru "


"Rencana apa, memangnya aku mau buat rencana apa sampai-sampai kau mengatakan itu padaku"


"Kenapa perempuan ular itu ada di sini. Kenapa Ayu sampai ada di sini, kenapa dia bisa ada di sini"


"Aksa yang membawanya dan ayah mereka percaya kalau itu Cempaka adikku yang hilang. Kau tahu kan aku pernah cerita padamu kalau adikku dulu hilang dan mereka meyakini kalau itu Cempaka"


"Sedang dilakukan"


"Kita harus melakukan sesuatu kalau memang itu Cempaka bisa gawat, kita harus merubah semuanya"


"Bagaimana, apakah kita mau mengambil tes DNA itu"


"Ya lebih baik begitu saja kita ambil hasilnya dan kita buang jangan sampai Ayu hidup bahagia. Aku tidak mau sampai dia hidup bahagia di sini. Apalagi sampai dekat-dekat denganmu, aku tidak mau pokoknya kita harus melakukan sesuatu untuk membuat hidup Ayu lebih sengsara lagi. Aku tidak mau melihat dia bahagia apalagi dia tadi sangat angkuh padaku berani sekali dia menamparku dan tante Bella dia tidak membela aku malah membela perempuan ular itu"


Andaru menghembuskan nafasnya, dia memijat kepalanya harus bagaimana ini mengikuti kata-kata dari Aliya atau menunggu hasil yang sebenarnya, kalau memang Ayu adalah adiknya bagaimana. Pasti ayahnya akan marah besar kalau dirinya melakukan itu.


"Kalau kau memang tidak mau, dan tidak mau ikut campur tentang itu biar aku yang melakukan sendiri. Aku bisa melakukannya tanpa bantuanmu. Aku akan mencegah semua itu, aku tidak mau Ayu hidup bahagia. Aku tidak sudi nanti punya adik ipar seperti dia Andaru "

__ADS_1


Aliya langsung meninggalkan Andaru sendirian di sana. Aliya mendekati Bella dan memeluknya dari samping.


"Tante nanti kapan-kapan aku boleh kan nginep di sini, udah lama nih aku ga nginep di sini"


"Boleh kamu boleh nginep kok di sini, nanti tidur sama Cempaka aja ya. Kalian harus akrab berteman bukannya kalian satu sekolah kan"


"Iya sih kita satu sekolah, tapi Cempaka itu ga suka sama aku tante. Dia itu suka bully aku pokoknya semenjak dia masuk ke sekolah itu rasanya aku tuh gak tenang"


Adi yang mendengar itu langsung berdehem, karena dirinya tahu semuanya kalau Aliya sedang berbohong dan Adi juga tahu sebenarnya siapa yang suka membully di sekolah.


"Benarkah Cempaka seperti itu, biar nanti Tante berbicara pada Cempaka ya agar dia lebih akrab lagi bersamamu dan kalian bisa berteman seperti kau Andaru dan Aksa bisa bersama-sama"


"Iya Tante coba bilang sama Cempaka biar dia lebih mengerti. Jangan seperti itu dia kan sudah menjadi keluarga kaya seperti ini masa kelakuannya masih kayak anak kampung sih tante, malu-maluin kan"


Sani langsung menyenggol Aliya"Kenapa Bunda, emangnya ucapan aku salah emang bener kan, Cempaka itu ga diasuh sama tante Bella. Makanya kelakuannya kayak gitu, kalau dari kecil dia diasuh sama tante Bella mungkin ga akan kayak gini dan dia akan berteman sama aku ga akan brutal kayak gini suka ngebully anak-anak. Tante bisa tanya kok sama anak-anak yang lain gimana kelakuan Cempaka di sekolah"


"Udah Sani ga papa nanti aku akan bicara sama Cempaka ya"


Sani hanya bisa tersenyum saja, tiba-tiba Sena berbicara "Bagaimana kalau kita menjodohkan anak kita ini, mungkin dengan Andaru atau Aksa"


Aksa langsung terbatuk-batuk mendengar itu, lalu dia langsung menggelengkan kepalanya "Maaf ya Om Aksa ga mau di jodohin mending sama Andaru aja"


"Kita lihat aja lah Sena kedepannya gimana, ya kalau jodoh Aliya bisa menikah dengan salah satu anakku, ya kalau ga kita kan bisa jadi saudara seperti ini selalu makan malam sama-sama, silaturahmi dan yang lainnya. Kita jangan terlalu mengekang anak-anak lah biarkan mereka memilih pilihannya sendiri"


"Iya juga ya, tapi ya semoga aja Aliya berjodoh dengan salah satu anakmu Adi. Aku lebih percaya anak-anakmu daripada laki-laki yang lain"


"Semoga saja ada yang berjodoh dengan Aliya ya "

__ADS_1


Aliya yang mendengarnya sudah sangat senang, ya ampun papinya sangat hebat mengatakan ini tak menyangka dirinya kalau papinya akan berkata seperti ini.


__ADS_2