Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 261 Bawa pergi


__ADS_3

"Bibi kayak semuanya bakal ke bongkar deh "


"Kamu ga usah bicara macam-macam semuanya ga akan pernah terbongkar. Lakukan sesuatu Bagas agar Ayu tidak pergi aku tidak bisa melepaskan Ayu. Mungkin dulu memang aku membencinya tapi sekarang aku menyayanginya, aku sudah menganggap Ayu sebagai anakku sendiri. Tolong lakukan sesuatu agar semua ini tidak terbongkar dan Ayu tetap menjadi milikku dia tidak boleh pulang pada keluarganya"


"Sudah aku bilang kan dari dulu bibi seharusnya membawa Cempaka tuh jauh-jauh dari kota ini. Jangan sampai satu kota lagi dengan orang tuanya"


"Dia bukan Cempaka, dia Ayu. Cempaka itu sudah mati dia adalah Ayu anakku Bagas. Jangan panggil dia Cempaka lagi lakukan sesuatu yang membuat dia yakin kalau dia adalah anakku. Ayu bukan anak orang lain ataupun anak dari Adipramana ataupun Bella. Aku tidak mau sampai itu terjadi"


"Mungkin satu cara yang harus dibi lakukan sekarang adalah membawa Ayu pergi dari sini dan membangun kembali kepercayaan Ayu pada bibi. Siapa tahu saja itu bisa membuat Ayu melupakan masa lalunya lagi. Dia sudah mengingat setengah masa lalunya, apa ada seseorang yang memberikan foto atau mungkin mengingatkan Ayu tentang saudara kembarnya. Bukannya dia sekolah di sekolah yang sama kan dengan saudara kembarnya"


"Tapi tidak mungkin kan dia mengingat semuanya, saudara kembarnya saja sudah dewasa tidak mungkin kan ingatan itu kembali. Ingatan itu hilang saat dia masih kecil umur 10 tahun jadi tidak mungkin dia mengingat semuanya, saat melihat wajahnya saja. Sepertinya Adipramana sudah melangkah lebih maju dari kita. Aku takut dia melakukan tes DNA. Lebih baik kau selidiki semua itu Bagas, jangan sampai Ayu mengetahui semuanya kalau dia memang anaknya Adi"


"Kau tahu sendiri kan bibi Adipramana itu mempunyai segalanya, sekolah, rumah sakit, perusahaan segalanya. Dia punya pasti dia akan mengecek DNA itu di rumah sakitnya sendiri, tidak mungkin ke rumah sakit luar. Dia akan mempercayai orang-orangnya"


Nadia mengusap wajahnya dengan kesal "Bantu aku bereskan semua pakaian Ayu, kita pergi hari ini juga"


"Itu akan lebih baik, lebih baik kita pergi dari rumah ini dan meninggalkan semuanya. Kalau kita terus berdiam diri di sini yang ada Adipramana akan datang kemari dan membawa anaknya itu. Dari awal aku sudah bilang kan Bi jangan pernah biarkan Ayu sekolah di sana, pada akhirnya akan seperti ini kan sesuatu yang kita sembunyikan sejak lama pasti akan terbongkar"


"Sudah kau diam dan bereskan saja semuanya. Kita pergi sekarang juga dan kita jemput Ayu secepatnya"


"Baiklah aku akan membereskan semuanya"


...----------------...


Ayu dan juga Aksa sudah sampai di sekolah, mereka keluar bersama-sama dan Andaru yang melihat itu langsung menarik tangan Ayu.


"Ada apa sih Andaru "


"Sejak kapan kalian berdua pergi bersama. Apa kalian pacaran"

__ADS_1


"Jangan aneh-aneh"


Ayu segera melepaskan tangan Andaru yang memegang erat tangannya, lalu meninggalkan dua orang itu datang-datang sudah bertanya seperti itu.


"Jangan menusukku dari belakang Aksa"


"Aku tidak pernah menusuk mu dari belakangan Andaru. Aku hanya ingin membuktikan apakah Ayu benar Cempaka atau bukan. Aku hanya ingin membuktikan itu, bukannya ingin memacari Ayu seperti dirimu. Sudah tahu kan kalau Ayu itu Cempaka tapi kau pura-pura tidak tahu karena kau mencintainya"


"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah percaya kalau Cempaka itu masih hidup dan Ayu itu bukan Cempaka"


"Terserah kau saja, nanti juga kau akan tahu kebenarannya dan nanti kau jangan pernah menyesal. Jangan sampai kau melakukan sesuatu hal yang bejat pada Ayu saat sudah tahu dia siapa sebenarnya"


Andaru malah melengos dan mengejar Ayu yang sudah jauh tak terlihat lagi, Andaru yang sudah mendapatkan Ayu lagi langsung menghalangi jalannya dan tersenyum padanya.


"Kau dekat dengan Aksa karena ingin tahu kan siapa pelaku dari tabrak lari temanmu itu, kau ingin bertanya tanya padanya "


"Tidak ada urusannya dengan itu"


"Bicara apa makin kemari bicaramu makin melantur, tidak ada sangkut pautnya gelang ini dengan jodoh dan aku juga tidak tertarik padamu"


"Benarkah kau tidak tertarik padaku sedikitpun, kau tidak tertarik padaku Ayu"


"Sudah aku bilang aku tidak tertarik padamu. Apakah aku mengejar-ngejar mu tidak kan, kadang aku pusing dengan pikiranmu Andaru, biarkan aku pergi ke kelasku dan aku ingin belajar"


"Masih lama masih ada beberapa menit lagi untuk kau masuk ke dalam kelas, kita pergi ke kantin makan atau mengobrol yang lainnya"


"Tidak usah aku tidak mau mengobrol denganmu, aku lebih baik pergi saja ke kelas untuk apa mengobrol denganmu tidak ada gunanya"


Ayu kembali meninggalkan Andaru sendirian. Andaru yang mendapatkan penolakan seperti itu dari Ayu sungguh kecewa.

__ADS_1


...----------------...


Tok tok tok


"Masuklah "


"Lia ada apa " tanya kepala sekolah


Lia langsung menutup pintunya dan berhadapan langsung dengan kepala sekolah. Memberikan sebuah kertas pada kepala sekolah.


Kepala sekolah yang bingung segera membukanya dan ternyata itu adalah undangan teater yang kemarin yang Ayu buat.


"Kenapa ada pemutaran film di theater bukannya anak theater masih belum membuat film kan, mereka masih latihan"


"Bakan anak teater yang melakukannya Pak, ini semua Ayu yang melakukan dia ingin mengungkap siapa pelaku yang telah menabrak temannya itu. Bahkan dia datang ke sekolah"


"Apa dia datang ke sekolah datang kemari"


"Iya dia datang ke sekolah dan Ayu menyalahkan semua anak dan menyuruh mereka untuk mengaku, kalau salah satu dari mereka ada yang menabrak temannya itu"


"Ayu, baguslah. Aku suka informasi mu Lia, maka aku akan menjamin kau tidak akan pernah diganggu lagi oleh anak-anak yang lain. Kau bagus memberikan aku informasi yang sangat bagus kalau ada apa-apa lagi kau harus selalu berbicara padaku"


"Tentu pak. Aku akan terus berbicara pada bapak, tapi sesuai apa yang Bapak katakan kalau aku tidak akan pernah diganggu lagi oleh mereka. Aku tidak akan dibully lagi oleh mereka"


"Iya sesuai perkataanku, aku akan menjamin itu hanya kau harus terus mengatakan apa yang terjadi di sekolah ini. Apalagi Ayu kau harus mengetahui semuanya tentang apa yang dia lakukan di sekolah ini, karena aku tidak selamanya ada di sekolah"


"Tentu pak. Aku akan terus mengawasi Ayu"


"Baguslah silakan kau keluar dan kembali awasi Ayu anak beasiswa. Dia sudah macam-macam disekolah ini"

__ADS_1


Lia mengagukan kepala dan keluar dari ruangan kepala sekolah. Lia sudah berkhianat Lia bukannya menutup-nutupi apa yang Ayu lakukan. Dia malah membongkar semuanya.


Hanya karena tidak ingin dibully lagi dan ingin selalu dibela oleh kepala sekolah. Apakah itu hal yang wajar dilakukan oleh Lia.


__ADS_2