
"Ya ampun Nona kenapa denganmu kenapa kau basah-basah seperti ini apakah kau tadi berenang, kenapa tidak berbicara padaku. Mungkin aku akan membawakan mu pakaian renang"
Bella langsung duduk di kursi rias dia menatap Sera yang begitu khawatir padanya "tidak Sera aku tidak ingin berenang kau tahu kak Ziva mendorongku dan aku berpegangan padanya, jadi kami sama-sama tercebur entahlah dia membenciku sepertinya. Sampai-sampai mengatakan kalau aku mengguna-guna suaminya apakah aku ada waktu untuk pergi ke dukun tidak ada kan, sungguh pemikiran yang sangat jelek "
"Ya sudah sekarang kau ganti pakaian dulu ya, ayo biar ku bantu kau mengganti pakaian dulu Nona "
Tanpa protes Bella hanya diam saja selama Sera mengganti pakaiannya. Tiba-tiba saja badannya tidak enak "coba kau pegang badanku apakah hangat. Sepertinya aku tidak enak badan huff"
Sera dengan cepat melakukan apa yang disuruh oleh Bella dan benar badan Bella begitu panas "ya ampun Nona badanmu begitu panas"
"Benarkah panas sekali kah, rasanya aku ingin tidur saja Sera kau bisa bantu aku ketempat tidur "
"Tentu nona"
Sera segera membantu Bella untuk tidur di ranjangnya dan menyelimutinya sampai leher tapi Bella terus saja menggenggam tangannya "kau bisa kan tunggu aku di sini, biasanya kalau aku sakit papi selalu menggenggam tanganku dan menungguku seperti ini"
"Tentu nona tapi saya akan menelfon dulu tuan "
"Tidak-tidak jangan beritahu dia, aku tidak mau dia tahu biarkan saja aku baik-baik saja nanti sore pun aku akan baik-baik saja badanku rasanya lemas sekali Sera, entah kenapa tiba-tiba seperti ini biasanya kalau sudah berenang aku tidak seperti ini"
Sera yang binggung hanya bisa diam karena tangannya juga dipegang dengan begitu erat, bagaimana ini kalau dirinya tak berbicara pada tuan bisa bisa dirinya dimarahi.
Sera yang sedang sibuk dengan pikirannya dikagetkan dengan Bella yang meloncat dan berlari kearah kamar mandi, bahkan Sera sampai kaget "nona apakah kau baik baik saja nona " sambil mengejar Bella.
Sedangkan Bella sendiri dia sedang muntah muntah, Sera memijat tengkuk Bella, Bella yang sudah agak tak mual lagi hanya diam sambil memegang wastafel, segera Bella membasuh mulutnya, Bella yang tak bisa menahan tubuhnya hanya bisa menyenderkan tubuhnya ketembok.
"Saya panggilan dokternya ya nona sekalian telfon tuan"
Bella menggelengkan kepalanya "Sera kepala ku pusing " dan tubuh Bella langsung merosot kebawah, Bella pingsan.
"Nona tolong tolong "
Sera mencoba mengangkat tubuh Bella namun sulit, Sera menyenderkan kepala Bella dulu dan Sera sendiri dia berlari kearah luar kamar.
"Tolong siapa saja tolong " teriak Sera sambil turun kelantai bawah.
__ADS_1
"Ada apa Sera "
"Anu Zack itu nona Bella pingsan tadi muntah muntah, dia sekarang ada dikamar mandi "
Tanpa banyak bicara lagi Zack segera berlari kearah kamar dan melihat nona nya yang sudah tergeletak dengan cepat Zack memangkunya dan membaringkannya ditempat tidur dan Sera segera menyelimutinya.
"Kenapa bisa seperti ini Sera "
"Entahlah Zack tadi katanya nona masuk kedalam kolam renang karena didorong oleh nyonya "
"Apa kenapa "
"Nyonya menuduh nona Bella, pokoknya ceritanya panjang sekali bagaimana ini Zack kita telfon dokter dulu ya "
"Kau hubungi dokter pribadi tuan dan aku akan menelfon tuan "
"Baiklah "
Mereka berdua segera melakukan tugas mereka masih masing, Zack terus saja menghubungi tuanya namun sama sekali tak diangkat, "aku akan menyusul tuan, kau jaga nona Bella jangan sampai nyonya Ziva datang kemari ya, takut takut dia akan melukai nona "
"Baiklah Zack kau hati hati "
Zack dengan cepat segera berlari untuk menyusul tuannya tak biasanya tuannya sulit untuk dihubungi. "mau kemana kau Zack "
Zack yang akan membuka pintu mobil berhenti dan melihat kearah belakang, " saya akan kekantor tuan "
"Untuk apa suamiku sedang bekerja jangan kau ganggu dia, ada urusan apa kau ini hah " marah Ziva sambil berkaca pinggang
"Nona Bella pingsan "
"Dia hanya pingsan nanti juga sadar jangan menganggu suamiku karena urusan yang sepele seperti itu, kalian semua terlalu memanjakan perempuan itu "
Zack yang tak mau berdebat akhirnya masuk kedalam mobil tanpa menjawab perkataan Ziva " Zack kau tidak sopan lihat saja aku akan memecat mu " teriak Ziva saat Zack sudah pergi menjauh
"Perempuan itu seperti ratu saja, apapun yang terjadi dengan perempuan itu pasti semuanya heboh, kenapa saat aku sakit mereka tak heboh, awas saja ya kau Bella, aku tak segan segan melenyapkan mu jika perhatian suamiku habis oleh mu " dumal Ziva
__ADS_1
**
Adi yang baru saja beres meeting dengan koleganya segera keluar dari ruang meeting dan mendapati telfon yang begitu banyak dari Zack. " ada apa dengan Zack "
Adi segera menelfon Zack namun ada yang menabraknya dari belakang Adi dengan marah membalikan badan "apakah kau tak punya mata "
"Maaf tuan aku begitu buru buru, tuan aku telfon tak diangkat angkat makannya aku datang kemari, nona Bella tuan "
"Ada apa dengan Bella apa dia bertengkar dengan Ziva, apakah salah satunya ada yang terluka "
"Nona Bella pingsan tuan setelah berenang "
"Apa kenapa bisa dia berenang "
"Nona Bella didorong nyonya Ziva tuan "
"**** ada apa dengan Ziva ini, ayo kita pulang apakah kau sudah menelfon dokter Darma "
"Sudah tuan Sera sudah menelfonya "
Adi dengan langkah lebarnya masuk kedalam lift dengan raut wajah yang begitu khawatir dan ketakutan, Zack hanya bisa diam saja dan mengamati setiap raut wajah dari tuannya.
**
Sedangkan dirumah Bella sudah siuman dia sedang diperiksa oleh dokter Darma, Bella hanya bisa pasrah saja saat diperiksa, tenangnya sudah habis.
Dokter Darma tersenyum pada Bella, dokter muda tampan seumuran dengan Adi memang dia adalah anak dari dokter kepercayaan ayahnya Adi dan anaknya menjadi dokter kepercayaan Adi setelah lulus dan menjadi dokter.
"Nona kau siapanya tuan Adi, kau saudaranya atau keponakannya, apakah kau kemari kabur karena takut dimarahi oleh orang tuamu "
Bella mengerutkan keningnya "maksudnya apa, aku ini tawanan, kenapa aku harus takut dimarahi oleh orang tuaku " jawab Bella dengan lemah.
Raut wajah dokter Darma langsung berubah berbarengan dengan pintu kamar yang dibuka dengan kasar, bahkan pintu itu sampai bertabrakan dengan tembok, membuat orang orang yang ada didalam kaget saja.
Bella langsung menutup hidungnya dan membungkam mulutnya yang tiba tiba saja mual " mas kau jangan mendekat, kau bau dan aku ingin muntah " kembali Bella menutup mulutnya saat sudah berbicara.
__ADS_1
Sera membantu Bella untuk turun dari tempat tidur dan memapahnya ke kamar mandi untuk kedua kalinya Bella muntah kembali.
Sedangkan Adi yang ditolak dan tak terima dikatai bau segera masuk kedalam kamar mandi dan melihat Bella yang sedang muntah muntah.