
"Kenapa kalian datang dengan berdarah darah seperti ini hah "
"Maaf tuan kami tadi menabrak pembatas jalan, tuan Adi menembak ban mobil kami "
"Hah apa, tapi bagaimana apakah kalian berhasil melukainya atau membuatnya mati, mana Bella aku menyuruh kalian membawa Bella padaku, kenapa tak ada"
"Kami berhasil menembaknya tuan, tapi kami tak bisa menyelamatkan Bella, tuan Adi masih bisa mengendalikan semuanya "
"Sial kenapa dia begitu sulit untuk dikalahkan, kau juga kalah Jordi "
"Maaf tuan kami tadi menabrak, tapi aku yakin tuan Adi akan mati karena aku menembaknya tepat di jantungnya "
Sean mengangguk anggukan kepalanya " hemm apakah itu akan membuat Adi mati, baiklah kita tunggu kabarnya, kita harus menyelamatkan Bella "
"Ya tuan saya tahu, lebih baik kita rubah strategi, kalau kita melawan diwilayahnya kita kalah tuan "
"Harus dimana kita mengepungnya "
Jordi membisikan sesuatu pada tuanya " ide bagus baiklah nanti kita akan lakukan sesuai ide mu itu, kita ambil Bella dari Adi, jangan sampai dia terperangkap "
"Baik tuan "
Sean segera bangkit dan pergi dari hadapan anak buahnya, sungguh malang nasib Bella pasti dia tak suka tinggal bersama Adi, secara Adi itu kasar dan menyebalkan sekali.
Apa lagi Adi itu sudah mempunyai istri dia jangan Maruk pengen dua duanya, bagi bagilah satu untuk ya hehehe.
**
"Syukurlah kita bisa membuat detak jantung tuan kembali lagi " ucap Darma saat sudah menyelesaikan operasinya.
Darma segera keluar dan melihat ada Ziva dan juga Bella disana, Bella sedang menangis sedangkan Ziva dia sedang memainkan kukunya. Seperti tak merasa sedih melihat keadaan suaminya yang sedang bertaruh nyawa.
"Maaf nyonya nona, tuan sudah baik baik saja " ucap Darma sambil melihat kearah mereka berdua secara bergantian.
"Alhamdullilah" ucap Bella
Ziva langsung masuk namun saat Bella akan masuk, Ziva langsung menahannya " kau tak boleh masuk, semua ini karena dirimu kalau kau tidak ada Adi tidak akan terlukai seperti ini, pasti ini adalah musuh darimu, kau itu anak tidak baik makanya kau banyak musuh lebih baik kau pergi sana jangan mengganggu aku dan juga suamiku, kau pergilah kami tidak butuh dirimu "
"Biarkan aku melihat mas Adi dulu, sebentar saja aku hanya ingin melihat keadaannya saja, aku tidak akan mengganggu waktu kalian berdua aku hanya ingin melihat keadaannya saja "
"Tidak bisa, sekali tidak ya tidak aku melarangmu untuk melihat suamiku, jangan kau memanggilnya dengan sebutan mas dan mas dia itu suamiku bukan suamimu kau tidak berhak memanggil sebutan itu pada suamiku, pergi sana jangan mengganggu aku dan juga suamiku"
Ziva langsung menutup pintu dengan kencang, Bella yang tak punya pilihan mendekati dokter Darma " kau yakinkan dokter semuanya baik-baik saja tidak ada sesuatu yang terjadi"
__ADS_1
"Semuanya sudah baik-baik saja Nona. Tuan sudah melewati masa kritisnya dan sebentar lagi juga Tuan akan siuman nona "
"Syukurlah, terimakasih dokter"
"Sama sama nona "
Darma pergi dari hadapan Bella, sedangkan Bella hanya diam saja disana sambil melihat kearah kaca, melihat keadaan Adi, dirinya tak mau bertengkar dengan Ziva dan membuat kekacauan dirinya hanya ingin melihat keadaan Adi saja.
"Nona lebih baik nona istirahat "
Bella melihat sekilas kearah Zack dan menggelengkan kepalanya " tidak kak Zack aku ingin melihat keadaan mas Adi"
"Tuan tidak akan suka jika Nona berdiri seperti ini, nona sedang mengandung jangan seperti ini nona"
"Tapi aku mau disini kak aku tidak mau kemana mana "
"Ada apa dengan anak ku " tiba tiba ada suara lain.
Bella melihat kearah laki laki paruh baya itu, ternyata itu ayahnya Adi, Bella segera menghampirinya dan memeluknya dengan erat.
"Bella kau baik baik saja nak, ada apa nak kenapa kau menangis. Zack kau apakah istrimu "
"TI tidak tuan, saya tak melakukan apa apa pada non, eh istri saya, dia hanya sedih melihat tuan yang sedang tak sadarkan diri mungkin bawaan bayi tuan "
Bella makin mempererat pelukannya " jika aku masuk dengan ayah apakah boleh "
"Tentu kenapa tidak, ayo kita masuk "
Tuan Anggabaya melepaskan pelukan Bella dan menuntunnya masuk, Ziva yang melihat Bella dan mertuanya masuk hanya bisa membuang muka.
Dirinya sedang berbicara dengan suaminya, suaminya sudah sadar, dan menanyakan Bella, dan orang yang ditanyakan datang bersama ayah mertuanya menyebalkan sekali kan.
Adi yang melihat Bella menangis, begitu khawatir ingin bertanya apakah dia baik baik saja, apakah Bella menangis karena khawatir dengannya atau karena dia kesakitan karena terluka, pandangannya teralihkan oleh pertanyaan sang ayah.
"Kenapa kau bisa terluka seperti ini Adi"
"Ada musuh yang ingin mencelakai ku ayah"
"Sudah aku bilang ke mana-mana kau harus membawa pengawal, kau ini banyak pengawalnya tapi kau tidak mau membawa satupun pengawal mu saat kau pergi, ini demi keselamatan nyawamu sendiri Adi. Ayah tidak mau terjadi apa-apa padamu, ayah tidak mau kehilangan untuk kedua kalinya lagi "
"Ya ayah aku tahu, aku salah Ayah aku minta maaf "
"Ayah begitu khawatir saat Zack nelpon kalau kau terluka apalagi pesta yang sudah ayah janjikan akan dimulai tiga hari lagi, bagaimana dengan keadaanmu nak apa kita batalkan saja"
__ADS_1
Ziva yang mendengar semua itu langsung bangkit dan menatap ayah mertuanya " kenapa ayah, tidak bisa seperti itu"
"Kenapa tidak Ziva, kita bisa mengundurkannya, lihatlah keadaan suamimu dia sedang tidak baik-baik saja kau jangan jadi egois menjadi istri, aku yang mengadakan semuanya aku bisa memberitahu lagi pada kolega ku kalau keluargaku sedang ada musibah, kau tidak memikirkan bagaimana keadaan suamimu "
"Bu bukan begitu ayah, aku hanya"
"Sudahlah Ayah Adi tidak apa-apa tidak enak pada teman-teman ayah yang sudah Ayah beritahu kalau ayah kan mengadakan sebuah pesta. Adi baik-baik saja Adi bisa mengurus semuanya ini juga beberapa hari akan sembuh Ayah tenang saja ya"
"Hemm baiklah tapi kalau kau merasa masih sakit bilang padaku. Aku akan beberapa hari disini"
Adi yang kaget sampai memelototkan matanya, kenapa ayahnya ada disini, dirinya tak akan bisa bersama Bella kalau begini caranya.
"Kenapa tiba tiba ayah"
"Kenapa ayah tak boleh disini"
"Bukan begitu ayah"
"Ya sudah biarkan ayah disini, ayo Bella kau harus segera istirahat kau sedang mengandung, aku akan memanggil suamimu Zack"
"Baiklah ayah " mau tidak mau juga Bella mengikuti langkah tuan Anggabaya, meskipun dirinya masih ingin melihat Adi tapi itu tak mungkin.
Kepala Bella masih melihat kearah Adi dan Adi mengatakan sesuatu tanpa suara " aku baik baik saja, aku akan menemui mu "
Bella menganggukan kepalanya dan berjalan keluar dari ruangan itu.
***
Hai temen temen aku punya cerita baru, kalau kalian suka mampir ke cerita terbaruku yu judulnya Dia Kembali. Semoga kalian suka.
Sinopsis
Bagaimana jadinya jika kau melihat suami mu selingkuh karena kau selalu saja keguguran dan entah kenapa, entah apa sebabnya, namun tiba tiba ada sosok yang dulu selalu ada untuk mu muncul kembali.
Tapi hanya diriku saja yang melihatnya, dia pergi saat aku memutuskan untuk menikah itu pun aku menikah karena paksaan kedua orang tuaku, tapi dia selalu muncul dalam mimpiku,akan aku ceritakan awal aku bertemu dengannya dan juga sampai suamiku kepergok selingkuh.
Lalu saat aku sedang sedih dia kembali menghiburku, apakah aku kembali padannya pada sosok yang tak pernah bisa orang lain lihat.
Apakah aku harus membalas suamiku dengan berselingkuh bersama sosok itu.
Biar ku ceritakan awal aku bertemu dengan sosok itu, dari aku masih kecil sampai akhirnya kembali bertemu lagi sekarang. Bahkan tentang perjodohan ku dengan suamiku dan sampai dia selingkuh aku ceritakan pada kalian semua sampai keputusanku untuk memilih antara suamiku atau makhluk itu.
__ADS_1