Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 168 salah sasaran


__ADS_3

Tok tok tok " Andaru ini aku Aksa. Apakah aku boleh masuk. Apakah aku boleh masuk ke dalam kamarmu"


Tiba-tiba pintu dibuka dari dalam "Apakah kau sudah memaafkanku ? "


Aksa langsung memeluk kakaknya dengan erat "aku yang minta maaf padamu, aku terlalu mendengarkan kata-kata orang lain tapi kau masih jadi kakakku, kan"


Andaru tersenyum di bahu adiknya " tentu saja aku masih kakakmu, kenapa kau berkata seperti itu "


"Aku hanya takut saja kau marah padaku dan tak menganggapku sebagai adik, aku sungguh takut"


"Tidak mungkin, aku tak mungkin melakukan itu "


"Kalian berdua hanya berpelukan berdua saja. Lalu aku kenapa tidak dibawa aku juga ingin dipeluk, kalian tidak adil aku ini sebenarnya siapa aku ini kan adik kalian. Tapi, kalian tidak pernah mau memelukku "


Andaru dan Aksa menatap adik bungsunya dan berlari kearah Cempaka dan memeluknya sampai terjatuh " akhh kalian nakal, pantatku sakit mamah mereka nakal padaku"


...----------------...


"Selamat siang nyonya,Tuan muda dan Nona muda "


"Siang " ucap mereka serempak pada resepsionis


"Tuan ada di ruangannya, kan" .


"Ada Nyonya Tuan ada di ruangannya"


"Baiklah, terimakasih "


Mereka berempat segera masuk ke dalam lift pribadi CEO, memang sengaja mereka datang ke perusahaan ayahnya untuk sekedar main-main saja karena katanya tiga anak ini bosan di rumah dan ingin berkeliling di perusahaan ayahnya dan yang pasti akan membuat onar.

__ADS_1


Mereka bertiga segera berlari saat lif terbuka, tanpa banyak bicara mereka bertiga langsung membuka ruangan ayahnya.


"Ayah kau mau nakal dengan perempuan itu " ucap Andaru saat melihat ayahnya bersama seorang wanita.


Ketiga anak itu berlari kearah perempuan itu dan menjambak rambutnya, memukul tangannya, sampai-sampai perempuan itu terjatuh ke lantai.


"Heyy apa-apaan ini, kenapa ini tiba-tiba aku dipukuli"


"Anak-anak berhenti jangan seperti ini, dia pegawai disini, berhenti anak-anak "


Adi memangku satu-satu anaknya untuk menjauhi karyawannya itu yang sedang memberikan sebuah laporan padanya. Bella baru saja muncul dan melihat anaknya yang sedang ngos-ngosan ada apa dengan mereka, tadi dirinya sebentar mengobrol dengan karyawan yang lain yang berpapasan dengannya. Tapi, saat masuk ke dalam ruangan suaminya malah seperti ini.


"Ada apa ini "


"Mama Ayah sedang bersama perempuan, lihatlah mereka berduaan di dalam ruangan Mama harus hukum ayah, Mama harus jewer telinga ayah dia sudah nakal dia sudah berduaan di ruangan begini bersama perempuan mama" teriak Cempaka.


"Iya, saya tahu mana mungkin kamu berani melakukan sesuatu dengan suami saya, maafkan anak-anak saya mereka tidak tahu kalau kamu karyawannya suami saya, mereka tidak bisa membedakan mana perempuan yang menggoda ayahnya dan mana karyawan ayahnya, maafkan ya nanti kami akan memberikan kompensasi karena anak-anak kami ini yang sudah salah paham pada kamu"


"Tidak perlu Nyonya tidak apa-apa ini hanya sebuah kesalahpahaman saja. Saya permisi Tuan, Nyonya "


Karyawan itu langsung pergi dari ruangan Adi, sedangkan Adi langsung menatap anak-anaknya itu dengan tajam.


"Ayah tidak pernah mengajarkan kalian untuk langsung menyerang orang tanpa tahu alasannya terlebih dahulu, kenapa orang itu ada di ruangan ayah"


"Kami semua hanya takut saja Ayah menghianati Mama seperti yang pernah mamah tonton film-film itu loh yang orang Korea itu loh, yang suaminya selingkuh di belakang istrinya. Kami semua tidak mau kalau mama merasakan apa yang perempuan itu rasakan, ingat itu Ayah jika ayah berani mempermainkan Mama maka ayah akan langsung berhadapan dengan kami bertiga " ucap Andaru dengan galak.


"Iya benar itu, apalagi mama saat menonton film itu sampai menangis tisu di rumah sampai habis kan gara-gara mama terus menangis, satu lemari tissue habis dipakai mama untuk menghapus air matanya dan juga ingusnya, jadi jangan permainkan mama " sekarang Cempaka yang berbicara.


"Kalau Ayah melakukan itu kami tidak akan memanggil Ayah lagi, kami tidak akan pernah mengenal Ayah lagi, karena mama bagi kami adalah segalanya dia berjuang untuk melahirkan kami bertiga dan ayah tidak boleh menyakiti Mama sedikitpun"

__ADS_1


Adi yang mendengar kata-kata anaknya malah terharu, sebegitu sayangnya anak-anaknya pada mamahnya. Bella sudah berhasil mengurus ketiga anaknya ini dan membuat siapa saja babak belur yang ada di sampingnya kalau itu perempuan. Sudah beberapa perempuan dihajar oleh ketiga anak ini gara-gara dekat dengannya.


Lalu dirinya melihat istrinya yang sedang mengusap air matanya, pasti istrinya terharu dia selalu saja menangis kalau anak-anaknya membela dirinya.


"Ayah mengerti kan " teriak mereka bertiga


"Iya ayah mengerti, Ayah tidak mungkin menghianati mamamu"


"Ya, jangan pernah awas saja ya " teriak Andaru lagi.


"Iya iya sepertinya ayah akan mengganti karyawan saja menjadi semuanya laki-laki, agar kalian tidak main hajar orang"


"Itu lebih baik ayah, ide yang bagus Cempaka setuju lebih baik semuanya laki-laki saja, agar nanti saat dewasa Cempaka lebih gampang kan mencari jodoh di sini cari yang tampan-tampan ya ayah seperti opa Korea"


"Cempaka " teriak kakak-kakaknya


Cempaka marah tertawa mendengar teriakan kakak-kakaknya, sungguh lucu mereka ini padahal hanya main-main saja dirinya saja tidak tahu apa itu jodoh, hanya dengar saja dari teman-temannya yang suka bicara pacar jodoh.


Bella dan Adi saling pandang lalu mereka berpegangan tangan, melihat anak-anaknya yang sedang tertawa lepas begitu bahagia hidup mereka begitu lengkap.


Mereka bertiga ini sudah melengkapi hidup dirinya dan juga suaminya, sudah melengkapi keluarga kecil mereka, sekarang mereka menjadi keluarga yang bahagia tanpa ada gangguan sedikitpun.


Bahkan perlahan-lahan suaminya ini sudah tidak mengirim pasokan narkoba dan barang-barang haram lainnya, hanya senjata saja dan suaminya juga sudah tidak terlalu berkumpul dengan para mafia-mafia yang lain.


Hidup mereka sudah berbeda sekarang, ada tiga anak yang harus mereka jaga dan jangan sampai mereka masuk ke dalam dunia itu. Sebisa mungkin Adi dan juga Bella tidak mau melibatkan anak-anaknya.


Memang dulu Adi ingin sekali ada salah satu yang meneruskan usaha dirinya di dunia gelap, tapi setelah dipikir-pikir dirinya ingin anak-anaknya menjadi orang normal saja, agar tidak berurusan dengan senjata dan yang lainnya.


Hidup seperti ini pun sudah bahagia, meski tak berkuasa lagi tapi ini sudah cukup, dengan kebahagian yang tak akan pernah bisa diganti oleh apapun itu.

__ADS_1


__ADS_2