Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 238 anak kucing


__ADS_3

Ayu dan juga teman-temannya sudah datang, pandangan semua laki-laki langsung pada Ayu termasuk Andaru.


"Ayu memang selalu cantik, apapun yang dia kenakan pasti cocok dia sangat menawan "


Aliya mendekati Ayu dan memeluknya lalu setelah melepaskan pelukannya Aliya mencium pipi kanan Ayu.


"Aku begitu senang kau datang kemari. Ku kira kau tidak akan datang, tapi aku yakin kau pasti akan datang ayo kalian harus bahagia di pesta ini. Ayo nikmati pestanya"


Ayu hanya tersenyum pada Aliya, Budi dan juga Danu sudah heboh dan mengambil berbagai makanan. Ayu hanya bisa menegur mereka berdua saja.


"Pelan-pelan jangan terburu-buru seperti itu "


Ayu segera pergi dari hadapan Aliya, dirinya tak mau berurusan dengan Aliya. Hanya karena Sinta menginginkan dirinya datang kemari maka dirinya datang.


Aina juga dia sudah sibuk dengan makanan yang ada disana. Ayu berdiri di pinggir kolam melihat teman-temannya yang sedang berjoget.


Tiba-tiba saja ada yang memegang tangannya, Ayu langsung membalikan badannya ternyata itu Aksa.


"Yu kau datang "


"Tentu aku datang "


"Maaf aku tadi mengagetkan ku "


"Tak apa, kenapa kau tak bergabung dengan mereka. Sepertinya Aliya juga sudah baik lagi padamu"


"Ini bukan tempatku, aku merasa tidak cocok saja. Lalu denganmu kau kan dengan mereka maksudku sama-sama orang berada. Kenapa kau tidak menikmati pesta ini bersama teman-temanmu. Kau malah ada di sini dan mengobrol denganku"


"Kurasa pemikiran kita sama, aku tidak terlalu cocok kalau ada di sebuah pesta seperti ini. Ya meskipun kau mengatakan kalau aku itu orang berada tapi belum tentu kan aku menyukai pesta seperti ini, aku lebih baik diam di rumah dan membaca buku saja"


"Benarkah kau suka membaca buku "


"Tentu aku suka "


"Tapi kenapa aku tak pernah melihatnya "


"Emm, mungkin karena kau tidak dekat denganku makanya kau tidak pernah melihat aku membaca buku. Kau hanya dekat dengan Andaru saja "

__ADS_1


"Kenapa jadi bawa-bawa Andaru aku sama sekali tak dekat dengannya "


"Hemm, tapi kurasa kalian cukup dekat. Baiklah nikmati pestanya Ayu. Aku ingin bersantai dulu disana. Rasanya sangat membosankan "


"Baiklah selamat bersenang-senang "


Setelah kepergian Aksa Ayu melihat Andaru yang tersenyum padanya tapi Ayu langsung mendelikan matanya.


"Kalian semua dengarkan aku, aku akan mengadakan sebuah permainan kalian harus masuk ke dalam kolam renang ini bagaimana"


"Tentu Aliya, kamu akan melakukannya "


Mereka yang akan berenang segera menganti pakaian mereka dan langsung masuk kedalam kolam renang, sedangkan Aliya sendiri dia tidak hanya diam melihat teman-temanya yang bersenang-senang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai malam pesta ini belum berakhir malah kain meriah saja. Aliya mendekati Andaru dan mengandeng tangannya.


"Jangan diam saja Andaru, ayolah kau harus bersenang-senang "


"Kau saja aku tak berminat "


"Hallo anak kucing. Kenapa kau tidak ikut berenang padahal aku sudah mengadakan pesta sebesar ini tapi kau tidak menghargaiku. Ayolah cepat kau harus berenang"


"Aku tidak membawa pakaian renangku"


"Tak masalah, berenang saja memakai pakaian ini, nanti akan aku pinjamkan pakaianku"


Tanpa bantahan sama sekali perempuan bertubuh berisi itu mengikut langkah Aliya.


"Teman-teman. Kenapa kalian membiarkan anak kucing ini sendirian melamun di sana melihat kalian bersenang-senang. Aku sudah bilang kan kalian semua harus bersenang-senang. Kenapa kalian tidak mengajak dia kasihan kan dia"


"Ow maafkan kami "


Semua orang yang sedang berenang langsung naik dan menyoraki perempuan bertubuh berisi itu.


"Anak kucing ayo berenang, anak kucing ayo semangat anak kucing ayo" terus begitu berulang ulang.

__ADS_1


Perempuan bertubuh berisi itu naik ke perosotan. Dia perlahan menaiki tangganya orang-orang sudah tertawa melihat perempuan itu naik.


Saat akan meluncur malah berhenti di tengah-tengah, semua orang langsung tertawa terbahak-bahak. Ayu yang melihat itu sangat kasihan dirinya merasa kalau dirinya ada di posisinya pasti akan sangat malu.


Ayu segera menghampiri perempuan itu. Tapi Aliya langsung mendorongnya "Mau ke mana kau Ayu. Jangan jadi sok jagoan"


"Kenapa, kenapa kau membully dia. Dia tidak punya salah apa-apa kan padamu kasihan jangan membullynya cukup aku saja yang sudah kau sakiti "


"Kau tidak boleh ikut campur. Memangnya kau mau ada di posisi perempuan itu, jangan pernah bermain-main lagi denganku Ayu. Sudah baik aku memaafkanmu"


Kembali mereka bersorak untuk perempuan itu meluncur, tapi perempuan berisi itu hanya menundukkan kepalanya saja. Aliya tiba-tiba saja memiliki ide dia langsung menyenggol Ayu yang ada dipinggir kolam renang dan Ayu terjatuh.


Semua orang langsung melihat Ayu yang terjebur, mereka langsung bertepuk tangan dan tertawa bahkan Aliya pun sama dia bersorak gembira. Karena Ayu tidak bisa berenang dirinya tahu kalau Ayu tidak bisa berenang.


Andaru dan juga Aksa yang melihat itu mereka berdua langsung masuk ke dalam air dan menyelamatkan Ayu. Tapi orang yang pertama menggapai Ayu itu Andaru.


Andaru segera membawa Ayu ke tepian dan mendudukkannya "Kau tidak apa-apa kan"


Semua orang langsung diam melihat ekspresi Aliya dia hanya bengong dan kecewa melihat Andaru menyelamatkan Ayu.


Ayu sama sekali tidak menjawab. Dia masih syok karena tidak bisa menjaga keseimbangannya dirinya langsung tercebur begitu saja. Teman-temannya juga langsung mendekatinya.


Ayu langsung bangkit dan pergi begitu saja. Andaru menatap Aliya dengan benci dan mengejar Ayu.


Aksa yang baru saja naik berhadapan langsung dengan Aliya "Kau sudah terlalu jauh bermain-main dengan Ayu, kau tidak tahu kan siapa dia. Setelah kau tahu kau tidak akan pernah bisa mendatangi rumahku lagi"


Aksa berlari untuk mengejar Ayu dan juga Andaru, tidak mungkin dirinya membiarkan Ayu kedinginan seperti itu.


"Pestanya sudah selesai, kalian semua keluar dari rumahku. Sana keluar dari rumahku. Jangan ada yang di sini lagi. Pesta sudah selesai dan kalian harus pergi dari sini"


Tanpa banyak bicara teman-teman Aliya langsung pergi dari tempat itu. Aliya masih tidak percaya kalau Andaru dan Aksa akan menyelamatkan Ayu, apa mereka mempunyai perasaan pada Ayu.


Aliya langsung berteriak dengan sekencang-kencangnya tapi tiba-tiba "Apa yang terjadi, kau menyuruh kami berdua orang tuamu untuk pergi dari rumah makan malam, tapi ternyata kau mengadakan pesta di rumah tanpa memberitahu Papi apa-apaan ini Aliya "


Aliya melihat ke arah pintu dan di sana ada papinya dan juga bundanya yang berdiri menatapnya.


"Kalau aku bicara pada kalian, kalian tidak akan pernah mengizinkannya percuma kan aku bicara pada kalian juga. Aku ingin bebas dan aku ingin mengadakan pesta "

__ADS_1


Aliya langsung menerobos kedua orang tuanya dan pergi meninggalkan mereka berdua. Sekarang hatinya sedang panas dan marah pada Ayu. Lagi-lagi Ayu yang sudah membuatnya marah.


__ADS_2