Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 282 Gampang terhasut


__ADS_3

Cempaka langsung membuka pintu dan duduk di tempat tidur Sinta, sedangkan Sinta yang ada di kursi roda dia hanya menatap Cempaka dengan mata yang sinis.


"Ada apa kau datang kemari, tidak salah kau datang ke sini. Apakah kau sudah melupakan kesalahanmu itu padaku, apakah kau sudah melupakan segalanya "


"Selama ini kau selalu chattingan bersama Andaru"


"Iya, kenapa tidak boleh salah memangnya kalau aku dekat dengan Andaru. Kenapa kamu cemburu kamu mau merebut Andaru dari aku, iya kamu mau jauhin aku dari Andaru gitu "


"Apaan sih ga juga kali. Aku cuman mau kasih tahu kamu aja kalau Andaru itu bukan laki-laki baik, dia itu laki-laki yang suka mempermainkan perempuan. Bahkan udah ada korbannya emang kamu mau jadi korban selanjutnya"


"Korban apa, kamu takut ya kalau aku nanti pacaran sama Andaru kamu kalah. Terus kamu juga ga suka aku sama Andaru karena aku lumpuh iya kamu takut kalau Andaru itu ga terima keadaan aku "


"Aku cuma sekedar kasih tahu kamu aja, kalau Andaru itu bukan laki-laki baik"


"Mungkin kamu bisa ngambil kehidupanku dengan cara membuat aku lumpuh Ayu, tapi tidak dengan kekasihku kau tidak boleh merebut kekasihku dia adalah belahan jiwaku. Jadi kau tidak berhak mengambilnya dariku"


"Terserah kau saja yang terpenting aku sudah memberitahumu kalau Andaru itu bukan laki-laki baik. Aku hanya ingin yang terbaik untukmu Sinta, aku tidak masalah tidak dianggap teman lagi olehmu. Aku hanya ingin melindungimu saja"


"Melindungi, kata-kata yang selalu membuat aku terbang lalu kau menjatuhkannya lagi. Kau itu selalu berbohong padaku, kau itu tidak benar-benar melindungiku selama ini. Kau hanya pura-pura omonganmu itu hanya angin belaka yang datang lalu pergi begitu saja"


"Terserah yang terpenting aku sudah melakukan apa yang menurutku benar. Aku sudah mencari pelaku siapa yang melakukan ini padamu, aku memberitahumu siapa Andaru yang sebenarnya, angkat terpenting aku sudah memberitahumu Sinta. Jadi untuk masalah kau menyesal atau tidak nantinya itu urusanmu, aku sudah memberikan yang terbaik untukmu "


Cempaka langsung pergi dari kamar Sinta, bahkan Cempaka membanting pintu kamar Sinta saking kesalnya dengan kelakuan Sinta, yang makin ke sini makin tidak percaya pada dirinya "


Sinta segera mengeluarkan ponsel dan akan menghubungi Aliya, sekarang dirinya yakin akan masuk sekolah dan akan menghancurkan Ayu dari dalam. Lihat saja Ayu tidak akan bisa memiliki Andaru sampai kapanpun.


Sinta : Aliya besok aku siap untuk masuk sekolah, aku ingin sekolah lagi dan kau bisa datang untuk menjemputku. Seperti apa katamu itu"


...----------------...


Galang sedang mengobrol dengan keluarganya tiba-tiba mendapat telepon dari Aliya. Dengan cepat dia segera berpamitan pada keluarganya dan mengangkat telepon Aliya tepatnya sih video call.

__ADS_1


"Ada apa Aliya sampai-sampai kau melakukan video call pada aku "


"Kau pasti akan kaget, kau tahu jebakan kita sudah berhasil. Permainan kita sudah datang dia akan masuk sekolah besok. Semuanya akan hancur dia akan merasakan apa yang Ayu rasakan"


"Benarkah, kau yakin itu dia akan masuk sekolah besok. Kau tak sedang berpura-pura "


"Tentu saja tidak, dia sudah mengirimkan pesan padaku. Bagaimana sangat hebatkan rencana kita. Kukira rencana kita ini tidak akan berjalan dengan baik dan akan sangat alot, tapi ternyata cepat juga mudah sekali membuat perempuan itu percaya pada kita berdua. Padahal kita baru bertemu kan tapi dia sudah percaya saja pada kita"


"Bagus-bagus di sekolah akan sangat menyenangkan, permainan akan segera dimulai dan kau juga tahu aku sudah berbicara pada Ayu dan memberitahu semua tentang kelakuan Andaru. Dia percaya kalau Andaru dan juga Sinta selalu bertukar kabar dia begitu syok dan takut"


"Hebat hebat, dua orang sudah terjebak permainan kita akan semakin menyenangkan. Baiklah lebih baik kita sudahi dulu ya. Aku ingin mempersiapkan semuanya agar rencana kita ini menjadi lebih menyenangkan saja"


"Baiklah bye kita bicara lagi besok"


"Tentu kita bicara lagi besok dan membuat dia terlena"


Galang mengakhiri sambungannya dan tersenyum senang. Dua korban langsung dapat berarti mereka berdua memang sama-sama bodoh dapat dibohongi dengan cepat dan begitu saja.


...----------------...


"Ada apa denganmu sepertinya mukamu sangat berantakan sekali dan banyak masalah"


"Sejak kapan kau mengenal keluarga ini, maksudku Andaru saja sejak kapan"


"Dari kecil sih, karena keluarga kami saling mengenal ada apa memangnya "


"Lalu apakah kau tahu tentang seorang perempuan yang bunuh diri yang bernama Sarah"


"Sarah ya, iya aku mengenalnya dia dulu satu sekolah dengan kami. Bahkan satu kelas denganku tapi dia meninggal"


"Apa semua ini gara-gara Andaru. Apakah Andaru yang melakukannya. Apakah dia yang telah membuat perempuan itu bunuh diri"

__ADS_1


"Tidak itu hanya alibi saja, itu bohong semuanya bohong Andaru itu hanya dijadikan kambing hitam saja. Sebenarnya Sarah yang dari dulu memang mengejar-ngejar Andaru, tapi dia tidak mau makanya dia sangat terobsesi dengan Andaru dan keluarganya mencoba untuk menyalakan Andaru, tetapi semua itu tidak benar semuanya salah"


"Lalu kenapa kau bisa dekat sekali dengan Andaru, maksudku kalian memang teman dari kecil tapi kenapa sangat dekat"


"Iya karena saat keluargaku bangkrut, hanya keluarga ini saja yang mau menolong keluarga kami dan menampung kami semua, tapi lama kelamaan aku juga tidak enak makannya aku lebih baik mandiri saja"


"Kau pasti akan kaget saat mendengar ini Andaru selalu bertukar pesan bersama Sinta "


"Kau tahu dari mana"


"Galang yang memperlihatkannya padaku, dia yang memperlihatkan bahwa Andaru dan juga Sinta bertukar kabar setiap hari, bahkan sangat sering sekali"


"Apakah kau percaya pada Galang, dia kan laki-laki yang selalu membully mu. Siapa tahu dia hanya mempermainkanmu saja. Mana mungkin dia bisa memegang media sosial Andaru dengan bebas tidak mungkin kan"


"Ya aku berpikirnya ke sana, tapi saat aku melihat chatting antara Andaru dan juga Sinta aku tiba-tiba begitu saja percaya padanya"


"Ya sudahlah biarkan saja, lagian juga itu tidak penting untukmu mungkin Sinta memang temanmu, tapi apakah kau yakin dia akan menjadi temanmu selamanya dan akan setia padamu. Sekarang saja dia sudah seperti ini padamu, mungkin nanti kedepannya bisa saja dia tergoda kan dengan Aliya atau dengan teman-teman yang lainnya. Kau juga harus menjelaskan sesuatu padaku Ayu"


"Aku tahu, aku harus menjelaskan sesuatu padamu tapi kau bisa bantu aku kan untuk mengungkap semuanya. Siapa orang yang telah menabrak Sinta"


"Aku tahu kau merasa bersalah atas tabrak lari ini, tapi itu sepenuhnya bukan salahmu. Kau akhiri saja pencarian ini karena percuma saja. Aku yakin kalau tidak ada kejadian itu kau tidak akan masuk sekolah itu kan"


"Tentu saja, aku tidak akan pernah masuk kalau tidak ada kejadian ini. Aku hanya ingin tahu siapa yang telah melakukan hal itu pada Sinta. Aku ingin dia dipenjara dan dihukum seberat-beratnya, aku harus mencarinya karena masalah utamanya adalah ada dalam diriku"


"Lebih baik aku pulang saja deh, aku cari tempat yang lain saja Ayu "


"Kenapa begitu, sudah di sini saja, kalau kau tidak mau membantuku ya sudah tidak masalah. Aku akan ceritakan semuanya padamu. Tunggu di sini kita akan begadang aku akan mengambil cemilan, susu semuanya aku ambil kemari. Kau jangan kemana-mana oke, tidur di sini dan bereskan barang-barangmu ke dalam lemariku tak boleh kemana-mana ingat itu"


Bianca duduk kembali dan menunggu Ayu yang keluar dari kamarnya untuk mengambil cemilan katanya. Sebenarnya Bianca ingin lebih tahu siapa Ayu sebenarnya.


Kenapa Ayu bisa ada di rumah Andaru dan kenapa juga Ayu bisa memanggil tante Bella dengan sebutan mama. Itulah yang selalu dirinya pertanyakan.

__ADS_1


__ADS_2