Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 104 Di culik lagi


__ADS_3

Rizki yang tidak bisa mengejar Alvaro akhirnya masuk kembali dan menemui Bella yang sedang senyum senyum sendiri.


"Kenapa kamu bisa ada di kamar Bell, bukannya tadi kamu pergi ya sama Tuan Adi, kok cepet banget ya aneh tau aku sampai kaget liat kamu tiba tiba ada disini "


"Iya tadi aku pergi tapi udah pulang, cepet kan pokoknya ceritanya tuh sat set banget tapi untungnya aku tepat waktu juga kan terus papi ke mana Ki, apa dia gak ada dirumah soalnya pas aku masuk tadi sepi banget aku tadi sampai takut ketahuan papih tau Ki "


"Aku suruh dia ke cafe sana aku bilang ada keloganya yang nunggu jadi dia ke sana terus sampai sekarang belum pulang, aku juga takut papih kamu marah karena di bohongi tapi gak apa apa, aku gak masalah yang terpenting sahabat aku udah seneng sampai senyum senyum sendiri tuh "


"Makasih ya Ki, kamu udah bantu banyak banget kalau gak ada kamu aku gak tahu, pokoknya kamu hebat banget deh, aku bersyukur punya sahabat kayak kamu, dan aku juga minta maaf karena dulu udah semana mena sama kamu "


"Udah jangan pikirin itu, itu adalah masa lalu biarkan itu menjadi masa lalu saja, tak usah di fikir fikir lagi ya"


Tiba tiba ada yang mendobrak pintu depan " Ki apaan tuh, papih gak mungkin kan dobrak pintu karena marah "


"Tunggu aku cek "


"Jangan ayo ngumpet aja, aku takutnya ini bukan papih ayo cari aman saja "


Bella menarik tangan Rizki untuk masuk ke dalam kamar mandi dan dengan cepat Bella juga mengunci kamar mandi, itu siapa yang tiba-tiba mendobrak pintu rumah jangan sampai orang jahat tapi kalau Ayahnya tidak mungkin mendobrak pintu, sepertinya yang datang banyak karena terdengar suara langkah kaki begitu berisik.


"Bella kau ada di mana, ayo keluar aku menunggumu. Sebenarnya aku tidak mau melakukan ini tapi aku harus membalas yang pernah Adi lakukan pada Tuanku ayo keluar, jangan sembunyi bukannya kau pemberani ayo keluar"


Rizki yang ingin bertanya pada Bella tapi Bella langsung menggelengkan kepalanya, dia tidak membolehkan Rizki untuk berbicara, dirinya tak mau sampai ketahuan ini pasti musuh mas Adi.


"Ayo keluarlah aku tahu kau bersembunyi di kamar ini, ayo keluar aku tidak mau menggunakan kekerasan maka keluarlah sendiri jangan seperti ini atau Adi akan aku bunuh, aku akan membunuhnya dihadapan mu ayo cepat keluarlah "


Dor dor dor suara peluru yang ditempatkan membuat Bella dan juga Rizki kaget, mereka makin memepetkan tubuh mereka ke tembok, lalu saling berpelukan karena saking takutnya.

__ADS_1


Tiba tiba pintu didobrak dengan brutal, bahkan beberapa orang yang mendobraknya, bukan hanya satu orang saja yang mendobraknya keterlaluan sekali kan.


"Apa kataku kan kau pasti ada di sini bawa Bella dan habisi laki-laki ini"


"Tidak tidak jangan apa mau kalian. Sebenarnya kalian ini siapa tiba-tiba datang ke rumahku dan ingin membawaku pergi lepaskan aku tak sudi "


"Jangan banyak bicara. Kau harus menanggung apa yang pernah suami mu lakukan pada Tuanku ayo bawa dia geret dia jangan hiraukan perutnya yang besar itu "


"Bella Bella " teriak Rizki


Rizki yang takut Bella diapa apakan langsung menyusulnya tapi tangannya dipegang lalu di pukuli dengan membabi buta "akh sakit aw " teriak Rizki


"Sudah sudah ayo jangan pukuli dia terus, dia tidak ada sangkut pautnya sudah aku cek dia bukan anak buah dari tuan Adi, dia hanya temannya Nona Bella saja ayo cepat kita pergi sebelum bos ketahuan oleh Tuan Adi, kalau kita sudah menculik calon istrinya atau mungkin istrinya entahlah aku tidak tahu ayo cepat "


Mereka meninggalkan Rizki begitu saya di kamar mandi, bahkan Rizki sudah pingsan tidak sadarkan diri tubuhnya penuh dengan luka dan juga memar, mereka menyiksa Rizki dengan tidak ada ampun bahkan ada goresan pisau di tangannya dan juga di pipinya, sudah menggunakan kekerasan, menggunakan senjata tajam juga.


***


"Ada apa Ayah kemari "tanya Adi saat melihat ayahnya sedang duduk di ruang tamu.


"Kenapa aku hanya ingin saja, bagaimana kau melamar Bella lagi lalu dengan ayahnya bagaimana apakah dia menerimamu tidak mungkin dia menerima mu kan, dia sudah kecewa padamu kan aku tahu itu "


"Suatu saat ayahnya Bella akan menerima aku. Ayah hanya perlu dukung aku bukannya malah seperti ini Ayah ini sebenarnya merestui aku dan Bella atau tidak atau memang hanya ingin menghancurkan hidupku saja, apa sebenarnya yang ayah inginkan dariku hah " marah Adi karena perkataan ayahnya itu sangat mencurigakan.


"Aku mendukungmu Adi, tapi kau harus hati-hati dalam melakukan apa-apa kau ini seorang mafia dan kau bisa mengancam nyawa Bella jika gegabah, apalagi kau yang sudah tidak satu atap lagi bisa saja musuh-musuh mu itu datang pada Bella dan mengancamnya, hidup kita ini tak pernah aman Adi "


"Aku tahu Ayah tidak usah memberitahuku sebentar lagi Bella akan menjadi istriku dan dia akan tinggal satu atap lagi denganku, ayah tidak boleh ikut campur lagi tentang rumah tanggaku aku tidak mau kau memisahkan aku dengan Bella lagi. Sudah cukup apa yang Ayah lakukan Sebenarnya aku kecewa dengan apa yang Ayah lakukan aku sangat kecewa. Ayah dengan gegabah melepaskan Bella begitu saja dia sedang mengandung anakku seharusnya Ayah mempertahankannya bukan menjauhkan aku darinya"

__ADS_1


"Itu pelajaran untukmu, pelajaran untuk laki-laki serakah yang ingin punya istri dua. Sudah aku bilang aku tidak suka kalau anakku punya istri dua satu istri cukup dan setia itu adalah hal yang paling langka jadi aku ingin anakku hanya setia pada satu perempuan, hanya mencintai satu perempuan saja dan tidak tertarik pada perempuan-perempuan lainnya aku tidak suka itu. Seperti aku yang setia pada ibumu saja "


"Aku tahu itu tapi bukan seperti itu caranya menjauhkan aku bersama Bella, sudahlah bicara dengan ayah hanya akan membuatku naik darah saja, ayah tak pernah mengerti aku, ayah hanya memikirkan keingin ayah saja"


Adi yang sedang senang senangnya malah jadi bad mood gara gara ayahnya ini yang menyebalkan. Tak habis fikir dengan fikiran ayahnya itu.


***


Setelah beberapa jam Rizki membuka bola matanya dia melihat sekitar yang berantakan Rizki merangkak keluar dari kamar mandi, kamar Bella masih berantakan dan di hadapannya ada Ayah Bella yang berteriak memanggil namanya.


"Rizki apa yang terjadi padamu,Bella mana Rizky Bella mana"


Rizki tidak bisa menjawab dia lemah lagi-lagi dia pingsan dan tak sadarkan diri, tubuhnya rasanya remuk dan suaranya pun tak keluar.


"Cepat Alvaro bawa Rizki ke rumah sakit cepat, jangan sampai Rizki tak selamat " teriak Ayah Bella dengan sangat khawatir


"Baik om "


Alvaro segera membawa Rizki ke dalam mobil sedangkan ayahnya Bella dia berkeliling mencari anaknya di setiap sudut rumahnya, bahkan sampai ke loteng ke gudang dan ke rumah belakang yang selalu dirinya gunakan untuk para pelayannya.


Namun tidak ada anaknya tidak ada di sana, ke mana Bella kenapa bisa menghilang seperti ini. Seharusnya dirinya tidak pergi mungkin tak akan kecolongan seperti ini.


"Bella kau ke mana kenapa kau tiba-tiba pergi seperti ini, apa ini ulah Adi apa dia yang sudah mengambil Bella dan membuat Rizki tak sadarkan seperti ini, pasti ini kelakuan laki-laki itu aku harus menemuinya dan memberi pelajaran aku harus mengambil Bella kembali dari tangannya, sialan dasar laki-laki tidak berguna bisanya hanya menculik anak ku saja "


Ayah Bella berlari kearah mobilnya dan langsung mengendarai mobilnya dengan ugal-ugalan, dirinya akan pergi ke rumah laki-laki itu pasti anaknya ada di sana dirinya yakin itu. Bella ada di sana tidak mungkin dia pergi begitu saja dengan Rizki yang memperihatinkan seperti ini.


Pasti ada yang terjadi di rumahnya dan ini pasti ada sangkut pautnya dengan Adi, karena semenjak laki laki itu ada keluarganya menjadi hancur sialan kenapa istrinya menjual Bella pada laki laki itu, istrinya juga tak punya belas kasih menjual anaknya sendiri hanya demi uang.

__ADS_1


Setelah masalah ini beres dirinya akan memberi pelajaran lagi enak saja cuman pergi saja Serena pasti akan membuat rencana lagi , mereka harus kesusahan dan merasakan apa yang pernah Bella rasakan.


__ADS_2