
"Kita sudah menemukan di mana Tuan berada. Ayo kita pergi ke sana"
"Aku yang akan memimpin "
Semua anak buah Adi langsung membalikan badan dan melihat Bella yang berdiri tegak disana. Seperti tak sedang sakit saja. Nyonya mereka berdiri tegak sambil membawa pistol laras panjang.
"Tapi, Nyonya baru saja dibawa pulang dan beres operasi tidak mungkin ikut ke sana biarkan kami saja yang membawa Tuan untuk kembali lagi pulang ke sini"
"Aku ingin ikut dan aku ingin tahu manusia mana yang berani menembak ku, aku baik-baik saja dan aku sudah sehat. Tunggu di sini aku akan berganti pakaian dan membawa peralatanku juga jangan kemana-mana jangan pernah tinggalkan aku ingat itu"
Bella berjalan kearah kamarnya, lalu membuka kopernya, Bella memakai celana warna hitam, kaos hitam dan juga jaket anti peluru yang selalu dirinya bawa.
Bella tak menghiraukan bekas tembakan tadi, yang dirinya mau sekarang adalah menyelamatkan suaminya yang sedang disandera.
Bella memasukan beberapa peledak, " Kalian semua akan dipanggang, lihat saja kalian semua akan habis olehku"
Bella pergi keluar tak lupa Laras panjangnya tadi yang sempat ditinggalkan. "Ayo kita pergi dan habisi mereka"
"Ayo nyonya "
Bella berjalan terlebih dahulu dan memimpin para anak buah Adi, "Ayo kita bagi tugas, kalian selamatkan suamiku dan aku akan menghabisi mereka ingat itu "
"Baik Nyonya laksanakan, semuanya akan aman"
Bella menganggukan kepalanya dan masuk kedalam mobil regu pertama, dirinya duduk didepan bersama supir. Matanya menatap lurus kedepan.
Tak ada rasa takut sedikitpun dimata Bella, yang ada hanya kemarahan yang membara dalam matanya ini. Lihat saja mereka semua akan habis ditangannya.
...----------------...
Adi merangkak membuka pintu gudang, ditangannya ada pistol entah punya siapa tergeletak begitu saja, diluar sepi tak ada yang menjaga ini adalah kesempatannya untuk kabur dari sini.
Adi melihat kearah rumah utama yang sepertinya memang sedang diadakan sebuah pesta, sialan mereka bersenang-senang diatas penderitaannya awas saja akan aku balas mereka semua.
Adi melihat ada mobil bok disana tak jauh dari tempatnya, Adi kembali merangkak dia tak memperdulikan rasa sakit ditubuhnya.
Saat akan menggapai pintu sulit sekali, tapi tiba-tiba masuk beberapa mobil ke pekarangan rumah ini, mereka berjalan dengan mengendap-endap.
Adi yang takut itu adalah musuhnya lagi langsung menyeret tubuhnya untuk mengumpat , tapi sepertinya percuma dirinya sudah ketahuan.
Ada seorang wanita datang kearah dirinya membawa Laras panjang, dia makin mendekat dan Adi pasrah saja mau diapakan oleh perempuan itu.
"Mas, kau mas Adi "
Adi yang mendengar suara istrinya langsung mendongakan kepalanya "Bella kau masih hidup "
Adi menangis melihat istrinya ada dihadapannya "Kau ditembak oleh mereka, kau baik-baik saja kan"
Bella bukannya menjawab dia memegang wajah suaminya yang penuh luka " Apa yang telah mereka lakukan padamu mas, apa ? "
"Aku baik-baik saja sayang, bagaimana dengan keadaanmu aku begitu bahagia melihatmu "
__ADS_1
"Kau bisa lihat keadaanku, aku baik-baik saja dan aku kemari untuk membalas apa yang telah mereka lakukan. Mereka telah memperlakukanmu dengan begitu keji "
"Kita pulang saja biar aku yang membalasnya nanti "
Bella mengelengkan kepalanya "Tidak, aku kemari untuk berperang tidak hanya untuk menyelamatkanmu saja, tapi aku ke sini untuk berperang dengan mereka"
"Kita harus segera pulang sayang. Cempaka diculik dan Andaru tertembak"
"Hah apa, kenapa tak ada yang memberitahuku "
Bella lemas dan terduduk disamping suaminya " Apakah mereka juga yang melakukanya "
"Ya Mario, laki-laki yang pernah aku ceritakan dan aku juga sudah pernah memperlihatkan wajahnya padamu "
Bella mengambil Laras panjangnya, Bella bangkit dan menatap anak buah " Bawa Tuan pulang dan bawa dia ke rumah sakit. Sebagian ikut denganku dan kita mulai permainan ini"
"Siap Nyonya "
Sebagian anak buah Adi segera membawa Adi, meskipun Adi terus memangil nama istrinya tapi anak buah Adi itu terus membawa Adi kedalam mobil dan pergi meninggalkan Bella dengan yang lainnya.
"Kita akan menyerang kesana Nyonya " tunjuk anak buah Adi kearah rumah yang sedang mengadakan pesta.
"Ya biarkan aku yang masuk terlebih dahulu, kalian tunggu diluar sebelum aku beri aba- aba "
"Baik Nyonya "
Bella dengan langkah yang tegak dan siap untuk melawan mereka berjalan ke arah rumah besar itu. Bella membuka pintu dengan kasar dan mereka semua hanya asyik dengan pesta, minum dan wanita.
"Siapa kau berani beraninya masuk dan mengacau seperti itu"
Bella berjalan lebih dekat kearah Mario, Bella masih ingat dengan wajah laki-laki ini meski sudah lama. Bella lalu bertepuk tangan didepan wajah Mario.
"Permainan yang luar biasa Mario. Bagaimana apakah berhasil. Apakah aku mati di tanganmu ? "
Mario mengerutkan keningnya, mengingat-ingat siapa perempuan ini. "Siapa kau ? "
"Kau masih bertanya siapa aku. Apakah kau tidak ingat perempuan yang kau tembak tadi siang. Apakah aku harus mengingatkanmu seperti ini. Apakah karena faktor usia sampai-sampai kau lupa"
Mario berdiri dengan kaget, anak buah Mario sudah siaga dan mengepung Bella, tapi itu tak membuat nyali Bella ciut.
Bella langsung mencekik leher Mario dan menodongkan pistol kecilnya ke kepala Mario " Diam kalian semua, ada yang berani menembak ku akan aku habisi bos kalian "
Mereka diam dan menurunkan pistol mereka " Di mana anakku kembalikan dia dan kau jangan main-main denganku. Kau sudah berani melukai anakku dan sekarang kau mengambil anak perempuanku, kau tidak tahu bermain-main dengan siapa"
Bella makin mengencangkan cekikannya dan Mario dengan cepat melepaskan cekikan itu dia terbatuk-batuk, tapi pistol yang Bella todongkan masih setia diarahkan pada Mario.
Mario mengatur nafasnya " Perempuan gila kau, aku hanya membantunya saja, aku hanya membantu perempuan itu untuk menculik anakmu ada mafia lain yang bekerja sama juga jadi jangan salahkan aku saja, Mafia lain yang membawa anak mu bukan aku, aku tak menculik anak mu "
"Tapi kau yang sudah melukai suamiku. Jadi kau juga harus merasakan apa yang suami rasakan"
Bella menepuk tangannya beberapa kali dan masuklah anak buah Adi yang tadi diam di luar.
__ADS_1
"Aman mereka semua "
"Baik Nyonya "
Mereka tak bisa melawan karena mereka juga tak banyak mungkin hanya 15 orang sedangkan anak buah Adi banyak.
Para perempuan menjerit ketakutan, Mario menatap Bella dengan marah. Lalu dor Bella menembak kaki Mario "Akhh sialan "
Mario memegang kakinya dan Bella kembali menembak tangan Mario dua-duanya."Kau ini sialan "
"Kau yang lebih sialan, ayo aku akan memberi suatu hukuman yang sama seperti kau memukuli suamiku "
Bella menarik rambut Mario, Bella menggusurnya kearah gudang dimana suaminya keluar. Bella mencampakkan Mario begitu saja.
Bella melihat kearah pemukul bisbol yang penuh dengan darah "Kau memukuli suamiku, memakai alat itu, memakai pemukul itu. Maka aku juga akan memukulmu menggunakan itu jangan pernah kau remehkan seorang perempuan"
Bella mengambil salah satu pemukul bisbol dan memukulnya pada Mario " Akh sakit "
Mario mencoba menghindar dari pukulan Bella tapi sulit Bella terus mengejarnya " Sakit ? lalu apa yang suamiku rasakan saat kau memukulinya, bahkan kurasa kau tidak memukulinya sendiri. Kalian pasti mengeroyoknya kan, banyak disana pemukul bisbol yang penuh dengan darah pasti itu darah suamiku dan ini balasannya. Kau berani membuat suamiku terluka seperti itu maka aku yang akan maju"
"Akhh " Bella mengayunkan kembali pemukul bisbol itu, tak peduli dengan teriakan Mario.
Dia sudah meraung dan meminta maaf , tapi Bella sama sekali tak membiarkan Mario beristirahat.
"Nyonya sudah jangan buat dia mati "
Bella menatap ke arah anak buah Adi yang datang menyusulnya. "Jangan membunuh dia Nyonya , siapa tahu kita bisa tahu di mana Cempaka berada, jangan sampai kita menghabisinya Nyonya, kita bawa saja dia kita introgasi lagi dia "
"Hemm bagus juga, baiklah bawa dia ke dalam mobil dan obati seadanya saja, kalau perlu saat dioperasi tidak usah dibius biar dia rasakan bagaimana peluru itu keluar dari dalam tubuhnya, berani sekali dia telah menembak anakku cepat bawa dia dan aku tidak mau melihat wajahnya untuk sekarang "
"Lalu dengan orang-orang di sana, anak buahnya. Bagaimana Nyonya "
"Aku yang akan mengurusnya, keluarkan para wanita itu dan ancam mereka untuk tidak membocorkan hal ini pada siapa saja"
"Baik Nyonya "
Bella segera melangkah menjauh dari gudang itu tak lupa dia juga melemparkan pemukul bisbol itu ke arah Mario dan mengenai kepalanya, para perempuan sudah keluar mereka ketakutan saat melihat Bella. Tidak ada satupun kata yang terucap dari Bella. Bella masuk ke dalam rumah itu dan para laki-laki yang telah memukuli suaminya sudah diikat bersama-sama.
"Kalian sudah berani mengeroyok suamiku, maka balasannya akan lebih dari itu. Kalian sudah salah masuk pada kubu Mario dan inilah yang akan kalian terima. Bukan uang yang akan kalian terima, tapi nyawa kalian yang akan melayang. Nikmatilah api yang akan membakar tubuh kalian semua, aku merasa bahagia telah membalas apa yang kalian lakukan pada diriku dan juga suamiku"
Bella melemparkan beberapa granat ke arah mereka dan keluar dari dalam rumah itu. Ledakan demi ledakan terdengar begitu merdu di telinga Bella, bahkan Bella dia berlari untuk menghindari puing-puing rumah yang sudah hancur.
Bella menatap kebakaran itu, lalu pandangannya mengarah pada perempuan yang berkumpul dan menangis. Mereka ketakutan melihat Bella yang berdiri dihadapan mereka.
"Jangan pernah kalian mau dipegang-pegang oleh laki-laki yang bukan suamimu, cobalah bekerja yang lain jangan menjadi perempuan nakal dan mau dibayar berapa saja oleh laki-laki. Jadilah perempuan terhormat dan jadilah perempuan yang tangguh. Kalian bisa seperti mereka sukses dan mendapatkan apa yang kalian mau tanpa menjual tubuh kalian pada laki-laki ingat itu"
"Satu hal lagi, jika kalian ingin selamat dan tidak diincar olehku maka tutup mulut kalian dan lupakan semua kejadian ini. Bukalah lembaran baru untuk hidup kalian yang baru juga dan jangan ingat-ingat lagi tentang hari ini, tentang masa lalu kalian yang kelam ini"
Bella melangkah pergi dan masuk kedalam mobil, mobil segera melaju meninggalkan tempat ini yang sudah terbakar.
Pasti sebentar lagi juga akan ada polisi dan menyelidiki semuanya, tapi Bella tak peduli yang terpenting semuanya sudah terbalas dan mereka tahu akibatnya telah bermain-main dengan seorang Bella.
__ADS_1