Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 248 Sebuah kado


__ADS_3

Sinta yang sedang sendirian dan membayangkan Andaru tiba-tiba saja kaget karena didepan gerbang rumahnya ada Andaru.


Sinta mengucek matanya masih tak percaya kalau didepannya ini adalah Andaru. Andaru mendekati Sinta dan berjongkok.


"Kamu Sinta kan "


Sinta masih diam, air matanya sudah mengalir dirinya tak percaya orang yang begitu dirinya cintai ada dihadapannya.


"Sinta apakah kau baik-baik saja aku Andaru "


Andaru mencoba untuk memperkenalkan diri, Sinta hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya "Iya aku tahu, emm maksudku di sosial media aku sering melihat mu "


"Hemm, tapi kurasa kau tak asing, kita seperti sudah kenal lama ya "


Sinta menundukan kepalanya dan senyumnya makin lebar. Aina yang membawa minuman kaget ada Andaru.


"Andaru kau ada disini "


"Ehh, Aina ya aku disini. Aku ingin bertemu dengan Sinta dan ini Sinta hadiah untuk mu dariku"


"Apakah kau mau minum Andaru "


Andaru mengelengkan kepalanya lalu duduk berhadapan dengan Sinta. Ayu juga yang membawa laptop dan juga tisu kaget melihat Andaru ada disini.


"Andaru kau ada disini "


"Iya Ayu aku ada disini. seperti yang kau katakan kalau sahabatmu ini harus sekolah kan. Maka aku tunggu kau Sinta untuk pergi ke sekolah dan kita akan sama-sama di sana kita bisa mengobrol banyak hal yang nanti kita akan ceritakan"


Sinta masih diam dan menatap Andaru, "Aku pasti akan pergi kesekolah itu "


"Baguslah aku akan menunggumu, aku akan sangat senang bila kau datang kesekolah dan belajar bersama kami bersama-sama "


"Sedang aku perjuangkan, aku masih tahap penyembuhan dan aku juga sekarang sedang belajar berjalan "


"Hebat aku doakan kau cepat bisa jalan ya. Agar kita bisa jalan-jalan "


"Tentu "

__ADS_1


"Kau mau bergabung Andaru "tanya Aina


"Tidak aku setelah ini langsung pulang saja, kalian habiskan waktu saja bersama-sama ya para perempuan" Andaru menatap kearah Sinta "Aku pulang dulu Sinta. Aku sebenarnya ingin dari dulu bertemu denganmu. Tapi baru sempat hari ini. Ya sudah aku pulang dulu ya selamat tinggal semuanya"


Andaru melambaikan tangan dan pergi, Ayu yang melihat Andaru pergi langsung mengejarnya. Sedangkan Sinta langsung membuka hadiah dari Andaru.


Sebuah jaket, jaket sekolah SMA Nusa bangsa merah putih. Sinta memeluknya dengan erat lalu mengusapnya dengan sayang.


Aina yang melihat itu merasa aneh, apalagi dengan respon Sinta. Yang seperti berlebihan saja saat Andaru datang kemari. Sampai-sampai Sinta mengeluarkan air mata kan.


"Kau sudah mengenal Andaru Sinta "


Sinta yang sedang memeluk jaket itu langsung menatap Aina "Tidak, ini kali pertama aku bertemu dengan Andaru. Aku hanya tahu dia di sosial media saja"


"Hemm, kukira kau sudah mengenal lama Andaru. Kalian seperti sudah kenal lama saja "


"Tidak, itu tidak benar ini kali pertamanya aku bertemu dengan Andaru "


Sinta kembali memeluk jaket itu sambil mengelus-elus. Aina hanya bisa diam dan melihat gerak gerik dari Sinta.


Sedangkan Ayu dan juga Andaru sedang berhadapan, Ayu tersenyum pada Andaru. "Aku tidak menyangka kau bisa datang kemari Andaru"


"Tidak, aku senang kau datang kemari. Kau lihat Sinta begitu senang saat melihatmu"


"Iya aku melihatnya. Aku pun ikut senang melihat Sinta bisa seperti itu"


Ayu menganggukan kepalanya menatap dengan lekat Andaru. Andaru yang gemas malah mencubit hidung Ayu.


"Sakit Andaru "


"Habisnya gemes, kadang marah, kadang gini nih senyum-senyum "


"Ya aku senang aja lihat Sinta yang kembali ceria, apalagi saat lihat kamu itu ceria banget aku ga kepikiran loh kalau kamu bakal datang kemari"


"Kan kejutan buat kamu juga. Aku tahu pasti kamu disini. Udah sana kumpul lagi sama anak-anak yang lain, aku mau pulang dulu udah malam nih"


"Ya udah hati-hati dijalan ya "

__ADS_1


"Iya Ayu "


Andaru langsung masuk kedalam mobil, dan Ayu masih diam menatap kepergian mobil Andaru.


Baru saja Andaru belok sudah ada telfon dari Aliya, dengan cepat Andaru mengangkatnya.


"Hemm, ada apa Aliya "


"Bagaimana apakah kau berhasil memberikan kado itu pada perempuan lumpuh itu, apa berhasil membuat dia terkesan"


"Tentu apa sih yang tidak aku bisa. Semuanya sudah selesai dan aku sudah memberikan kado yang kau buat itu, dia sudah menerimanya dengan senang hati"


"Baguslah biasalah orang miskin kayak gitu kalau dikasih hadiah sedikit langsung diterima dan senang banget. Terus gimana respon dia apa curiga sama kamu atau gimana gitu"


"Ga ada curiga sama sekali, dia malah senang banget "


"Ga sabar deh pengen lihat wajah dia, secantik apa sih sampai Ayu bela-belain cari bukti buat perempuan itu"


"Nanti kau bisa lihat sendiri "


"Ya aku akan lihat, tapi lebih baik kau datang saja ke rumahku agar ceritanya lebih lengkap bisa kan. Kau datang kemari dan menceritakan semuanya padaku"


"Ini sudah malam, apakah kau tidak mau tidur Aliya ini sudah sangat larut. Aku juga harus pulang nanti mama aku akan mencariku"


"Nanti aku telepon tante Bella, kalau kau ke rumahku, aku akan bicara kalau kau ada di sini. Tante Bella juga tidak akan marah kalau tahu kau bersamaku"


"Jangan telepon mamaku dia sudah tidur"


"Hemm, kenapa begitu aku ingin kau kemari. Oh ya satu yang ingin aku tanyakan lupa sekali apakah di sana ada Ayu. Aku yakin dia ada di sana kan kau bertemu dengannya kan"


"Tidak aku sama sekali tidak bertemu dengan Ayu, tidak ada dia"


"Kau bohong, pasti kau bertemu dengan Ayu kan. Apalagi rumah Ayu dan Sinta itu bardekatan pasti kau datang menemuinya dulu kan. Aku yakin makanya kau pulang malam seperti ini. Kau ingin mengantarkan kado itu hanya untuk kedok saja kan ingin bertemu dengan Ayu"


"Aku pusing kalau berbicara denganmu pasti saja terus menuduhku. Bukannya kau sendiri kan yang mau aku mengantarkan kado itu pada Sinta. Setelah aku melakukan apa yang kau mau sekarang kau menuduhku kalau aku pergi dulu ke rumah Ayu"


"Ya karena rumah mereka itu berdekatan dan kau bisa kapan saja ke rumah Ayu, kau bertemu dengannya kan"

__ADS_1


"Tidak aku tidak bertemu dengan Ayu. Sudahlah jangan berisik aku ingin pulang dan beristirahat kau juga sebaiknya cepat istirahat dan jangan merecoki ku terus aku sudah melakukan apa yang kau mau"


Andaru langsung mematikan sambungannya. Tak peduli Aliya akan marah yang terpenting dirinya tak mau berurusan lagi dengan Aliya untuk malam ini. Disekolah juga pasti nanti akan direcoki jadi sekalian saja nanti.


__ADS_2