Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 273 Siapa yang telah memberi tahu


__ADS_3

Cempaka yang sudah di balkon celingak-celinguk mencari keberadaan Bianca, tapi tidak ada. Tiba-tiba saja ada yang bertepuk tangan.


"Kau sedang mencari siapa Ayu"


"Mau apa kau di sini Galang"


"Kau bertanya padaku mau apa aku di sini. Memangnya ini sekolah punya dirimu sampai-sampai kau melarangku untuk naik ke sini. Aku tahu ini adalah tempat terbaikmu bersama Bianca tempat kalian berdua saling berkeluh kesah "


Galang terus saja mendekati Cempaka, lalu mencengkram dagu Cempaka dengan kasar "Sudah aku katakan jangan pernah bermain-main dengan kami. Kalau kau sampai bermain-main dengan kami maka nyawamu adalah taruhannya. Kami sudah mengatakan dari awal kalau kau bukan tandingan kami Ayu "


Galang terus saja mendorong Cempaka, sampai di ujung gedung tapi dengan cepat Cempaka menampar Galang.


"Aku tidak akan pernah takut denganmu ataupun siapapun itu. Memangnya siapa kau sampai-sampai aku harus takut denganmu"


"Kasar sekali kau, seorang perempuan tidak boleh sekasar itu Ayu, tidak akan ada laki-laki yang suka kalau begitu Ayu "


"Peduli setan mau ada yang suka ataupun tidak denganku, aku tidak peduli"


Cempaka langsung pergi dari hadapan Galang, tapi tiba-tiba saja Galang berdiri dan merentangkan tangannya seperti akan bunuh diri.


"Ayu tolong aku Ayu"


"Apakah kau gila ingin bunuh diri, coba kau lompat apakah kau mati, kalau kau mati aku akan berjoget dihadapan mu "


"Baiklah karena kau memang tidak punya hati Ayu, kau itu memang bukan malaikat kau itu memang keras kepala. Kalau pun aku mati nanti yang disalahkan adalah dirimu kan. Baiklah aku akan mati dan kau yang akan menjadi tersangka Ayu "


Galang menutup kedua bola matanya dan mencoba untuk menguji Ayu, tapi tiba-tiba saja pakaiannya ditarik. Galang malah tertawa saat sudah diselamatkan oleh Ayu gila dia.


"Wow wow ternyata tanggapanku salah seorang Ayu adalah malaikat penyelamat, hebat sekali kau adalah malaikat"


"Sepertinya kau harus ke rumah sakit jiwa atau mungkin memang kau gila makanya seperti ini"


"Untuk apa aku masih waras"


"Kalau kau waras kau tidak akan pernah melakukan ini"


"Begitu ya, tapi kurasa kau memang bukan malaikat. Kalau kau memang malaikat mungkin temanmu Shinta tidak akan lumpuh"


"Apa maksudmu "


"Temanmu Sinta tidak akan lumpuh, kau tidak akan merampas ponselnya, kau tidak akan lari-lari dan sampai-sampai Sinta mengejarmu lalu dia tertabrak dan yah kau tidak bisa menyelamatkannya kan, ternyata kau bukan penyelamat dan kau juga bukan malaikat Ayu "

__ADS_1


Ayu kaget dengan apa yang Galang katakan. Kenapa Galang bisa tahu, kenapa dia bisa tahu siapa yang sudah menceritakan semua ini. Siapa orang yang telah mengatakan semua ini pada dia.


"Benarkan kata-kataku kalau kau adalah dalang dari semua ini Ayu, semua kejadian itu adalah ulah mu. Shinta menjadi lumpuh adalah gara-garamu. Kalau saya kau tidak melakukan itu, tidak mengambil ponsel Shinta mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi, dan kau juga tidak akan pernah masuk ke sekolah ini dan mengganggu kami semua"


"Tidak aku aku_"


"Apa benar kan kata-kataku. Makanya jangan pernah main-main dengan kami, karena kami bisa melakukan apa saja di luar nalarmu. Bahkan kami bisa tahu siapa dirimu"


Cempaka yang kembali berani mendekati Galang dan saling tatap. Meskipun harus mendongak tapi Cempaka dengan berani menatap mata Galang.


"Yakin kau akan tahu siapa diriku, jika sampai kau tahu apakah aku harus bersujud padamu di sini atau mungkin aku harus memberimu sebuah hadiah"


Galang malah tertawa mendengar semua itu, kata-kata Cempaka dianggap lucu oleh Galang, padahal tak ada lucu-lucunya kan.


"Kenapa kau tertawa. Apakah aku yang harus membawamu ke rumah sakit jiwa, agar aku langsung menjebloskanmu ke kamar rawat inapnya. Dengarkan aku baik-baik buka telingamu dengan lebar. Aku tidak akan pernah takut olehmu, Aliya ataupun siapapun. Kalian semua itu hanya pengecut kalian hanya bisa bersembunyi di ketek kepala sekolah, kalian tidak akan bisa melakukan apa-apa kalau tidak ada dukungan dari kepala sekolah. Jadi jangan bangga dulu bisa melawanku seperti ini"


Cempaka sedikit mendorong dada Galang dan pergi meninggalkan Galang, sedangkan Galang sendiri masih ada disana.


"Ini semua belum selesai Ayu, kau akan habis oleh kami meskipun kau mengatakan kalau kau bisa melawan kami, tapi aku yakin kau akan kalah satu lawan banyak orang itu akan kalah Ayu. Jangan merasa jagoan di sini kau akan kalah"


...----------------...


"Aina "


"Apa kau yang memberitahu mereka tentang kecelakaan Sinta "


"Kecelakaan Sinta, tidak aku tidak memberitahu pada siapa-siapa ada apa"


"Kenapa mereka bisa tahu, kenapa mereka bisa tahu tentang itu siapa yang telah memberitahu semuanya"


"Aku tidak tahu, aku sama sekali tidak memberitahu mereka. Sungguh aku sudah jujur padamu Ayu, untuk apa aku berbohong padamu dan untuk apa aku membahas tentang tabrak lari itu dan kronologinya. Aku tidak sama sekali membicarakan hal itu pada siapapun"


Cempaka yang wajahnya sudah tak karuan, menatap Aina dan langsung memegang tangannya "Maafkan aku, aku sedang emosi "


"Tidak masalah ada apa, apa yang terjadi padamu aku bisa membantumu"


"Tidak ada semuanya baik-baik saja"


"Ayu kau ada di sini, kata anak-anak yang lain kau keluar dari sekolah"


"Aku tidak keluar dari sekolah ini Bianca, aku masih di sini kau bisa lihat aku disini kan "

__ADS_1


"Ya mari kita bicara di tempat yang lain. Sepertinya kau sedang banyak masalah terlihat dari wajahmu yang kusut itu, ayo kita bicara agar hatimu lebih tenang "


Bianca langsung membawa Cempaka pergi dari sekolah itu untuk menenangkan Cempaka, dari raut wajahnya sudah terlihat kalau dia sedang banyak masalah.


...----------------...


"Aku sengaja membawamu ke sini memang di sini sepi tapi akan lebih menenangkan hatimu. Mungkin seharusnya kau yang bercerita padaku tapi ya sudahlah aku saja yang bercerita. Kau tahu aku dulu sama seperti Aliya keluarga Aliya keluarga terpandang. Tapi semua itu hancur dengan sekejap"


"Hancur karena apa"


"Hancur karena Ayahku tidak bisa berbohong dan tidak bisa korupsi seperti orang lain. Ayahku terlalu jujur jadi dia malah di kambing hitamkan dan harta kami satu persatu hilang. Pertama mobil, rumah kontrakan semuanya harta kami hilang. Makanya aku jarang masuk sekolah karena aku juga harus cari biaya untuk sekolahku dan juga kebutuhan yang lainnya "


Cempaka hanya diam saja mendengarkan ucapan Bianca, ternyata masih banyak orang yang tidak beruntung.


"Makanya aku selalu bicara padamu jangan pernah berurusan dengan mereka, sekalinya kau berurusan dengan mereka maka kau akan hancur. Aku tidak mau kau sampai seperti itu Ayu, kau harus hati-hati dan kau harus mundur mulai sekarang. Ayolah kamu fokus di sekolah sana hanya untuk mencari ilmu saja jangan ikut campur hal-hal yang lain"


"Itu akan sulit"


"Sulit dari mananya, kau hanya perlu mundur perlahan dan tidak ikut campur apapun lagi"


"Akan aku coba"


"Kau harus mencobanya, aku harus pergi dulu aku harus bekerja sebentar lagi satu jam lagi aku harus kerja. Kau tak apa kan pulang sendiri"


"Tentu aku tidak masalah pulang sendiri "


"Ya sudah aku pergi bye jangan marah-marah terus wajahmu jelek bila marah"


Cempaka malah tersenyum mendengar kata-kata dari Bianca, Cempaka duduk dan mengambil tasnya, lalu mengeluarkan ponselnya karena dari tadi terus saja berbunyi.


"Halo Mama"


"Sayang Cempaka kamu di mana. Mama di sekolah jemput kamu"


"Kenapa Mama jemput Cempaka, padahal kan Cempaka bisa pulang sendiri"


"Ga apa-apa Mama ini di sekolah, kamu di mana"


"Cempaka ada di taman dekat sekolah Mah. Ya udah Cempaka ke sana ya ke sekolah"


"Ga usah biar Mama aja yang ke sana. Kamu tunggul ya jangan kemana-mana"

__ADS_1


"Iya mah "


Sambungan langsung diputuskan, akhirnya Cempaka yang menunggu mamahnya.


__ADS_2