Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 24 menantang


__ADS_3

Bella hanya bisa melihat orang itu tanpa mau berbicara apa apa, hanya senyum kecut yang bisa Bella tampilkan"kenapa sayang apakah kau tersesat "


Bella masih diam ditempat dan menunggu Adi untuk berbicara kembali, Adi bahkan tersenyum mengejek "seharusnya jika kau ingin kabur jangan memakai sepatu high heels seperti itu, karena semua itu akan sia-sia saja kau harus menerima semua takdirmu"


"Aku harus menerima takdirku, kau yang telah membawaku ke dalam masalah ini aku tak bisa menerima takdirku untuk yang satu ini"


Adi malah makin melebarkan senyumnya "terkadang hidup itu tidak adil seharusnya kau senang bisa ada di sampingku, banyak perempuan yang ingin bersamaku tapi kau malah menolakku dengan mentah-mentah seperti ini Padahal kau sudah aku nikahin secara sah, tapi kau tidak melakukan kewajibanmu sebagai istri padaku"


"Ya mungkin itu perempuan lain tapi tidak dengan diriku, aku pun menikah denganmu karena terpaksa kalau saja aku bisa memilih aku tidak mau menikah denganmu. Aku tidak mau bertemu denganmu sebenarnya kau ini siapa kenapa semua orang tunduk padamu" teriak Bella dengan lantang.


"Suatu saat kau akan tahu siapa aku "


"Akhhh selalu saja seperti itu " teriak Bella sambil berlari kearah Adi dan memukul mukul dada Adi, namun dengan mudah Adi langsung mengangkat Bella dan mendudukkannya di pagar besi.


Bella melihat kearah laut yang ombaknya sedang besar refleks Bella mengalungkan tangannya dileher Adi.


"Sekarang kau merasa takut, apakah kau mau menjadi Rose di film Titanic dan aku nanti akan menjadi Jack yang menyelamatkan mu "


Bella langsung mengalihkan pandangannya pada Adi " "rasanya tidak perlu mereka saling mencintai sedangkan kita hanyalah sebuah keterpaksaan saja. Bukannya kau tidak akan pernah memaksaku untuk kau menyentuhku dan satu lagi kau akan baik padaku maka berikan ponsel ku dan aku tidak mau makan seperti yang dirumah mu itu, hari ini malam ini aku ingin makan spaghetti burger pizza dan minumannya harus soda "


Bella dengan cepat turun dan mendahulu Adi untuk keluar dari sana, sungguh di sini dirinya tidak akan bisa kabur sedangkan semua orang sepertinya tunduk pada laki-laki itu. Sebenarnya dia siapa kenapa orang-orang harus tahu dia dan sepertinya mereka juga takut pada laki-laki itu pekerjaannya apa, apa dia membunuh, membeli orang atau apa pekerjaan sebenarnya seorang mafia pembunuh bayaran atau apa.


Memang kak Ziva waktu itu menceritakan sedikit tentang suami yang selalu membeli orang tapi ya apa pekerjaannya dirinya tidak tahu.

__ADS_1


**


Bella membongkar semua belanjaannya tadi, dia menjatuhkan pilihannya pada baju merah terang yang cukup seksi dan jangan lupa sepatu high heels nya juga. b


Bela segera memoles wajahnya dengan begitu cantik dan menata rambutnya juga lalu tiba-tiba pintunya diketuk Bella segera pergi ke arah pintu ternyata itu adalah Zack.


Zack melihat Bella dari atas sampai bawah, lalu kembali menatap mata Bella " mari nona tuan sudah menunggu "


Bella hanya menganggukan kepalanya dan segera mengikuti Zack, mereka sampai di dekat kolam renang dan disana sudah duduk Adi dengan meja makan bundar yang cukup besar.


Bella dengan Anggun segera duduk dan berhadapan langsung dengan Adi "kau begitu__"


"Bisakah kita mulai makan sekarang, aku sudah sangat lapar sekali dari tadi siang aku belum makan kau sama sekali tidak memberiku makan"


"Bagaimana apakah enak "


"Yah rasanya beginilah tidak ada bedanya tapi lebih enak buatan mamiku sih, tapi tenang kau tidak usah membunuh orang yang memasak ini. Ini sudah cukup untuk mengobati rinduku pada makanan cepat saji seperti ini ya meskipun mamiku yang suka membuatnya "


"Baiklah "


Setelah Bella selesai mengunyah, dia bertanya lagi pada Adi " sebenarnya kau siapa sedangkan kau tahu siapa aku, tapi aku tidak tahu siapa kau"


Adi mengalihkan pandangannya dan kembali menatap Bella " Aku adalah seorang pengusaha, aku juga punya sebuah restoran perusahaan properti dan banyak lagi aku di sana adalah seorang CEO"

__ADS_1


Bella mengerutkan keningnya "benarkah kau seorang CEO memangnya seorang CEO akan dengan teganya membunuh seseorang, papihku juga seorang CEO tapi dia tidak sampai membunuh orang apakah kau tidak keliru mengatakan kalau pekerjaanmu itu memang CEO"


"Memang itu pekerjaanku kau bisa tanya pada Ziva istriku yang sudah 7 tahun hidup bersamaku jika kau masih tidak percaya itu pun"


"Hemm "


Adi bangkit lalu memutari meja makan itu dan berhenti di hadapan Bella, Adi menundukkan badannya mensejajarkannya dengan wajah Bella ditatapnya wajah itu lekat-lekat "bisakah kau sedikit lembut padaku dan aku pun sebaliknya akan sangat lembut padamu, bisa tidak kau mengatur tempramentalmu dan jangan selalu marah-marah dan jangan selalu memancing amarahku juga"


"Itu tergantung padamu apakah kau akan memberikan semua yang aku mau atau tidak" ucap Bella dengan wajah menyebalkan dimata Adi.


"Kau sudah menandatangani surat persetujuan kita berdua dalam jangka 1 bulan atau 2 bulan kau harus segera hamil maka lambat laun kita harus segera melakukan hubungan suami istri kan, sebenarnya kau ini ingin lepas dariku atau ingin terus terikat olehku"


Bella mendorong dada Adi dan berdiri berhadapan dengan Adi " buat aku jatuh cinta padamu maka aku akan memberikan semua yang kau mau"


Adi membelai pipi Bella dan menatap bibirnya lalu kembali beralih menatap mata Bella "benarkah dengan apa yang kau katakan, apakah suatu saat kau tidak akan menyesal saat sudah mencintaiku"


Bella menangkap tangan Adi yang dari tadi membelai wajahnya "coba saja apakah kau akan bisa menaklukkan hatiku atau tidak, karena selamanya di hatiku hanya ada Alvaro hanya Alvaro dan tidak ada laki-laki lain yang bisa menggantikannya"


Bella langsung pergi dari tempat itu meskipun makanannya belum habis, dirinya harus mengecek ponsel yang Adi berikan padanya dengan cepat Bella menuju ke arah kamarnya lalu mengunci pintunya dan mengambil ponsel itu sialan tidak ada kartunya sama sekali, lalu untuk apa dirinya meminta ponsel kalau di sini tidak ada kartunya sama sekali.


"f*** you kau mempermainkanku Adi, kau laki-laki bejat seharusnya aku tidak percaya padamu yang akan membelikan apa yang aku mau" teriak Bella.


Bella memijat kepalanya lalu melemparkan ponsel itu kearah tembok sampai pecah, harus bagaimana lagi caranya dirinya untuk pergi dari cengkraman laki-laki itu, dirinya tidak mau hamil anak dia ataupun menjadi pemuas nafsunya saja tidak tidak jangan sampai itu terjadi. Dirinya harus mempertahankan apa yang sudah dirinya pertahankan sejak lama.

__ADS_1


__ADS_2