
Tin tin
Suara klakson motor bebek mengagetkan para murid, tapi orang itu tak peduli langsung memarkirkan motornya dan masuk kedalam sekolah tak lupa memakai kaca mata hitamnya.
Ayu yang baru saja sampai disekolah langsung ditarik oleh Aliya " Ayu kau akhirnya datang juga kemari "
Ayu dibawa kearah loker dan mereka berhadapan, sedangkan Aina dan yang lainnya tak ditanya sama sekali mereka juga tak bergabung dengan Ayu. Mere langsung masuk kedalam kelas.
Ayu melihat kearah belakang saat mata Aliya fokus kearah belakangnya ternyata Andaru, Ayu hanya bisa melihatnya saja.
Mengigat Sinta yang berubah ekspresi saat mengetahui kalau Andaru sudah mempunyai pacar, apakah Sinta dekat dengan Andaru ?.
Ayu yang ditepuk oleh Aliya langsung menatapnya " Tampan sekali kan "
"Begitulah "
"Jangan menatapnya seperti itu lagi, kalau tidak kau akan berurusan denganku ingat itu. Kau akan habis olehku "
"Aku mengerti "
"Baiklah ayo aku kenalkan pada pacarku itu "
Aku hanya mengikuti langkah Aliya saja, aku tak banyak bicara. Kami berdua langsung berhadap-hadapan dengan Andaru.
"Andaru pasti kau belum mengenal Ayu kan, dia adalah murid baru disini "
Aku diam dan menatap Andaru " Ya aku tahu, tapi Ayu apakah pantas kau menatapku seperti itu saat kita pertama kali kenal "
Aliya langsung menimpali " Dia kagum padamu. Emm kita harus bicara Andaru, kita ketemu jam 8 malam oke "
"Akan aku usahakan "
Andaru langsung pergi meninggalkan mereka berdua " Baiklah sudah selesai perkenalannya sekarang kita ke kelas. Ayo Ayu "
Tanganku ditarik Aliya dan dia menyuruhku duduk " Kau benar-benar memberikan tempat duduk itu Aliya "
"Ya kenapa Abigail, memangnya aku harus mengatakannya berapa kali, aku sudah mengatakan kan ini tempat duduknya Ayu, sudah jangan berisik "
"Kemarilah Ayu aku lihat kuku mu "
Aku segera memperlihat kannya padanya "Nanti kita ke salon ya, aku akan menelaktirmu "
Aku tersenyum dan mengangguk saja, datang laki-laki tinggi yang kemarin bersama Andaru dan mensejajarkan tubuhnya dengan Aliya.
"Kau punya budak baru Aliya, apakah akan ada yang diganti "
"Lihat saja nanti "
"Baiklah "
__ADS_1
Laki-laki itu mencium Aliya di pipinya dan Aliya pun melakukan hal yang sebaliknya, apakah disini sudah lumrah ya mencium teman perempuannya atau laki-lakinya.
Apa lagi Aliya sudah punya pacar, satu lagi laki-laki itu temannya Andaru, aku melihat kebelakang dan Aksa dia hanya diam sambil menatap ku.
...----------------...
"Sudah cukup mengaduk kopinya "
"Oh tentu, kau guru baru disini dan aku punya tugas untuk mu "
"Apa itu "
"Ada 4 orang anak baru, mereka mendapatkan beasiswa dari sini, memang tak biasanya tapi kau tahu sendiri kenapa aku melakukan itu. Aku mau kau mengistimewakan mereka "
"Kenapa harus diistimewakan, apakah mereka anak raja"
"Nanti juga kau akan tahu kenapa aku melakukan itu, jangan banyak tanya dan lakukan apa yang aku suruh ingat itu ya jangan membuat mereka takut atau merasa terancam "
"Hemm, baiklah sesuai yang anda inginkan "
Guru baru itu segera pergi dari ruangan kepala sekolah, dia hari ini mengajar dan kita lihat 4 anak istimewa itu. Seperti apa rupa mereka.
...----------------...
Budi mengacung-ngacungkan sepatu barunya pada seorang perempuan, temannya Aliya yang satu lagi. Perempuan itu langsung memangil laki-laki yang mencium Aliya.
"Kenapa ini sepatu baru, aku beli dipasar bagus kan " ucap Budi dengan bangga.
Seisi kelas tertawa kecuali Ayu, Aina dan juga Danu mereka diam dan melihat tindakan apa yang akan dilakukan meraka.
Yang namanya Galang mendekati Budi dan menarik almamaternya "Wae sepatu baru dari pasar, apakah kau tak salah, hei teman-teman apakah selera kita sama seperti dia "
"Tentu tidak " teriak mereka.
Galang menyuruh pada laki-laki yang ada disana untuk mengangkat Budi dan melepas salah satu sepatu Budi.
"Buka jendela kita buang sepatu butut itu "
"Jangan jangan itu baru lo" minta Budi
Ayu yang tak terima temannya diperlakukan seperti itu segera maju " Apa-apaan ini, jangan seperti ini kasian dia"
"Ahh diam kau, sudah sana dasar perempuan lemah "
Bahu Ayu didorong dan Ayu langsung menerobos kembali pada laki-laki itu dan mengambil sepatu Budi.
"Hei berani sekali kau " teriak Galang.
"Ada apa ini " didepan pintu masuk sudah berdiri guru baru itu.
__ADS_1
Budi langsung diturunkan, Ayu memberikan sepatu itu pada Budi dan duduk kembali di kursinya.
"Kau siapa ? " tanya Galang
"Yang sopan ya, aku disini guru baru pelajaran bahasa Indonesia jadi mulai sekarang kalian harus menghormati ku "
Tak ada yang mengubris mereka malah sibuk dengan diri mereka sendiri, ada yang menyisir rambut, memakai bedak, cat kuku dan banyak lagi.
"Kalau kalian tidak mau belajar maka keluarlah dari kelasku "
Sebagian berdiri dan Aliya dia juga berdiri menarik tangan Ayu, tapi guru itu menghentikan langkah Aliya.
"Hei mau kau bawa kemana teman mu ini, dia tadi tidak bangkit dia tak boleh kemana-mana kalau kau mau keluar kelas maka keluarlah, jangan membawa-bawa temanmu dia akan tetap disini "
Aliya melepaskan tangan Ayu dan melangkah kakinya dengan cepat menyusul teman-temannya.
"Baiklah kita mulai pelajaran ku, keluarkan buka kalian "
Mereka yang masih tersisa melakukan apa yang disuruh oleh Pak Guru meski mereka tak tahu siapa nama guru baru ini.
"Cerita teman terbaik kalian nanti kumpulkan padaku ya"
"Baik Pak "
Mereka segera mengerjakan apa yang diperintahkan oleh guru itu, Ayu sesekali melihat ke arah belakang ternyata Aksa ada di sini, dia tidak ikut keluar padahal gengnya itu pada keluar semua ya hampir semua.
...----------------...
"Guru itu tidak ada mencari kita" ucap Aliya sambil memakan steak nya.
Mereka sekarang sedang ada di kantin, menunggu guru itu untuk menyusul mereka semua.
"Tidak ada Aliya. Memangnya apa yang kau harapkan. Apakah kau ingin disusui olehnya" jawab Abigail
"Yah aku ingin dia menyusul kita semua. Kenapa sih kau menjadi sensitif padaku Abigail. Apa karena tempat duduk Keisha ditempati oleh Ayu apa salahnya"
"Tidak, aku hanya menjawab pertanyaanmu itu. Memangnya salah, ada yang salah tidak kan. Aku hanya bertanya itu saja. Apakah kau ingin dirayu-rayu seperti oleh guru itu"
"Jaga ucapanmu Abigail"
"Aku sudah menjaga ucapanku seharusnya kau tidak gegabah memberikan tempat duduk itu pada Ayu, memangnya kau sudah kenal dekat dengan perempuan itu tidak kan, kalian saja baru bertemu tapi kau langsung mendekatinya"
Aliya yang kesal langsung mendorong bahu Abigail, Cassandra yang ada di sana segera mencoba untuk memisahkan mereka berdua yang akan bertengkar.
"Kau sudah berani padaku Abigail, apakah kau ingin seperti Keisha"
"Maaf "
Hanya itu yang terucap dari mulut Abigail. Aliya kembali memakan steak nya dan tak menghiraukan teman-temannya yang lain.
__ADS_1