
Bella yang ditinggalkan dengan Ziva berdua segera berpindah duduk dan menatap Ziva dari samping tatapan mata Bella begitu tajam sampai sampai Ziva menjadi ciut "apa kau melihatku seperti itu "
Bella mengambil pisau buah dan memainkannya " kenapa, memangnya aku tidak boleh menatap musuhku, bagaimana apakah kau berhasil untuk membunuhku tidak kan, kau kurang hebat padahal aku sudah mau berteman denganku tapi aku tarik lagi, sepertinya kita akan cocok menjadi musuh "
Ziva malah tersenyum sinis "itu pun karena Adi yang menolong mu, kalau saja kau tak ditolong Adi kau tak akan selamat Bella, jadi jangan bangga yah"
"Begitu ya, lemah sekali aku ini, " masih memainkan pisaunya dan langsung menancapkan nya kemeja dan hampir saja mengenai tangan Ziva, namun Ziva langsung menarik tangannya.
"Kau gila kau hampir saja membunuhku, kau hampir saja melukai tanganku Bella, kau ini kenapa "
Bella malah tertawa dan kembali menatap Ziva dengan tatapan yang begitu menyeramkan, Ziva sampai kaget dan merasa takut dengan perubahan diri Bella yang tiba tiba, dari tertawa lepas menjadi marah seperti ini.
Ziva langsung bangkit dan berjalan dengan cepat, dirinya harus pergi ke kamar anak ini berbahaya, dia gila sepertinya, namun baru saja Ziva akan melangkah kakinya tangannya ditarik dan tubuhnya didorong ke tembok.
Bella menahan dada Ziva dengan kuat "sakit kau gila " ucap Ziva dengan suara yang tertahan.
Namun Bella malah makin menekannya " kau yang gila, aku juga tidak mau ada di posisi ini kenapa kau mengancam nyawaku, kenapa kau tidak bunuh saja suamiku dia kan yang menikahiku bukan aku yang salah, memangnya di sini aku yang salah bukan kan aku di sini dijebak dan aku pun di sini dijual. Aku sudah bilang kan kalau kau tidak mau aku ada di sini maka kau lepaskan aku, jangan mengancam nyawaku aku bukanlah perempuan lemah yang akan diam saja saat nyawaku terancam. Aku sudah menceritakan siapa diriku kan padamu maka kau jangan berani macam-macam padaku, aku tidak akan segan segan untuk melukai orang yang sudah berani mengusikku "
Bella langsung melepaskan tekanan tangannya pada dada Ziva dan pergi meninggalkan Ziva yang ter batuk batuk, dadanya begitu sakit "sialan akhhhh awas saja kau Bella dasar bocah sialan kau " teriak Ziva.
Ziva segera mencari keberadaan Adi, dirinya harus berbicara kepada Adi kalau Bella sudah menyiksanya, awas saja suaminya yang akan membalas semuanya, Bella akan habis ditangannya oh tidak maksudnya ditangan Adi.
"Adii" teriak Ziva sambil memeluk suaminya yang sedang berjalan akan masuk kedalam ruangannya.
Zack yang memang ada disana dan menunggu kedatangan tuannya hanya bisa menjauh dan membiarkan tuannya berbicara terlebih dahulu dengan istrinya.
__ADS_1
"Ada apa Ziva " ucap Adi dengan suara yang dingin.
"Kau tahu istri keduamu itu dia tadi menekan dadaku, entah apa yang dia mau dia begitu kasar Adi, apakah kau yakin akan mempertahankan anak dari kandungan Bella bagaimana nanti kalau anak itu melunjak, bagaimana kalau nanti anak itu malah membahayakan diriku dan dirimu. Ibunya saja sudah barbar seperti itu ibunya saja sudah berkelakuan tidak baik maka bagaimana nanti dengan anaknya. Aku tidak mau kalau harus mengurus anak seperti itu Adi, dadaku sakit sekali Adi "
Adi melepaskan pelukan Bella dan mengusap air mata Ziva " kau tenang saja aku akan berbicara pada Bella, lebih baik sekarang kau beristirahat saja jangan hiraukan Bella semuanya sudah terlanjur. Bella sudah menjadi istriku dan dia sudah mengandung. Aku tidak mungkin untuk menggugurkan anak itu bagaimanapun yang ada dalam kandungan Bella adalah darah dagingku.
"Ya tapi Bella sudah keterlaluan pada diriku Adi, dia sudah keterlaluan pada istrimu apakah kau tidak merasa kasihan pada istri kesayanganmu ini aku diperlakukan tidak baik oleh Bella dan dia itu orang asing di sini dia itu bukan tuan rumah di sini"
Adi mengusap rambut Ziva dengan sayang " sudah aku bilang kan, sudah aku akan memberi pelajaran pada Bella. Aku yang akan menghukumnya lebih baik sekarang kau masuk kamar dan kau juga harus bersiap-siap kan untuk mencari pakaian dan lain-lainnya saat nanti ke rumah Ayah, di sana akan diadakan pesta kau harus berpenampilan cantik kan di sana"
"Ya tentu Adi aku harus cantik, tapi kenapa ayahmu begitu dekat dengan Bella. Padahal mereka baru bertemu ayahmu malah mengusap-ngucap Bella menyuapinya, di sini aku menantunya bukan Bella"
Adi yang sudah jengah mengusap wajahnya "Sudah aku bilang kau istirahat sekarang dan persiapkan semuanya nanti ayah akan memberikan tanggalnya. Kau pasti ingin menjahit baju yang spesial kan di hari spesialmu maka cepatlah kau lakukan saja urus semuanya"
"Baiklah Adi, tapi kau janjikan akan menghukum Bella tapi aku pun nanti ingin menghukumnya bersamamu aku ingin Bella melayaniku nanti dan melayanimu juga"
"Baiklah Adi"
Ziva mengecup pipi sebelah kanan Adi dan langsung pergi meninggalkan suaminya, sedangkan Adi langsung masuk ke dalam ruangannya diikuti Zack yang entah tiba-tiba saja muncul. Mereka berdua berhadapan dan Zack juga menundukkan kepalanya.
"Tuan saya tidak menyangka kalau pelaku dari semua ini adalah_"
"Ziva " potong Adi
"Tuan sudah tahu semuanya"
__ADS_1
"Tanpa ada orang yang memberitahu, aku sudah tahu siapa orang yang mencelakai Bella aku sudah tahu "
"Lalu sekarang kita harus bagaimana tuan, orang itu masih aku sekap dan aku belum membunuhnya"
"Tidak usah kau bunuh, biarkan dia hidup beri makan obati dia aku akan memberikan pelajaran nanti setelah dia sehat dan kita lakukan permainan dengan Ziva, permainannya akan seru kau lihat saja nanti permainan apa yang akan aku lakukan dan kau tadi berani-beranian sekali memeluk Bella di hadapanku"
"Itu kan tuan yang menyuruh, bukannya Tuan tadi saat aku baru saja datang langsung menemuiku dan menyuruh aku untuk berpura-pura menjadi suaminya Nona Bella. Kalau Nona Bella turun dari kamarnya dan mencarimu. Aku bingung harus melakukan apa Tuan saat Nona Bella mendekatimu aku refleks langsung memeluknya tapi tenang saja Tuan Nona Bella tidak membalas pelukanku dia sama sekali tidak membalasnya"
"Baiklah jangan sampai aku melihat kau memeluk Bella lagi, aku tidak suka apalagi ayahku merestui hubungan kalian berdua dia istriku Zack "
"Iya Tuan saya mengerti kalau Nona Bella adalah istri tuan, aku melakukan ini kan sesuai apa yang Tuan inginkan, aku tidak akan melakukan itu kalau tidak ada perintah dari Tuan"
"Tapi kan saya tidak memerintahkan kamu untuk memeluk Bella "
"Iya saya minta maaf tuan itu reflek saya tidak akan melakukannya lagi saya janji pada Tuan"
"Tapi nanti akan ada acara di rumah Ayah dan kau juga harus pergi bersama Bella mau tidak mau aku harus merelakan istriku dipegang olehmu lagi, awas saja kau jangan macam-macam pada Bella"
"Tentu Tuan saya tidak akan pernah macam-macam pada Nona Bella jadi sekarang apa yang harus saya lakukan Tuan"
"Urus semua pekerjaan kantor dan nanti kau berikan padaku sisanya, siapa yang sudah mengacaukan kantor kita dan juga laki-laki itu yang telah membantu Ziva saat aku melakukan permainan itu kau harus bisa menjaga Bella Zack"
"Pasti tuan, aku permisi dulu tuan, aku akan mengerjakan semuanya "
Adi menganggukan kepalanya, Zack langsung keluar dengan kepala yang mumet, bagaimana ini dirinya harus berpura-pura menjadi suaminya Nona Bella lagi. Lalu nanti bagaimana di sana tuannya pasti akan terus memelototinya kenapa dirinya harus ada situasi seperti ini sih.
__ADS_1
Zack masuk kedalam kamarnya dan segera berkutat dengan dengan tugasnya, tugas yang sudah diberikan tuannya padanya cukup banyak dan memusingkan juga.
Sedangkan Adi sendiri sedang memikirkan apa yang cocok dirinya berikan pada Ziva, maksudnya hukuman apa yang cocok dirinya berikan pada istri seperti Ziva yang akan melenyapkan kekasih hatinya.