
Adi diam diluar kamar menunggu dokter keluar, tadi dirinya tak diperbolehkan masuk karena dirinya terus saja memegangi tangan Bella dan itu menyusahkan pada dokter untuk bergerak.
Namun dirinya masih kecewa dengan apa yang Bella lakukan karena laki laki itu dia sampai rela di gigit oleh singanya tapi bagaimana dengan singa itu, dirinya tadi refleks dan menembak Betrick
"Zack bagaimana keadaan singa betina ku itu "
"Dia sedang ditangani tuan, peluru yang anda tembakan mengenai perutnya dan sekarang dia kritis "
Adi berjongkok dan mengusap wajahnya lemas rasanya orang orang yang dirinya sayangi malah terluka, Betrick ada teman dekatnya sebelum ada Bella, bagaimana kalau dia mati semoga saja dia bisa bertahan.
Dan untuk Bella dirinya juga berdoa agar dia selamat dan tak terjadi apa apa dengannya. Adi yang kesal menunggu langsung menggedor pintu.
"Hei kenapa begitu lama apa yang kalian lakukan bagaimana dengan keadaan Bella" tak ada jawaban.
Saat Adi akan mendobrak pintunya Zack langsung menahannya " jangan tuan biarkan para dokter bekerja"
"Tapi mereka terlalu lama "
"Sabar tuan sabar "
Adi sekarang mondar mandir dan takut bila Bella meninggalkannya, ya ampun Bella kenapa kau begitu keras kepala sekali hanya demi menyelamatkan Sean kau melakukan ini.
**
"Kau Serena "
Serena melihat kearah dua laki laki yang sekarang berhadapan dengannya "ya ada apa, ada perlu apa " teriak Serena.
Karena sekarang mereka ada di klub dan Serena adalah salah satu karyawan disini "ayo ikut kamu "
Dengan senang hati Serena mengikuti dua laki laki tampan itu dan duduk ditengah, lalu laki laki itu berapa raba tubuh Serena dan Serena malah menikmatinya saja.
"Ada yang ingin aku tanyakan apakah Bella benar adik mu kan "
"Hemm yah dia adik tiriku"
"Apakah kau memili dendam padanya "
Serena langsung menatap laki laki itu yang duduk disisi kirinya "tentu aku punya dendam padannya memangnya kenapa"
"Mau tidak kita bekerja sama untuk menghancurkan Adipramana melewati Bella adikmu itu"
Serena diam, melawan adiknya Bella apakah mampu, Bella itu pintar menembak Bella diri dan cerdik apakah dirinya bisa melawan Bella dengan semudah itu
__ADS_1
"Apa yang kau pikirkan sayang " tanya laki laki yang sebelah kanan dengan tangannya yang sudah nakal meraba kebawah rok Serena.
"Aku tidak yakin bisa mengalahkan Bella dia itu bisa menembak, dia itu bisa bela diri papinya mengajarkan semua itu pada Bella aku ragu untuk melawannya"
"Waw sebuah informasi yang sangat bagus, kita tidak akan melawannya sendiri-sendiri tapi kita akan membuat kelompok untuk menghancurkan mereka berdua, masa sih kita akan kalah oleh seorang perempuan ada kita laki-laki"
"Baiklah apa rencana kalian untuk menghancurkan Bella, aku pun ingin sekali dia merasakan apa yang aku rasakan dia itu selalu mendapatkan apa yang dia mau, bahkan sekarang hidupnya dia bahagia aku ingin dia merasakan menjadi pelacur sepertiku menjual diri hanya untuk sesuap nasi"
"Bagus bagus sini merapat "
Mereka bertiga berdiskusi untuk melumpuhkan Adi lewat Bella pujaan hatinya apakah akan berhasil, apakah akan gagal tidak ada yang tahu.
***
"Bagaimana keadaan Bella "
"Nona Bella sudah baik-baik saja sebentar lagi juga dia akan siuman "
Adi menghembuskan nafas leganya, lalu masuk kedalam kamar mereka berdua dan melihat Bella yang tertidur dengan selang infus yang ada ditangannya serat tangan sebelah kirinya yang digigit diperban.
Adi duduk disamping Bella dan menggenggam tangan Bella dengan erat " jangan kau lakukan itu lagi Bella aku tak sanggup melihatmu kesakitan, kenapa kau melakukan hal bodoh seperti itu, kenapa hanya demi Sean kau rela digigit oleh Betrick. Kau ini kenapa sih sebenarnya aku ingin memberikan sebuah hukuman pada Sean Karena telah berani menculiknya tapi kau malah membelanya, apa yang sebenarnya terjadi saat di sana apa sebenarnya yang tak aku ketahui "
Adi beralih menatap wajah Bella yang pucat sangat pucat sekali, Adi mengusap wajah itu dan membaringkan tubuhnya disebelah Bella sambil memeluk perutnya yang besar.
"Aku temani dirimu ya, jangan tinggalkan aku Bella aku tak akan pernah sanggup hidup tanpa dirimu, tolong tetaplah disampingku maka aku akan menuruti semua kemauan mu "
**
"Lebih baik kau beristirahat di kamar sebelah. Bukannya kau juga sedang sakit kan kenapa ikut Nona Bella untuk pergi ke mari"
Rizki menatap laki laki yang ada dihadapannya "Bella adalah sahabatku mana mungkin aku meninggalkannya begitu saja, aku tidak akan pernah melakukan itu mau sesakit apapun, aku pasti mengikuti Bella dan menjaganya"
"Baiklah ayo akan aku antarkan ke kamarmu, sepertinya infusnya juga itu sudah habis darahmu sudah naik ke atas, biar dokter nanti yang menggantinya ayo "
Rizki dengan tubuh yang lemas mengikuti kemana laki laki itu pergi, dan saat pintu dibuka sudah ada dokter yang langsung menangani dirinya.
Rizki juga langsung diberi makan oleh seorang wanita dan dengan semangat Rizki mengambilnya dan memakannya dengan lahap.
"Terimakasih "
"Sama sama "
Rizki kembali fokus memakan makanannya, dan membiarkan dia orang yang ada dihadapannya berbicara.
__ADS_1
"Bagaimana apakah Sean sudah dirawat "
"Sudah Zack kau tak usah khawatir "
"Bukannya aku khawatir nanti jika tiba-tiba Nona Bella bangun dan menanyakan keadaan Sean aku harus menjawab apa, karena Tuan tidak akan tahu makanya aku harus tahu semua jawabannya"
"Ya baiklah Zack baik aku mengerti aku sangat mengerti"
Mereka berdua pergi meninggalkan Rizki bersama dokter dan setelah dokter selesai memasang segalanya dia juga pergi dan Rizki sendirian menikmati makanannya yang super banyak dan pasti akan membuatnya kenyang sampai besok.
Tiba tiba saja ponselnya berdering dengan cepat Rizki mengambilnya dan ternyata itu Arzan.
"Ada apa Zan "
"Di mana lo gue udah di rumah sakit dan waktu masuk ke kamar lo kosong, di sini dokter sama suster lagi cari lo gila ya lo kabur dari sini, di mana sekarang lo ada di mana "
"Ya ampun apakah sebegitu pedulinya mereka sama gue, sampai-sampai gue dicari, gue tadi antar Bella dan gue juga ini lagi nyantai di rumah calon suaminya Bella lagi makan nih di sini juga gue dirawat lo bayarin dulu aja deh semua perawatan gue nanti gue ganti kok "
"Gila ya lo tiba-tiba pergi lo tuh lagi sakit, nggak usah dibayar semua udah dibayar tuh sama calon suaminya Bella gue udah tanya tadi sama resepsionisnya"
"Alhamdulillah bagus deh uang gue selamat, udah lo pulang aja sana gih pacaran sama Anggia gue nggak apa-apa gue lagi tunggu Bella di sini"
"Emangnya Bella kenapa"
"Tangannya digigit singa udah gue mau tunggu dia sampai siuman dan pulang bareng-bareng udah sana lo pulang sana"
"Terus terus gimana keadaan Bella sekarang lo gila ya teman digigit kayak gitu tapi lo tenang aja gimana keadaan Bella sekarang gue kesana susul "
"Nggak usah yang ada lo akan buat masalah di sini, nggak apa-apa kok Bella udah diobatin dan dia juga sebentar lagi pulih dia nggak akan apa-apa dia nggak akan mati, sejak kapan Bella lemah dia itu perempuan kuat nggak akan mungkin dia kalah dengan cepat hanya karena digigit oleh singa saja "
"Tetap saja dia kan manusia ayo cepat Sherlock di mana tempatmu, aku akan ke sana dan lihat keadaan Bella aku khawatir dia sedang mengandung masa digigit singa, apa tidak ada yang melindunginya"
"Ya ada dia berlari dan singa itu keluar jadi digigit deh, udah nanti gue kabarin deh gimana-gimana keadaan Bella lo jangan buat keributan deh di sini ya, pokoknya aman semuanya"
"Awas aja ya kalau nggak kasih kabar gue susul sama Alvaro ke sana"
"Jangan bawa Alvaro deh untuk sekarang-sekarang, Lo tau sendiri kan Bella mau nikah sama Tuan Adi jangan hancurin semuanya lah, biarin Bella bahagia sama pilihannya udah nggak usah bawa-bawa Alvaro. Bukannya gue mau bela Tuan Adi tapi kan ini udah pilihan Bella kita nggak bisa rubah semuanya"
"Iya iya gue tahu gue nggak akan bawa-bawa Alvaro deh. Tapi kalau ada apa-apa kabarin ya"
"Iya nanti gue kabarin tenang aja semua yang terjadi di sini akan gue kabarin sama lo yang terpenting lo harus buat Alvaro nggak cari gue ke rumah sakit dan cari Bella juga ya, karena tadi neneknya Alvaro juga udah labrak Bella jadi jangan sampai itu kejadian lagi"
"Ok oke gue tutup dulu ya lo hati-hati di sana"
__ADS_1
"Iya iya "
Rizki kembali memakan makanan penutupnya setelah itu akan tidur dan menunggu Bella sadar.