
"Mas ayo turun sekarang, kau sudah tampan kenapa dari tadi kau terus saja mengaca tak biasanya "
"Aku harus lebih tampan dari mantanmu itu, aku tidak mau kalah olehnya benarkah aku sudah tampan sayang "
"Sudah mas ayo cepat anak-anak sudah masuk bersama Rizki dari tadi, masa kita mau diam saja di sini kau terus saja mengaca. Ayo cepat kau yang tertampan kau tidak ada bandingannya kau tidak akan terkalahkan. Ayo meskipun kau sudah tua"
"Sayang " rengek suaminya
"Iya iya tidak kau tidak tua, kau masih muda kau masih tampan dan segalanya ayo cepat"
Suaminya segera turun dari dalam mobil dan mengandeng tangan suaminya dengan erat, mereka masuk kedalam gedung, sudah banyak tamu yang datang.
Rizki dan juga anak-anaknya sedang makan camilan, mereka berempat memang cocok kalau bersatu seperti itu. Apalagi Rizki begitu dekat dengan ketiga anaknya.
Bella melihat ke pelaminan, lalu senyum Bella memudar saat melihat siapa perempuan yang bersanding dengan Alvaro, benarkah apa yang dirinya lihat, ini tidak salah kan kenapa bisa Alvaro dan juga Anggia menikah apa yang disebut oleh Sani adalah Anggia.
"Sayang kenapa kau diam saja. Apakah tidak mau bersalaman dengan mantanmu itu, apa kita pulang saja?"
"Mas apakah aku tidak salah lihat, bukankah itu Anggia tunangannya Arzan, kau masih ingat kan teman ku yang bertunangan dengan kakaknya Sani, ini Anggia kita pernah datang ke pertunangan mereka, tapi, kenapa dia tiba-tiba bersanding dengan Alvaro. Kenapa dia menikah dengan Alvaro"
Adi segera melihat wanita yang menikah dengan Alvaro, lalu dirinya mengingat-ingat lagi, ya dirinya mengenal wajah perempuan itu, dia adalah Anggia kakaknya Sani yang waktu itu tunangan.
"Sudah kita tidak usah ikut campur, kita naik saja ke pelaminan dan memberi selamat pada mereka ayo sayang"
__ADS_1
Adi mengandeng tangan suaminya dan berjalan kearah mereka, ada Sani juga disana dengan cepat Bella memeluk Sani.
"Apakah ini perempuan yang kau sebut. Kenapa kau tidak bicara kalau perempuan itu Anggia kakakmu sendiri ? "
"Aku bingung Bell harus berbicara dari mana dulu, aku minta tolong sama kamu ya kasih tahu Alvaro buat selalu lindungi Anggia mungkin semua ini memang sulit tapi aku nggak mau kalau kakak aku sampai disakiti sama Alvaro, karena dia nggak cinta sama Anggia"
"Akan aku coba "
Bella melepaskan pelukannya bersalaman dengan Sena dan sekarang Bella menatap Alvaro yang juga menatapnya.
"Selamat ya aku senang kamu akhirnya bisa lupain aku, udah nikah sama Anggia aku nggak nyangka loh kalian bisa berjodoh kayak gini. Aku minta sama kamu Alvaro tolong jaga Anggia dengan baik-baik ya, jangan kamu sakitin dia perlakukan dia seperti kamu memperlakukan Sani ibu kamu dan memperlakukan aku dulu ya, jangan buat dia kecewa dan jangan buat dia sakit hati dan jangan pernah kesalahan yang dulu terulang lagi sama Anggia. Mungkin sekarang kamu belum terlalu mencintai Anggia dengan dalam tapi kita tidak tahu kalau nanti kedepannya akan seperti apa"
"Akan aku coba Bella, aku tak bisa memaksakannya, tadi aku sudah bertemu dengan anak-anakmu mereka mirip seperti mu, mereka tampan dan juga cantik kau wanita hebat Bella "
Bella hanya tersenyum saja dan melihat wajah suaminya yang sudah bete, Bella segera bergeser kearah Anggia dan memeluknya "selamat Anggia atas pernikahanmu, kau begitu cantik"
"Jika nanti kau butuh teman cerita kau bisa datang padaku Anggia, kau bisa meminta nomor teleponku pada Sani dan meminta alamat rumahku juga pada Sani, aku pasti akan mendengarkan apapun keluhanmu sebisa mungkin aku akan membantumu jangan sungkan padaku, meskipun kita tidak saling kenal pada awalnya tapi kita bisa berkawan. Aku tahu ada sesuatu yang kau pendam "
Anggia tersenyum dan menganggukan kepalanya "Ku kira tidak akan ada yang bisa tahu tentang apa yang sedang aku rasakan, kau ternyata bisa melihatnya "
"Tentu sangat terlihat Anggia, cobalah untuk tersenyum di hari pernikahanmu ini, jangan seperti itu mungkin ini akan sekali seumur hidup untukmu kita tidak akan pernah tahu kita akan berjodoh dengan siapa. Alvaro akan bisa membuka hati untukmu dia bukanlah laki-laki keras kepala yang tidak bisa membuka hati untuk perempuan lain yang nanti ada di sampingnya, apalagi kalian akan satu rumah satu atap dan saling bertemu"
Anggia hanya menganggukan kepalanya saja, tak tahu akan menjawab apa pada Bella, Bella dan juga suami segera turun kebawah dan menemui Rizki dan juga anak-anak yang sedang makan.
__ADS_1
Bella menyenggol tangan Rizki yang sedang menyuapi anak bungsunya Cempaka " Kenapa nggak pernah cerita kalau Anggia bakal nikah sama Alvaro, terus Arzan gimana dia dimana sekarang ?"
"Cempaka makan sendiri dulu ya, paman mau berbicara dulu dengan mamamu yang cantik "
"Cempaka sudah kenyang paman, Cempaka akan main bersama Andaru dan juga Aksa "
"Jangan nakal nak " teriak Bella
"Tidak akan mamah "
Rizki menatap Bella dan juga sekitar, sedangkan Adi dia hanya sibuk makan saja, tak lupa dia juga menyuapi istrinya satu piring berdua agar so sweet.
"Aku juga awalnya nggak nyangka Alvaro bisa nikah sama Anggia, itu ceritanya panjang banget bahkan Arzan sekarang nggak tahu di mana dia nggak tahu pergi ke mana dia sama Anggia tuh udah tunangan lama banget dan tiba-tiba Anggia nikah sama Alvaro sahabat kita sendiri, intinya ceritanya Anggia sama Alvaro tiba-tiba ada dalam satu kamar dan Arzan sendiri yang temui mereka satu kamar di situ Arzan marah banget dan om Sena mutusin buat Alvaro nikahin Anggia, meskipun omah enggak restuin hubungan mereka berdua. Arzan nggak mau dengerin Anggia ataupun Alvaro. Arzan tiba-tiba aja mutusin semua hubungannya sama Anggia dan bakar semua foto Anggia, foto tunangannya, bahkan barang-barang buat seserahan dia sama Anggia pun dia bakar semuanya, aku sampai lupa buat kasih tahu kamu karena keadaannya tuh keos banget. Aku tuh sampai harus tenangin Arzan yang mau hajar Alvaro, mereka tuh hampir banget saling pukul karena Alvaro juga enggak lakuin apa-apa sama Anggia katanya sih, tapi Arzan enggak percaya, kayaknya ini jebakan deh, kayaknya ada dalang dibalik semua ini, tapi aku juga gak tau siapa itu "
"Dalang, apa ini ada hubungannya dengan masa lalu Arzan "
"Masa lalu, apakah kamu satu fikiran sama aku "
"Ya, bisa aja ini ada hubungannya sama masa lalu, kamu tahu sendiri kan gimana hubungan Arzan dan juga Anggia banyak yang ganggu "
"Iya juga "
"Sayang sini makan dulu, ayo aku suapi "
__ADS_1
"Ahh udah-udah kalian makan aja dulu, pacaran dulu ah sana "
Rizki meninggalkan dua bucin ini, bercuma kalau dirinya ada disini pasti akan jadi nyamuk saja.