
"Budi kenapa kau pulang jam segini "
"Ada kebakaran di sekolah Paman, makanya aku pulang siang. Kau tahu Paman aku sudah tahu kenapa Ayu sampai melaporkan Andaru ke polisi ini karena masalah Sinta dialah biang keroknya. Ayu datang ke sekolah itu ada tujuan lain dia bukan untuk belajar di sekolah itu Paman, tapi dia untuk mencari bukti di mana orang yang telah menabrak Sinta"
"Kenapa Ayu bisa ceroboh itu, kenapa dia melakukan itu. Ya ampun Ayu Ayu kenapa dia harus melakukan itu "
"Ya begitulah, tidak terlalu heboh sih karena yang lain murid yang lain tidak ada yang tahu. Mungkin hanya keluarga Andaru saja yang tahu. Tapi masalah ini bisa membuat aku, Aina dan Danu mendapat masalah Paman"
"Kau benar, baiklah Paman akan berbicara pada Ayu, biar Paman kasih tahu dia, seharusnya dia tidak melakukan itu dia sudah sangat ceroboh atau mungkin Paman akan berbicara pada ibunya, agar ibunya mengembalikan Ayu ke sekolah dulunya agar dia berpikir"
"Janganlah Paman, sudahlah yang terpenting aku sudah memberitahu pada Paman kan apa duduk masalah dari semua ini. Kenapa bisa Andaru didatangi oleh Polisi aku sudah memberitahunya"
__ADS_1
"Tidak bisa, aku harus memberitahu Ayu ini tuh tidak baik. Dia bisa membuat namaku kotor disana"
Paman Dion segera pergi meninggalkan Budi. Budi pun tidak mengejar Pamannya dia masuk ke dalam rumah, ya sudahlah terserah Pamannya saja dirinya juga capek lelah dan ingin segera istirahat.
...----------------...
Ayu yang ingat dengan Sinta dan belum mendapatkan maaf darinya membelikan es krim kesukaannya setelah mendapatkan es krim itu, Ayu segera pulang untuk menemui Sinta.
Tok tok tok. Ayu terus mengantuk pintu rumah Sinta tapi tidak dibuka, tidak ada yang membukanya sama sekali. Ayu menengok ke arah jendela Sinta dia ada di dalam, didalam kamarnya.
"Aku tahu kau ada di dalam, ini cuma salah paham saja ayo dengarkan aku dulu. Aku akan menjelaskan semuanya Sinta "
__ADS_1
"Sudahlah diam, kau suka kan pada Andaru kejar saja dia jangan pedulikan aku. Kau tidak peduli denganku tapi kau hanya peduli padanya saja pergi kau "
"Aku harus bicara bagaimana lagi untuk membuatmu tidak marah padaku. Aku sungguh-sungguh tidak berbohong aku akan menjelaskan semuanya ini cuma salah paham. Lihat aku bawa es krim kesukaanmu kita makan sama-sama ya. Ayo buka pintunya kita bicara sama-sama jangan seperti ini. Aku ingin kita baik-baik lagi seperti dulu"
"Sudahlah kau jangan peduli lagi padaku. Aku tidak mau bertemu denganmu lagi kalau perlu sudahi saja pertemanan kita ini. Aku sudah muak denganmu Ayu aku tidak mau bertemu denganmu lagi"
"Jangan bicara seperti itu, aku simpan es krimnya di sini ya nanti kau makan. Aku akan ke sini lagi nanti. Aku berharap kau mau mendengarkan penjelasanku "
Setelah menyimpan es krim itu Ayu segera pergi meninggalkan rumah Sinta. Mungkin dirinya harus memberi waktu dulu untuk Sinta bisa tenang dan pikirannya menjadi jernih lagi. Semoga saja Sinta akan memaafkannya.
Sinta adalah sahabatnya, maka dirinya harus sabar. Keadaan Sinta sekarang sedang tidak baik-baik saja. Maka disinilah dirinya harus sabar dengan sikap Sinta yang kadang-kadang selalu saja mengamuk padanya.
__ADS_1