Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 109 Bertatapan


__ADS_3

Adi diam sambil menopang dagu, dirinya hanya menatap Bella yang sedang memasak, begitu indah ciptaan Tuhan ini, meskipun sedang mengandung tapi Bella begitu membuatnya makin tergila gila.


Badannya berisi tapi tetep saja enak dipandang dan juga makin menarik, dirinya rasanya ingin cepat cepat menikahi Bella kalau perlu hari ini.


"Sayang apakah masih lama " ucap Adi


"Sebentar lagi sabar mas, makannya akan siap "


"Baiklah sayang aku sudah tak sabar "


"Tunggu ya "


Adi hanya bisa menganggukan kepalanya meski Bella tak bisa melihatnya tapi matanya tak bisa beralih kemana mana, sekali menatap Bella saja.


Tak lama kemudian Bella menyajikan semuanya, setiap gerakan yang dilakukan Bella tak terlepas dari tatapan Adi.


Bella mengambil sendok dan memotong sedikit daging ikannya lalu meniupnya dan mengasingkannya ke mulut Adi yang terus saja menatapnya dari tadi.


Adi dengan senang membuka mulutnya dan segera menyantapnya, Adi yang kegirangan karena pertama kali merasakan masakan istrinya maksudnya calon istrinya langsung bangkit dan memeluk Bella tak lupa mencium pipi Bella dan juga perutnya.


"Waw enak sekali sayang, kau hebat aku suka dengan masakan mu, aku suka boleh aku habiskan sayang "


"Benarkah awas saja kau berbohong karena ingin menyenangkan diriku saja "


"Tidak sayang, sama sekali tidak "

__ADS_1


Adi kembali duduk sebelumnya sudah membantu Bella duduk, dan Adi segera menyiuk nasi dan juga ikan yang dibaluri dengan bumbu yang pedas namun nikmat.


"Ayo aku juga makan sayang, aku suapi ya "


Bella menggelengkan kepalanya " tidak aku tidak mau mas perutku masih kenyang tadi makan sandwich yang begitu banyak "


"Benar kau tak mau "


"Tentu aku tak mau habiskan saja, ini untuk mu, spesial untuk mu habiskan "


"Terimakasih sayang, dengan senang hati aku akan menghabiskannya "


Adi dengan penuh semangat memakan makanan yang dibuat oleh istrinya, rasanya hatinya begitu senang selama menikah dengan Ziva dirinya tak pernah dimasukan seperti ini.


**


Serena melihat ibunya yang duduk saja dikursi roda dengan kesal Serena mendekati ibunya yang tatapannya kosong saja. Seperti tak ada kehidupan tapi mulutnya selalu saja memanggil nama Bella. Membuat dirinya pusing dan sakit kepala.


"Diam mih, kau sangat berisik setiap hari kau memanggil Bella Bella Bella dia sudah mati, dia sudah menelantarkan dirimu. Seharusnya kau membenci dia seperti diriku apa yang telah Bella lakukan bersama ayahnya itu sangat fatal, mereka mengusir kita dari rumah padahal itu rumah kita juga. Seharusnya kau membencinya bukannya malah terus tergila-gila olehnya kau harus sehat dan membalas semuanya"


Tapi ibunya tak menanggapinya hanya diam saja terus saja diam, hanya itu yang dilakukan oleh ibunya, "Kau ini sadarlah " teriak Serena sambil menggoyang goyangkan kursi rodanya.


"Rasanya aku akan gila kalau seperti ini terus aku akan gila kau sudah gila mamih, lebih baik aku menyimpan kau di rumah sakit juga saja dari pada dengan diriku disini yang ada aku akan ikut gila " teriak Serena lagi.


Mereka berdua sekarang ada dirumah sederhana yang jauh dari kota, bahkan mereka mengontrak disini dan Serena mau tidak mau harus bekerja dengan menjual dirinya, agar hidupnya selalu terjamin.

__ADS_1


Serena mendorong kursi roda sampai sampai ibunya terjatuh tapi dirinya tak peduli malah meninggalkan ibunya begitu saja, dirinya sangat kesal pada ibunya ini, tak ada berubahnya sudah berobat tapi tetap saja stres.


***


Adi yang baru saja pulang kerumah segera turun ke penjara bawah tanah dan melihat Sean yang duduk di lumpur bahkan keadaanya sudah tak menentu dia sudah sangat berantakan.


"Apakah hanya segini saja nyalimu, baru saja satu hari di penjara di sini kau sudah ingin bunuh diri, kau ini begitu garang saat ada kawan tapi saat sendirian seperti ini kau hanya bisa menunduk saja " ledek Adi.


"Diam kau, aku ini bukan babi sampai-sampai kau menyimpan ku dalam lumpur seperti ini "


"Memangnya siapa yang mengatakan kalau dirimu babi, tidak ada kau yang mengatakan itu Sean aku tidak berkata kalau kau babi ya"


Sean bangkit dan ingin menarik baju Adi namun Adi keburu mundur dan langsung tertawa dengan tingkah Sean.


"Begini saja Sean jika kau memang ingin keluar dari penjara bawah tanahku, bertahanlah di sini untuk satu tahun maka aku akan melepaskanmu dengan bebas. Bagaimana apakah kau setuju dengan tawaranku ini tapi jangan sampai kau kembali mengacaukan aku ataupun menculik Bella lagi, bukan hanya ini yang akan aku lakukan tapi aku akan membunuh keluargamu juga aku tidak peduli kita saudara atau bukan yang terpenting aku puas, kau sudah mengusikku maka kau akan siap dengan semua konsekuensinya" ancam Adi


Sean malah mencipratkan lumpur itu kearah Adi dan membuat celana Adi kotor " aku tidak Sudi bertahan lama-lama di sini kau sudah menyiksaku Adi, aku tak sudi disini "


"Terserah kau saja silakan kau mau bunuh diri seperti apapun, aku tidak peduli mau kau makan lumpur itu agar mati ataupun kau mau menjedotkan kepalamu ke tembok aku tidak peduli, berarti semua harta yang kau miliki akan menjadi milikku semua anak buah yang kau miliki akan menjadi milikku juga dan perusahaan yang selama ini kau bangun dari nol akan menjadi milikku juga. Oke deal perjanjian ini dil saat kau mati semua hartamu akan jatuh pada tanganku, itu akan lebih baik kan Sean ada yang mengurus semua harta-hartamu itu jadi saat kau mati tidak usah memikirkan bagaimana dengan hartamu, karena aku yang akan mengurus semuanya"


Sean yang marah mengebrak gebrak besi jeruji "akhh kau Adi sialan kau laki laki sialan akan aku pastikan Bella akan meninggalkan mu lagi dia tak akan tahan bersama laki laki seperti mu, kau seorang pembunuh penjahat dan juga penyuka wanita kau sangat buruk Adi "


Adi diam, dia berjalan kearah kursi yang ada disana lalu duduk sambil mengangkat kakinya " apakah ada unek unek yang ingin kau keluarkan lagi, aku akan mendengarkannya dengan senang hati, kau bisa mengeluarkan semua kata-kata kotoranmu yang bisa aku dengar aku tidak akan terpengaruh olehmu. Ayo katakan lagi akan aku tunggu sampai kau puas atau mungkin sampai kau akan bunuh diri aku akan melihatnya"


Sean yang tak mau menghabiskan energinya mundur dan kembali duduk ditempat lembab dan kumuh itu, menatap tajam kearah Adi tapi Adi malah balik menatap lebih tajam lagi, mereka saling tatap dan tak ada yang mau kalah. Semoga saja mereka tidak saling salah tingkah nantinya, karena terus bertatapan.

__ADS_1


__ADS_2