Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 318 Jebakan untuk Budi


__ADS_3

"Aliya tunggu jangan dulu kemana-mana "


Aliya mengalah dia duduk didekat lapangan dan menatap Galang "Ada apa Galang "


"Kamu kenapa "


"Andaru tidak masuk lagi, pasti ini gara-gara "


"Ayu "


"Bukan Galang, ini gara-gara laki-laki tua itu kalau saja dia tak memiliki fidio itu mungkin semua ini tak akan pernah terjadi. Mungkin kita akan aman dan Andaru juga tak akan marah padaku "


"Jadi kamu ingin aku melakukan sesuatu "


"Terserah kamu saja, sekarang aku sedang tidak bahagia. Kalau kamu bisa membuat aku bahagia aku akan memberikanmu sebuah ciuman manis "


"Baiklah sayang, tunggu aku disini. Mungpung jam istirahat "


Galang melangkah pergi mendekati teman-temannya dan membisikan sesuatu. Teman-teman Galang langsung menganggukan kepalanya tanda setuju.


Sedangkan Galang sendiri langsung menghubungi orang kenalanya. Pokoknya hari ini harus berhasil memberi perhitungan pada Budi. Ya meski yang salah pamannya tetap saja Budi adalah keluarganya.


...----------------...


Budi yang akan pergi kekantin, diikuti oleh teman-temannya Galang. Saat sudah terlihat sepi langsung saja kepala Galang di bekap oleh kresek hitam besar.

__ADS_1


Budi diangkat keluar dari dalam sekolah "Hey apa-apaan ini, kenapa aku diperlakukan seperti ini. Tak lucu ya, lepaskan aku. Aku tidak terima jangan main-main seperti ini "


Budi langsung dimasukan kedalam tong sampah besar dan dikunci, bahkan tong sampah itu dirantai "Bawa dia, buang dia saja "


"Baik "


Tong sampah itu segera dibawa kedalam mobil, Budi yang ketakutan langsung berteriak "Akhh tolong siapa saja tolong. Jangan lakukan seperti ini. Aku sesak nafas disini tak ada oksigen tolong "


"Siapa saja tolong aku "


Budi mengedor-gedor pintunya dengan keras, berteriak meminta tolong pada siapa saja. Budi sudah sangat ketakutan sekali.


...----------------...


Disekolah ini sudah terjadi pembullyan sejak lama. Bahkan banyak yang menjadi korbannya baik secara fisik ataupun verbal. Aku disini ingin meminta bantuan agar kejadian ini tak terjadi lagi disekolah kami.


Aku Renaldi guru bahasa Indonesia di SMA merah putih ingin meminta bantuan.


Setelah mengetik surat itu Pak Renaldi memprinnya dan menandatangani suratnya. Semoga saja ini berhasil dan bisa menolong murid-muridnya yang disakiti.


...----------------...


Budi wajahnya sudah sangat merah sekali, Budi mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Ayu. Pasti Ayu bisa menolongnya.


"Hallo Ayu "

__ADS_1


"Iya Budi kenapa, kenapa suaramu tidak terlalu terdengar "


"Jangan bercanda Ayu "


"Ist mana mungkin aku bercanda, sebenarnya kamu dimana sih "


"Aku tidak tahu, aku dimasukan kedalam tong sampah tolong aku Ayu, aku sudah sangat kehabisan nafas aku sudah sesak nafas"


"Apa kenapa bisa, siapa yang melakukan itu"


"Aku juga tidak tahu, tolong bantu aku Ayu. Hanya kamu yang bisa bantu aku, aku sangat ketakutan sekali "


"Baiklah kamu dimana, aku akan membantumu bagaimana kalau kamu ga kasih tahu aku "


"Aku binggung harus melakukan apa "


"Kirim lokasi kamu cepat "


Budi yang baru ingat langsung saja mengirimnya, dirinya sudah sangat ketakutan sekali.


"Kamu ini dimana, kenapa jauh sekali "


Ayu menatap saudaranya "Aku akan pergi "


"Mau kemana Cempaka "

__ADS_1


Cempaka tak mendengarkan teriakan Aksa, dia terus saja berbicara dengan Budi. Sungguh dirinya sangat kaget saat melihat dimana Budi sangat jauh sekali dia.


__ADS_2