Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 224 Tidak mau diajak


__ADS_3

Sedangkan Aliyah dia baru datang, hari ini dia membawa mobil, tidak seperti biasa-biasanya. Biasanya selalu diantarkan oleh sopir Aliya dengan jalan yang centil segera masuk ke dalam sekolah. Teman-temannya sudah ada di sana Abigail dan juga Cassandra sudah menunggunya.


"Kukira kau tidak akan sekolah" ucap Abigail.


"Mana mungkin aku tidak akan sekolah, aku datang ke sini untuk melakukan sesuatu, kalian sudah tahulah apa yang akan aku lakukan "


"Pasti kau akan membuat rencana baru kan, aku sudah menebaknya "


"Tahu saja apa yang akan aku lakukan. Dimana perempuan kampung itu sekarang"


"Belum datang dia. Mungkin dia tidak akan masuk sekolah, takut olehmu "


Aliya langsung pergi meninggalkan kedua temannya, dia berjalan ke arah lapangan basket dan melihat Andaru yang sedang bermain basket bersama teman-temannya.


"Sayang sayangku halo aku datang"


Andaru malah mendelikan matanya saat melihat Aliya yang datang kemari, permainan basket langsung berhenti dan berkumpul menatap Aliya yang datang.


"Hai Andaru. Apakah kau mau bekerja sama denganku untuk menghancurkan perempuan itu, kau tahu kan apa yang telah perempuan itu lakukan padamu kita bisa kerjasama. Kita akan sangat kompak jika melakukan itu"


"Kau kan yang sudah menyebarkan foto itu untuk apa"


"Kenapa kau menuduhku seperti itu, memangnya kamu punya bukti kalau aku yang telah melakukan itu, dari tadi sepanjang jalan aku masuk ke sekolah ini banyak yang menanyakan hal itu. Katanya aku yang menyebarkan foto kalian berdua. Mana mungkin aku melakukan itu kau tidak melihat muka polos ku ini"


"Menjijikan sekali" Andaru langsung pergi meninggalkan Aliya, Aliya yang akan mengejar Andaru dipegang tangannya oleh Galang.


"Sudah kau tenang saja biar aku yang bicara pada Andaru dia. Dia pasti akan mengerti dia akan mengikuti apa kata-kataku kau tidak usah khawatir aku akan membantumu sayang "


"Tapi kau yakin akan bisa membujuk Andaru, kau tahu sendiri kan bagaimana Andaru itu keras kepala dan tidak akan bisa dibujuk dengan mudah aku sudah tahu bagaimana dia"


"Kau tidak percaya padaku, kau tahu kan aku sudah berteman lama dengannya. Jadi aku bisa melakukan apapun aku pasti akan membantumu sayang. Siapapun yang telah melukaimu akan berurusan denganku. Aku tidak akan pernah melepaskan orang itu"


Aliya menatap Galang dengan ilfil, lalu pergi begitu saja untuk menghampiri Andaru yang tadi sudah pergi meninggalkannya.

__ADS_1


Andaru yang sedang duduk di tangga memegang gelang itu, lalu dia mengingat pertama kali dirinya melihat Ayu, lalu saat dirinya berdansa dan gelang ini yang selalu menyatukan dirinya dengan Ayu.


Yang terakhir adalah di ruang musik, saat tiba-tiba gelang ini menyatu kembali. Padahal sebenarnya dirinya tak melakukan apa-apa tapi gelang mereka selalu menyatu.


Andaru menatap ke arah belakang saat melihat ada langkah kaki ternyata itu Aliya "Ada apa kau "


"Memangnya aku tidak boleh kemari "Aliya duduk dan memegang gelang yang dari tadi dimainkan oleh Andaru.


"Kau tahu, kau tidak akan pernah bisa melepaskan gelang ini sampai kapanpun Andaru. Ini adalah kenangan terindah kan dariku sampai-sampai kau tidak mau menghilangkannya"


Andaru hanya diam menatap lurus ke depan "Oh ya kau masih ingat tidak saat pertama kali aku memberikan gelang ini, aku harus menyusul mu yang sedang ada di Korea sedang liburan, karena kau tiba-tiba saja marah aku jadi menyusul mu dan membawakan kue untuk mu "


Andaru tersenyum dan menatap Aliya sejenak"Ya aku masih mengingat semuanya"


"Lucu sekali kan, aku harus membeli tiket pada hari itu juga dan terbang menemuimu, tapi akhirnya semuanya tidak sia-sia aku akhirnya bisa bertemu dengan mu dan kau tak marah lagi padaku "


Andaru tiba-tiba mengingat tentang masa lalu dirinya dengan Aliya. Memang indah tapi itu harus segera dilupakan.


flashback


Andaru begitu senang saat melihat Aliya datang dan langsung memeluknya dengan erat. Mereka duduk berhadapan dan Aliya memakaikan sebuah gelang padanya.


"Ini untuk apa"


"Ini untuk kado ulang tahunmu, kau tahu aku membelinya khusus untukmu. Kata penjualnya gelangnya tidak akan bisa lepas dari pasanganku, kau tidak akan bisa melupakanku dan sampai kapanpun kita akan terus bersama. Bagaimana kau senang aku datang kemari"


"Tentu aku senang sekali kau datang kemari. Aku tidak menyangka kau akan datang ke sini"


"Tentu saja aku pasti akan datang ke sini, aku begitu takut saat kau tiba-tiba marah padaku tanpa sebab. Makanya aku langsung terbang kemari untuk menemuimu, tapi ternyata saat aku datang kemari kau begitu senang dan menyambutku dengan begitu bahagia. Aku juga membawakan mu kue, aku membawakan kue kesukaan kita berdua"


"Benarkah, kau membawanya jauh-jauh dari Indonesia hanya untukku"


"Tentu saja, aku membawakan khusus untukmu. Kalau bukan kau yang ulang tahun dan marah padaku mungkin aku tidak akan melakukan ini, tapi karena dirimu yang melakukan ini makanya aku datang dan akan merayakan ulang tahunmu di sini"

__ADS_1


"Aliya kau sudah datang"


"Hai Tante, iya aku udah dateng, tadi aku langsung datangin Andaru. Aku maaf ya aku ga langsung temuin tante dulu"


"Iya ga apa-apa tadi Bunda kamu nelpon tuh, katanya kamu tiba-tiba ga ada di rumah. Bunda khawatir katanya kenapa ga bilang dulu sama Bunda"


"Aku buru-buru tante karena Andaru tiba-tiba marah tanpa sebab sama aku, makanya aku khawatir banget dan takut Andaru terus marah sama aku "


"Andaru memang kadang-kadang emosian suka ga ke kontrol tiba-tiba marah dan gitulah. Maaf ya udah buat kamu harus nyusul jauh-jauh ke sini. Andaru pasti akan sangat beruntung bila terus hidup bersamamu"


"Tapi apakah Andaru berpikir begitu juga, ini kan menurut tante tapi apakah Andaru mau terus bersamaku sampai nanti "


Aliya menatap Andaru, Andaru tersenyum dan mengusap wajah Aliya "Aku pasti akan bahagia hidup bersamamu Al, kau tidak akan pernah tergantikan"


"Lihat Kan apa kata tante Andaru tidak akan bisa melupakanmu. Ya sudah tante akan kembali memasak lagi teruskan mengobrol kalian, ajak juga adikmu untuk mengobrol kasihan dia"


"Iya Mah nanti aku ajak Aksa untuk berkumpul di sini, dia terlalu sibuk untuk membuat kue bersama mama di dapur"


Bella hanya tersenyum dan meninggalkan anaknya bersama Aliya berdua kembali. Andaru menggenggam tangan Aliya dan menciumnya.


Flashback of


"Bagaimana Andaru apakah kau setuju untuk bekerja sama denganku, kita hancurkan perempuan itu. Aku tahu pasti Om marah kan saat ada polisi datang ke rumahmu, aku yakin tante juga pasti marah padamu"


"Kau sudah merusak suasana Aliya"


Andaru bangkit, Aliya pun ikut bangkit dan mereka saling berhadap-hadapan" Sepertinya kita tidak usah membicarakan apa-apa lagi, sudah sampai sini cukup kita bicara jangan bicarakan apa-apa lagi"


"Ada yang perlu kita bahas, yaitu membahas Ayu. Apa sih yang kau pikirkan aku hanya ingin mengajakmu kerjasama untuk menghancurkan perempuan itu. Dia tidak pantas untuk ada di sekolah ini dia harus hancur"


"Apakah kau sudah beres bicaranya"


"Akhh sudah, aku sudah selesai"

__ADS_1


Andaru langsung pergi begitu saja meninggalkan Aliya. Aliya yang kesal juga ikut pergi. Akan dirinya lampiaskan semua kekesalannya ini pada Ayu. Lihat saja apa yang akan dirinya lakukan pada Ayu dan itu akan membuat Ayu malu.


__ADS_2