
Brak
Adi yang sedang mengerjakan pekerjaannya kaget saat pintu dibuka dengan begitu keras.
"Kau Adi harus bertanggung jawab atas kematian anak ku"
Sambil menarik kerah kemeja Adi, mau tidak mau Adi bangkit dan melepaskan cekalan itu dengan kasar.
"Ayo keluar " ucap Zack sambil menarik tangan laki laki itu.
"Sudah Zack biarkan dia berbicara kau keluarlah dan tutup pintunya "
"Baik tuan "
Setelah Zack keluar dan menutup pintu, Adi duduk kembali dikursi kebesarannya sambil menatap ayah Ziva yang wajahnya begitu merah menahan amarah padanya.
"Silahkan mantan mertua duduk, dan jelaskan apa yang ingin anda bicarakan pada saya, saya tak punya waktu banyak silahkan silahkan duduk "
"Persetanan dengan mu Adi, kamu harus bertanggung jawab atas kematian Ziva anakku, kau kan yang telah membunuhnya tidak mungkin Ziva berselingkuh seperti itu dengan laki-laki lain,kau pasti sudah membuat sebuah rencana agar kau bisa menikah dengan pujaan hatimu itu istri keduamu kau sudah menikah lagi kan kau sudah menghianati anakku" teriak ayahnya Ziva.
"Jangan berteriak seperti itu mantan mertua, aku masih normal dan aku bisa mendengar suaramu jadi pelan kan suaramu. Ayo duduk dan kita bicara dengan baik-baik jangan seperti ini"
"Akhhh aku tak mau duduk ditempat pembunuh seperti mu" kembali ayahnya Ziva berteriak.
Adi membuka laci kecil dan melemparkan sebuah foto diatas meja kerjanya.
"Silakan anda lihat bukti-bukti yang sudah saya kumpulkan di sini, siapa yang salah saya atau anak anda lihat dengan baik-baik "
Ayah Ziva segera mengambil foto foto itu, melihatnya satu persatu, foto anaknya dan laki laki yang sudah mati itu, dengan Piyan. Ayahnya Ziva menggelengkan kepalanya lalu merobek kertas itu dan melemparkannya ke wajah Adi.
"Ini pasti hanya tipu muslihat mu saja, kau pasti sudah memalsukannya kau sudah mengeditnya "
Adi melihat sobekan foto yang berserakan di pangkuannya lalu menatap ayahnya Ziva " kau berani padaku "
Dor dor Adi menembak kepala ayahnya Ziva dengan cepat, dua peluru langsung bersarang di kepala ayahnya Ziva. Ayah Ziva langsung tumbang dan meninggal ditempat, berbarengan dengan pintu yang terbuka lebar.
"Ada apa tuan apakah kau baik baik saja "
__ADS_1
"Buang jasad dia atau aku berikan pada buaya atau pada serigala yang ada di belakang rumah, biar dia dihabisi saja aku sudah muak mendengar ocehannya, aku tidak mau ada bukti sedikitpun dan tidak mau ada bercak darah sedikit pun di ruanganku ini"
"Baik tuan "
Adi membenarkan jasnya , lalu pergi begitu saja meninggalkan Zack dan juga ayahnya Bella yang sudah mati dan tak akan hidup lagi, sepertinya dirinya harus menghabisi orang orang yang mengetahui ini semua, apakah Amelia juga harus dirinya bunuh, hemm itu akan menyenangkan baiklah kita susun dulu rencanannya.
***
Bella yang tertidur langsung terbangun "Ada apa Bella kenapa tiba-tiba terbangun apakah kau lapar"
Bella melihat kearah Rizki lalu menggelengkan kepalanya" tidak aku tidak apa-apa hanya bermimpi buruk"
"Mimpi apa sampai-sampai harus membangunkanmu seperti ini"
"Aku bermimpi kalau mas Adi diculik dan ditembak lalu dia mati, meninggalkan aku dan anak-anak juga"
Rizky menggelengkan kepalanya "sudahlah itu hanya bunga tidur saja kau tidak usah memikirkannya ya, itu hanya mimpi tak usah dipikirkan kau ingin makan sekarang"
"Boleh "
"Aku akan mengambilkan makanmu terlebih dahulu, dari tadi suster sudah memberikan makanannya tapi aku tidak tega untuk membangun mu, kau begitu pulas tidur dan tadi juga dokter sudah membolehkanmu untuk pulang apakah kau ingin aku antarkan atau menunggu ayahmu ke sini saja menjemputmu"
"Baiklah "
Rizki memberikan nampannya pada Bella dan tiba tiba saja ponsel Rizki berdering saat Rizki melihat ada nomor yang tak dikenal menelfon langsung mengangkatnya
"Bicara dengan siapa aku"
"Bagaimana keadaan Bella, apakah dia baik-baik saja apakah dia sudah makan, apakah tak ada yang sakit, apakah kandungannya baik-baik saja, apakah tak ada yang terjadi pada Bella. Kau tidak menghubungiku kau tidak memberitahu keadaan Bella"
Rizki menjauhkan ponselnya mendengar semua celotehan orang diseberang sana membuat telinganya sakit.
"Bisa tidak kau tanya satu-satu Bella baik-baik saja dan dia sekarang juga sedang makan, tidak ada yang terjadi semuanya aman-aman saja. Bagaimana aku bisa menghubungimu kau saja tidak memberikan aku nomor ponselmu ya aku menunggu telepon darimu saja dia baik-baik saja tak ada yang terjadi"
"Coba alihkan teleponnya menjadi video call aku ingin melihat ibu dari anak-anakku"
"Hemm baiklah silahkan "
__ADS_1
Rizki segera membalikan nya dan memperlihatkan Bella yang sedang makan " sayang kau baik baik saja apakah laki laki yang bersamamu tidak membuat mesum, apakah dia tak melakukan apa apa padamu, jika dia berani melakukan itu kau bicara padaku, aku tak segan segan akan menghabisinya"
"Hey kau tuan memangnya aku ini laki laki brengsek yang akan melecehkan Bella "
"Mas kau jangan seperti itu pada Rizki, dia adalah sahabatku kau kenapa berbicara seperti itu Rizki tak mungkin melakukan apa-apa padaku jadi jangan berbicara pada Rizki seperti itu. Aku tidak suka dia temanku"
"Maafkan aku sayang, Aku hanya takut saja dia melakukan sesuatu padamu tidak ada yang sakit kan sekarang semuanya sudah baik-baik saja"
"Semuanya baik-baik saja mas, aku sudah pulih kembali aku baik-baik saja kau tenang saja ya aku pasti akan baik-baik saja saat Rizki menjagaku"
"Tidak ada laki-laki tengil itu kan di situ tidak ada laki-laki sok jadi pahlawan itu"
"Siapa memangnya"
"Mantanmu itu" ucap Adi dengan ketus
"Alvaro dia tidak ada di sini, dia sudah pulang bukannya kalian tadi pulang bersama ya kukira kalian sudah bersahabat menjadi teman "
"Jangan pernah harap itu akan terjadi, aku tidak akan pernah berteman dengan dia sekarang aku akan ke rumah sakit kau tunggu ya. Aku akan menjemputmu sayang kita pulang sekarang aku akan berbicara pada ayahmu kalau kau akan pulang ke rumahku"
"Mana mungkin yang ada papi tidak akan pernah mengizinkannya, kau tahu kan bagaimana papi bukannya kau ingin meluluhkan hati papi dulu kenapa tiba-tiba kau akan membawaku"
"aku lupa tadinya aku akan mengambil paksa dirimu lagi, tapi aku akan berbicara dulu begitu "
"Hei awas saja ya kau ini ingin bawa sahabatku kabur lagi, aku tidak akan membiarkan itu ya tuan awas saja kalau kau berani membawa Bella pergi lagi, Bella itu punya kehidupan"
"Berisik kau, aku sedang berbicara dengan istriku bukan dengan mu. Aku ke sana sayang i love you"
"Yah aku tunggu"
"Kenapa kau tidak menjawabnya jawablah sayang i love you too gitu"
"Ya aku tunggu"
"Sayangg " rengek Adi
"Baiklah i love you too"
__ADS_1
Sambungan terputus dan Bella kembali menyantap makanannya yang sempat tertunda.