Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 201 Mirip


__ADS_3

"Ayo lagi WhatsApp-an sama siapa nih. Nanti kalau Aliya tahu marah loh, ayolah Andaru jangan ganti-ganti cewek cukup satu cewek. Kenapa sih harus ganti-ganti terus, apa enaknya coba ganti-ganti pacar "


"Ngagetin aja sih Aksa, makanya sana cari pacar jangan gangguin terus kakaknya, Aliya mah gampang lah nanti juga diputusin selesai kan"


"Setiap bulan, setiap tahun pasti aja ganti pacar. Apalagi yang dicari, yang gimana lagi sih yang mau dicari Aliya cantik, dia itu anak teman dari mama. Kamu mau bikin masalah gitu sama Mama, sama tante Sani juga. Udahlah jangan bikin masalah "


"Kalau udah nggak cinta mau gimana dong, udah break juga kali Aliya nya aja yang suka nempel-nempel sama aku, ngapain bahas-bahas dia juga nggak ada gunanya"


"Tetap aja harus baik-baik, meskipun udah break baik-baik putusnya jangan ada masalah nanti cewek kamu yang baru bermasalah sama Aliya. Kamu kayak nggak tahu aja gimana Aliya, dia itu keras banget dan dia juga nggak akan terima kalau kamu sama perempuan lain"


"Iya Iya aku tahu kok gimana dia dan aku bisa handle semuanya"


"Oke awas aja sampai nanti ada masalah. Aliya datang ke sini dan bicara sama mama. Kamu mau emang dimarahin sama mama nantinya "


"Enggak akan lah, Mama nggak akan marahin aku cuman gara-gara Aliya, pasti cuman nasehatin aja"


"Hem, gimana kamu sajalah"


Aksa keluar dari kamar kakaknya, terserah kakaknya sajalah yang terpenting tak ada masalah. Memang Andaru itu terkenal Playboy.


...--------------...


"Gimana keadaan Sinta dia udah baik-baik aja kan ? "


Ayu langsung duduk di kursi meja makan dan membaringkan kepalanya "Ya kayak gitu aja sih mah. Dia kayaknya marah deh sama aku emang ini semua sih kesalahan aku ya"


"Nggak usah salahin diri kamu sendiri, itu emang udah takdir Sinta kecelakaan. Udah Mama bilang kan jangan pernah salahin diri kamu, karena kamu nggak salah"


"Tetap aja aku merasa bersalah mah"


"Udah udah nggak usah bahas dia, sekarang gimana kamu udah pikirin tentang sekolah kamu di sana "


"Udah mah, aku terima beasiswa itu emangnya yang masuk ke sana siapa aja yang dapat beasiswa siapa aja mah "


"Nanti besok juga kamu akan tahu siapa aja yang dapat beasiswa, pokoknya kamu harus siap-siap pasti kamu akan sangat cantik sekali memakai seragam itu. Ubah penampilan kamu ya, rambut kamu jangan diikat terus kayak gini ubah sedikit sayang, kamu harus terlihat cantik di sana lihat kamu itu udah cantik tinggal di rubah sedikit aja pasti makin cantik deh anak mama ini"

__ADS_1


Aku hanya bisa menghembuskan nafas beratku, rasanya memang sangat berat untuk sekolah di sana. Tapi aku bertekad untuk menemukan siapa pelaku yang telah membuat sahabatku menjadi lumpuh seperti ini, aku janji akan menemukan orang itu, dan orang itu tidak akan bisa termaafkan olehku dia akan habis aku janji itu.


...----------------...


Aku melihat diriku yang sudah siap memakai seragam yang lumayan bagus sih, tapi bukan lumayan lagi sih ada almamaternya juga.


Setelah menata rambutku aku keluar dari kamar dan mamaku sudah berdiri di sana, sampai-sampai aku kaget melihatnya.


"Wah anak Mama cantik banget. Nah gini dong rambutnya di curly kayak gini, jangan diikat terus kamu itu harus menjadi yang tercantik. Ya ampun berputar berputar Mama pengen lihat kamu"


Tanpa banyak bicara Ayu memutarkan tubuhnya dan Mamanya bertepuk tangan dengan senang, lalu memeluknya dengan erat.


"Mama suka kamu yang kayak gini, pokoknya di sana kamu semangat ya kamu akan menjadi lulusan terbaik. Mama akan sangat bangga jika kamu sekolah di sana dan sekarang terwujudkan doa-doa mama selama ini terkabul juga"


"Iya mah nanti aku pulang ke butik ya"


"Nggak usah kamu nggak usah bantuin mama ke butik, kamu di rumah aja belajar dan urus badan kamu biar selalu cantik ya, pokoknya biar Mama aja yang kerja kamu nggak usah"


"Mama yakin ?"


"Iya Mama yakin, kamu nggak usah bantu biar mama nanti cari karyawan lagi buat bantu-bantu mama. Pokoknya kamu diam di rumah aja belajar dan urus badan kamu aja oke"


"Aina, Budi, Danu jadi kalian yang terima beasiswa itu"


"Iya kita yang terima, ya mana mungkin kita tolak yang ada senang banget ya meskipun Sinta nggak bisa ikut masuk sekolah sana juga, tapi seenggaknya kamu juga masuk sana kan "ucap Aina


"Iya sayang banget Sinta nggak bisa masuk ke sana" timpal Danu


"Udah ayo cepat kita harus pergi itu mobil di depan udah nunggu, Paman Dion sendiri yang akan antar kita ke sekolah" ajak Aina dengan senang.


Ayu hanya mengganggukan kepalanya saja. Aina lalu menggandeng tangan Ayu untuk masuk ke dalam mobil, rasanya enggan untuk berbicara dengan paman Dian dia sudah sangat mengecewakan sekali.


...----------------...


Setelah kami turun dari dalam mobil aku melihat anak-anak di sini membawa mobil sendiri, apakah orang tuanya tidak memarahi mereka membawa mobil sendiri-sendiri.

__ADS_1


Lalu aku melihat ada perempuan modis dengan dandanan yang berbeda dan juga memakai sepatu yang berbeda, maksudku tidak memakai sepatu sekolah dia memakai sepatu hak tinggi.


Apakah di sini tidak masalah, lalu aku juga melihat ke arah belakang perempuan itu ada perempuan yang memakai kaos, lalu memakai almamater aneh sekali sekolah ini apakah begitu bebas.


Laki-lakinya juga kancing terbuka dibiarkan begitu saja. Aku hanya bisa diam dan tak bisa mengatakan apa-apa lagi tiba-tiba saja ada yang memelukku. Aku yang kaget sampai memundurkan langkahku.


"Maaf Bu"


Perempuan yang tadi memeluk itu melepaskan pelukannya dan memegang wajahku, lalu dia memeluk lagi ada apa ini.


"Namamu siapa"


"Dia ayu Nyonya anak yang menerima beasiswa di sini, salah satu nya"


Datang bapak-bapak berambut tipis dan memanggil perempuan yang memeluk itu Nyonya siapa dia.


"Pak Ginanjar, Ayu ya namanya"


"Iya dia Ayu Nyonya yang ini Aina, ini Budi dan ini Danu"


Perempuan itu hanya menganggukkan kepalanya saja, tiba-tiba senyumnya tadi langsung memudar dan datang kembali seorang laki-laki tampan dan merangkul perempuan tadi.


"Sayang kenapa kau berlari seperti tadi, ada apa"


"Tidak apa-apa Mas, aku hanya mengingat anakku saja wajah Ayu begitu mirip dengan Cempaka jadi aku teringat lagi dengan Cempaka"


Dan laki-laki tadi juga langsung menatapku, tapi tak lama lalu kembali menatap istrinya "Sudah sayang aku kan sudah bilang, aku sedang mencari Cempaka akan aku usahakan selalu untuk bisa menemukan Cempaka"


"Hemm, ya aku tahu kau selalu berusaha menemukannya, tapi itu tak akan mungkin"


Perempuan itu langsung pergi meninggalkan laki-laki tampan itu dan ada murid dengan wajah yang sama mendekati perempuan itu, sepertinya mereka anak dari perempuan cantik itu kembar ya.


"Pak Ginanjar kau ajak mereka berkeliling ya"


"Baik Tuan "

__ADS_1


Lalu setelah laki-laki itu pergi pak Ginanjar menatap kami semua "Yang tadi itu adalah orang yang mempunyai sekolah ini, dia adalah nyonya Bella dan Tuan Adipramana, anak mereka juga sekolah di sini jadi kalian jangan macam-macam ya, jaga sikap kalian dan jangan membuat malu. Ayo kita melihat-lihat dan aku akan menunjukkan di mana kelas kalian"


Kami semua tidak menjawab. Kami semua langsung mengikuti langkah Pak Ginanjar yang masuk makin dalam ke sekolah itu banyak siswa-siswi yang menetap kami dengan aneh. Memangnya ada yang aneh dari penampilan kami semua, padahal seragam pun kami sama tidak ada bedanya.


__ADS_2