Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 235 Mulai tertarik


__ADS_3

Tok tok tok


"Masuklah "


"Halo Bu Bahar"


"Iya Pak Renaldi ada masalah apa sampai-sampai kau mendatangi ruanganku, apa ada masalah serius "


"Ada yang ingin aku bicarakan sampai-sampai aku datang ke ruanganmu seperti ini. Kau ini wali kelas Ayu kan"


"Yah aku wali kelasnya. Lalu ada apa sampai-sampai kau datang keruangan ku"


"Sepertinya kau harus lebih mengayomi kembali murid-muridmu itu dan mencari siapa pelaku yang telah membuat Ayu tidak bisa buka mulut tentang masalah kemarin. Aku yakin ada yang terjadi pada Ayu"


"Memangnya apa yang terjadi pada Ayu, kemarin kan kebakaran lalu apa yang terjadi"


"Seharusnya kau ini lebih tahu daripada aku, kau ini wali kelasnya Bu Bahar maka kau harus lebih mengetahui tentang masalah-masalah dari anak didik mu, aku sih merasa kecewa karena kau tidak mengayomi semua muridmu. Hanya beberapa saja yang kau dekati dan kau dengarkan"


"Jadi ini jalan ceritanya tuh ke mana Pak Renaldi, sampai-sampai kau membawa-bawa tentang caraku mengayomi semua murid-murid"


"Ayu telah merahasiakan sebuah masalah dan itu pasti terjadi karena salah satu muridmu. Aku yakin itu Ayu sudah dirundung oleh teman-temannya, tapi dia tidak bisa terbuka padaku. Sepertinya kalau padamu dia akan terbuka sesama wanita kan pasti akan lebih enak berbicaranya. Kau lihat sendiri kan Budi kemarin aku temui dia tidak memakai pakaian dan aku memberikannya pakaian lalu Ayu dia juga basah kuyup dan memakai celana olahraga, lalu pakai kemeja saja sedangkan teman-teman yang lain pakai seragam yang utuh tapi kenapa dia berbeda pasti ada sesuatu hal yang terjadi"


"Kita ini sedang kebakaran Pak Renaldi pasti dia kebasahan. Kenapa kau malah mempermasalahkan tentang hal itu. Itu bukanlah hal penting yang harus dibahas aku ini banyak pekerjaan. Bisakah kau tinggalkan aku dan aku akan membereskan tugas-tugasku ini. Tugasku sangat banyak tidak hanya untuk mengobrol denganmu saja"

__ADS_1


"Iya aku tahu jangan mentang-mentang Ayu masuk kemari dengan jalur beasiswa. Jadi kau membiarkannya. dan membela orang yang salah. Ayu sedang ada masalah seharusnya kau temui dia dan berbicara empat mata bersamanya. Bicarakan apa masalah yang terjadi padanya. Bukan diam seperti ini dan malah mengusirku"


"Ini adalah urusan ku, jadi kau tidak usah ikut campur tentang bagaimana aku mengayomi murid-murid ku dan mengajarkan bagaimana hal yang baik pada mereka. Biar aku nanti yang berbicara pada mereka, kau tidak bisa ikut campur sedalam ini sejauh ini"


"Aku akan ikut campur kalau ini bermasalah dengan murid-murid ku. Aku akan terus membantu Ayu sampai dia mau berbicara apa yang terjadi sebenarnya padanya saat kebakaran itu. Aku yakin itu adalah suatu hal yang sangat memalukan sampai-sampai Ayu tidak bisa mengatakannya padaku"


"Kurasa itu tidak perlu biarkan aku yang berbicara dengan murid murid yang lain juga "


"Jangan bicara dengan murid-murid yang lain, tapi kau bicara dengan Ayu, hargai dia sebagai murid kita meskipun dia masuk jalur beasiswa. Tapi tetap saja dia siswa yang harus kita lindungi dan jika ada satu orang yang menyakitinya maka kita harus membantunya. Agar orang itu tidak menyakiti orang lain juga"


"Apakah anda sudah ceramahnya"


"Tentu sepertinya percuma saja berbicara denganmu, karena kau ternyata tidak bisa mengayomi murid-murid mu dengan baik. Kau hanya membela murid-murid kaya mu saja"


Pak Renaldi langsung pergi meninggalkan Bu Bahar, karena percuma berbicara dengan Bu Bahar tidak akan ada ujungnya.


...----------------...


"Lihatlah Andaru sepertinya Aliya akan melakukan hal gila lagi. Dia mengadakan pesta di rumahnya dan aku yakin ini adalah jebakan untuk Ayu"


"Kau tahu dari mana"


"Dia baru saja mengumumkan itu semua dan aku yakin itu hanyalah sebuah jebakan. Aku tidak yakin dia akan begitu saja melupakan tentang hal ini tentang masalah ini"

__ADS_1


"Iya juga sih, tapi kita harus datang ke pesta itu kita tidak bisa diam saja kan dan membiarkan Ayu harus dirundung lagi di sana"


"Tentu saja, aku akan datang aku tidak mungkin membiarkan Cempaka harus disakiti oleh perempuan itu"


"Dia bukan Cempaka Aksa, dia adalah Ayu dia hanya memiliki wajah yang sama dengan Cempaka. Cempaka sudah tidak ada dan kuburannya ada di hadapan kita di dekat rumah kita, maka kau tidak bisa mengelaknya Cempaka itu sudah tidak ada"


"Seharusnya kau yang lebih peka Andaru. Kau adalah seorang kakak kau akan tahu jika adikmu masih hidup, aku yakin dia Cempaka dan aku sangat yakin dia bukan Ayu dia adalah Cempaka kita. Dia adalah adikku yang telah diculik dan yang dimakamkan itu bukanlah adikku"


"Terserah kau saja Aksa, yang aku tahu Cempaka sudah meninggal dan ada jasadnya dan dia dikubur juga. Kita sudah lama mencari Cempaka hampir 5 tahun kita mencari Cempaka di mana-mana tapi kita tidak menemukannya. Sekarang ada orang yang mukanya mirip dengan Cempaka kau mengatakan kalau Ayu adalah Cempaka ini tidak ada buktinya"


"Maka kita harus membuktikannya, kenapa kita tidak lakukan tes DNA saja"


"Apakah akan semudah itu melakukan tes DNA pada Ayu, dia itu bukan perempuan yang mudah untuk kita taklukan atau untuk kita permainkan. Dia pasti akan mengetahui kalau kita mengambil salah satu rambutnya atau mungkin membawanya ke rumah sakit dia tidak akan pernah mau"


"Maka kita harus membuat rencana untuk bisa mendapatkan darah Ayu ataupun rambutnya atau apapun itu yang bisa dites DNA. Kita harus membuktikan semuanya aku yakin Ayu adalah Cempaka adikku yang selama ini dicari oleh ayah dan selalu mamah tangisi. Aku tidak bisa melihat Mamah terus menangis"


"Memangnya aku bisa, aku tidak bisa aku merasa terpuruk tapi aku meyakini kalau Cempaka itu sudah meninggal. Aku yakin itu dan aku tidak percaya kalau Ayu adalah saudaraku"


"Kau sudah mulai mencintainya Andaru, jujur saja padaku kau sudah tertarik kepada Ayu kan "


"Sesuai perkataanmu dan kau benar, kau bisa menebak apa yang aku rasakan. Jadi jangan paksa aku untuk membantumu melakukan tes DNA pada Ayu. Karena aku tahu Ayu bukanlah Cempaka dan aku akan mendapatkan Ayu, dia akan menjadi milikku "


"Gila kau, kemarin malam kita sudah membicarakannya ya kalau kita akan mengungkap siapa Ayu"

__ADS_1


"Sepertinya aku berubah pikiran, aku malah makin tertarik padanya dan aku mulai menyimpan perasaan juga padanya"


Andaru tersenyum miring dan langsung pergi dari balkon meninggalkan Aksa sendirian.


__ADS_2