Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 264 Sudah mengigat semuanya


__ADS_3

"Sinta kenapa diam saja. pasti kamu khawatir ya sama Ayu" tanya Aina yang memang sedang datang kerumah Sinta.


"Tidak, aku sama sekali tidak khawatir dengan Ayu toh dia itu orang kaya ngapain aku khawatir"


"Kamu kok gitu sih, kamu udah tahu kan kalau Ayu itu sebenarnya anak yang diculik itu. Kalian kan sahabatan masa sih ga ada rasa khawatir"


"Dia bukan sahabatku lagi"


Aina diam, lalu segera bangkit "Ya sudah kalau begitu aku pulang. Ya sepertinya aku salah membahas denganmu tentang Ayu. Kukira kau sangat menyayangi Ayu tapi nyatanya seperti ini ya, membenci Ayu karena sebuah hal yang Ayu lakukan dan itu sangat beresiko untuk Ayu, tapi bisa membuatmu marah. Aku malah menjadi prihatin pada Ayu selama ini apa yang Ayu lakukan malah sia-sia saja"


"Sudah kau ceramahnya, apa lagi yang ingin kau katakan padaku pelaku dari semua ini adalah Ayu, sudah tertangkap Ayu lah pelaku yang telah membuat aku lumpuh seperti ini. Jadi kau jangan terus membela perempuan itu"


"Iya aku mengerti Sinta. Ya sudah aku hanya memberitahu saja. Teman seperti itu akan sulit untuk kau dapatkan lagi, di mana lagi akan ada orang yang mau tulus membantu temannya. Semua ini bukan kesalah Ayu sepenuhnya, kau juga yang teledor kan menyeberang tanpa lihat kanan kiri. Kau juga salah Sinta "


Aina membawa tasnya dan pergi meninggalkan Sinta. Sinta yang sudah sangat marah pada Aina langsung berteriak.


"Kalian semua sialan, dasar teman tak punya hati "


...----------------...


Ayu terbangun, dia terbangun didalam kamar sendirian. Ayu langsung menangis. Dirinya sudah ingat semuanya.


Ayu ingat tentang masa lalunya, tentang Andaru kakaknya, Aksa kakaknya juga. Semua tentang keluarganya.


Ayu mengigat bagaimana saat dirinya diculik, lalu disiksa dan juga dipukuli sampai tak sadarkan diri dan dirinya tidak tahu apa yang terjadi.


"Namaku Cempaka bukan Ayu, bagaimana caranya aku keluar dari sini''


Cempaka segera bangkit dan melihat kearah jendela, ternyata jendelanya di halangi mengunakan kayu dan di paku.


"Sialan, apakah mamah sudah tahu kalau aku akan ingat semuanya "


Cempaka beralih pada pintu dan dikucunci juga. Memang semua ini sudah direncanakan.


"Mah buka mah, mamah buka "


Cempaka terus saja berteriak dan mengedor pintu" Mamah buka mah "


"Ada apa Ayu, "


Baiklah aku harus berpura-pura kalau aku tak ingat apa-apa. Aku harus bisa mengelabui mamah. Semoga saja dia tak sadar.


"Aku mau makan Mah "


Pintu kamar dibuka, Nadia langsung memeluk Ayu dengan erat. Cempaka juga pura-pura membalas pelukan itu.


"Maafkan mamah ya, mamah tadi tidak sengaja "

__ADS_1


"Iya mah tidak apa-apa aku mengerti "


"Yasudah yu kita makan. Mamah sudah memasakan sesuatu untukmu "


Pelukannya sudah dilepaskan mereka berdua beriringan keluar dari dalam kamar. Cempaka melihat rumah ini.


Rumah yang dulu pernah dirinya tinggali, rumah saksi dirinya disiksa oleh mamahnya ini. Maksudnya orang yang telah menculiknya.


"Duduk sini Ayu "


"Iya mah "


"Ini mamah masak rendang, sambal ijo dan juga ayam bakar, kamu mau makan yang mana "


"Terserah mamah aja "


"Yaudah kamu makan yang ini aja ya, kamu makan rendang. Coba deh pasti kamu bakal suka "


"Iya mah "


Cempaka memakannya sambil menatap mamahnya yang tak ikut makan. Mamanya itu terus saja menatapnya dengan senyum yang aneh rasanya menjadi takut dan merinding.


"Mamah kenapa ga makan "


"Mamah sudah makan sama Bagas tinggal kamu aja "


"Yaudah lanjutin ya makannya "


"Iya mah "


Cempaka kembali makan sambil melihat sekitar. Siapa tahu ada pintu yang terbuka atau ruangan yang bisa membuatnya kabur dari sini.


...----------------...


"Hallo Ayah, Ayah dimana "


"Ayah masih mencari keberadaan Cempaka belum ketemu sampai sekarang"


"Coba Ayah telepon mama dulu, mama sangat khawatir dengan keadaan Ayah. Soalnya dari tadi Mamah telepon ayah ga diangkat-angkat ini aku lagi di kantor ayah, tapi ayah udah ga ada ternyata. Untung aja Ayah angkatkan telfonnya "


"Aduh Ayah lupa, Ayah lagi pusing cari adikmu dan belum ketemu Dania bawa adikku entah kemana"


"Pantesan Ayu tadi langsung dibawa ya sama Mamanya pergi, ternyata emang mau kabur. Ya udah Pokoknya Ayah telepon dulu Mama aja ya"


"Iya Aksa, biasakan panggil adikmu Cempaka jangan Ayu "


"Iya Ayah "

__ADS_1


Aksa duduk dikursi Ayahnya dan memainkan laptop Ayahnya. "Nanti kalau Andaru tahu gimana ya. Kalau Ayu itu emang bener-bener Cempaka pasti pakai ribet deh ceritanya. Andaru ga akan pernah nerima "


Tiba-tiba saja ada sebuah email, Aksa membuka email itu, "Dari siapa ini. Ini kan bukan dari rekan kerja Ayah. Lokasi rumah siapa ini "


Aksa terus membaca sampai kebawah dan ada sebuah pesan disana.


Tolong selamatkan Cempaka, saya tahu anda ayahnya Cempaka dia sedang dalam bahaya saya sudah kirim alamatnya. Segeralah datang sebelum Cempaka makin bahaya ditangan bibi saja Dania.


Dia berbahaya dia sakit, dia itu selama ini sakit jiwa dan kemungkinan dia kambuh lagi. Hari ini saja dia sudah mendorong Cempaka kedalam danau. Saya tidak tahu apalagi yang akan terjadi.


Saya takut kejadian silam terjadi lagi. Saya takut bibi saya Dania akan menyiksa Cempaka sampai sekarat lagi. Tolong datang kemari.


Saya tidak bisa menolong lagi, saya tidak bisa membawa Cempaka keluar. Jadi lebih baik anda yang kemari Tuan Adipraman.


Aksa yang sudah menyelesaikan membaca semua pesan itu segera mengirimkannya pada ayahnya tapi belum dibaca juga.


Aksa menelfon Ayahnya tapi panggilannya sedang sibuk, pasti ayahnya sedang menelfon mamah. "Aduh Ayah ayo angkat ini penting banget "


Aksa segera berlari keluar dari kantor ayahnya, akan dirinya susul Cempaka kemari biar nanti ayahnya saja yang menyusul.


...----------------...


"Kamu segera tidur ya sayang, mamah temani tidur ya. Mau dinyayikan apa "


"Tidak usah mah, Ayu akan langsung tidur saja "


"Tidak mau dinyayikan apa ayo, mamah akan bernyanyi dengan sangat bagus dan kau akan segera tidur "


"Tidak usah mah, Ayu kan dari kecil tidak suka dinyayikan saat tidur "


"Mau lagi apa Ayu " sambil menjambak rambut Ayu


"Mah lepasin "


"Mau dinyanyikan apa jawab mamah Ayu "


"Baiklah Nina bobo saja mah, "


"Bagus sayang "


Dania melepaskan tangannya dari rambut Ayu dan membantu Ayu berbaring, lalu menyelimuti Ayu.


"Baiklah mamah akan bernyanyi ya "


"Nina bobo, oh nina bobo. Kalau tidak bobo, digigit nyamuk. Nina bobo, oh nina bobo. Kalau tidak bobo, digigit nyamuk" sambil menyubit tangan Ayu.


Ayu yang baru saja memejamkan matanya langsung terbangun lagi "Kenapa bangun sayang, ayo tidur lagi mamah nyayikan ya "

__ADS_1


Ayu menurut saja memejamkan matanya meski takut. Ada apa dengan mamah asuhnya ini.


__ADS_2