Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 97 malah bertengkar


__ADS_3

Tok tok tok, sekali lagi ayah Bella mengetuk pintu rumahnya dan tak lama kemudian pintu terbuka.


"Papih ada disini "


"Keluar dari rumahku sekarang juga, bawa anak sialan mu pergi dari rumah ini. Kau sudah sangat keterlaluan Reina. Bella itu adalah anakmu sendiri tapi kau dengan teganya menjual dia pada orang lain kau ini sebenarnya Ibu macam apa, aku kecewa dengan apa yang telah kau lakukan aku sekarang melepaskanmu. Lebih baik kau pergi bersama anakmu atau aku melaporkan kau ke kantor polisi"


"Tidak tolong maafkan aku, aku menyesal telah melakukan itu tolong maafkan aku papih " bruk


Maminya Bella terjatuh dari kursi roda dan memegang kaki suaminya dengan begitu erat, namun ayahnya Bella yang tidak mau lagi berhadapan dengan sang istri langsung melepaskan pegangan tangan dari istrinya di kakinya.


"Pergilah aku tak mau berurusan dengan mu, aku sudah muak mau apapun itu alasannya kau sudah membuatku kecewa Raina kau keterlaluan, kurang apa sebenarnya aku padamu uang selalu aku berikan padamu, kasih sayang bahkan aku menyayangi anakmu anak tiriku tapi kau memperlakukan anakku seperti tidak berguna, dia itu adalah darah daging kita berdua tapi kenapa kau tega melakukan itu Reina apa salah Bella sebenarnya apa"


"Tidak maafkan aku, aku tau aku salah aku mengaku salah kau khilaf pih aku minta maaf mana Bella pih, aku yakin Bella masih ada kan " ucap mamih Bella dengan tangis yang tak bisa dibendung lagi.


"Aku tidak akan mempertemukan kalian berdua lagi dengan alasan apapun, aku tidak mau Bella sampai dijual lagi olehmu hanya karena uang sudahlah percuma aku bertanya apa alasanmu karena memang dari dulu kau tidak pernah menyayangi Bella, yang ada dalam hatimu hanyalah Serena saja lebih baik bereskan semua barangmu aku tunggu 2 jam. Semua barang-barangmu dan juga barang-barang anakmu harus beres aku akan mengambil alih lagi kantor karena itu milikku dan itu warisan untuk anakku Bella bukan untuk anakmu ataupun siapapun itu dia tidak berhak mengelola perusahaanku" .


"Hik hik aku tahu aku salah, tapi pertemukan aku dulu dengan Bella setelah itu aku akan pergi, setelah itu aku tak akan menemui mu lagi, tolong aku "


"Baik kau bertemu dengan Bella tapi aku akan langsung menjebloskan mu dan juga Serena kekantor polisi, bagaimana setuju "


Mamih Bella menggelengkan kepalanya tangisnya malah makin menjadi jadi, dia tak bisa seperti ini.


"Mamih, kau baik baik saja kan, apa yang dilakukan papih, mamih baik baik saja kan " Serena mengecek setiap jengkal tubuh ibunya lalu bangkit dan menatap ayah tirinya.


"Apa yang papih lakukan pada mamih" teriak Serena


Plak " kau berani berteriak padaku hah "


Serena diam memegang pipinya yang perih, ini untuk pertama kali dirinya ditampar oleh ayah tirinya. "Pergi dari rumah saya sekarang juga, saya tidak mau ada kalian berdua dan kau Serena tak usah datang lagi ke kantor, kau tak berhak mengambil alih perusahaanku"

__ADS_1


"Tidak kami tidak mau pergi, ini rumah kami," kembali Serena berteriak dengan sangat lantang.


"Baiklah aku akan melaporkan ibumu dan juga dirimu karena telah berani menjual anak ku Bella, semua bukti sudah ada aku punya semuanya "


Deg Serena diam, lalu dirinya menatap ibunya, "ayo mih kita pergi "


Serena membantu ibunya duduk kembali lagi dikursi roda lalu pergi begitu saja tanpa banyak bicara lagi atau mengambil barang barangnya.


Setelah melihat istrinya dan juga anak tirinya pergi ayah Bella masuk dan melihat keadaan rumah banyak yang berubah, sialan anak itu berani sekali menganti semuanya apa lagi foto anaknya Bella tak ada satu pun terpajang disini.


Dulu disini foto Bella semua, dari foto keluarga, foto saat Bella kecil sampai dia dewasa tapi sekarang tak ada "pajang kembali foto anak ku, ganti semua foto foto ini " teriak ayah Bella.


Pelayan yang memang sudah ada disana dan menyaksikan saat nyonya rumah diusir segera melakukan apa yang diperintahkan oleh tuannya.


Kembali ayah Bella naik kelantai atas, masuk kedalam kamarnya mengeluarkan pakaian sang istri, melemparkan semuanya kelantai bawah, lalu masuk kedalam kamar Serena dan kembali membuangnya kelantai bawah.


"Aku ingin semua pakaian itu dibuang, aku tak mau melihatnya lagi, mau kalian jual bakar atau mau diapakan juga aku tak peduli, saat anakku pulang tak ada lagi barang barang kedua perempuan itu "


***


Bella yang baru terbangun tersenyum senang melihat Adi ada disampingnya, tapi dia masih tertidur, Bella mengelus pipi Adi yang lembut, seperti kebiasannya Bella meraba perut Adi yang ada tatonya, entah kenapa dirinya suka sekali.


Saat tangan Bella akan mengusap bibir Adi, tangannya ditangkap dan kedua bola mata Adi terbuka" kau masih suka sayang mengusap tato ku ini "


Adi mencium satu satu jari Bella dan tersenyum bahagia saat melihat cincin yang dirinya sematkan dijari Bella masih ada, bukannya waktu itu sudah tak ada ya, tapi tak apa dirinya senang Bella masih menyimpannya.


"Ya aku suka "


Adi sedikit bangkit dan mengungkung tubuh Bella, tapi tenang perut Bella tidak sama sekali tertindih, Adi mendekatkan wajahnya kearah wajah Bella dan akan mencium bibir yang selalu menjadi candu untuknya namun tinggal sejengkal lagi ada suara deheman.

__ADS_1


"Ekhmm"


Bella yang kaget langsung mencari asal suara ternyata itu Alvaro, dia ada disana, Bella mendorong dada Adi untuk bangkit tapi bukannya bangkit Adi malah meneruskan yang tadi.


Adi mencium bibir Bella beberapa kali setelah itu bangkit dan menatap Alvaro.


"Hallo kau masih ada disini anak muda " tanya Adi dengan ekspresi tengilnya.


Alvaro tak menjawab dia bangkit dan membantu Bella turun dari tempat tidur namun Adi langsung menepis tangan Alvaro yang memegang tangan Bella.


"Jangan kau pegang Bella, dia adalah istriku, kau pulang saja aku akan menjaganya "


"Istri ? kalian sudah bercerai memangnya aku tak tahu "


"Tetap saja dia akan terus menjadi istriku, ku pulanglah sekolah jangan merecoki hubungan ku dan juga Bella "


Bella menatap satu persatu laki laki yang sedang adu mulut ini, Bella segera berjalan kearah kamar mandi, biarlah pusing.


"Bella " teriak keduanya serentak lalu saling memegang tangan Bella,


"Ayo biar aku antar ke kamar mandi " kembali mereka berucap serentak


"Sudah sudah tak usah aku bisa sendiri "


Bella langsung saja melepaskan pegangan tangan mereka dan masuk kedalam kamar mandi.


"Lo ya ikut campur terus, gila ya main cium cium aja, Bella itu buka siapa siapa lo " ucap Alvaro sambil mendorong Adi.


"Sialan ya, berani kau dengan ku hah "

__ADS_1


"Kenapa aku harus tak berani ayo maju sini "


Adi yang tertantang langsung meninju Alvaro, mereka berkelahi diruang inap Bella.


__ADS_2