
Bella yang menatap kearah pohon Kelengkeng tiba tiba ingin, sepertinya akan enak dan manis saat dinamakan, Bella segera bangkit dan berjalan kearah pohon Kelengkeng yang tak jauh, ternyata dibelakang juga ada dan didepan juga ada banyak sekali pohonya.
"Pasti akan sangat enak "
Bella menyingkap roknya dia akan mencoba memanjat pohon ini, semoga saja bisa, baru saja kakinya baik sudah ditarik tangannya ini.
"Sudah aku bilang jangan kemana-mana sayang kenapa kau tiba-tiba tidak ada di kamar dan mau naik ke pohon kelengkeng ini"
"Aku ingin kelengkeng makanya aku ingin naik ke sini dan mengambilnya "
"Kau selalu saja mengada ngada sayang, biar aku yang mengambilnya kau diam disana dan aku akan membawakannya untukmu ya, tunggu disana dan jangan kemana mana ya "
"Baiklah bawa yang banyak "
Bella menunggu tak terlalu jauh dari suaminya, dia menatap keatas dan melihat suaminya seperti monyet memanjat pohon seperti itu.
"Semangat mas, aku yakin kau bisa jangan pantang menyerah aku tau kau akan bisa mengambil semuanya untuk ku, kau pasti bisa ayo semangat mas " teriak Bella dengan suara melengking dan cemprengnya.
"Ya sayang kau tunggu disana "
Bella bersorak sorak untuk menyemangati suaminya, rasanya tak sabar untuk memakan buah itu.
***
"Bagaimana apakah enak " tanya Adi sambil membuka kembali buah itu agar istrinya tak perlu membukanya dulu.
"Emm manis sekali aku suka, aku ingin terus memakannya , kapan kapan kita berburu ya aku sudah lama tak melakukan itu "
"Baguslah jika kau suka, jangan sekarang aku sedang mengandung, kita tak boleh menbunuh makhluk hidup saat kau sedang mengandung seperti ini "
"Tapi aku kemarin membunuh orang, apakah itu tidak apa"
"Kalau itu tak masalah, itu untuk mempertahankan hidupmu "
"Baiklah kalau begitu kita harus berkemah disini "
Adi yang kaget langsung bangkit " kenapa kita harus berkemah kita punya rumah sayang, "
"Ist itu akan sangat menyenangkan membuat api unggun memakan mie yang enak, lalu membakar sosis pasti akan sangat menyenangkan kita berkemah disini saja, dibelakang rumah, kau punya kan tendanya sayang "
"Kalau begitu kita dirumah saja makan mie dan berkemah di kamar "
"Tak akan sama kalau dikamar itu bukan berkemah tapi membuat anak, tapi itu tak usah kita lakukan lagi karena sebentar lagi aku akan melahirkan "
"Tapi tetap saja mau berkemah atau tidak kita harus selalu bermain sayang "
"Bermain apa sayang, bermain petak umpet tak baik malam malam mau di umpetin Wewe gombel kamu "
"Bukan yang itu sayang " rengek Adi kenapa tiba tiba istrinya berubah menjadi polos.
"Yang mana sayang "
"Kau pasti tau sayang, jangan pura pura polos aku tahu kau tak polos "
Bella malah tertawa dan melanjutkan makannya, rasanya senang saja membuat suaminya kebingungan seperti itu.
***
"Gimana sayang suka "
Bella melongok kedalam tenda " kenapa ada kasurnya kenapa ada bantalnya juga, ini mah tempat tidur pindah kedalam tenda gimana ih mas, kalau ditenda itu gak gini"
"Tapi ditenda aku kayak gini, udah sayang gini aja yah, gak usah dirubah ini udah bagus kok jangan di ubah ubah ah "
"Kamu "
"Udah sini kita bikin api unggun "
Adi sudah memotong motong kayu, dan entah dapat dari mana kayu ini.
__ADS_1
"Kenapa tak nyalakan manual saja mengunakan batu "
"Kita tidak hidup dimana purba sayang "
Adi mengambil pemantik api dan menyalakannya, "nah sudah nyala ayo kita memasak mie seusia yang kamu mau"
Adi mengambil beberapa mie dan memasaknya, lalu mengupas buah mangga yang baru saja dirinya ambil " ini sayang makan "
"Terimakasih "
"Sama sama "
"Oh ya mas bagaimana keadaan Rizki apakah dia sudah baik baik saja, aku belum melihat keadaannya aku tak sanggup melihatnya "
"Dia sudah baik baik saja dan sekarang sedang masa pemulihan, dia akan menyusul kesini "
"Beneran kamu gak bohong kan mas "
"Beneran aku gak bohong buat apa aku bohong coba "
"Iya iya deh percaya aku "
"Sebentar aku angkat dulu mienya udah jadi nih sayang pasti akan sangat enak sekali "
"Pasti "
Adi mengambilnya dengan sangat hati hati dan menumpahkannya ke mangkok yang sudah disediakan.
"Aku mau mas suapi "
"Sebentar sayang "
Adi membumbuinya dan segera menyuapi istrinya yang sudah mangap dari tadi memangnya ini anak tak sabaran ingin langsung hap saja.
***
"Tak ada memangnya kau mau apa sayang "
"Aku ingin meminta sesuatu "
"Apa itu "
"Aku ingin kau menjadi orang normal tak seperti sekarang"
Adi diam, dia mengusap punggung istrinya "kalau kau mau aku akan berhenti tapi akan banyak musuh yang menyerang kita "
"Hemm aku tahu itu pasti akan sangat sulit dan aku tidak mau membuatmu sulit tak apa aku sudah menerimamu, aku hanya berandai andai saja sih "
"Jangan tinggalkan aku "
"Aku tak kemana mana, aku disini "
Bella menatap suaminya, mereka berdua berhadap hadapan, Bella memegang pipi sang suami, perlahan lahan kepalanya maju dan bibirnya menyentuh bibir sang suami, awalnya hanya diam tapi Adi yang tak sabaran langsung ********** habis.
Dipangkunya sang istri dan dibawanya masuk dia ketenda, dengan tak sabaran juga Adi membuka seluruh pakaian Bella.
"Tutup tendanya mas "
"Tidak masalah tak akan ada yang melihatnya sayang, aku aman disini "
Adi membuka celana ketat yang di pakain sang istri, lalu menciumi kakinya Bella selalu saja begitu, Bella menarik kakinya " jangan kotor "
"Aku suka kakimu ini "
Kembali Adi mencium betis sang istri sambil sesekali menjilatinya, sedangkan Bella tak bisa melakukan apa apa dia hanya terlentang dan tak bisa melihat suaminya karena terhalang oleh perut besarnya.
Ciuman dan jilatan Adi menjalar kearah paha dan kalian tahu akan menuju kemana ciuman dan jilatan itu tak usah dijelaskan.
**
__ADS_1
"Apakah aku sudah baik baik saja dokter "
"Sudah kau hanya tinggal pemulihan saja setelah itu kau akan sehat kembali "
"Dimana sekarang Bella "
"Tuan sudah membawanya anda bisa bertanya pada Zack"
"Baiklah "
Rizki berjalan keluar rumah sepi sekali kalau tak ada Bella pasti akan sepi, Rizki mengetuk kamar Zack dan tak lama kemudian dibuka dengan lebar.
"Kau ingin bertemu dengan Nona Bella "
"Iya dia dimana aku ingin bertemu dengannya "
"Akan aku antarkan ayo "
Rizki menganggukan kepalanya dan mengikuti langkah Zack yang lebar mereka masuk kedalam satu mobil dan pergi melesat dengan cepat.
"Kau tak akan meneruskan kuliahmu "
"Aku akan meneruskan kuliahku, tapi aku akan pindah kemari agar bisa lebih leluasa kalau ingin main kepada Bella, dan aku juga akan mulai kuliah setelah Bella melahirkan "
"Kenapa "
"Aku hanya tak ingin pusing saja, jadi saat Bella melahirkan aku ada disana "
"Kau menyukai nyonya Bella "
Rizki malah tertawa terbahak bahak pertanyaan apa itu sampai sampai harus ditanyakan padannya, mana mungkin dirinya menyukai Bella.
"Kau ini kak, kalau aku mau dari SMP aku pacari Bella, aku sama sekali tak menyukai Bella, aku hanya menyayangi dia sebagai sahabat tidak lebih, aku sudah berjanji pada diriku sendiri kalau aku tak boleh menodai persahabat ini "
"Ku kira kau suka nyonya "
"Tidak itu tidak mungkin, aku hanya ingin melindunginya saja, tapi yang dilindunginya lebih jago parah sekali kan, dia sangat jago sekali "
"Apakah kau sudah tau segalanya tentang nyonya "
"Tentu aku tahu semuanya, apa sih yang tidak aku tahu tentang Bella, dia itu cucu dari seorang prajurit hebat memakannya dia seperti laki laki bengis kadang kadang dia bar bar , kadang kadang juga dia baik dan perhatian tapi itu hanya sementara, dulu dia begitu menyebalkan dia angkuh dan sombong tapi sekarang setelah bertemu dengan tuan Adi rasanya berbeda saja dia sudah berubah menjadi baik dan lembut, aku tahu itu sulit dia lakukan karena watak dari Bella itu keras kepala seperti om Rey "
Zack mengangguk anggukan kepalanya pantas sana dia begitu berani melawan tuan ternyata begitu ya.
"Setelah kau ada dirumah itu kau tak akan bisa keluar sampai nyonya Bella melahirkan "
"Aku tahu aku akan bertahan disana, disana juga ada kak Sera kan "
"Jangan ganggu dia "
"Kenapa apakah dia pacarmu "
"Bukan hanya saja jangan ganggu dia, dia galak "
"Sama seperti kak Fatimah ya galak, tak apa aku bisa mengatasi orang galak, aku sudah kebal dengan orang galak "
"Terserah aku saja tapi jangan terlalu dengan dengannya ya, aku melarangmu "
"Aku akan memberitahu pada kak Sera kalau kau suka "
"Hey apa yang kau katakan bocah aku sama sekali tak suka Sera "
"Kalau tak suka tak usah panik seperti itu dong, biasa aja santai rileks "
"Ya tetap saja nanti kalau dia geer bagaimana jangan buat masalah Rizki "
"Aku tak berjanji "
"Kau ini ya "
__ADS_1