
"Ayu ayo masuk, jangan jalan seperti ini. Kau mau kemana. Kau mau nyasar ayo masuk "
Ayu melihat Andaru yang ada didalam mobilnya " Tidak, aku tidak mau aku bisa pulang sendiri. Sudah sana kau pulang saja"
"Ayo Ayu aku akan mengantarkan mu pulang "
"Kau sama saja seperti mereka"
"Apa yang aku lakukan, aku menolong mu. Ayo sekarang segera masuk ke dalam mobil aku antarkan pulang kau tidak tahu kan daerah sini. Cepat kau salah jalan"
"Tidak mau "
Ayu malah masuk kedalam hutan "Ayu kau salah jalan "
Tapi Ayu tak menghiraukan teriakan Andaru, dia terus saja berjalan. Andaru yang tak bisa membiarkan Ayu berjalan sendiri segera mengejarnya.
"Ayu ayo kembali, kita pulang "
"Tidak, aku pulang sendiri "
"Tapi kau salah jalan, kau mau kemana masuk kedalam hutan seperti ini "
"Kau bohong, aku yakin ini adalah jalan pintas "
"Tak ada jalan pintas disini, ayo kembali lah "
"Berisik kau ah, aku bisa pulang sendiri "
"Akhh "
Ayu yang mendengar teriakan Andaru tak peduli terus saja berjalan, tapi tiba-tiba saja nyalinya ciut.
"Andaru kau dimana jangan main-main "
Ayu membalikan badannya tapi tak ada Andaru sepi sekali, Ayu menatap sekitar begitu gelap. Kenapa dirinya bisa masuk ketempat ini.
"Andaru dimana kau, ih jangan kayak gini ah "
__ADS_1
Tak ada, tak ada Andaru muncul. Ayu yang ketakutan saat akan berjalan lagi malah bertabrakan dengan Andaru yang ada dihadapannya.
Tangannya langsung digenggam oleh Andaru "Jangan takut aku ada disini, kau aman bersamaku, "
Ayu memukul mukul dada Andaru saking kesalnya "Kau menyebalkan sekali ya, kau mempermainkanku"
"Sudah, ini aku lakukan agar kau berhenti berjalan, ayo kita pulang kau salah jalan "
Ayu hanya diam saja, Andaru makin mempererat pegangan tangannya pada Ayu. Ayu dan juga Andaru saling pandang.
Tanpa Ayu sangka-sang Andaru mencium bibirnya, Ayu diam dia kaget dengan apa yang Andaru lakukan. Awalnya Andaru hanya menempelkan bibirnya saja tapi berlanjut pada yang lebih dari itu.
Aksa yang tak jauh dari mereka berdua hanya diam melihat Andaru mencium Ayu. Aksa yang kecewa langsung mundur dan pergi meninggalkan kakaknya.
Dan tanpa mereka bertiga sadari juga ada yang mengikuti mereka.Dan memfoto Andaru dan juga Ayu yang sedang berciuman siapa kah orang itu.
Ayu yang sadar langsung mendorong dada Andaru, "Apa yang kau lakukan , kau gila, kau bajingan, sialan kau "
Ayu memukul dada Andaru dengan keras, lalu menampar Andaru juga, namun Andaru langsung memeluk Ayu dengan erat.
"Hah apa kau gila lepaskan aku "
Tapi Andaru sama sekali tak melepaskan pelukannya itu, malah makin mempereratnya.
"Aku tahu kau marah karena mulai menyadari kalau kau mencintaiku, kau bukan marah padaku tapi marah pada dirimu sendiri. Karena sudah mulai membuka hati untukku "
"Jangan gila Andaru aku sama sekali tak suka padamu, mana mungkin aku suka padamu "
"Akui saja jangan di pendam seperti itu. Aku tahu kau mulai mencintaiku kan "
Ayu diam tak menjawab tiba-tiba saja mereka berdua mendengar suara ranting terinjak. Ayu yang punya kesempatan langsung melepaskan pelukan Andaru.
"Jangan ikuti aku, aku akan pulang sendiri aku bisa pulang tanpa kau antar"
Ayu langsung berlari begitu saja. Andaru pun sama dia berlari untuk mengejar Ayu.
"Jangan ikuti aku Andaru aku bisa pulang sendiri "
__ADS_1
Hap Andaru menggapai Ayu "Ayo aku antar kau sudah sangat kedinginan apakah kau ingin mati konyol ayo pulang "
Andaru langsung saja membopong Ayu dan membawanya kedalam mobilnya. Selama diperjalanan kearah mobilnya Ayu begitu berisik berteriak-teriak.
Andaru memasukan Ayu kedalam mobilnya dan disusul olehnya. Andaru mengambil sebuah kain dan memberikannya pada Ayu.
"Pakai ini dulu, aku yakin kau sangat kedinginan sekali"
Ayu tak menjawab langsung saja mengunakan kain itu, kerena memang tubuhnya juga sudah sangat menggigil. Andaru segera menjalankan mobilnya.
Selama perjalanan Ayu malah mengigat kejadian dirinya dicium oleh Andaru, dan bodohnya adalah kenapa tak dari awal menolak, baru saat sudah lama dirinya langsung melepaskannya.
...----------------...
Aliya diam saja saat papihnya sedang marah-marah tadi dirinya yang sedang dikamar langsung ditarik oleh papihnya untuk bicara 4 mata diruangannya.
"Papi tidak pernah mengajarkan kamu untuk berbohong. Kenapa kau melakukan itu Aliya, papih begitu kecewa padamu sangat kecewa "
"Karena kalau aku berbicara pada papih ataupun Bunda itu percuma, karena kalian tidak akan pernah mengizinkan aku mengadakan pesta di rumah ini. Sekali-kali aku ingin berpesta kenapa tidak boleh "
"Kau harus izin pada orang tuamu, kau ini masih kami biayai tapi sudah ngelunjak seperti ini. Untuk apa kau di sekolah kan tapi masih saja seperti anak kecil, dewasalah Aliya "
"Kenapa kau selalu saja memarahiku, tapi pada kakak kau tidak pernah sama sekali. Kalau kakak ingin mengadakan pesta bebas"
"Karena dia meminta izin makannya aku tak memarahinya, kau sangat keterlaluan Aliya kau terlalu banyak membuat Papih dan bunda marah"
"Aku tahu kalian hanya menyayangi kakak saja, di hidup kalian hanya kakak saja. Aku tidak pernah kalian anggap kalian semua tidak menyayangiku. Kalian dari dulu memang tak menyayangiku "
"Kalau kami semua tidak menyayangimu sudah dari kecil kamu dibuang. Kau tidak mengingat bagaimana perjuangan Bunda mu melahirkanmu, kau tidak pernah menghargai itu dan kau tidak pernah mau tahu tentang hal itu. Cobalah untuk menjadi anak baik Aliya papih sudah tua. Apakah kau akan terus menjadi seperti ini, menjadi anak nakal, tidak bisa diajak bicara dengan baik dan selalu melawan"
"Aku akan jadi anak baik kalau aku dibebaskan"
"Kurang bebas apa, aku selalu membebaskanmu untuk melakukan apa saja. Bahkan saat kau ingin pergi ke sekolah naik mobil, membeli barang mewah aku selalu memberikannya padamu, lalu apakah itu bukan kasih sayang Aliya. Kami selalu menuruti apa yang kau mau Aliya. Tapi kau malah berfikir kalau kami tak menyayangimu harus bagaimana kami memperlihatkannya padamu agar kau tahu bahwa kami menyayangimu "
Aliya diam, dia menggigit bibirnya kenapa dirinya bisa sekejam ini karena orang tuanya terlalu menyayangi kakaknya. Dirinya juga ingin disayangi seperti kakaknya, maksudnya tidak dibanding-bandingkan terus dengan kakaknya karena dirinya dan juga kakaknya sangat berbeda jauh tidak ada samanya.
"Intinya aku tidak mau terus dibanding-bandingkan dengan kakak, aku ya aku kakak ya Kakak jadi jangan pernah bandingkan kami berdua pih aku tidak suka itu. Aku muak kalau kalian sudah membandingkan aku bersama kakak. Aku begitu marah dan sekarang aku berbicara pada Papih "
__ADS_1