
Bella menatap rumahnya yang berantakan dari CCTV, sekarang dirinya ada di rumah mertuanya di rumah Tuan Anggabaya, suaminya dia istirahat karena badannya lemas sedangkan laki-laki itu, laki-laki pengacau itu ada di ruang interogasi dan Bella sekarang akan menginterogasinya langsung.
Bella berjalan kearah ruangan itu dan sudah ada dua orang yang menjaga, Mario sudah duduk disana dengan tangan yang diborgol.
"Bagaimana apakah kau suka dengan perjalanan yang kita lakukan, kau tidak banyak bicara"
"Lepaskan aku. Aku ingin pulang banyak pekerjaan yang harus aku urus "
"Kembalikan anakku, maka aku akan melepaskanmu dengan baik-baik. Bahkan aku akan memberikan kompensasi padamu, aku akan mengganti apa yang telah aku ledakan kemarin aku akan mengganti semuanya"
"Aku tidak tahu anakmu dibawa ke mana. Aku hanya ditugaskan untuk melukai Adipramana dan kau saja, untuk masalah Cempaka yang diculik itu urusan mafia lain. Kami bekerja tidak hanya sendiri banyak yang membenci Adi jadi kau jangan heran jika banyak yang menyerang Adi langsung seperti ini dan sasarannya adalah anak bungsu kalian Cempaka, apalagi ada seorang ayah yang hatinya sakit karena Adi telah membunuh anaknya, anak perempuannya"
"Mafia yang mana, kau sebutkan nama-namanya dan aku akan pergi pada mereka semua lalu Ayah mana, perempuan mana yang suamiku bunuh kau beritahu aku, maka semuanya akan beres, tidak usah bertele-tele seperti ini kau seperti ingin mempermainkan ku saja kau ingin mati di tanganku"
Mario malah tertawa dan menatap Bella dengan intens "Kau seorang perempuan tapi terlalu berani"
"Kenapa memangnya, perempuan harus selalu lemah tidak kan. Kau saja yang terlalu cupu untuk tidak mencari perempuan tangguh yang bisa kau permainkan. Di mana anakku cepat katakan"
Bella mengebrak meja, tapi lagi-lagi Mario tertawa" Kau tidak akan pernah menemukan anakmu Cempaka, dia akan diperlakukan tidak baik oleh keluarga itu, dia akan merasakan apa yang pernah dirasakan oleh anak perempuan itu. Suamimu jahat makanya inilah balasannya, anakmu sendiri yang akan disiksa oleh mereka. Maka nikmatilah semuanya"
Mario mengambil pistol yang ada dimeja dan langsung menembakkannya ke mulutnya, "Tidak, sialan malah bunuh diri "
Bella yang tak sempat menahan tembakan itu langsung mengacak-ngacak rambutnya " Nyonya ada apa "
"Bawa mayatnya, buang saja dia bunuh diri aku kehilangan arah buntu sudah semuanya"
"Tolong pada pihak rumah sakit bawa Andaru kemari, dan juga Rizki. Biar mereka dirawat di rumah saja agar semuanya bisa terpantau"
"Baik Nyonya akan saya laksanakan "
Bella langsung pergi, kepalanya pusing sekali, bagaimana ini orang satu-satunya malah bunuh diri, sialan Mario awas saja saat dirinya nanti mati akan dirinya kejar Mario.
"Nyonya kau sudah pulang "
"Ya Kak Zack aku disini, kenapa wajahmu sangat tegang "
Zack langsung bersujud di kaki Bella, namun Bella dengan cepat mengangkat tubuh Zack agar tidak bersujud seperti itu, apa-apaan coba.
"Kenapa kau tiba-tiba bersujud seperti itu, memangnya aku ini Tuhan. Aku ini manusia sama sepertimu, jadi jangan pernah kau melakukan itu lagi padaku"
"Aku minta maaf Nyonya karena keteledoranku Cempaka hilang, dia belum ditemukan. Maafkan aku sungguh aku sangat menyesal telah meninggalkan rumah dan teledor"
"Sudahlah semua itu sudah terjadi, kita juga tidak bisa mengulang waktu kau bersujud pun tidak bisa membuat Cempaka kembalikan, yang sekarang harus kita lakukan adalah mencari Cempaka sampai ketemu. Apakah kau sudah mendapatkan info. Mario orang terpenting yang tahu segalanya dia malah bunuh diri tadi, aku sudah buntu dan aku bingung harus mencari Cempaka kemana lagi, sekarang suamiku dia sakit aku harus bagaimana kak Zack bantu aku"
"Mario, jadi Mario adalah dalang semua ini nyonya "
"Ya dia, dan masih ada lagi entah siapa lagi yang ada dalam komplotan itu "
"Aku akan buat data lagi Nyonya dan kita bisa datangi mereka satu-satu "
"Baiklah, segeralah Zack kita tak mungkin membiarkan Cempaka ditangan orang lain terlalu lama "
"Iya nyonya "
__ADS_1
...----------------...
"Mamah kau baik-baik saja "
Andaru megang pipi Mamanya, rasanya seperti sudah lama tidak bertemu Bella dengan cepat memeluk kedua anaknya yang baru saja sampai. Andaru memakai kursi roda kalau untuk Rizki dia memakai tempat tidurnya, dia didorong masuk ke dalam ruangannya, ruangan pribadi Rizki yang sudah disiapkan di rumah Tuan Anggabaya.
"Kenapa Mama begitu pucat. Apakah liburan di sana sangat melelahkan kalau tahu begitu Andaru tidak mengizinkan Mama untuk pergi"
"Mamah baik-baik saja sayang, mamah menghawatirkan kalian, kakimu bagaimana Andaru, Aksa apakah kau baik-baik saja benarkan tak ada luka di tubuhmu"
"Aku baik-baik saja mamah, hanya kaki Andaru saja yang sakit, mamah mana ayah "
"Disini ayah disini "
"Mas kenapa keluar "
"Aku baik-baik saja sayang "
Sekarang giliran Adi yang memeluk anak-anaknya kurang satu, tak ada Cempaka, Bella ikut masuk kedalam pelukan hangat itu, meski ada yang kurang tapi tetap saja Bella dan juga Adi tak boleh terlihat murung.
Masih ada dua anak yang harus mereka urus, dan jangan sampai mereka berdua menelantarkan anak-anak yang dua ini.
"Mamah bagaimana dengan Cempaka " tanya Andaru.
"Mama dan ayah akan mencari Cempaka sampai ketemu, Andaru bisa tenang ya, sekarang lebih baik Andaru istirahat saja"
"Tidak, aku capek istirahat terus Mama, lalu Ayah kenapa, sepertinya ayah habis dipukuli. Apakah mama di sana memukuli Ayah "
Adi tertawa dengan apa yang anaknya lontarkan, "Mana mungkin Mama kalian memukul Ayah, tidak Ayah di sana latihan bersama anak buah Ayah dan beginilah akhirnya"
Adi mengacak-ngacak rambut anaknya dan mencium keningnya cukup lama "Ayah dan Mamah akan bicara, boleh kalian pergi kekamar dulu "
"Emm baiklah, kami akan kekamar saja"
Aksa mendorong kursi roda Andaru dan masuk kedalam lift, tidak mungkin kan kalau mereka naik tangga yang ada akan sulit dan terjatuh nantinya.
"Zack tadi ingin bicara sayang, ayo kita temui dia, sepetinya ada hal penting "
"Baiklah ayo kita kesana mas "
Bella memapah suaminya untuk pergi ke ruangannya " Kenapa tak pakai kursi roda saja mas, kenapa memaksakan untuk berjalan seperti ini "
"Aku masih sanggup berjalan sayang, kau tak usah khawatir ya "
"Tetap saja aku khawatir kau ini bagaimana sih "
"Aku kuat sayang, aku bisa berjalan. Mario bagaimana"
"Sudah tidak bisa diharapkan, dia bunuh diri dia menembak mulutnya sendiri. Aku juga tidak menyangka kalau dia akan melakukan seperti itu. Aku tadi menyimpan pistol, aku malah menyimpannya di meja beluk menyimpannya aku lupa "
"Sudahlah sayang semuanya sudah kejadian, mau bagaimana lagi dia sudah mati dan kita tidak bisa menghidupkannya. Mungkin ini sudah pilihannya dia tidak mau memberitahu pada kita siapa orang yang telah membawa Cempaka, dia ingin menyimpan rahasia itu rapat-rapat sendiri sampai dia mati kita harus lebih ekstra lagi mencari Cempaka "
"Hemm, mas tapi aku merasa kecewa kalau begitu kita tidak usah membawa dia pulang kemari, kalau pada akhirnya dia bunuh diri dan tidak bisa memberikan informasi apa-apa pada kita"
__ADS_1
"Sudah sayang kita kesana "
...----------------...
"Jadi Zack bagaimana "
"Ada beberapa orang yang membuat aku curiga Tuan, kau tahu Zean adalah mafia yang pernah kau bantai keluarganya, dia juga punya seorang adik perempuan dan kau juga membunuhnya kan. Apakah kita harus pergi ke rumahnya dan menginterogasinya Tuan, siapa tahu dia yang melakukannya "
Zack juga memberikan foto dan juga informasi- informasinya pada Tuanya, untung saja ada foto terbaru mereka.
"Lalu Theodor, dia adalah laki-laki yang pernah bermasalah dengan Tuan, dia juga mafia kelas kakap, Tuan pernah memperebutkan lahan bersamanya. Mungkin saja dia masih punya dendam pada Tuan, tapi kurasa dia tidak punya anak perempuan dan Tuan juga tidak pernah berurusan dengan anak perempuannya karena memang tidak punya sih"
"Ini Tuan Alex. Tuan pernah bertengkar di klub bersamanya dan melukai istrinya, Tuan masih ingat kan istrinya yang lebay itu dia telah mengadukan pada Alex tentang hal yang tidak benar dan pada akhirnya Tuan dan Alex bertengkar "
"Satu lagi Tuan, dia Bayu musuh bebuyutan Tuan dari sejak SMA, dia tidak suka Tuan dan selalu mengusik apa yang Tuan punya, siapa tahu dia ikut dalam penculikan ini kan "
*Baik Zack cukup 4 orang dulu, kita akan datangi mereka satu persatu mungkin yang lebih mendekati yang punya anak perempuan atau perempuan yang pernah aku sakiti. Aku ingin mendatangi mereka"
"Baik Tuan, sudah aku pisahkan. Kita akan mulai kapan atau aku saja yang mendatangi mereka"
"Tidak, tidak aku harus ikut juga, aku tidak mungkin membiarkan kau datang ke sana sendirian tanpa aku, bisa-bisa mereka akan membunuhmu, aku akan ikut Zack"
"Tapi keadaan Tuan sepertinya sedang tidak baik-baik saja, bagaimana Tuan bisa ikut "
"Aku baik-baik saja dan kita akan segera melakukan penelusuran itu dan introgasi itu juga"
"Aku akan ikut Mas"
"Kau tidak usah ikut sayang, kau di rumah saja bersama anak-anak. Jangan libatkan dirimu tentang masa laluku ini, nanti akan malah makin rumit. Kau akan kebawa-bawa kemana-mana nantinya. Kau diam dirumah saja ya, aku baik-baik saja aku bersama yang lainnya. Kau bisa tenang, kau bisa mengawasinya dari rumah jangan ikut pergi ke sana, aku takut malah nanti terjadi sesuatu padamu cukup kejadian ini saja yang sudah mengguncang keluarga kita, jangan ada yang lain lagi sayang"
"Tapi aku mau ikut, aku akan membantu kalian. Kalian tidak perlu melindungi aku, aku bisa bertindak sendirian, aku di sana akan sangat berguna. Kenapa tidak. Aku hanya ingin melihat saja bagaimana muka-muka orang-orang itu. Agar suatu saat jika bertemu aku bisa waspada. Tolonglah aku hanya ingin ikut, aku tidak akan ikut campur ataupun memukul mereka. Kalau mereka tidak mengusikku itupun. Aku ingin tahu tentang introgasi itu, aku ingin melihat ekspresi dari mereka semua aku tidak bisa diam begitu saja saat anakku Cempaka hilang, tolong libatkan aku dalam hal ini ,aku janji tidak akan menyusahkan kalian berdua aku janji itu "
"Tapi sayang kau belum sembuh, luka tembak di bahumu juga kemarin berdarah lagi kan. Jangan buat luka itu makin parah , kau di rumah saja sudahlah nanti aku akan kasih tahu wajah-wajah mereka. Aku akan video mereka agar kau bisa melihat ekspresi wajah mereka bagaimana nantinya "
"Bahuku sudah tidak apa-apa, kau juga terluka sama saja, kita sama-sama terluka dan aku sebagai seorang ibu tidak bisa diam berleha-leha di rumah. Aku ingin ikut dan melihat orang yang telah menculik anakku. Ada sesuatu hal yang ingin aku tanyakan pada dia. Kenapa harus anak aku yang diculik dan kenapa harus membawa masa lalu itu dan melibatkan anakku, masa lalu ya biarkan berlalu jangan membawa anak-anak juga. Untuk Aksa dan juga Andaru akan baik-baik saja, aku akan mengurus mereka juga. Aku tidak akan lalai menjadi seorang ibu, aku akan mencari Cempaka dan mengurus kedua anakku dengan baik jadi tolong libatkan aku Mas untuk kali ini saja "
"Baiklah kalau memang ingin tetap ikut, kita akan pergi besok dan semuanya harus berjalan dengan lancar jangan sampai ada hambatan sedikitpun. Kita harus cepat menemukan Cempaka dan Zack kerahkan semua anak buah kita untuk mengikuti kita dari belakang, takut-takut nanti pasukan mereka banyak kita juga di sana akan mengancam, menanyakan hal yang mungkin tidak mereka lakukan"
"Sudah saya siapkan semuanya Tuan, kita tinggal bergerak saja menemui mereka semua "
"Baiklah, kita akan segera menemukan Cempaka dia akan kembali pada keluarga kita dan berkumpul kembali "
"Ya Tuan pasti Cempaka akan berkumpul lagi dengan kita"
"Pulihkan dulu saja tenaga mu Zack, aku tahu kau tidak tidur kan, terlihat sekali mata padamu itu. Istirahatlah sebentar dan besok kita langsung mencari keberadaan Cempaka, kita tidak bisa mendiamkannya terlalu lama"
"Baik Tuan saya permisi,Nyonya saya permisi "
Adi menganggukan kepalanya dan merangkul istrinya, ingin menanyakan lagi apakah benar istrinya ingin ikut. "Apakah kau yakin akan ikut sayang, ini misi bahaya
Aku tidak mau kau terluka, kau sudah banyak terluka saat bersamaku "
"Aku tidak masalah, aku bisa melawan mereka kau tidak usah khawatir, ini adalah konsekuensinya menikah denganmu. Kau adalah seorang mafia masa lalumu kelam. Maka aku harus menerima semua itu. Aku tidak akan pernah mundur, aku akan tetap maju bersamamu dan aku juga tidak akan pernah meninggalkanmu. Kita harus bersama-sama mencari Cempaka. Aku tidak mau diam di rumah menunggu hasilnya saja, aku ingin bergerak menemukan anakku sendiri"
__ADS_1
Adi langsung memeluk istrinya, tak tahu harus bicara apa lagi. Bella adalah perempuan yang kuat dia bisa bertahan dengannya. Apapun keadaannya istrinya selalu ada untuknya.
Dalam keadaan bahaya, dalam keadaan apapun istrinya selalu ada di sampingnya, dia tidak pernah gentar ataupun mundur. Dia selalu maju dan membela dirinya. Sungguh beruntung dirinya mendapatkan istri seperti Bella yang tangguh dan kuat.