Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 185 Sebenarnya tak mau seperti ini


__ADS_3

"Aksa mau makan apa opah pesankan ya"


"Tidak, aku tidak mau makan apa-apa mana mungkin Aksa mau makan sedangkan saudara-saudara Aksa mereka sedang berjuang Cempaka entah di mana dan Andaru sedang dioperasi bagaimana kalau terjadi sesuatu pada mereka"


"Jangan berkata seperti itu, kau harus berdoa untuk keselamatan saudara-saudaramu. Kalau kau tidak makan kau bagaimana akan menjaga Andaru, bagaimana akan mencari Cempaka juga. Tidak ada tenaga kan maka kau harus makan dulu"


Aksa menggelengkan kepalanya, dia duduk dan melipat kedua tangannya lalu pandangannya kosong.


Ayah Bella hanya bisa diam dan merangkul bahu sang cucu, akan dirinya biarkan terlebih dahulu, agar dia lebih tenang dan rileks dulu.


...----------------...


"Cempaka mau pulang , Cempaka nggak mau di sini tolong lepasin, Cempaka ingin bersama mamah "


"Diam kau anak kecil, kau sama saja seperti ibumu cerewet "


Tiba-tiba saja datang seorang perempuan dan mengapit kedua pipi Cempaka dengan keras, sampai-sampai Cempaka menangis karena kedua pipinya sakit.


"Sakit Tante, sakit sekali "


"Akhh berisik kau "


Pipi Cempaka dilepaskan dengan kasar. Cempaka menjauh dia tidak mau dekat dengan tante jahat.


"Kemari kau, gara-gara ibumu saudaraku mati gara-gara ibumu tempat saudaraku harus diambil olehnya. Seharusnya aku yang menggantikannya bukan ibumu itu, kau tahu ibumu itu seorang pelacur"


"Jangan menghina mamaku, mamaku baik kenapa kau tidak suka pada mamaku"


"Sudah aku bilang kan mamamu itu perebut suami orang " sambil mendorong jidat Cempaka.


"Sudahlah kau jangan siksa anak itu ,kan kita juga menculiknya bukan untuk menyiksanya, tapi untuk membuat ibunya gila dan kehilangan anaknya sudah lah jangan seperti itu "


"Aku tidak bisa diam begitu saja, di sini ada titisan dari Bella wanita penghancur itu, aku harus menyiksanya dengan sesuka hati, perempuan ini anak kecil ini akan aku yang urus biar aku melampiaskan semua kekesalanku pada dia. Agar ibunya tahu kalau anak kesayangannya bisa aku sakiti, dia sudah menyakiti saudaraku maka aku bisa menyakiti anak kecil ini juga dan kau juga Ayah dari Ziva, kan. Seharusnya kau jangan terlalu baik pada anak ini kau sendiri yang sudah membawa dia kemari tapi kau sendiri yang tiba-tiba kasihan padanya"


"Ya aku tahu, tiba-tiba saja saat melihat wajahnya aku kasihan, dia tak punya salah apa-apa "


"Sudahlah anak kandungmu Ziva sudah disakiti oleh Bella ibunya, maka kau harus membalasnya kau juga harus lebih menyakiti anak ini ingat itu, tujuan kita menculik anak kecil ini ayah "


Pasti kalian bingung kenapa tiba-tiba ada ayahnya Ziva, ternyata Ayah yang selama ini mengurus Ziva itu bukan Ayah kandungnya. Ayah kandung Ziva adalah dia orang yang membawa Cempaka dan menembak Andaru dia adalah ayahnya Dania.


Ternyata Ziva dan juga Dania adalah kakak beradik, kenapa Ziva tak diurus oleh orang tuanya alasannya karena saudara dari ayahnya Ziva tidak bisa mempunyai anak.


Makanya Ziva diberikan pada mereka dan menganggap kalau mereka itu memang ayah dan ibu Ziva, tapi yang sebenarnya tidak seperti itu Ziva adalah anaknya dari Dodi. Ziva adalah kakak dari Dania sedangkan ibunya Ibu Ziva dan Dania sudah meninggal saat melahirkan Dania.


"Kau jangan pernah keluar dari kamar ini, "


"Ayo ayah kita keluar biarkan dia dikurung di sini "


"Hemm, baiklah mari "


Dania berjalan kearah saklar dan mematikan lampunya, lalu menutup pintunya tak lupa mengunci pintunya juga.


Cempaka yang ketakutan diam dipojokan sambil menangis "Mamah, ayah, Andaru, Aksa, Cempaka takut, Cempaka tak mau disini, kapan kalian akan menyelamatkan Cempaka, Cempaka takut dengan Tante jahat itu, dia sudah kasar pada Cempaka"


Cempaka yang takut duduk dipojokan segera berjalan ke arah tempat tidur, Cempaka duduk di sana dan menarik selimut dirinya takut, tiba-tiba nanti kalau ada yang mencoleknya bagaimana.


Tadi juga berjalan ke arah tempat tidur sampai menendang sesuatu, tapi dirinya tidak tahu itu apa. Sangat menakutkan selama di rumah tidak pernah lampunya dimatikan saat tidur.

__ADS_1


"Mamah aku ingin pulang, tolong Cempaka mamah, aku takut mamah, aku tak bisa terus disini mamah "


Cempaka melihat ke kanan ke kiri. Tapi, tetap saja gelap tidak ada cahaya sedikitpun di sini juga ada kaca tapi ditutup oleh gorden dan takut untuk membukanya.


Cempaka hanya bisa menangis dan tak tahu harus melakukan apa sekarang.


...----------------...


Aksa duduk menunggu kakaknya yang baru saja selesai dioperasi, dia tadi tidak makan tapi opahnya membeli banyak makanan. Katanya takut tiba-tiba dirinya lapar dan untuk kakek dia sedang sibuk menelpon sana kemari, dirinya juga tidak tahu apa yang kakeknya lakukan sampai-sampai sesibuk itu. Tiba-tiba Andaru membuka matanya.


"Opah Andaru membuka matanya "


Opah dengan cepat mendekati kami berdua lalu memencet tombol merah dan tak lama kemudian para dokter dan suster datang, mengecek keadaan Andaru dan mereka tersenyum.


"Semuanya baik-baik saja Tuan tinggal menunggu kepulihan Andaru "


"Baik terimakasih dokter "


"Sama-Sama Tuan "


Para dokter dan juga suster segera keluar dari ruangan Andaru, "Aku mau minum " ucap Andaru dengan suara yang serak.


Dengan semangat Aksa mengambil minum dan membantu kakaknya untuk minum.


"Sudah "


"Sudah Aksa, terimakasih"


"Sama-sama apakah ada yang sakit Andaru "


"Tidak Aksa kau makanlah, jangan membiarkan perutmu kosong, ayo cepat makan "


"Kau harus memaksakan untuk makan, kalau kau tidak makan bagaimana kita mencari Cempaka, aku juga akan berusaha untuk bisa sembuh dengan cepat kita akan mencari Cempaka. Kita tidak mungkin membiarkan dia di luaran sana bersama orang lain. Ayo cepat segeralah makan nanti aku temenin makan bila aku sudah boleh makan. Ayo cepatlah jangan menunda-nunda lagi perutmu pasti lapar aku tahu kau tidak bisa menahan makan lama"


"Kau selalu memperhatikanku Andaru ? "


"Tentu, aku inikan kakakmu masa aku tidak tahu kebiasaan-kebiasaan adikku, ayo cepat sana makan habiskan makanan itu jangan tersisa. Seperti apa kata paman Rizky kita harus selalu menghabiskan makanan kita di luar sana masih banyak yang membutuhkan makanan ayo cepat makan sana "


Aksa bukannya makan dia malah memeluk kakaknya dengan erat "Maafkan aku telah membencimu waktu itu, aku tidak tahu kalau kau seperhatian ini padaku"


"Sudahlah kau juga benci padaku karena aku nakal, ayo cepat makan habis kan makananmu nanti setelah aku pulih kita mencari Cempaka ya, aku berjanji padamu satu minggu kurang aku akan sembuh dan kita cari Cempaka"


"Kau jangan aneh-aneh kakimu akan lama sembuh "


"Sudah jangan pikirkan aku cepat makan sana"


Aksa menganggukan kepalanya meskipun enggan makan tapi Andaru terus saja menyuruhnya makan, dengan perlahan Aksa mengambil makanan yang opah tadi belikan dan memakannya di depan Andaru.


...----------------...


"Perutku begitu lapar. Aku ingin makan"


Cempaka memegang perutnya dan berjalan kearah pintu meskipun susah, Cempaka menggedor pintu dengan keras.


"Tolong aku lapar tante jahat, aku ingin makan siapapun yang dengar suaraku, aku kelaparan di sini apakah kalian bisa memberiku makan atau minum"


Tak ada sahutan, Cempaka menghapus air matanya " tolong buka pintunya aku lapar "

__ADS_1


Tiba-tiba saja Cempaka mendengar suara kunci pintu dibuka dan pintu pun terbuka, di sana ada tante jahat yang berdiri sambil berkaca pinggang "Ada apa, kau ini berisik sekali berteriak terus-menerus apa yang kau inginkan, aku tak suka suaramu jelek "


"Aku ingin makan Tante, aku juga ingin minum apakah kau bisa memberikan aku makan ataupun minum ? "


"Belajarlah untuk kelaparan , kau tidak diberi makan malam ini. Nanti pagi baru diberi makan. Sudahlah jangan berisik tidur sana jangan membuat ulah. Aku tidak suka anak yang cerewet, cengeng dan suka minta makan sudah tidur saja"


"Tapi, jam segini aku sedang makan malam bersama keluargaku, jadi aku sangat lapar. Tolong berikan aku roti atau apapun itu aku ingin makan atau setidaknya beri aku minum"


"Ini bukan rumahmu. Jadi kau jangan berisik, jangan meminta makanan terus"


"Tapi_"


Plak pipi Cempaka malah ditampar, Cempaka menangis dengan histeris tapi Dania malah berteriak di depan wajah Cempaka "Aku bilang berisik ya berisik , kau malah makin menangis"


"Kau menyakitiku, kau menampar pipiku ini sakit sekali apa salahku. Aku hanya meminta makan padamu tapi kau kasar padaku"


"Sudah kubilang kan tidak ada makanan ya tidak ada, kau ini tuli atau bagaimana, apakah memang benar anak-anak Bella itu jelek semua "


Brak pintu ditutup dengan kasar. Tapi, rak lama kemudian pintu terbuka lagi ada om-om tadi yang menculik dirinya. Cempaka segera mundur takut-takut dia akan melukainya juga seperti tante jahat lagi, tapi om-om itu memberikan sebuah roti, permen dan juga susu.


"Kemarilah jangan takut padaku, ini makan roti, susu dan ada permen nanti setelah itu kau sembunyikan ya gelasnya ini dan juga piring-piringnya. Simpan saja di bawah tempat tidur nanti aku akan mengambilnya pagi-pagi jangan sampai Tante itu tahu ya"


"Kau tidak akan jahat padaku seperti Tante itu kan dan kau juga tidak akan menembak ku seperti pada Andaru, kan. Kenapa jau jahat menembak kakakku memangnya apa salah Andaru sampai-sampai dia kau tembak"


"Sudah sudah kau masih kecil dan kau tidak tahu apa-apa, cepat makan ini sebelum Tante yang tadi kembali kau ingin dia merebut makanannya"


"Jangan aku ingin makan "


"Ya sudah makannya makan"


Pintu kembali ditutup saat itulah Cempaka berani untuk menghampiri makanan itu, dengan perlahan Cempaka memakan roti itu seperti biasa roti lembut dan enak.


Cempaka makannya dengan lahap, lalu meneguk susunya dengan cepat. Setelah semua selesai Cempaka melakukan apa yang om-om tadi suruh menyimpannya di kolong tempat tidur. Lalu mengambil permennya dan mengemutnya sebentar karena belum mengantuk juga dirinya kesepian ingin pulang ingin bersama mama.


"Mama, apakah kalian mencariku, aku disini takut tadinya aku tidak mau memakan makanan itu, tapi karena lapar jadi Cempaka makan saja"


Cempaka menyusut air matanya yang lagi-lagi mengalir, lalu memegang pipinya yang masih sakit karena ditampar tadi.


"Mama tidak pernah menyakitiku, bahkan keluarga yang lain juga tidak pernah. Tapi saat di sini aku di tampar, aku diteriaki, aku disini dibilang jelek, pokoknya di sini rasanya tidak nyaman aku mau pulang Mama. Mama kenapa belum menjemput ku kapan Mama akan menjemput kau. Aku ingin pulang tolong jemput aku di sini aku tidak betah mama"


Cempaka membaringkan tubuhnya, tapi air matanya kembali lagi mengalir, Cempaka menangis dengan diam.


...----------------...


Dodi masuk ke dalam kamarnya sebenarnya dirinya tidak mau melakukan ini, menculik anak yang tidak tahu masalah dari orang tuanya. Tapi, Dania anaknya ingin sekali balas dendam pada Adipramana karena telah menceraikan kakaknya dan membunuh kakaknya pula.


Tadi juga dirinya sangat merasa bersalah karena sudah menembak kakak dari anak perempuan itu, rasanya ingin kembali dan meminta maaf padanya.Tapi, tak mungkin dirinya sudah membantai orang-orang yang ada di dalam rumah itu dengan membabi buta entah apa yang tadi merasuki dirinya.


Pasti sekarang keluarganya akan menjadi incaran dari Adipramana tidak mungkin kan Adipramana diam saja, saat anak bungsunya diculik seperti ini. Dirinya juga sudah masuk pada komplotan mafia terkuat di sini dan semoga saja mereka bisa melindungi dirinya dan juga anaknya. Tadi juga mereka yang membantu bahkan CCTV rumah Adipramana sudah di hancurkan dan tak ada bukti sedikit pun.


"Aku berjanji kalau sampai Adipramana tidak menemukan anak perempuannya, aku akan mengurusnya dan memperlakukannya seperti anakku sendiri. Aku tidak akan menyiksa dia ataupun membeda-bedakan antara dia dan juga Dania"


Dodi mengambil foto kedua anaknya "Apa sebenarnya yang kau lakukan Ziva sampai-sampai suamimu murka dan membunuhmu. Aku tidak tahu kronologi kejadiannya, aku hanya tahu kau dibunuh oleh suamimu. Tapi, apa alasannya kenapa ? Apa yang harus ayah lakukan, sekarang anak perempuannya ada di sini tapi ayah tidak mampu untuk menyakitinya. Dia terlalu kecil untuk disakiti Ayah tidak mau menyakiti anak kecil Ayah tidak mau menyakiti seorang perempuan karena ibumu pun perempuan kan. Mana mungkin Ayah tega melakukan itu izinkan Ayah untuk mengurusnya bila Adipramana tidak menemukannya. Ayah tidak akan memberikan anak itu biarkan Adi mencarinya sendiri dan menemukan anak ini"


"Anggap saja anak ini adalah penggantimu Ziva, karena Ayah dulu tidak mengurusmu maka sekaranglah waktunya Ayah mengurus anak perempuan itu"


Doni menyimpan kembali foto itu dan menyenderkan tubuhnya melihat kearah langit-langit kamarnya. Orang yang telah mengurus anaknya Ziva juga sudah tiada, mereka berdua sudah tiada dan dirinya tahu siapa yang sudah melenyapkan mereka berdua. Siapa lagi kalau bukan Adipramana dia begitu kejam pada masanya.

__ADS_1


"Aku ingin tahu kenapa kau mati Ziva, aku ingin tahu kematian mu sebenarnya karena apa, ayah begitu ingin tahu, tapi sulit ayah untuk mengetahuinya "


"Harus mencari siapa ayah, agar Ayah tahu kebenarannya agar Ayah tidak salah jalan jadinya dan juga Dania agar dia tak keras pada anak kecil itu"


__ADS_2