Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 116 Berbaikan


__ADS_3

"Bella "


Bella terbangun saat ada yang memanggil namannya, sungguh mengagetkan sekali, hujan sedang deras ada yang memangilnya pula menakutkan sekali kan.


Bella menarik selimutnya tinggi tinggi dan matanya menatap ke segala arah, takut takut memang ada hantu didepannya.


"Bella " teriakan itu kembali dengan guntur yang ikut bersahutan.


Bella turun dari tempat tidur dan menyalakan lampu Rizki tidur dengan nyenyak apa ini firasatnya saja, tapi Bella yang penasaran akhirnya membuka pintu balkon dan berjalan perlahan melihat siapa orang yang berteriak itu, saat Bella mengeluarkan kepalanya sedikit untuk melihat siapa yang memangilnya, alangkah kagetnya ternyata itu mas Adi.


Bella yang masih kesal pada Adi akan masuk lagi, namun lagi lagi Adi memangilnya " Bella maafkan aku, aku tak bermaksud mengatakan itu, sungguh aku minta maaf ayo kita bicara sama sama "


"Gak usah kamu pulang aja nggak ada yang perlu kita bicarain lagi, semuanya udah selesai kamu anggap aku murahan kan udah kamu cari perempuan yang emang mahal buat kamu" teriak Bella sambil menatap Adi yang mendongak kearahnya.


Bella masuk dan menutup pintu balkon lagi " Bella "


"Akhh, Ki ngagetin aja ih, kamu ini gimana sih "


"Maaf aku kaget kamu teriak-teriak, aku kira kamu lagi ngelindur makanya aku cepat-cepat datangin kamu, kamu lagi bicara sama siapa sih malam-malam kayak gini ada-ada aja bukannya tidur malah teriak-teriak kayak gitu"


"Di bawah tuh ada mas Adi nggak tahu dia ujan-ujanan nyebelin banget deh, tadi dia bilang aku murahan sekarang dia minta maaf"


"Ya udah temuin dulu bicarain dengan baik-baik semuanya. Mungkin dia nggak sengaja, dengerin dulu dia bicara baru kamu boleh marah lagi ayo cepat turun ajak dia masuk kasihan hujan-hujanan"


"Udah biarin aja itu konsekuensinya itu resiko dia kenapa datang saat lagi hujan dan malam-malam kayak gini, ini tuh waktunya tidur bukannya ujan-ujanan dia itu udah gede dan ngerti apa yang harus dia lakuin nggak usah kita datangin dia"


"Tapi Bella"


"Udah lah Ki biarin aja"


Bella berjalan kearah tempat tidur dan menarik selimutnya lagi, sedangkan Rizki dia keluar dari dalam kamar.


Bella yang sudah melihat kepergian Rizki bangun dan mengigit kukunya merasa khawatir dengan Adi, tapi dirinya juga marah atas apa yang diutarakan oleh mas Adi sungguh membuatnya sakit hati.


***


Adi mendongakan kepalanya saat ada yang memayunginya, ternyata Rizki dirinya kira Bella yang datang dan memayunginya.


"Udah yu masuk hujannya makin gede nih " teriak Rizki

__ADS_1


"Kamu aja masuk saya mau tunggu Bella kalau dia yang gak kesini saya gak mau masuk, udah kamu gak usah khawatirin saya "


"Tapi nanti dia sakit loh gak jadi nikahnya "


"Apa pun keadaannya saya pasti akan menikah dengan Bella, Bella akan menjadi istri saya "


Rizki diam, dia mundur perlahan " kasih tau ya kalau mau pingsan nanti aku datang kemari dan membantu kamu untuk masuk "


Rizki melangkah pergi meninggalkan Adi, dan Rizki juga sengaja membuka pintu rumah, siapa tahu dengan mandiri Adi masuk kedalam rumah kan.


Rizki kembali masuk lagi ke kamar dan melihat Bella yang sedang duduk melamun " udah samperin aja, kasian dia "


"Tapi Ki "


"Gini aja deh, sekarang kamu beneran suka nggak sih sama dia seenggaknya bicarain dulu. Mungkin dia nggak sengaja bilang kayak gitu sama kamu, dia kan lagi marah banget jadi nggak bisa kontrol nada bicaranya atau ucapannya, kita aja kadang suka gitu kan kasihan kayaknya udah lama dia ujan-ujanan mukanya aja udah pucat. Gimana kalau dia mati tiba-tiba siapa nanti ayah dari anak-anak kamu"


"Kamu yah Ki kalau bicara tuh ke mana aja ih"


"Ya udah sana temuin dia emang kamu mau ditinggalin suami di umur yang masih muda gitu, maksudnya calon suami udah cepetan sana samperin turunin ego kamu sedikit aja "


Bella menarik nafasnya lalu menghembuskan, tarik nafas lagi lalu menghembuskannya kembali "Huff baiklah akan aku suruh dia masuk "


"Mas kamu dimana, mas jangan main main " tak ada yang menjawab.


"Bodoh dasar Bella, pasti dia udah pulang tak mungkin lah dia mau hujan hujan cuman buat tunggu aku aja "


Bella membalikan badannya lagi dan berjalan kearah rumahnya namun tiba tiba dirinya merasakan ada tangan yang melingkar diperutnya, ya meskipun tak terpeluk semuanya oleh tangan itu, dan ada kepalanya yang bersandar pada bahunya.


"Maafkan aku, aku sungguh minta maaf, aku tak bermaksud mengatakan itu sama kamu "


Setelah mendengar suara itu Bella tenang, suaranya bergetar, pasti dia sangat kedinginan.


Bella membalikan badan dan langsung bertatapan dengan Adi, tak ada kata yang keluar dari mulut mereka, mereka berdua langsung berpelukan diiringi dengan hujan deras dan juga guntur.


***


"Tuan ini pakaiannya kau tak masalahkan memakai pakaiannya om Rey "


"Tak apa Ki terimakasih "

__ADS_1


"Sama sama "


Rizki akan menutup pintu namun Adi menahannya "Bella sekarang bagaimana apakah dia sudah ganti pakaian "


"Sudah tuan dia sudah ganti makanan dan sedang makan sup "


"Baiklah "


Sekarang saat Rizki menutup pintu tak ditahan lagi, Adi pun ikut keluar setelah beberapa menit Rizki menutup pintu tadi.


Meskipun Adi tak tahu tata letak dirumah ini meja makanya dimana, dapurnya dimana namun Adi terus saja berjalan menyusuri rumah yang cukup besar dan luas serta banyak lorongnya seperti rumah film hantu saja.


Tapi untungnya Adi sampai juga dan melihat Bella yang mengobrol dengan Rizki, Adi duduk dan mengusap kepala Bella.


"Kita menikah 3 hari lagi," sambil memasangkan cincin yang Bella lempar tadi, Bella pun tak menolak


"Apa kenapa makin dimajukan seperti ini"


"Lebih cepat lebih baik nanti kalau tiba-tiba kamu marah lagi kamu gak akan bisa lari"


Bella mendengus dengan kesal "kalau kamu nggak cari masalah aku nggak akan pergi, makanya kalau bicara tuh dijaga apa-apa langsung marah apa-apa langsung marah kamu tuh harus bisa mengendalikan emosi kamu apalagi kata-kata kamu itu tuh"


"Iya iya aku minta maaf aku janji gak akan kayak gitu lagi"


"Buktiin aja ah "


"Iya aku buktiin "


"Yaudah "


Bella mengambil mangkok dan menghidangkan sup didepan wajah Adi " makanlah pasti kau kedinginan"


"Terimakasih calon istriku yang cantik " Sambil menoel dagu Bella.


"Ist kamu ini apaan sih " sambil tersipu malu


"Gak usah malu malu kali Bella " sekarang Rizki yang berbicara.


Bella menginjak kaki Rizki, menyebalkan sekali anak ini ya.

__ADS_1


__ADS_2