
Ayah Anggabaya hanya diam melihat ketiga orang yang ada dihadapannya.
"Jadi siapa yang akan menjelaskan, ada apa sebenarnya dengan kalian bertiga ini, ada hubungan apa kalian bertiga ini hah "
Masih belum ada yang berbicara Bella sudah melihat kearah Adi dan menggelengkan kepalanya tapi Adi hanya diam saja, Ziva pun sudah menangis.
"Jelaskan Adi apa ini "
"Bella adalah istriku "
Hening mereka semua diam, bahkan Bella pun menundukan kepalanya, bagaimana ini, dirinya harus bagaimana nanti, dirinya harus keluar dari rumah ini, dari kehidupan Adi, dirinya ingin bebas.
"Kapan kenapa ayah tak tahu, kenapa kau tiba tiba menikahi Bella " teriak ayah Anggabaya sambil mengebrak meja dan bangkit dari duduknya.
"Karena aku dan juga Ziva ingin mempunyai seorang anak, aku kira Ziva pun tak akan mengandung ternyata mereka mengandung bersamaan ayah, aku tak berbicara pada ayah karena takut kalau ayah tak setuju "
Ziva yang mendengar jawaban Adi begitu lega, untung saja Adi tak membongkar semuanya tentang kebenarannya.
"Kau ini sebelum menikah apakah tidak berfikir dulu, kenapa kau tak meminta pendapatku terlebih dahulu, dan Bella kenapa bisa ada bersama mu, kenapa apakah kau juga membeli Bella seperti dulu kau yang selalu membeli seorang budak "
"Seharusnya kau berdiskusi dahulu dengan ku Adi, kau masih mempunyai orang tua, kau gila menikah lagi saat kau masih mempunyai seorang istri apa kata publik nanti, apa lagi Bella masih dibawah umur dia seharusnya masih sekolah"
"Bella Ziva kalian keluar saya ingin berbicara dengan Adi"
Tanpa banyak bicara kedua perempuan itu keluar meninggalkan ruangan ayah Anggabaya.
"Jelaskan awalnya seperti apa " tanya ayah Anggabaya sedikit tenang.
"Bella dijual oleh kakak dan ibunya aku membelinya ayah, karena aku tak mempunyai pilihan lagi saat masalah anak begitu memusingkan ku, akhirnya aku mengambil keputusan untuk menikahi Bella dan Ziva pun mengizinkannya "
"Apakah dia Bella Banurasmi yang meninggal itu, apakah kau sudah membuatnya mati Adi agar dia tak ditemukan keluarganya "
"Ya ayah "
"Sialan kau Adi "
Ayah Anggabaya langsung meninju anaknya sendiri, kenapa anaknya begitu kejam sampai menghilangkan identitas orang lain. Kenapa tak melepaskan Bella dia masih punya masa depan yang cerah.
Sedangkan Adi sama sekali tak melawan dia menerima setiap pukulan yang diberikan ayahnya. Ayah Anggabaya pun yang sudah kelelahan langsung berhenti dan menatap kearah Adi.
"Kau harus memilih antara Ziva dan Bella, aku tidak mau ada perempuan yang di madu, aku sudah bilang kan kau tak boleh menikah kembali jika masih mempunyai istri Adi. Kau sungguh membuatku kecewa berat, kau sudah tak menganggap ku , kau sudah menginjak nginjak harga diri ayah mu sendiri "
__ADS_1
"Ayah sungguh aku tidak bermaksud seperti itu, ini begitu mendadak dan pikiranku kacau "
"Jangan sampai ada yang tahu kalau Bella adalah istri kedua mu Adi "
Ayah Anggabaya langsung keluar dari dalam ruangannya, kekecewaannya begitu besar pada anaknya Adi, sungguh anaknya bisa melakukan hal seperti itu.
***
Bella hanya diam saja, dia hanya melamun menatap kearah luar jendela tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya.
Bella dengan cepat membuka pintunya ternyata itu adalah ayah Anggabaya. Bella membuka pintu dengan lebar dan ayah Anggabaya langsung masuk. Ditutupnya pintu perlahan dan dipeluknya Bella oleh ayah Anggabaya.
"Kenapa kau tak menceritakan semuanya nak, kenapa kau menyembunyikan semuanya dari ku, bukannya kau sudah menganggap ku sebagai ayah mu "
Bella tiba tiba saja menangis, mau bagaimana bicara kalau dirinya selalu diancam dengan surat perjanjian itu, perjanjian yang dilakukan secara terpaksa juga.
"Kenapa dari awal kau tak bercerita pada ayah " sambil melepaskan pelukannya dan membawa Bella duduk dikursi depan balkon.
"Apakah kau ingin lepas dari Adi nak, ayah tahu kau terpaksa kan menikah dengan Adi "
Bella langsung mengangkat wajahnya dan menganggukan kepalanya " ya ayah aku ingin pergi dari hidup mereka, aku tidak mau jadi orang ketiga dan aku juga ingin menjalani hidupku seperti semula lagi, aku tidak mau seperti ini ayah aku ingin bebas, aku ingin semuanya kembali seperti dulu, aku ingin sekolah aku ingin hidup bersama papihku, aku ingin kehidupanku yang dulu ayah"
Ayah Anggabaya mengusap sayang kepala Bella dan mencium keningnya " lalu bagaimana dengan anak yang kau kandung, kau ingin pergi saat sudah melahirkan atau kau akan membawa dia "
"Aku akan membawa anak ku ayah, aku tidak mau meninggalkan anak ku bersama kak Ziva atau pun mas Adi, aku akan mengurusnya dengan sekuat tenaga ayah, aku tidak akan meninggalkan anak ku "
Ayah Anggabaya hanya bisa menganggukan kepalanya ini memang keputusan yang begitu berat untuknya, namun dirinya tak bisa menahan Bella untuk selamanya, dirinya tidak mungkin membuat Bella terkurung dengan Adi.
Dirinya tahu Adi hanya ingin anak ini saja, anak yang ada didalam kandungan Bella. Dirinya takut Bella akan dibunuh nanti oleh Adi setelah melahirkan.
"Kau bersiap siap setelah pesta ayah akan membantumu keluar dari sini, ayah akan membekali segala kebutuhan mu nak, tapi ingat jangan sampai kau bertemu dengan Adi kembali, jika kau sampai bertemu dengan Adi kembali maka kau tak akan bisa keluar lagi kau akan terkurung kembali "
Bella terus saja mengeluarkan air mata, sungguh air matanya ini tak henti hentinya mengalir mendengar penuturan dari sang mertua, ada rasa enggan untuk meninggalkan Adi. Tapi dirinya juga takut Adi akan mengingkari janjinya nantinya.
"Apakah kau ragu nak "
"Sedikit ayah "
"Apakah kau sudah mencintai Adi "
Bella diam apakah dirinya sudah mencintai Adi, benarkah sudah ada cinta diantara mereka berdua, apakah dirinya mencintai suami orang " entahlah ayah aku tidak bisa menyimpulkan semuanya aku tak bisa ayah "
__ADS_1
Ayah Anggabaya kembali memeluk Bella, dirinya juga enggan melepaskan Bella karena Bella sudah sangat dirinya sayang, tapi Bella masih punya keluarga dan dia layak untuk hidup bebas.
Anaknya itu berbahaya banyak musuh bagaimana kalau mereka tahu Adi mempunyai istri kembali malah Bella akan diculik nantinya.
"Kau yakinkan hatimu, jika kau menang ingin pergi dari sisi Adi maka aku akan membantu mu nak, tenang soal masalah uang ayah akan memberikannya padamu, kau bisa memakainya untuk hidup mu nanti carilah keluargamu nak, dan ingat jangan pulang pada kakak mu dan juga ibumu jangan pernah bertemu dengan mereka"
"Kenapa ayah, aku melihat mereka, aku melihat mamih yang sakit kenapa aku tidak boleh bertemu dengan mereka ayah "
"Jika kau tidak mau bertemu dengan Adi kembali maka jangan pulang kerumah mamihmu "
"Apakah ayah bisa mencari papihku "
"Tentu ayah akan mencarinya, ayah akan mempertemukan kalian berdua kau pikirkan terlebih dahulu semuanya, saat pesta kau biasa biasa saja, jangan mencurigakan. Anggap pembicaraan ini tak pernah ada "
Bella menganggukan kepalanya, ayah Anggabaya langsung keluar dari kamar Bella, dirinya harus mempersiapkan semuanya.
Mempersiapkan kepergian Bella dari samping anaknya. Adi harus diberi hukuman jika dia memang mencintai Bella dia akan mencarinya dan melepaskan Ziva.
Kalau Adi hanya ingin memiliki anak Bella saja, Adi akan biasa biasa saja saat Bella pergi dan menjalankan rumah tangga kembali dengan Ziva.
Sebenarnya dirinya tahu tentang perselingkuhan Ziva dibelakang Adi, dirinya tahu tentang Ziva yang sudah mengkhianati Adi, dan dirinya juga tahu tentang keadaan Ziva yang sebenarnya.
Kita lihat Adi akan berbohong sampai kapan tentang keadaan Ziva yang sesungguhnya.
***
Bella diam memilin milin tangannya, apa keputusan harus pergi dari samping Adi atau tetap bertahan, tapi kalau tetap bertahan apa yang akan dirinya dapatkan apa, tak ada yang akan dirinya dapatkan yang ada sang anak akan diambil.
"Nak apakah kau mau berjuang dengan mamah, mamah sekarang sadar kau begitu berarti untuk mamah, mamah sadar kau begitu berharga untuk mamah, kita berjuang bersama sama ya nak, kita berjuang untuk hidup kita"
"Mamah sudah sangat bodoh dengan mau maunya memberikan dirimu hanya untuk kebebasan mamah saja, kita pergi sama sama ya nak, mamah sudah memutuskan kalau kita akan pergi dari samping ayahmu, dia tak mencintai mamah dia hanya ingin dirimu saja "
"Mamah tidak mau suatu saat kita tak akan bisa bertemu lagi kalau mamah memberikan mu pada kak Ziva dan juga ayahmu kau harus kuat ya nak, sekarang kau adalah semangat hidup mamah "
"Mamah akan berjuang untuk membesarkan mu, mamah akan memberikan apapun yang kau inginkan kelak nak "
Bella terus mengusap perutnya dan menghapus air matanya, jangan sampai matanya terlihat bengkak, jangan sampai ada yang curiga dengan pelarian ini semuanya harus natural.
Bella bangkit dan menatap dirinya dikaca setelah melihat penampilannya dan dirapihkan sedikit Bella segera keluar dari kamar kita lihat diluar seperti apa.
Apakah akan banyak orang apakah akan banyak penjaganya atau tidak. Bella menuruni tangga secara perlahan lahan dan pemandangan yang dirinya lihat adalah Adi dan juga Ziva sedang berpelukan.
__ADS_1
Keputusannya berarti sudah benar, dirinya harus pergi dari mereka berdua, masa bodoh dengan perjanjian, masa bodoh dengan janji janji yang mereka berikan.