
"Akhhh lepaskan aku Adi, kembalikan Ayu jangan kau ambil dia, kembalikan dia Adi kembalikan "
"Anak yang mana. Memangnya kau punya anak, memangnya kau menikah tidak kan, kau telah mencuri anakku. Sebenarnya aku ingin memasukkanmu dan juga Ayahmu ke kantor polisi, tapi itu tidak akan membuatku puas. Lebih baik aku menyiksa kalian berdua saja sendirian"
"Silakan siksa aku sampai kau puas dan kau tahu Ayu akan membencimu. Dia tidak akan pernah menganggapmu sebagai ayahnya, dia sudah sangat menyayangiku lihat saja jika kau sampai menyakitiku maka kau akan dibenci oleh Ayu"
"Benarkah yang ada dia akan membencimu. Karena kau telah menculiknya. Lebih baik kau habiskan saja waktumu di sini, mendekam lah di sini dan matilah bersama ayahmu. Kalian berdua memang pantas mati"
Adi langsung mengunci penjara bawah tanahnya dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua. Mereka disatukan dalam satu sel, biarkan mereka berdua bertengkar.
"Di mana Ayu Dania"
"Pasti Ayah kan yang sudah memberitahu Adi kalau Ayu ada bersama Dania benar kan, kenapa Ayah melakukan ini "
"Karena Ayu itu bukan milik kamu Dania, biarkan dia kembali pada keluarganya kasian dia "
"Tapi ga gini caranya Ayah, Dania sudah terlanjur sayang sama Ayu dan Dania ga bisa lepasin Ayu begitu saja. Dania ga bisa Ayah, apa Ayah ga rasain gimana perasaan Dania saat ditinggalin Ayu, rasanya itu sakit banget Ayah. Dania rela ga nikah demi Ayu, Dania rela ga punya harta berlimpah demi Ayu"
"Tapi tetap saja, dia bukan anakmu, Ayu harus kembali pada orang tuanya. Dia patut tahu siapa kedua orang tuanya"
"Tapi kenapa harus sekarang Dania belum siap Ayah, Dania belum siap sampai kapan pun "
"Sudah tidak akan ada cara lagi kau tidak akan bisa mendekati Cempaka, dia sudah kembali pada keluarganya. Dia akan bahagia bersama keluarganya, kita memang sudah salah dari awal Dania, seharusnya kita tidak melakukan ini. Seharusnya kita tidak menculik Cempaka dan melukai Andaru "
"Aku tidak peduli aku tidak peduli Ayah, aku ingin Ayu "
Dania terus saja mondar-mandir mencari cara untuk keluar dari penjara ini, dirinya harus keluar dan membawa Ayu pergi. Ayu harus tetap menjadi miliknya. Ayu adalah anak satu-satunya dan Ayu tidak boleh lepas dari tangannya.
...----------------...
__ADS_1
"Ga mungkin Ayu adalah Cempaka, ini semua pasti keliru. Pasti ayah salah, Ayah terlalu percaya dengan Aksa aku harus berbicara pada Ayah sekarang juga"
Andaru segera keluar dari kamarnya, mencari Ayahnya di setiap ruangan, dan baru saja Andaru akan keluar ayahnya sudah ada di hadapannya.
"Mau ke mana kamu Andaru"
"Ayah itu udah keliru, Ayah udah salah paham Ayu itu bukan Cempaka dia itu Ayu"
"Apa kamu ga bisa ngerasain kalau itu adik kamu. Apa kamu ga bisa bedain mana adik kamu dan mana orang lain Andaru. Dia itu adik kamu dia itu Cempaka yang sudah hilang sejak lama yang kita cari-cari "
"Tapi aku ga percaya kalau itu Cempaka, dia bukan Cempaka ayah"
"Kamu ga akan percaya itu Cempaka karena kamu mencintainya. Kamu ga akan pernah percaya itu sebelum kamu menghapus rasa cinta kamu itu sama adik kamu. Lebih baik sekarang kamu hapus rasa sayang berlebihan itu. Sayangi dia sebagai adik kamu, bukan sebagai perempuan yang menarik perhatianmu"
"Tidak akan pernah bisa, aku tidak akan pernah melepaskan Ayu sampai kapanpun. Dia akan terus aku cintai karena aku tahu dia bukan Cempaka, dia Ayu perempuan yang aku cintai Ayah "
"Terserah kau saja, tapi jangan salahkan Ayah bila nanti Ayah akan memisahkan kalian berdua. Karena ini tidak baik kalian ini saudara kembar dan kalian adalah keluarga"
Kenapa dunia mempermainkannya. Kenapa dunia malah membuatnya menjadi pusing seperti ini, kenapa dunia malah membuat Ayu menjadi Cempaka.
Kenapa adiknya harus hilang dan kenapa juga dirinya harus mencintai Ayu, perempuan yang baru saja datang dalam kehidupannya.
"Terima saja Andaru semuanya sudah terbuktikan apa yang aku bilang itu sudah bener, kalau Cempaka itu adalah Ayu. Sudahlah kau terima saja dan lupain semuanya"
Andaru melihat adiknya yang tiba-tiba saja datang Lalu tertawa "Ini pasti permainanmu kan Aksa, kau ingin menghancurkanku. Kau ingin membuat aku tidak bersama Ayu makanya kau membuat aku seperti ini. Membuat aku dan Ayu tidak bisa bersama-sama, dengan kau menyuruh Ayu untuk pura-pura menjadi Cempaka, kita berdua melihat kalau mayat Cempaka itu ada dan dikuburkan di belakang rumah. Kalau bukan Cempaka itu siapa yang dikubur di belakang rumah, kejadian ini sudah lama kenapa baru sekarang dia muncul"
"Sebentar lagi tes DNA Cempaka keluar kok dan kamu bisa tahu dia bener Cempaka atau bukan, yang pasti kita satu keluarga, kamu semua sudah tahu kalau itu adalah Cempaka dan kita yakin itu Cempaka, dia sudah ingat semuanya. Dia hilang ingatan Andaru"
"Kita lihat saja nanti siapa yang benar"
__ADS_1
...----------------...
Adi membuka pintu kamar Cempaka, Adi tersenyum melihat istrinya tertidur lelap di samping anak bungsunya. Bahkan istrinya memeluk sang anak dengan begitu erat.
Dengan sangat perlahan Adi menghampiri dua bidadarinya, bidadarinya sudah kembali lagi dan istrinya kembali bahagia, lebih bahagia lagi seperti dulu.
Adi membaringkan tubuhnya di samping istrinya dan memeluk mereka berdua. Rasanya bahagia sekali bisa menemukan anaknya kembali tak ada rasa bahagia selain ini.
Tapi, yang harus dirinya pikirkan sekarang adalah bagaimana cara membuat Andaru agar tidak mencintai lagi Cempaka adiknya sendiri.
Apakah dirinya harus membuat Cempaka jatuh cinta pada orang lain, apakah dirinya harus membawa seorang anak perempuan lain agar Andaru mencintainya.
Apa yang harus dirinya lakukan untuk memisahkan kedua anaknya ini. Apakah Cempaka juga mencintai Andaru seperti Andaru yang mencintainya.
Besok akan dirinya pikirkan lagi apa rencananya kedepannya. Semoga saja keluarganya bisa utuh lagi dan bisa saling menyayangi layaknya satu keluarga.
...----------------...
Cempaka yang baru saja bangun kaget dengan keadaan kamarnya. Dia baru ingat kalau sekarang dirinya sudah kembali pada keluarganya.
"Hampir saja aku berteriak. Untung saja aku tidak berteriak, kalau aku berteriak mereka akan kaget"
"Mungkin aku belum terbiasa untuk tinggal di sini, makanya seperti ini"
Cempaka melihat ke arah lemarinya, ada pakaian seragamnya tergantung di sana. Berarti hari ini dirinya harus sekolah, masuk sekolah.
Tapi keputusannya adalah dirinya akan menjadi Ayu, tetap menjadi Ayu tidak akan menjadi Cempaka. Semua orang yang ada di sekolah itu tidak boleh tahu kalau dirinya adalah Cempaka, ada sesuatu yang harus dirinya pecahkan terlebih dahulu.
Cempaka segera membereskan tempat tidurnya. Setelah itu masuk ke dalam kamar mandinya untuk mempersiapkan diri pergi ke sekolah yang sangat membosankan itu.
__ADS_1
Bukan sekolahnya yang membosankan, tapi orang-orangnya yang sangat membosankan dan tidak enak saja.
Apalagi di sana berteman hanya karena sebuah kekayaan saja, rasanya itu sangat memalukan tapi mau bagaimana lagi dirinya sekolah di sana dan itu sekolah punya orang tuanya.