
"Turun "
"Kenapa kau membawaku kemari Andaru"
"Turun "
Andaru membuka pintu mobil dan menarik Ayu untuk keluar "Bukannya ini yang kau mau kan, kita sudah di kantor polisi silakan kau masuk laporkan aku kalau perlu kau tarik aku masuk ke kantor polisi itu"
"Kau gila"
"Aku gila, bukannya ini yang kau mau, kau bilang pada polisi kalau aku yang telah tabrak lari temanmu itu. Lalu kau beri alasan yang selalu saja tidak masuk akal kau berikan bukti-bukti yang kau dapat itu. Ayo katakan pada polisi itu kalau aku orang yang bersalah Ayu "
Ayu malah diam saja, dia mengelengkan kepalanya "Kenapa kau diam saja. Kau takut"
"Aku tidak pernah takut ya "
"Kalau kau tidak takut maka pergi ke kantor polisi itu dan laporkan apa yang menurutmu benar. Sudah terlihat kan kalau aku ini tidak bersalah. Aku sama sekali tidak melakukan itu. Aku tidak menabrak temanmu untuk apa aku berbohong, kalau memang aku yang menabrak temanmu, aku sudah jujur dari awal Ayu"
"Tapi kenapa semua mengarah padamu "
"Itu hanya jebakan. Aku tahu kau tidak mau percaya padaku karena kau takut terjebak padaku kan. Kau takut kalau aku tiba-tiba saja membohongimu. Satu lagi untuk foto itu foto yang terakhir untuk apa kau sebarkan kau ingin semua orang tahu tentang kita"
"Aku tidak membagikan foto itu ya. Aku tidak tahu menahu tentang foto itu "
Lalu kalau bukan di rumah siapa, kau kan yang merencanakan semua ini"
Bukan aku, dari mana aku dapatkan foto itu. Pasti kau yang melakukannya Andaru "
"Mana mungkin aku yang melakukannya, aku tidak mungkin memfoto kita yang sedang berciuman, tapi sekarang semua orang sudah tahu seberapa dekat kita dan seberapa dalam hubungan kita ini"
Ayu diam, Ayu menatap Andaru lalu mengelengkan kepalanya. Ayu berlari pergi meninggalkan Andaru. Apakah dalam sebuah peperangan seperti ini harus ada hati yang dilibatkan.
...----------------...
"Ada apa Aina "
"Aksa apakah kau bisa membantuku"
"Kenapa Aina "
__ADS_1
"Aku sudah beberapa kali menghubungi Ayu, tapi nomornya tidak aktif. Bisakah kau bantu aku tadi dia pergi bersama Andaru, aku takut terjadi sesuatu padanya. Aku tidak punya nomor Andaru makanya aku menghubungimu saja"
"Jam segini Ayu belum pulang "
"Iya dia belum pulang, aku khawatir kau bisa bantu aku "
"Tentu aku akan mencari Ayu "
"Terimakasih Aksa "
"Sama-sama "
Setelah sambungan terputus Aksa mencari jaketnya dan memakainya. Lalu mencoba menghubungi kakaknya tapi sama tak aktif.
"Sialan dibawa kemana Ayu sama Andaru "
Aksa tergesa-gesa turun kebawah, dirinya harus menemukan Ayu secepatnya.
"Aksa mau kemana "
"Ayah aku mau cari Ayu "
"Ayu dibawa oleh Andaru aku akan mencarinya dia belum pulang sampai sekarang "
"Temukan Ayu Aksa, ayah akan menyuruh anak buah yang lain untuk mencarinya "
"Tidak usah Ayah biar aku saja yang mencarinya sendiri "
"Sini Ayah pengen bilang sesuatu sama kamu "
Aksa mendekati Ayahnya dan mendengarkan semua kata-kata Ayahnya. Aksa tersenyum dengan ide Ayahnya cukup bagus idenya.
...----------------...
Aliya dan juga Galang sekarang sedang menuju pulang ke rumah. Aliya dari tadi terus saja menangis. Bahkan dia terus saja menggigit-gigit jarinya Galang yang melihat itu merasa khawatir.
"Sudah jangan terus kau lukai dirimu, ada apa denganmu ini hah "
Aliya tidak menjawab. Dia malah makin terus menggigit jarinya. Galang segera menarik jari itu dan Aliya langsung menatap Galang dengan mata yang merah dan juga marah.
__ADS_1
"Sudahlah kau jangan terus pikirkan Andaru, kau lihat tadi kan sikap Andaru dia sama sekali tidak membelamu dia terus membiarkan Ayu untuk bicara. Bahkan dia membela Ayu. Apakah kau masih tidak bisa melihat dengan matamu itu kalau Andaru itu memang mencintai Ayu"
"Kau gila. Mana mungkin Andaru mencintai Ayu perempuan ular itu, Andaru hanya pura-pura saja. Andaru melakukan ini untuk kita semua bukan untuk Ayu. Ingat itu Andaru melakukan itu untuk kita"
"Mana ada melakukan itu untuk kita, Andaru itu benar-benar mengejar Ayu bukan karena ingin membantu kita. Dia itu memang mencintai Ayu. Jangan terlalu bodoh menjadi perempuan"
"Turunkan aku di sini. Aku mau pulang sendiri kau selalu saja mengatakan kalau Andaru mencintai Ayu. Andaru itu tidak pernah mencintai Ayu dia hanya main-main saja. Andaru hanya mencintaiku saja ingat itu "
"Biar aku antarkan kau pulang "
"Turunkan aku. Aku ingin pulang sendiri kau tidak boleh mengantarku pulang"
"Tidak aku akan mengantarmu"
"Turunkan aku Galang "
Aliya mengambil alih setir dan Galang yang kecolongan langsung memegang setir kembali dan mereka berebut setir sekarang, tapi dengan cepat Galang memberhentikan mobilnya Aliya langsung turun.
"Kau gila hah " teriak galang
Aliya berhenti dan menatap Galang yang mengejarnya "Kenapa kau masih mengikutiku sudah aku bilangkan Andaru tidak akan pernah mungkin menghianatiku"
"Kau sudah dibodohi olehnya, aku beritahu sekali lagi kalau Andaru itu mencintai Ayu bukan dirimu, kau itu jelas-jelas sudah dibuang oleh Andaru "
"Diam kau Galang, apakah kau ingin aku beritahu semua anak-anak di sekolah tentang Galang yang sebenarnya, tentang apa yang pernah kau lakukan, tentang keluargamu yang begitu hancur apakah kau ingin aku mengatakan ke semua orang tentang keluargamu. Tentang masa lalumu tentang kebejatan mu itu "
Galang malah tertawa mendengar kata-kata dari Aliya "Apakah kau ingin menyakitiku dengan kata-kata itu, apakah kita akan saling menyakiti Aliya. Apakah ini yang kau mau"
Aliya malah menangis, entah kenapa Aliya menjadi cengeng "Aku sudah katakan kalau Andaru tidak akan pernah mungkin menghianati aku"
"Baiklah daripada kita saling menyakiti lebih baik kita fokus pada masalah awal, yaitu Ayu. Apa yang ingin kau lakukan padanya "
"Aku ingin Ayu lenyap dari dunia ini, aku ingin dia tidak mendekati Andaru lagi dan aku ingin dia hancur sehancur-hancurnya "
"Baik kita lakukan itu, aku akan membantumu untuk menghancurkan Ayu kau hanya perlu mengarahkan peluru itu kepada kelemahan mangsamu itu. Jangan pernah lengah lagi Aliya dan jangan pernah percaya lagi Andaru. Kau percaya kan padaku kalau kita berdua akan berhasil ini hanya kita yang tahu, Andaru tidak boleh tahu tentang rencana kita "
Aliya diam, air matanya masih saja mengalir. Galang mendekati Aliya dan memegang bahunya dengan erat "Bagaimana apakah kau setuju dengan rencanaku. Aku yakin semua ini akan berhasil dan kita akan menang. Aku jamin semua itu "
Aliya masih saja diam, apakah harus mengikuti kemauan Galang atau tidak. Karena kalau dirinya mengikuti Galang berarti dirinya harus mengkhianati Andaru.
__ADS_1