
Aksa, Andaru, Cempaka dan juga Bianca binggung saat melihat polisi yang kembali datang, tapi sekarang bukan kearah Andaru tapi malah kearah Aliya yang sedang bersama Galang.
"Aliya mari ikut kekantor polisi "
"Apa kenapa aku lagi, memangnya aku salah apa. Aku tidak punya salah pada siapapun kenapa harus dibawa kekantor polisi "
"Semua sudah terbongkar dan kami sudah menyelidiki semuanya. Sebenarnya kamulah pelakunya mari ikut kekantor polisi dan jelaskan disana "
Aliya ditarik untuk masuk kedalam mobil polisi "Andaru bantu aku tolong bantu aku, aku ga mau Andaru tolong aku "
Tapi Andaru masih diam, dia menatap Aliya yang pergi dibawa oleh polisi. Galang mendekati Andaru dan mencengkram kerah pakaian Andaru.
"Kamu kan yang melakukan ini "
Andaru langsung mendorong Galang "Gila "
Datang mobil lagi, ternyata itu ayah dan ibunya anak kembar itu. Aksa yang akan menghampiri mereka ditahan oleh Zack "Semuanya berkumpul dilapangan termasuk kepala sekolah dan juga guru-guru disini "
Mereka berbondong-bondong pergi kelapangan, semuanya tak terkecuali. Sinta juga yang baru datang diantar oleh neneknya langsung bergabung.
Setelah semuanya berbaris Adi naik ke podium ditemani sang istri. "Baiklah pertama-tama yang aku akan sampaikan adalah aku kecewa dengan sistem di sekolah ini makin aku diamkan malah makin menjadi-jadi saja. Apalagi Pak Ginanjar yang awalnya mengundurkan diri padaku tapi tiba-tiba masuk lagi ke sekolah ini tanpa memberitahu aku sedikitpun. Sebenernya siapa disini yang punya sekolah hah "
__ADS_1
Adi menatap Pak Ginanjar yang ketakutan, dia tidak bisa pergi kemana-mana karena Pak Renaldi juga ada di sampingnya memegang tangannya dengan erat. Jangan sampai dia pergi dan menjauh.
"Aku mencoba untuk mendiamkannya, tapi mana malah makin menjadi-jadi bersama Sena yang bukan siapa-siapa disini, dia tak memiliki hak untuk memberikan sekolah ini padamu Ginanjar. Aku adalah satu-satunya orang yang mempunyai sekolah ini. Aku yang mengeluarkan biaya untuk sekolah ini bukan kalian"
"Kasus tentang tabrak lari, biar aku jelaskan disini agar semuanya jelas dan tidak bertanya-tanya lagi. Memang anak ku dan teman-temannya pergi ke jalanan, tapi yang memakai helm anakku itu adalah Aliya. Dia naik motor sendiri, aku tahu tentang semua ini. Dia juga yang telah menabrak Sinta tapi melimpahkan semuanya pada anakku Andaru. Sena dan juga Ginanjar telah merencanakan semua ini, dia ingin menjebak anakku habis-habisan. Memangnya aku akan tinggal diam tentu saja tidak, aku akan membereskannya sampai ke akar-akarnya, mungkin menurut mereka aku ini bodoh tidak sama sekali aku tidak bodoh "
"Kenapa aku membeberkan semuanya pada kalian, pada anak sekolah seperti kalian agar kalian tahu dan tidak lagi menuduh-nuduh. Apalagi menuduh anakku Cempaka. Disini mungkin sebagian orang baru tahu kalau namanya itu Ayu, tapi dia adalah anakku Ayu dan Cempaka adalah orang yang sama. Aliya juga pernah membuatnya malu kan, kalian juga satu sekolah ikut sertakan, maka tunggu saja balasan untuk kalian yang ikut-ikut membully anakku"Adi tersenyum miring dan menatap semua orang yang ada disini.
"Mulai sekarang akan aku sendiri yang memimpin sekolah ini, aku tidak akan pernah percaya pada siapa-siapa lagi. Untuk Sinta juga yang menjadi korban tabrak lari, silahkan meminta tanggung jawab pada Aliya dan keluarganya. Jangan terus memojokkan anakku Cempaka jika kamu membencinya maka tidak usah berkeliaran di lingkungannya. Tidak usah ada disekelilingnya. Mulai hari ini aku mengeluarkan Sinta dari sekolah ini karena dia masuk tanpa ada pemberitahuan padaku. Agar dia juga tak terus benci pada anakku, dia akan bebas dan tak akan melihat anakku Cempaka"
"Untuk Ginanjar bawa dia kedalam mobil Renaldi, jangan lupa jemput Sena juga. Kita harus memenjarakan mereka. Kita harus kerja cepat kita tak akan tahu mungkin disini masih ada musuh yang bersembunyi "
"Disini aku tidak mau ada lagi pembullyan, aku tidak mau ada kasus seperti itu. Aku sangat menyayangkan sikap Aliya dan juga Galang yang selalu membully anak-anak disini terutama Lia, mereka selalu saja mengejek fisik Lia, memangnya ada apa dengan fisiknya tak ada yang salah, aku tidak suka ada yang menjatuhkan mental temannya seperti itu, apalagi mengejek tentang fisik mau bagaimana pun fisik orang lain kita tak berhak untuk mengadilinya. Mereka cantik tampan apa adanya tak ada bedanya, mau kurus mau gendut itu tak masalah jangan ada yang membully lagi dalam hal apapun itu, disekolah ini tak boleh ada yang berkuasa "
"Baiklah hanya itu saja yang aku sampaikan, silahkan kalian bubar dan jangan melewatkan pelajaran lagi. Untuk kamu Zack antarkan Sinta pulang dia bukan lagi murid disekolah ini"
Adi langsung saja turun dari podium, anak-anak juga tak ada yang berani bubar, hanya Cempaka saya yang mengejar ayahnya dan mengikuti langkahnya masuk kedalam sekolah.
"Ayah kenapa kamu melakukan ini pada Sinta, dia itu tak salah, dia menjadi seperti itu karena Aliya, jangan salah kan dia jangan keluarkan dia ayah "
"Cukup Cempaka aku tidak mau kamu seperti ini. Dia itu bukan terhasut oleh Aliya karena memang dianya saja yang tak suka padamu. Ikuti kata-kata ayahmu ini, jauhi dia jangan pernah dekati dia lagi "
__ADS_1
"Ayah tapi aku juga salah atas apa yang menimpa Sinta, kalau saja aku tidak menabraknya Sinta tak mungkin akan seperti ini dia tak akan pake kursi roda"
"Sudah, aku tahu semuanya Cempaka. Memangnya berkat siapa dia bisa berobat, aku yang telah memberikannya uang. Memangnya kalau aku tidak membayar kontrakan rumahnya dia akan tetap tinggal disana tentu saja tidak, dia tak akan pernah tinggal disana, dia akan menjadi gelandangan. Aku sudah menebus semua kesalahan mu. Jangan pernah merasa bersalah semua itu juga salah kamu"
Adi menatap raut wajah anak perempuannya yang sedih "Kalau kamu terus bersamanya yang ada dia akan menjadi benalu terus. Dia akan menjadi beban hidup kamu saja. Lupakan persahabatan kalian, bukannya dia juga yang sudah memutuskannya kan, maka biarkan saja "
"Belajarlah yang giat, jangan fikirkan hidup orang lain. Biarkan saja mau bagaimana pun keluarga dia kamu tak usah ikut campur "
"Hemm, baiklah "
Cempaka melangkah dengan lunglai kearah kelasnya. Ya sudahlah membantah ayahnya pun tak akan menang. Kenapa ayahnya bisa tahu semua ya.
Saat Cempaka masuk kedalam kelas, semua teman-temannya yang belum tahu dirinya langsung menundukan kepalanya. Aneh kan Cempaka langsung duduk disamping Budi.
"Ayahmu keren "
"Humm, tapi kenapa dia bisa tahu semuanya"
"Entahlah, mungkin dia memata-matai semuanya. Aku tidak tahu tapi sepertinya teman-teman kita jadi takut padamu "
"Ahh hanya perasaan mu saja "
__ADS_1
"Memang seperti itu "
Cempaka tak menjawab lagi, dia mengambil bukunya dan memperhatikan guru yang sudah datang tadi.