
Singkat cerita sudah 5 bulan kepergian Bella dan Adi sekarang makin menjadi-jadi, dia bahkan sekarang sedang ada di sebuah lapangan bersama dengan anak buahnya mereka berjalan di belakang Adi, sedangkan Adi sendiri dia memimpin sambil memegang senjata andalannya yaitu sebuah kapak. Dia berjalan dengan angkuh dan menatap lawannya sekarang hari ini dirinya akan memperebutkan sebuah wilayah dengan orang yang ada di hadapannya.
"Jadi taruhannya apakah kau berani memberikan wilayah mu padaku dan kau akan tunduk padaku dan kau juga akan menjadi anak buahku , semuanya pabrik narkoba mu senjata mu akan menjadi milikku semuanya "teriak Adi pada lawannya.
"Hahaha hahaha silakan saja aku pasti akan menang dan semua yang aku punya tidak akan pernah menjadi milikmu Adi, kau sudah terlalu menjajah semua mafia di sini dan aku tidak akan pernah bisa kau tindas dan aku tidak akan pernah menjadi anak buah mu sampai kapanpun"
"Baiklah kita buktikan apa kata-katamu itu benar "teriak Adi
Adi segera maju dan mengayunkan kapak nya itu ke segala arah, dia tak peduli mau kena kepala tangan kaki apapun itu yang terpenting kena saja dulu, lalu kapaknya tiba-tiba terpelanting jauh karena ditendang oleh seseorang, Adi dengan cepat menonjok laki-laki itu, menonjok pipinya perutnya lalu menendang tulang keringnya.
Adi dikepung oleh beberapa anak buah dari orang itu sampai-sampai Adi di pegangi namun Adi tidak kehilangan akal, dia mengangkat kedua kakinya dan menendang orang-orang itu secara membabi buta, lalu menghajar orang yang telah memegang tubuhnya.
Perkelahian makin sengit orang-orang dari lawannya sudah banyak yang tumbang sedangkan anak buah Adi hanya baru sedikit. Adi berjalan ke arah pemimpinnya dan berhadapan langsung dengannya.
"Berikan sekarang atau kau ingin melawanku dulu"
"Kau harus melangkahi mayat ku dulu baru aku akan memberikan semuanya"
__ADS_1
Adi dengan senang hati langsung maju mengayunkan kakinya dan menendang laki-laki itu dan terjadilah perkelahian, adi yang tidak mau kalah dia menonjok wajah laki-laki itu dengan membabi buta bahkan Adi menduduki perut laki-laki itu saat dia tumbang, lalu tanpa rasa kasihan sedikitpun Adi menggigit telinga laki-laki itu sampai putus, dia sudah berteriak kesakitan atas apa yang Adi lakukan. Namun Adi sama sekali tak merasa bersalah.
Adi bangkit dan melepehkan telinga yang ada dalam mulutnya "sekarang apa yang kau punya sudah menjadi milikku dan kau juga menjadi bawahan ku, kalian semua yang ada di sini harus tunduk padaku. Dengar jangan pernah ada yang membantah padaku, jika ada yang sampai membuat aku marah ataupun sampai menghianatiku maka nyawa kalianlah taruhannya"
Anak buah laki-laki itu yang masih hidup langsung menundukkan kepalanya pada Adi dan bergabung dengan anak buahnya yang lain. Adi melihat ke arah laki-laki itu pemimpinnya yang sudah sekarat, lalu adi mengambil kapaknya lagi yang tadi sudah diberikan oleh anak buahnya tanpa banyak bicara lagi Adi langsung memenggal kepalanya.
Adi yang melihat orang itu mati dia malah tertawa dengan senang "bereskan semuanya dan alihkan semuanya atas nama diriku jangan sampai ada yang salah Zack "
"Baik tuan "
Adi dengan langkah yang angkuh berjalan ke arah mobilnya lalu pergi meninggalkan pertempurannya, semuanya sudah selesai dirinya tinggal menikmati hasilnya saja.
Adi kembali fokus ke jalan, sesekali dia melihat ke arah foto Bella yang sedang tersenyum makin ke sini rasa cintanya makin besar pada Bella, tapi dia tidak menemukan Bella sama sekali. Dirinya belum menemukan Bella setelah 5 bulan lamanya mencari.
Ayahnya entah di mana menyembunyikan Bella, entah disimpan di mana Bella oleh ayahnya bahkan dirinya sudah mengecek semua properti milik ayahnya tapi nihil semua tempat itu tidak ada yang di tempati oleh Bella.
Bahkan dirinya sudah mengecek ke bandara, mengecek nama Bella mengecek nama ayahnya Bella, namun tidak ada Bella masih ada di sekelilingnya namun dirinya belum bisa menemukannya, lihat saja jika Bella sudah ada di hadapannya dirinya tidak akan pernah melepaskannya lagi.
__ADS_1
Kenapa sekarang dirinya menjadi bengis dan menjadi tidak manusiawi, ini semua untuk bisa mengalihkan pikirannya dari Bella untuk bisa membuat dirinya lebih bahagia tanpa Bella, ini adalah satu-satunya hal yang membuatnya bisa sedikit melupakan Bella tapi setelah semuanya selesai dirinya akan ingat lagi pada Bella pada istrinya.
Adi sudah sampai di rumah dia langsung masuk ke dalam rumah dan disambut oleh Ziva yang masih betah tinggal di rumah ini, ya meskipun dirinya sudah tidak menganggap Ziva sebagai istrinya. Dirinya sudah bilang kan kalau Ziva boleh pergi ke manapun dia mau, tapi dia tak mau.
"Kau selalu saja datang dengan bercak darah yang banyak seperti ini Adi, kau ini mau sampai kapan terus ada di dunia hitam apakah kau ingin membuat nyawamu hilang dulu baru kau berhenti"
"Shut diam kau tidak usah ikut campur Ziva, apapun yang aku lakukan hanya untuk kesenangan diriku memangnya kau mau aku siksa tidak kan, jadi diam lah jangan membuat onar dan jangan membuat ulah urus saja urusanmu kita masing-masing saja di sini"
"Aku ini istrimu seharusnya kau memperlakukan aku seperti istrimu, kau ini tidak menganggapku Adi kau menganggapku seperti sampah di sini"
"Aku tidak pernah mengatakan itu, aku tidak pernah menganggap kau sampah kau sendiri yang bilang. Kau memang istriku tapi aku sudah tidak mencintaimu aku sudah memberikan surat cerai padamu, tapi kau tidak mau kan maka nikmatilah hidupmu ini tapi jika sampai aku melihatmu selingkuh aku tidak akan segan-segan untuk menghabisi mu"
"Kau egois kau hanya ingin kesenangan dirimu saja, kau tidak ingat dengan semua kata-kata ibumu kau tidak boleh menceraikan aku sampai kapan pun"
"Tapi kalau kau selingkuh aku boleh menceraikan mu, mungkin sekarang aku belum mendapatkan bukti bahwa kau selingkuh tapi suatu saat aku akan mendapatkannya dan aku akan lepas darimu dan kau juga akan mati di tanganku"
Setelah mengatakan semua kata-kata itu Adi melengos pergi masuk ke kamar dirinya dan juga Bella, kamar favoritnya dan akan menjadi kamar terindah bersama sang istri.
__ADS_1
Mungkin dirinya sekarang seperti tidak adil pada Ziva, tapi memang keadaannya seperti ini hatinya tidak bisa dipaksakan untuk mencintai Ziva dan terus berada di sampingnya, hatinya sudah mati untuk Ziva karena penghianatan penghianatan yang dia lakukan padanya dan telah membuat wanitanya pergi dari sampingnya.