
Adi yang baru masuk ke kamar melihat sekitar kosong tempat tidurnya kosong ," Bella sayang kau kemana sayang"
Adi berjalan dengan cepat kearah kamar mandi, tak ada istrinya tak ada kemana dia, kenapa tak ada dikamar, Adi berlari keluar kamar dan mencari Bella ke setiap ruangan.
"Bella dimana kau Bella "
Semua orang keluar dan menatap Adi yang berteriak "Sera cari Bella tak ada "
"Baik tuan "
Adi kembali berlari mencari istrinya saat dirinya keluar rumah malah melihat orang yang sedang berkerumun, Adi dengan langkah yang lebar berjalan kesana dan ada istrinya yang sedang makan dan tertawa bersama anak buahnya yang lain.
Adi duduk disamping sang istri dan menatapnya dengan horor, mereka yang ada disana langsung bubar kecuali Bella dan juga Rizki.
"Ada apa sayang, apakah kau mau "
Adi masih diam dan menatap Bella dengan tatapan marah "Aku lapar kau tidak menyediakan apa-apa di kamar, biasanya kamarku itu suka ada makanan kok tahu kan aku sedang mengandung, jadi aku ini selalu kelaparan dan kebetulan Rizki mengajak aku memakan cuanki dan anak buahmu memanggil mang-mangnya ke sini jadi kami makan bersama apa ada yang salah kau ingin marah padaku"
Adi mengusap rambut istrinya dan tatapnya langsung teduh " kenapa kau tidak izin dulu padaku, aku mencarimu kemana-mana. Tapi kau tidak ada jangan lakukan ini lagi aku tidak akan pernah siap untuk ditinggalkan olehmu lagi"
"Aku tak kemana-mana aku hanya di sini di halaman rumahmu, ayo kok pasti juga lapar ayo pesan lah ini enak apalagi dimakan malam-malam"
Adi menggelengkan kepalanya, hanya diam menatap Bella yang lahap memakan makannya sambil mengusap rambut Bella.
Hatinya sudah tenang, dirinya fikir tadi Bella kabur lagi seperti waktu itu untung saja dirinya belum menghancurkan rumah dan juga memarahi seluruh pekerjanya.
"Apakah kau yakin tak mau "
"Tidak sayang "
"Aku suapi "
Bella menyendok cuangkinya dan menyuapi Adi, Adi yang menerima itu langsung mengerutkan dahinya dan mencoba mengunyahnya, kenapa ini pedas dan juga asam.
Setelah menelannya Adi mengambil mangkok Bella " apa apaan ini, kenapa pedas sekali dan asam, kau tak boleh makan seperti ini lagi apakah kau ingin sakit perut "
"Apa kubilang jangan terlalu pedas liat tuan dia tak mau mendengarkan aku, marahi saja dia"
Bella menyenggol tangan Rizki awas saja ya Rizki akan dirinya balas nanti.
"Tapi aku sedang ingin ini bukan aku saja yang ingin tapi anak-anaknya juga " rengek Bella dengan wajah yang memelas.
"Apakah anak bayi suka makan pedas dan asam"
"Iya mereka suka makannya aku makan, aku mau hanya sekali ini saja aku takkan makan lagi0"
"Bohong Bella tuh setiap hari makannya kayak gini di rumah"
"Ki " teriak Bella
"Apa "
"Nyebelin ya awas aja nanti aku ketemu sama kak Fatimah aku aduin kamu "
"Udah ganti aja, mang ganti ya jangan pakai pedes dan juga "
"Baik tuan "
"Terus ini gimana aku pengen yang ini mas, aku pengen ini"
"Makan yang original saja, aku tak mau sakit "
"Ist mas "
Bella melipat tangannya dan memajukan bibirnya, kesal sekali kenapa dilarang makan itu, padahal enak dan sedikit lagi akan habis, Bella menatap Rizki dan dia malah tertawa dasar Sabahat laknat ya.
__ADS_1
**
"Selamat pagi semuanya " sama Rizki saat sudah ada dimeja makan
"Pagi " ucap Bella dengan ketus.
Rizki melihat perempuan kemarin yang masuk kedalam gudang memberikan makanan berbeda pada Bella, kok beda sih.
Rizki langsung mengambilnya " Ki kenapa diambil "
"Biar aku yang makan kau makan yang lain saja "
Adi yang disamping istrinya mengerutkan keningnya, " itu makanan untuk ibu hamil Rizki"
"Em akan aku coba dulu, sepertinya Bella ingin makan yang lain "
Adi hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah yang diperlihatkan oleh Rizki sudahlah mungkin dia ingin itu.
Saat Rizki akan menyuapkan makanannya kemulitnya tangannya langsung ditahan oleh pelayan itu."ada apa ini"
"Ini untuk Nona Bella bukan untuk anda tuan"
"Kenapa aku ingin "
"Sudah biarkan dia Dara memang dia suka aneh biarkan saja dia makan dia suka makanan itu" tegur Bella
"Tapi nyonya ini khusus untuk anda"
"Sudahlah aku tidak masalah kau ini seperti ada sesuatu saja memangnya kenapa aku harus makan itu"
"Emm tidak nyonya hanya saja aneh kalau dimakan oleh laki laki "
Bella tak menjawab mengisi piring suaminya dengan nasi dan lauk pauk, dan juga mengisi piringnya juga, bahkan Bella mengambil lebih banyak dari porsi suaminya.
Adi diam saja saat melihat istrinya makan " Ada apa mas kenapa kau menatapku seperti itu,apakah kau ingin aku suapi "
"Iya malahan aku belum kenyang kalau segini, entahlah perutku menjadi selalu lapar kau tidak akan ilfil kan dengan caraku makan dan sebanyak ini"
"Tentu tak akan sayang, yang penting kau sehat aku tak masalah "
Bella menganggukan kepalanya dan melanjutkan sesi makannya. Namun tiba tiba Rizki berteriak
"Aw kenapa perutku sakit, aduh kenapa sakit sekali "
"Kenapa Rizki jangan main main " ucap Bella sambil memakan daging ayamnya.
"Ini bener Bel perut aduh perut sakit aduh kenapa ini"
Rizki bangkit dan langsung berlari mencari kamar mandi " dimana kamar mandi dimana ini, dimana dimana "
"Lurus Ki belok kanan "
Rizki berlari kearah sana dan menghilang tak kelihatan lagi, Adi melihat makanan yang dimakan Rizki dan mengigat tentang pelayan tadi yang kekeh ingin makanan itu dimakan oleh Bella.
"Zack "
"Ya tuan "
"Periksa makanan ini dan juga panggil dokter "
"Baik tuan "
"Ada apa dengan Rizki mas "
"Sepertinya ada yang sedang main-main dengan kita sayang kau harus hati-hati kalau makan"
__ADS_1
"Apakah ada penghianat "
"Ya pasti ada penghianat "
"Sera kau buang semua makanan yang ada di dalam kulkas dan juga di gudang makanan, sepertinya ada yang sedang main-main dengan kita jangan sampai ada makanan yang tersisa dan ganti dengan yang baru dan kau yang harus mengawasi dan kau yang harus memasak untuk Bella"
Sera menganggukan kepalanya dan segera melaksanakan apa yang tuannya mau " kita ke kamar sayang "
"Tapi Rizki "
"Dia akan baik baik saja, ayo kau harus beristirahat dia akan aku yang mengurus "
Bella dengan wajah yang gelisah mengikuti kemana suaminya pergi, kenapa baru juga sehari dirinya disini sudah seperti ini ada masalah.
"Mas tak ada apa apa kan"
"Semuanya akan baik baik saja sayang, kau disini ya jangan kemana mana "
Adi mencium bibir istrinya sebentar dan segera keluar dari kamar tak lupa tadi dirinya mengunci kamarnya takut takut ada yang masuk sekali dirinya.
***
"Bagaimana keadaan Rizki "
"Dia masih diare dan muntah-muntah sekarang Tuan, ada yang masukkan sesuatu pada makanan itu sepertinya tujuan awalnya adalah nyonya Bella tapi yang memakan malah Rizki temannya"
Adi mengusap wajahnya kenapa Rizki yang lebih peka dan dia mau memakan makanan itu.
"Bawa perempuan yang memberikannya pada Bella aku akan menemui Rizki dulu "
"Baik tuan "
Adi berjalan kearah kamar Rizki ternyata disana banyak dokter yang sedang menangani Rizki dan memberikannya obat juga.
"Sudah agak baikan Rizki "
"Masih sakit perutku Tuan dan masih ingin muntah-muntah terus, aku sudah menyangka kalau di makanan itu akan ada racun, dia pasti akan mencelakai Bella "
"Lalu kenapa kamu makan, kenapa kau tidak langsung membuangnya saja, kenapa kau malah memakannya"
"Aku ingin membuktikannya terlebih dahulu Tuan, aku tidak bisa menyalahkan seseorang dengan gegabah setelah aku tahu maka aku bisa membuktikannya kan, kalau perempuan itu tidak baik, dia kemarin masuk ke dalam gudang dan membawa sesuatu mungkin racun itu kau juga harus mengecek gudang aku sudah meminta pada kak Zack untuk memasang CCTV siapa tahu dia akan masuk lagi ke sana dan menyimpan sesuatu yang bisa membahayakan Bella "
"Kau beristirahatlah dan dokter urus dia dengan baik sampai sembuh jangan sampai dia kenapa-napa"
"Baik tuan "
Adi melangkah keluar dan sekarang adalah mengurus perempuan itu siapa yang menyuruhnya perempuan itu sudah ada dihadapannya dia menunduk dan tak berbicara.
"Siapa tuan mu "
"Aku lebih baik mati dari pada memberitahumu "
Perempuan itu mengeluarkan pistol dan akan menembak kepalanya namun Adi langsung menendangnya, pistol itu terjatuh jauh dan perempuan itu jatuh tersungkur.
Adi berjongkok dan mencengkram dagu perempuan itu " siapa tuan mu "
"Aku tak akan buka mulut "
"Penjarakan dia diruangan bawah tanah jangan sampai dia lolos "
"Baik tuan "
Adi melihat anak buahnya yang ada dihadapannya apakah mereka ada lagi yang berkhianat padanya, sialan sudah ada yang lolos masuk kedalam rumahnya siapa yang telah memasukan orang ini kerumah.
"Tuan apakah saya boleh masuk kamar sepertinya nyonya Bella masih lapar "
__ADS_1
Adi melemparkan kuncinya kearah Sera dan Sera dengan cepat menangkapnya dan meninggalkan tuannya serta yang lain.