Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 322 cara yang kamu lakukan salah


__ADS_3

"Sinta kenapa kamu masih di rumah, kamu akan telat pergi ke sekolah mana orang yang selalu jemput kamu teman kamu itu. Mana biasanya kan dia jam segini sudah datang. Kenapa dia sekarang belum datang ke mana ya, apakah dia lupa lagi sayang "


"Dia lagi marah sama Sinta, ternyata dia adalah salah satu pelaku yang udah tabrak lari Sinta. Makanya dia ga mau jemput-jemput lagi. Mungkin da malu entah bagaimana. Sinta juga kayaknya mau keluar sekolah aja deh karena berangkat ke sekolah juga kayak gimana, susah mau berangkat sekolah juga "


"Ya ampun Sinta, kamu harus masuk sekolah, kamu susah-susah masuk sana. Bukannya itu adalah impian kamu untuk masuk sekolah itu, terus sekarang kamu tiba-tiba keluar apa kamu ga sayang kamu nanti ga bisa masuk lagi ke sana gimana coba, jangan gegabah dan sayang "


"Ya terus aku harus berangkat sekolah sama siapa nek, aku masa mau berangkat sendiri ga mungkin kan aku berangkat sekolah sendiri. Aku juga bingung nanti kalau misalnya naik taksi apakah sopirnya mau bantu aku kalau ga gimana, aku tuh bener-bener udah binggung banget nek, aku ga tahu harus lakuin apa"


"Ya udah biar nenek antar sekolah ya, kita berangkat sekolah sekarang jangan kamu ga berangkat nenek akan antar jemput kamu, kamu tinggal telepon nenek aja nanti nenek akan jemput kamu ya"


"Ga usah lah nek, nanti malah aku yang malu masa udah besar kayak gini aku di antar jemput sama nenek. Udahlah gak papa aku keluar aja daripada aku harus susah in nenek kayak gini, malah cape kita berdua ya nanti nek "


"Katanya kamu pengen banget sekolah di sana, sekarang udah di sana kamu mundur" neneknya terus saja membujuk, karena memang sayang saja kalau cucunya ini keluar dia sudah masuk sekolah impiannya itu masa mau keluar begitu saja. Tidak mungkin kan sayang sekali.


"Aku juga mundur karena keadaan nek, kalau aku ga kayak gini mungkin aku ga akan pernah mundur sampai kapanpun. Aku akan bertahan di sekolah ini tapi karena keadaan aku yang kayak gini aku nggak bisa nek "


"Ya udah yuk nenek anterin aja, nggak apa-apa nenek antar jemput juga. Nenek ikhlas ko sayang "


Neneknya Sinta kekeh ingin mengantarkan Sinta ke sekolah. Bahkan dia langsung pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaian dan mendorong kursi roda cucunya "Nek udah ga usah, nenek udah tua masa mau anter jemput aku sih, gimana kalau nenek malah jadi sakit nek"


"Udah biarin nenek antar saja, nenek akan baik-baik saja. Kamu tidak perlu menghiraukan nenek. Nenek benar-benar akan baik-baik saja"


Taksi sudah ada di depan, neneknya langsung membantu Sinta untuk masuk ke dalam dan melipat kursi rodanya. Disimpan di bagasi setelah itu mereka berdua pergi ke sekolah.


...----------------...


Masih saja diam Aliya tidak mau mengatakan apa-apa, dia malah terus menggeram ingin dilepaskan dan sangat marah sekali dengan apa yang Cempaka lakukan.


"Sudah aku katakan Ayu lepaskan aku sekarang juga, lepaskan sialan, lepaskan jangan main-main bersamaku, lepaskan aku "


Baru juga Cempaka akan berbicara malah sudah ada Galang yang datang, dengan kawan-kawannya pasti ada yang memberi tahu Galang kan"Ada apa ini, kenapa kalian diam saja saat Aliya diperlakukan seperti ini, kalian ini kenapa diam, dia itu teman kalian apa kalian tidak menghargai Aliya. Bukannya tolong dia malah diam saja" teriak Galang dengan sangat marah sekali.


"Bantu aku bantu aku lihat aku diperlakukan seperti ini oleh mereka. Ayo bantu aku lepaskan. Aku lihatlah lihatlah mereka tak ada yang mau membantuku, bantu aku bantu aku buka Galang penutup mata buka buka buka, aku tidak suka diperlakukan seperti ini "


Galang langsung membuka penutup mata itu dan membuka setiap ikatan yang dilakukan Aina dan juga Budi tadi. Aliya langsung bangkit dan menatap seluruh temannya, Lalu dia berteriak dengan kencang sekali.


"Lihatlah lihat saja kalian yang ada di sini, akan habis olehku kalian semua akan aku beri perhitungan kalian bukan menolong ku, tapi malah diam dan mendukung perempuan ini. Seharusnya kalian membantuku, apa kalian ingin aku habisi mental kalian hah "

__ADS_1


Aliya beralih pada Cempaka dan menarik seragam Cempaka, tapi Cempaka malah diam saja sambil tersenyum ke arah Aliya "Bagaimana suka diperlakukan seperti ini, pernah berpikir tidak bagaimana mental orang yang telah kamu bully itu, kamu juga diperlakukan seperti itu mentalmu hancurkan. Kamu berteriak dan sepertinya kamu juga akan menangis, ya ampun aku lupa tadi tidak menyediakan tisu atau sapu tangan untukmu, apakah kamu perlu seragamku untuk menyusut air matamu itu yang akan meleleh"


Aliya langsung mendorong Cempaka, Bianca yang ada di sana menatap Aliya juga "Kamu tahu kan rasanya sekarang, Makanya jangan jadi pembully jika tidak mau dibully juga"


"Diam kamu Bianca, kamu tidak ada urusannya"


Aliya menatap Aina, Budi, Danu pokoknya yang terlibat dalam masalah ini bahkan kucing tadi ada dibawa oleh Danu, tapi kucing itu tidak apa-apa tidak terluka sama sekali. Malahan anteng tertidur.


"Kamu Aina berani mempermainkanku, apa kamu ingin aku menghancurkan keluargamu berani sekali kamu, mempermainkan aku seperti ini. Dengar kalian berlima itu tidak berhak melakukan ini semua padaku, aku akan berbicara pada Tuan Adi, lihat saja kalian akan dikeluarkan dari sini terutama kamu Ayu kamu pasti akan habis-habisan dimarahi"


"Silakan saja kamu bilang, mau bilang kepala sekolah sampai orang tuaku dipanggil juga aku tidak takut, karena apa yang aku lakukan ini benar bukan hal yang salah seperti yang sering kamu lakukan membully anak-anak dan menjatuhkan mental mereka"


Galang memegang tangan Aliya yang sudah sangat marah sekali, bahkan saking kesal dan marahnya badan Aliya sampai bergetar. Galang takut terjadi sesuatu pada Aliya makanya dia terus memegangnya.


Kembali Aliya mendekati Cempaka "Jangan merasa kalau kamu itu anak dari yang punya sekolah makanya seenaknya padaku, lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu. Aku tidak akan segan-segan melukaimu siapapun dirimu aku tidak takut"


"Aku pun tidak takut dengan ancamanmu yang murahan itu "


Tiba-tiba bel masuk sekolah berbunyi, guru ada yang datang ke sana "Kenapa kalian masih ada di sini, pergi ke kelas dan kenapa ada kursi roda bawa ini jangan membuat masalah seperti ini. Cepat-cepat masuk ke kelas kalian masing-masing"


Meeka semua langsung bubar tapi Cempaka dan Aliya masih saja saling tatap, apalagi Cempaka bukannya takut dia malah tersenyum sambil mengejek Aliya yang sangat marah ini di hadapannya.


...----------------...


"Tidak akan, nenek antarkan kamu sampai kelas. Memangnya kamu bisa atau perlu kita telepon Ayu atau Budi atau siapa untuk membantumu, nenek tidak mau melihatmu masuk sendiri dan kesusahan "


"Sudah kubilang kan, aku tidak akrab lagi dengan mereka, mereka itu bukan teman-teman aku lagi. Sudahlah biarkan aku pergi sendiri nenek tidak usah khawatir. Aku akan baik-baik saja, nenek pulang saja sudah sampai sini saja jangan membuatku malu lihatlah teman-temanku menatapku seperti itu"


"Kenapa harus malu kan nenek membantumu, jangan seperti itu ya, nenek antarkan ke kelas sekarang juga kamu sayang "


"Nek tolonglah mengerti posisi aku di sini. Aku malu di lihat oleh eman-temanku, mereka seperti mengejekku sudah aku bisa pergi sendiri nanti pulanglah cepat pulang jangan membuatku malu. Bukannya nenek tadi berjanji mengantarkanku sampai gerbang saja, kenapa sekarang sampai masuk ke dalam sekolah sudah aku tidak mau nek "


Akhirnya nenek Sinta mengalah juga dia tidak mau membuat cucunya malu, dengan perlahan dia pergi meninggalkan Sinta, setelah melihat neneknya pergi Sinta segera bergegas ke kelasnya karena sudah telat dia tahu dirinya sangat telat masuk ke sekolah tapi yang terpenting sekolah dulu sajalah.


...----------------...


"Masuklah"

__ADS_1


"Tuan Sena akhirnya kamu datang juga kemari silahkan duduk, ada yang ingin aku katakan "


Sena langsung duduk dan menatap Pak Ginanjar yang tersenyum padanya "Saya ingin merubah beberapa cat di sekolah ini dan memajang sesuatu juga di depan kelas, di dalam kelas juga saya ingin merubah sekolah ini menjadi keinginan saya "


"Merubahnya katamu, lalu apakah Andaru adi di penjara, apakah sudah berhasil apakah idemu sudah berhasil untuk membuat anakku lolos dari semua masalah ini, tapi nyatanya tidak kan dia masih berkeliaran dan dia juga masih bebas bahkan tidak ada panggilan dari pengadilan sama sekali"


"Kamu hanya perlu tunggu Tuan, nanti juga pasti akan ada panggilan dan Andaru juga pasti akan dipenjara"


"Benarkah Andaru akan dipenjara, tapi aku tak yakin dia akan dipenjara aku tidak peduli uangmu sudah habis berapa karena itu resiko mu sendiri, kenapa kamu membeli video itu tanpa memberitahu aku dulu, tanpa berdiskusi dulu padaku itu adalah kesalahanmu sendiri. Kalau kamu ingin mengubah sekolah ini nanti setelah aku benar-benar berbicara pada Adi semuanya dan juga Andaru dipenjara dan Aliya terbebas dari semua masalah ini. Baru aku akan memberikan sekolah ini dan surat-suratnya berganti atas namamu"


Sena langsung saja pergi keluar dari sekolah itu. Sedangkan Pak Ginanjar sangat marah sekali, apa yang selama ini dirinya inginkan harus batal lagi kenapa jadi seperti ini, perjanjiannya kan bukan perjanjiannya awal dirinya membantu Aliya dan menjadikan Andaru tersangka sudah sekolahin jadi miliknya tapi kenapa sekarang beda lagi tidak sesuai perjanjian yang sudah ditentukan.


...----------------...


"Cempaka apakah bisa kita bicara dulu"


Cempaka yang akan pergi ke kelas malah ditahan oleh Pak Renaldi "Tentu saja boleh Pak ada apa"


"Apa yang kamu lakukan itu tidak benar, kamu melakukan itu pada Aliya berarti kamu dan Aliya sama saja kan"


"Aku dan dia sama saja ? Beda Pak bukannya Bapak pernah mengajarkanku tentang kemanusiaan, maka aku ingin mengajarkan itu pada Aliya agar dia sadar, agar dia punya hati untuk tidak menyakiti orang lain"


"Iya aku tahu, aku pernah mengatakan itu padamu tapi bukan seperti ini caranya Cempaka, caramu itu salah kalian bisa bicara berdua atau dengan cara yang lainnya "


"Apa yang akan aku harapkan bila kita berdua berbicara, yang ada kita berdua hanya akan bertengkar. Aliya itu harus sedikit di kerasi aku sama sekali tidak membully nya Pak. Aku hanya ingin membuat dia sadar bahwa apa yang selama ini dia lakukan itu semuanya salah, tidak ada yang benar aku di sini hanya ingin menuntut keadilan. Aku tidak pernah melakukan hal yang salah"


"Iya aku mengerti, tapi itu memang benar-benar salah cara yang kamu lakukan itu salah Cempaka. Jika dia dikerasi yang ada dia akan makin keras dan tidak akan mengikuti apa kata-katamu. Dia akan membalas apa yang kamu lakukan, kamu harus mengenal dulu bagaimana sifat orang itu dan yang aku tahu sifat Aliya seperti itu dia tidak akan mudah untuk berubah dan dia akan membalas apa yang pernah dia rasakan"


"Kalau saling membalas seperti ini, kapan akan berakhirnya malah akan makin menambah masalah saja kan. Yang ada malah makin menambah makin tambah makin tambah dan kamu akan disalahkan di sini"


"Yang aku lakukan pada Aliya tidak seberapa dengan apa yang pernah dia lakukan padaku Pak. Bapak tahu sendiri kan apa yang Aliya lakukan padaku saat pertama kali aku di sini dan dia tidak tahu aku siapa, dia memperlakukan aku seperti seorang perempuan yang tidak punya harga diri. Aku hanya memberikan dia pelajaran sebegitu ringannya aku tidak melakukan apa yang pernah ia lakukan padaku Pak, di sini aku hanya ingin membela saja tidak ada yang salah"


"Lebih baik kamu renungkan lagi semuanya yang kamu lakukan, kamu tulis di kertas selembar dan berikan pada aku seperti sebelum-sebelumnya yang kamu lakukan. Aku melakukan ini demi kamu juga Cempaka, agar kamu sadar apa yang kamu lakukan itu tidak baik memang kamu ingin memberi pelajaran pada Aliya rapi caranya itu yang salah"


"Menurutku tidak ada yang salah Pak, semuanya sudah benar aku sudah memberikan apa yang menurutku bagus untuk diberikan pada Aliya, dia di sini terlalu semena-mena Pak, dia ingin menjadi bos di sini dan mengalahkan semua teman-temannya"


"Aku ingin kamu merenungkan semuanya ya, ingat apa yang kamu lakukan itu sangat salah sekali aku memang menyuruhmu untuk bisa simpati pada orang lain, tapi caranya tidak seperti ini dengan membully temanmu yang membully teman-temanmu lagi ya. Ini semua tidak baik Cempaka "

__ADS_1


Cempaka tidak menjawab. Dia malah langsung pergi begitu saja karena kenapa saat pertama kali dirinya melakukan hal seperti ini Pak Renaldi turun tangan dan memberitahu kalau ini hal yang buruk, dirinya tahu ini hal buruk tapi kenapa saat Aliya, Galang melakukan hal itu tidak ada guru yang menegur ataupun menasehati mereka, mereka dibiarkan bebas seperti itu.


Mereka dibiarkan seperti pemenang di sini, tak ada pembelaan sedikitpun makanya mereka makin ke sini makin ke semena-mena karena guru-guru pun tidak menegur mereka kenapa tak adil.


__ADS_2