Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 330 hanya sia-sia saja


__ADS_3

"Ada apa ya Budi menyuruhku untuk berkumpul di sini di dekat danau yang dulu sering aku datangi bersama anak-anak yang lain"


"Coba kamu telepon dia deh siapa tahu penting "


"Sudah aku coba tapi tidak mengangkatnya, dia tidak menghubungi aku lagi"


"Mau coba datang ke sana"


"Boleh kamu mengantarku, aku takut kalau sendirian semalam ini pergi kesana "


"Tentu saja, ayo aku antar kamu pergi ke sana kita bersama-sama ya "


Bianca dan juga Cempaka turun ke bawah bersama-sama, Bianca mengambil kunci mobil Aksa yang selalu tergantung, tadi juga Bianca sudah bilang pada Aksa, mereka segera melaju ke sana pergi ke tempat yang kata Cempaka tempat berkumpul mereka, ya teman-temannya dulu.


"Sudah bisa ditelfon "


"Masih saja tidak bisa. Sepertinya dia sedang sibuk, makanya tidak bisa mengangkat teleponku"


"Ya sudah kita susul ke sana saja ya, siapa tahu ada sesuatu yang ingin dia bicarakan "


"Iya kamu benar, kita susul saja dia tak ada apa tiba-tiba menelpon seperti ini, tak biasannya kan dia misterius seperti ini "


Sebenarnya Cempaka di sini lelah, tapi karena Budi adalah temannya dari dulu dan selalu ada untuknya dia harus menemuinya. Takut-takut ada yang terjadi pada Budi seperti waktu itu.


...----------------...

__ADS_1


Sedangkan Sinta bersama Aina juga sudah ada di sana, di danau itu mereka melihat sekitar "Kenapa dia menyuruh kita untuk datang ke sini Aina, tak biasanya apalagi ini sudah sangat malam sekali "


"Entahlah aku juga tidak tahu, kenapa coba Budi menyuruh kita untuk datang kemari"


Tiba-tiba datang mobil, Aina yang tahu mobil siapa langsung bangkit dan yang keluar adalah Cempaka dan juga Bianca.


"Ayu kamu juga disuruh kemari oleh Budi,"


Cempaka hanya menganggukan kepalanya dan menggandeng tangan Bianca, kompak mereka segera duduk di dekat Aina, Sinta yang melihat itu menatap sinis Ayu yang bersama Bianca


Sinta yang tidak mau lagi menunggu segera menelpon Budi dan dia datang, dia datang membawa radio dia berjoget-joget semua perempuan di sana tersenyum, melihat tingkah Budi yang memang selalu konyol.


"Apa yang kamu lakukan kenapa seperti itu "tanya Bianca yang binggung


Bianca yang tahu arah pembicaraan ini ke mana langsung menatap Cempaka yang menundukan kepalanya, lalu menatap Sinta juga yang mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Kamu tahu orang yang selalu menolong Ayu itu adalah Sinta, mereka selalu saja bersama tak pernah terpisahkan sama sekali "


"Iya benar mereka tuh seperti perangko, mereka itu tidak bisa dipisahkan "ucap Aina yang juga mengingat masa-masa dulu yang begitu menyenangkan sekali.


Cempaka yang diingatkan seperti itu menjadi sangat sedih sekali, persahabatannya sudah hancur semuanya tidak akan pernah bisa diperbaiki sampai kapanpun.


Cempaka mulai menangis dan Sinta juga sama mulai menangis "Bisakah Sinta kita memulainya seperti dulu lagi, kalian ini sudah dewasa. Kenapa selalu saja bertengkar kamu juga Sinta jangan terlalu keras pada Ayu, dia juga selama ini membela kamu kan, kami semua ada di pihak kamu, ingat itu kami ada di pihak mu "


"Huff selalu saja ujung-ujungnya ke sana. Jadi kamu mengumpulkan kami tengah malam seperti ini hanya untuk membicarakan hal konyol seperti itu, masa lalu ya biar menjadi masa lalu tidak usah diulang-ulang lagi untuk sekarang aku tidak mau itu sampai terulang lagi, aku tidak sudi aku menyesal memiliki masa lalu yang seperti itu, masa lalu yang memalukan "

__ADS_1


"Kenapa kamu malah seperti itu berbicaranya. Aku kan baik-baik aku hanya mengingatkan tentang masa lalu kita. Aku ingin kita sama-sama lagi"


"Sama-sama lagi itu tidak akan pernah terjadi Budi. Jangan pernah berharap aku tidak akan pernah mau seperti itu lagi melakukan hal konyol seperti itu"


"Aku bicara baik-baik loh Sinta, kenapa berteriak padahal aku ingin menyatukan kamu lagi bersama Ayu, tapi kenapa malah seperti ini, malah menjadi kamu yang marah padaku. Semenjak kamu sakit kamu jadi temperamental seperti ini ya, apalagi sudah bergabung dengan kelompok Aliya makin keras kepala saja "


"0adahal Budi tidak berkata yang salah Sinta. Kenapa kamu berteriak seperti itu" ucap Aina yang sama binggung juga.


"Sudahlah ayo antarkan aku pulang aku mau pulang sekarang, aku tidak mau ada disini lagi. Aku muak disini "


Sinta langsung pergi dari sana, tidak mau melihat Ayu lagi Bianca yang memang tahu masalah mereka itu apa, langsung menarik tangan Sinta.


"Dengarkan aku dulu perempuan keras kepala, bukannya aku di sini membela Cempaka atau bagaimana. Kamu sudah menyia-nyiakan teman yang begitu baik dan peduli sama kamu. Suatu saat kamu tidak akan pernah bisa menemukan teman seperti itu lagi, hanya karena laki-laki saja persahabatan kalian harus musnah hanya karena iming-iming yang Aliya berikan semua itu harus lenyap. Jadi orang itu jangan terlalu bodoh sayang orang yang benar-benar membela kamu malah dicampakkan begitu saja, tapi saat ada orang yang pura-pura dekat dengan kamu malah disanjung-sanjung kasihan sekali kamu ini ya terlalu naif dasar plin plan kamu "


Bianca menatap Cempaka yang masih duduk lalu menarik tangannya dan pergi dari sana, meninggalkan tempat ini rasanya muak sekali melihat perempuan itu yang tidak tahu diri tidak tahu di untung. Sudah dibantu tapi masih saja seperti itu keras kepala.


"Kalau tahu pada akhirnya akan seperti ini Cempaka. Aku tidak akan mengantarmu lebih baik kita tidur saja, malah kamu dimaki-maki seperti ini. Aku paling tidak suka kalau ada teman yang seperti itu, sudah jauhi jangan pedulikan dia lagi. Tadi pagi aku dengar kamu menyelamatkannya kan untuk sekarang kamu jangan pernah menyelamatkannya lagi. Biarkan saja dia mau diapakan oleh siapapun jangan pernah ikut campur, biarkan saja mau dia mati ataupun dipermalukan jangan ikut campur "


"Apakah aku seburuk itu"


"Apanya yang buruk, tidak ada yang buruk dalam dirimu kamu saja terlalu baik pada orang lain. Aku sudah bilang kan jangan terlalu baik pada siapapun itu mau temanmu mau sahabatmu, mau siapapun jangan terlalu baik. apalagi pada orang seperti Sinta, dia itu sudah tidak tahu diri aku jadi kesal sendiri kan


Cempaka menyadarkan kepalanya ke samping, sungguh pusing sekali sudah lelah malah seperti ini pertemuannya malah seperti ini, dirinya tahu Budi baik ingin mengatakan itu untuk memperbaiki semuanya tapi Sinta menganggapnya ke yang lain.


Dasar ya Sinta itu, sudah diguna-guna oleh Aliya jadi seperti ini. Lihat saja dia akan merasakan apa yang pernah Cempaka rasakan dipermalukan didepan banyak orang.

__ADS_1


__ADS_2