Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 250 Hukuman selesai


__ADS_3

"Andaru aku begitu senang saat kau datang kemari menemuiku. Aku mencoba untuk tak memelukmu ataupun berteriak tadi. Aku begitu kaget tapi aku bahagia kau datang kemari dan memberikan aku sebuah hadiah. Sekarang aku pakai hadiah darimu"


Sinta menatap foto Andaru dan menciumnya "Aku merasa disemangati olehmu dan aku ingin segera sembuh dan bisa bersamamu"


"Kau tahu aku jatuh cinta untuk kedua kalinya lagi padamu. Setelah melihat sikapmu yang lembut padaku, senyummu itu aku begitu bahagia bisa langsung mengobrol denganmu. Apalagi tadi kau memegang tanganku"


"Aku sangat beruntung sekali Andaru. Nanti saat aku sudah masuk sekolah itu aku akan mengatakan kalau aku lah Sinta yang selama ini selalu bertukar kabar denganmu. Akulah Sinta yang kau cintai itu, aku tak sabar untuk mengungkapkan rasa cintaku ini padamu"


"Aku begitu bahagia sangat bahagia sekali. Tunggu aku Andaru aku akan datang kepadamu dan kita akan bersama-sama kita akan menghabiskan waktu bersama-sama"


Sinta memeluk foto itu dengan senyum yang tak pernah pudar di bibirnya. Hari ini adalah hari bahagianya. Pangerannya datang dan memberikan hadiah padanya.


...----------------...


"Ayah kenapa malam-malam merokok dan di luar seperti ini, apakah Ayah tidak bersama mama"


Andaru lebih mendekati ayahnya dan berdiri disampingnya "Jauhi Ayu"


"Apa, kenapa Ayah "


"Dia adalah adik mu Cempaka "


"Adikku Cempaka. Memangnya Ayah punya bukti kalau dia adalah Cempaka. Memangnya Ayah sudah tes DNA. Kalau dia memang Cempaka dia akan ingat semuanya tentang kita, dia tidak akan melupakan mama, ayah, aku ataupun Aksa saat pertama kali Mama bertamu dengan Ayu, apakah Ayu mengenal Mama tidak kan"


"Tapi dia memang benar-benar adikmu, ayah akan buktikan semua itu padamu"


"Silakan Ayah buktikan. Aku tidak akan pernah menjauh sebelum ada bukti. Aku sudah terlanjur menyimpan hatiku pada Ayu dan aku yakin Ayu itu bukan Cempaka. Ayah tidak bisa melarangku untuk dekat dengan siapapun termasuk dengan Ayu"


"Jangan menyesal jika nanti kau tahu itu adikmu. Jangan sedih jika nanti cintamu tidak akan terbalas dan kalian tidak akan bisa bersama, karena Ayah yakin itu adalah Cempaka"


"Terserah Ayah, yang terpenting aku sudah mengatakan kalau dia bukanlah Cempaka. Kalau dia memang benar-benar Cempaka dia akan ingat semuanya tidak lupa seperti ini. Mungkin wajahnya yang sama tapi belum tentu itu Cempaka ayah. Di dunia ini kita mempunyai beberapa orang yang mirip wajahnya dengan kita, mungkin saja itu salah satu orang yang mirip dengan Cempaka. Cempaka itu sudah tiada Ayah jangan mengada-ngada dan membuat seseorang untuk menjadi Cempaka karena itu tidak mungkin"


Andaru langsung meninggalkan ayahnya. Kenapa semua orang mengatakan kalau itu Cempaka, dia bukan Cempaka Ayu ya Ayu dia tak sama dengan Cempaka mereka berbeda.


Akan dirinya gagalkan setiap apa yang Ayahnya lakukan. Dirinya tak akan membiarkan ayahnya menyelidik Ayu ataupun mengungkap tentang siapa Ayu.


...----------------...


Pagi-pagi sekali Ayu sudah ada disekolah dia mengepel lantai sekolah dan hanya beberapa yang datang.

__ADS_1


"Hukumanku cukup ringan dan aku juga tak masalah harus melakukan ini "


Ayu membawa ember dan juga lap pel lalu berpindah pada tempat yang lain.


"Ayu "


Ayu menatap orang yang memangilnya dan langsung menghampirinya.


"Kenapa kau mengepel di sekolah ini. Di sekolah ini ada ob-nya kenapa harus kau yang melakukannya"


"Aku sedang dihukum Tuan, makanya aku melakukan ini tidak masalah ini bukan hal yang berat untukku"


"Masalah apa yang kau lakukan sampai dihukum seperti ini "


"Hanya masalah kecil saja sih Tuan, tapi tidak besar sih tidak apa aku juga tidak masalah. Aku senang Tuan melakukan ini"


"Ayo ikut aku "


Tangan Ayu di tarik dan mereka berdua berjalan kearah ruangan kepala sekolah, pintu langsung dibuka tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Tuan Adi "


Pak Ginanjar langsung bangkit dan hormat pada Tuan Adi.


"Maaf Tuan dia sudah menyiram temannya, menggunakan air pel kemarin"


"Siapa yang dia siram"


"Aliya Tuan "


"Lalu "


"Itu saja Tuan"


"Apakah kau sudah menanyakan dulu pada Aliya, apakah dia pernah membuat masalah pada Ayu atau tidak, sampai-sampai Ayu melakukan itu. jika memberikan hukuman pada seseorang kau harus adil. Di sini banyak CCTV kenapa kau tidak pernah mengecek CCTV apa saja yang terjadi di sekolah ini"


"Maksud anda Tuan "


"Kau ingin aku pecat"

__ADS_1


"Jangan Tuan "


"Maka lakukan pekerjaanmu dengan baik, jangan memihak pada satu anak. jika anak itu bersalah maka dia pun harus dihukum. Kau harus tahu dulu duduk masalahnya itu dari mana. Kumpulkan semua murid di lapangan dan aku akan berbicara pada mereka semua"


"Baik Tuan "


"Dan kau Ayu hukumanmu bebas, kau tidak usah mengepel lantai ataupun melakukan hal apapun yang disuruh oleh dia. Jangan pernah mau jika kau memang tidak pernah salah"


Tuan Adi langsung saja pergi, Ayu juga dengan perlahan meninggalkan ruangan kepala sekolah.


...----------------...


Semua murid sudah ada di lapangan berjajar dengan rapi. Adi juga sudah berdiri di podium menatap semua murid-murid itu termasuk anaknya pun ada di sana.


"Selamat pagi semuanya"


"Pagi Tuan "


"Baiklah, tanpa berlama-lama aku akan berbicara sekarang. Mungkin menurut kalian ini adalah masalah kecil, masalah tentang perundungan di sekolah ini. Aku tidak mau sampai ada orang yang merundung temannya dengan sengaja ataupun tidak disengaja"


"Ini adalah sekolah elit yang seharusnya anak-anaknya baik seperti di sekolah lainnya, tidak ada yang angkuh tidak ada yang menjadi bos di sekolah ini, meskipun dia pemilik sekolah ataupun ayahnya orang penting di sekolah ini. Aku tidak akan menjamin kalau dia akan aku pertahankan di sekolah ini "


"Aku tidak akan pernah segan-segan untuk mengeluarkan siapa saja yang berani melakukan perundungan di sekolah ini. Jika sampai ketahuan olehku maka anak itu akan aku keluarkan tanpa ada do terlebih dahulu, karena aku di sini tidak mau ada sebuah perundungan meski nanti anakku sendiri yang melakukan peruntungan itu. Aku akan mengeluarkan anakku dari sekolah ini. Apakah sampai di sini kalian semua mengerti"


"Mengerti Tuan "


"Dan untuk kepala sekolah saya minta untuk lebih mengawasi murid-muridnya. Jangan pernah membela satu orang dan membiarkan murid yang lain tersiksa untuk apa aku sediakan di sini CCTV . Untuk kau awasi, aku ingin kau selalu mengawasi CCTV dan melihat bagaimana gerak-gerik murid di sini. Aku ingin sekolah ini sejahtera dan murid-muridnya semuanya akur tanpa ada yang bermusuhan atau ada yang menjadi bos dan menyuruh-nyuruh teman sekelasnya yang lain atau merundung temannya yang lain juga"


"Baik Tuan, akan saya terus awasi mereka semua "


"Baik kita akhiri saja sampai di sini. Itu yang saya minta dan kalian sebagai murid-murid yang pintar harusnya bisa melakukan apa yang aku mau "


Adi langsung turun dari podium dan anak-anaknya juga langsung bubar.


"Itu pemilik sekolah kan Yu "


"Iya Aina dia pemilik sekolah. Yasudah ayo lebih baik kekelas saja "


"Iya ayo dia tampan ya. Lebih tampan dari anak-anaknya "

__ADS_1


"Ingat dia sudah punya istri "


"Hehehe"


__ADS_2