Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia

Menjadi Istri Kedua Seorang Mafia
Bab 98 sana pulang saja


__ADS_3

"Stop kalian ini kenapa stop " teriak Bella dengan histeris saat keluar dari kamar mandi malah melihat mereka yang sedang bertengkar.


Tapi bukannya berhenti mereka malah makin membabi buta saling pukul dan kempar barang barang yang ada dihadapan mereka. Bahkan kamar inap Bella sudah tak layak disebut kamar yang ada seperti gudang berantakan sekali.


Bella yang takut terjadi apa apa pada mereka langsung keluar dari ruangan dan ternyata disana ada Rizki " Ki sini Ki tolong " teriak Bella saat melihat temannya yang sedang tertidur.


Rizki yang kaget bangkit dan menatap Bella yang wajahnya sudah khawatir "ada apa Bell "


"Mereka berantem cepetan Ki "


Rizki masuk kedalam ruang inap dan kaget melihat barang barang yang sudah berantakan tapi kawannya masih berkelahi. "ya ampun kenapa mereka satu ruangan"


Rizki berlari kearah mereka dan memisahkannya tapi malah kena tonjok oleh Adi " akhhh stop stop stop " teriak Rizki sambil memecahkan gelas yang tadi terlihat olehnya dan tergapai.


Hening semuanya hening, tak ada yang bergerak, Adi masih memegang pakaian Alvaro dan akan meninjunya namun berhenti.


Rizki sambil mengusap pipinya yang kenapa tonjok menjauhkan mereka."kalian ini gimana ini rumah sakit, Bella lagi sakit ini malah berantem kayak gini gila ya, ayo Bella kita pindah kamar " ajak Rizki


Bella mengangguk dan pergi bersama Rizki, Adi yang melihat Bella digandeng seperti itu langsung mengejarnya, kenapa mereka seenaknya memegang tangan istrinya.


"Hey lepaskan tangan Bella " teriak mereka lagi, lagi lagi mereka berteriak serentak lagi .


"Jangan ikuti aku " kembali mereka berbicara hal yang sama.


Adi mendorong Alvaro dan berlari mengejar Bella tidak mau sampai keduluan oleh Alvaro.


**

__ADS_1


"Sudah lebih baik kalian berdua pulang saja biar Rizki yang menunggu ku di sini sampai papiku datang, kalau kalian terus di sini yang ada kamar ini akan rusak lagi aku pusing jika kalian terus saja bertengkar "


"Gak bisa gitu sayang, aku disini ya " ucap Adi sambil memegang tangan Bella.


"Tidak tidak kalian pulang saja kau juga kan harus bekerja mas, kantormu tidak bisa ditinggalkan begitu saja tidak mungkin kak Zack bekerja sendirian "


"Tak masalah aku bosnya sayang aku mau disini "


"Aku pun mau disini " sela Alvaro.


"Hey kau pulang saja sana, jangan ganggu istri orang pulang sana "


"Sudah sudah aku sudah bilang kan kalian berdua pulang saja jangan ada di sini biarkan Rizki yang menjaga aku. Aku tidak mau kalian bertengkar lagi pokoknya Rizki saja yang menjagaku. Aku tidak mau ayo kalian cepat-cepat pulang aku mau istirahat"


"Sayangg " ucap mereka berdua


"Lihat Bella siapa yang sudah mengajakku bertengkar pertama lihatlah dialah, saat begini saja dia kan yang kembali ingin memulainya, kau pikir-pikir dulu Bella jika ingin kembali dengan laki-laki ini dia begitu kasar. Lebih baik bersama ku saja sudah jelas jelas aku bagaimana kau sudah mengenalku sejak lama "


"Heyy kau ya "


Rizki yang sudah jengah dengan kedua orang ini membawa mereka keluar " sudah kalian pulang kasian Bella, dia itu sedang mengandung dan harus banyak beristirahat, lebih baik kalian berdua pulang, ayolah jangan begini terus kalian ini seperti tom and Jerry saja "


"Kau akan menjaga Bella dengan benarkan "


"Tentu tuan Adi aku akan menjaga Bella aku sahabatnya aku pasti akan menjaga Bella dengan baik, jika kau tak percaya ini nomor telfon ku kau bisa menghubungi ku kapan saja "


Adi mengambil kartu nama yang diberikan Rizki menyimpannya didalam saku jasnya " awas saja jika terjadi sesuatu pada Bella taruhannya ada kepalamu "

__ADS_1


"Ist kau kejam " teriak Rizki sambil memegang kepalanya.


"Makan jaga Bella dengan baik "


Adi sedikit melongok kearah Bella " aku pulang sayang "


Adi pergi dan Alvaro masih saja diam, namun Adi malah kembali lagi dan menarik tangan Alvaro " ayo kau pulang juga enak saja aku yang pulang sendirian"


"Jangan pegang pegang aku normal "


"Sialan kau "


Adi berlalu begitu saja dan Alvaro juga sama berjalan dibelakang Adi, dirinya akan menyelesaikan dulu masalah di keluarganya.


Setelah melihat mereka pergi Riski menutup pintu dan duduk dihadapan Bella. " kau tahu Alvaro melihat kau tidur berdua dengan tuan Adi, tapi dia tidak membangunkanmu. Bukannya kau tadinya pengen bubur kan meminta pada Alvaro. Tapi saat dia kembali kau malah sedang berpelukan dengan Tuan Adi "


"Iya tadinya aku memang pengen bubur tapi mas Adi datang kemari dan menyelamatkanku dari Serena dia akan menusuk perutku Ki, entah kenapa aku ingin sekali dipeluk oleh mantan suamiku mungkin ini adalah keinginan anakku dan aku juga nggak bisa kembali sama Alvaro Ki, sekarang aku harus kayak gimana kamu tahu kan posisi aku sekarang sulit banget di satu sisi aku nggak mau nyakitin Alvaro, tapi di satu sisi aku mencintai mas Adi ayah dari anak-anakku. Mungkin kau akan berkata kalau aku terlalu cepat mencintai mas Adi tapi itu yang sekarang aku rasakan Ki, aku nggak bisa bohongin hati aku lagi aku nggak bisa berpura-pura untuk tidak suka atau mencintai mas Adi"


Rizki menepuk tangan Bella "Aku tahu aku ngerti kok kamu sekarang ada di posisi gimana Bel, tapi kamu yakinin hati kamu dulu aja setelah kamu lahiran kamu pastikan juga hati kamu ya. Aku nggak mau kamu salah pilih atau gimana kalau emang kamu nyaman dan juga tuan Adi bisa bahagiain kamu aku setuju aja, aku takutnya dia akan melakukan sesuatu lagi sama kamu. Bukannya aku nggak dukung Alvaro buat dapetin kamu tapi aku tahu posisi kamu sekarang udah beda mana mungkin keluarga Alvaro akan terima kamu dengan keadaan seperti ini, aku tahu betul bagaimana keluarga Alvaro kamu juga tahu kan gimana neneknya Alvaro. Aku nggak mau kamu disakitin sama keluarga Alvaro lebih dalam lagi dan aku juga enggak mau kamu lagi di sakitin sama mantan suami kamu. Aku udah anggap kamu kayak saudara aku sendiri Bella"


Bella tersenyum senang ternyata sahabatnya mengerti juga "Aku akan pastikan semuanya sesuai perkataanmu pasti kau takut kalau ini bawaan anakku kan. Tapi kan jatuh cinta tidak mungkin bawaan anak Ki"


"Iya juga Bell tapi setidaknya kamu pertimbangkan dulu saja, siapa yang lebih baik aku tidak akan memihak siapapun. Aku ingin yang terbaik buat kamu"


"Iya Ki makasih "


Rizki bangkit dan memeluk Bella dengan erat sudah lama dirinya tak bicara dengan Bella dan sekarang dirinya sudah melihat perubahan yang begitu besar dari Bella sahabatnya, sangat berbeda sekali tak seperti dulu.

__ADS_1


__ADS_2