
Aliya bukannya masuk ke dalam kelas, dia malah duduk di taman dengan wajah yang tidak bisa dikontrol lagi dia sangat marah sekali dengan apa yang Cempaka lakukan.
"Aku akan membalas semuanya, aku akan membalas apa yang Ayu lakukan, dia sudah sangat keterlaluan lihat saja memangnya aku akan diam saja dengan apa yang dia lakukan "
Galang ya memang ada di sana juga langsung duduk dan marah, Galang sama marahnya dengan perlakukan yang Aliya dapat, dia juga tidak terima Aliyah diperlakukan seperti itu oleh mereka.
"Aku akan membantumu, aku akan membantumu untuk menghancurkan perempuan itu, aku tidak peduli dia adik Andaru dan Aksa yang terpenting kita bisa melawan dia, dia sudah sangat keterlaluan sekali, memperlakukan seperti itu"
"Dia mulai berani, dia mulai berani kan main-main denganku apalagi teman-temannya juga ikut-ikutan. Aku akan menghancurkannya. Dia punya kelemahan mungkin selama ini dia kalah bangkit, kalah bangkit tapi sekarang dia tidak akan pernah bisa bangkit lagi"
"Kamu benar. Kita harus melakukan itu jangan pernah dia sampai bangkit lagi, kita harus membuat dia takluk di hadapan kita dan tidak akan pernah bisa kembali melakukan hal ini hal semacam ini. Ini sangat memalukan sekali dia membuat harga dirimu jatuh Aliya"
"Dia sedang mempermalukanku. Dia memang kurang ajar perempuan itu kurang ajar sekali"
"Dia harus membayar semuanya Aliya, dia harus membayar semua ini dengan mahal. Aku juga tidak akan pernah tinggal diam aku akan bergerak dan menghancurkannya"
Aliya menganggukan kepalanya mendengarkan ucapan Galang itu. Memang Cempaka itu harus dihancurkan bagaimana pun caranya. Dia adalah penghalang segalanya.
...----------------...
Aliya dan Galang yang melihat Andaru lagi, mereka segera mendekati Andaru yang sedang ada di lokernya entah sedang mengambil apa.
"Andaru sudah kembali lagi "ucap Galang
Andaru menatap mereka berdua tanpa mengatakan apa-apa "Kamu masih marah ya sama aku Andaru"wajah Aliya sudah sangat ketakutan. Takut kalau Andaru tak mau bertemu dengannya lagi.
"Untuk apa aku marah, memangnya apa yang memicu aku harus marah padamu Aliya"
"Aku minta maaf karena telah memberikan pernyataan seperti itu di kantor polisi sungguh aku tidak tahu harus mengatakan apa"
"Ya aku tahu dalam masalah itu pasti semua orang akan membela dirinya masing-masing tidak akan mengatakan yang sejujurnya benarkan Aliya. Apapun yang mereka tahu akan disembunyikan"
"Jangan seperti itulah Andaru, kita ini adalah teman maka kita harus berjuang, kita akan sama-sama memecahkan masalah ini dan aku yakin semuanya akan selesai. Kamu jangan merasa sendiri, kita akan sama-sama jangan menganggap kalau kamu sendirian ada kami disini"
"Menganggap sendirian ? Mungkin untuk sebutan kita itu dulu, tapi sekarang aku sendiri. Jangan takut kalian tidak usah risau dengan masalah ini, di sini kan aku tersangka. Aku yang salah jadi kalian tidak usah terlihat gusar seperti ini dan mencari-cari alasan untuk dekat lagi denganku. Sudah cukup kalian memberiku masalah yang besar. Lebih baik akui saja apa yang pernah kalian lakukan jangan diam dan bersembunyi di belakangku terus "
"Kamu sekarang jadi emosional ya. Oh ya kamu tahu tidak kelakuan adikmu itu Cempaka adik yang baru kalian temukan itu, sudah melakukan kejahatan pada Aliya, dia mengikat Aliya dan menundukkan Aliya di kursi roda_"
"Sudah Galang jangan bahas itu lagi, aku tidak mau membahas ini ya ingat aku tidak mau"
"Maksud kalian apa, Cempaka membully Aliya ? "
Andaru yang tidak mau mendengar jawaban dari mereka segera mencari keberadaan Cempaka. Kenapa adiknya menjadi seperti ini, kenapa dia membully, untuk apa dia membuly Aliya tidak penting juga.
Andaru menyusuri semua tempat dan satu yang belum dia datang yaitu perpustakaan, pasti adiknya ada disana.
Sedangkan Cempaka sendiri, dia sedang merenungi kesalahannya, tentang apa yang Pak Renaldi katakan, seharusnya dirinya tidak melakukan ini. Seharusnya dirinya tidak melakukan apa yang ia lakukan, tapi dirinya sangat geram sekali.
Cempaka segera menulis seperti apa yang disuruh oleh Pak Renaldi.
Aku tidak tahu harus bagaimana lagi, di satu sisi aku marah dengan perempuan itu, di satu sisi juga aku sangat menyesal telah melakukan ini. Aku bingung harus melakukan apa. Dia sudah sangat keterlaluan sekali pada setiap orang, dia tidak ada jera-jerahnya dia selalu saja seperti itu pada siapapun.
Bahkan aku yang di sini hanya seorang murid baru yang baru datang ke sekolah ini saja sudah dia bully, sudah dia melecehkan dengan membuka pakaianku dan mempertontonkannya pada teman-temannya, bahkan di sana juga tidak ada yang menolongku. Aku tahu mereka takut pada Aliya dan juga Galang tapi setidaknya apakah harus seperti itu.
__ADS_1
Tadi aku hanya ingin menyadarkan Aliya saja, agar dia sadar kalau perlakuannya selama ini tuh tidak baik. Aku hanya ingin memperlihatkan pada Aliya kalau di bully itu tidak enak. Kalau dibully itu tidak menyenangkan, malah akan malu sekali dan sakit hati tapi dia malah sebaliknya dia malah akan balas dendam, aneh sekali kan. Aku juga bingung bagaimana membuat dia menjadi waras, membuat dia menjadi sadar akan semua hal yang dia lakukan.
"Cempaka"
Cempaka langsung menutup bukunya dan menatap Andaru yang duduk di sampingnya "Jadi rencana semalam itu ini kamu ingin membully Aliya. Untuk apa kamu melakukan itu. Aku tidak pernah tahu kalau kamu suka membully yang aku tahu Cempaka tidak pernah seperti itu, apa yang ada dalam fikiran kamu"
"Aku punya alasan melakukan ini, kenapa aku melakukan ini juga ada alasannya aku tidak suka dia membully teman-temanku. Aku hanya ingin dia sadar. Menyesali perbuatannya ini. Aku sungguh kesal dengan tingkahnya. Memangnya salah "
"Tentu saja seharusnya kamu tidak seperti itu. Kalau kamu melakukan apa yang Aliya lakukan berarti kalian berdua sama saja tidak ada bedanya Cempaka, kamu memberikan contoh yang tidak baik pada murid-murid yang lain. Bagaimana kalau mereka contoh nanti yang ada sekolah makin kacau, semuanya akan makin rumit, semuanya akan saling membully"
"Aku hanya ingin membela diri saja, sulit sekali ya ingin membuat dia sadar "
"Membela diri dari apa lagi. Sudahlah jangan terlalu ikut campur dalam masalah apapun. Jika masalah orang lain maka kamu diam tidak usah ikut campur. Cukup kamu lihat dan kamu dengar saja"
"Tapi aku tidak bisa seperti itu. Aku tidak bisa melihat orang lain disakiti. Bagaimana kalau itu ada di posisiku"
"Apakah mereka akan menolongmu tidak kan, mereka kan hanya diam melihatmu itu saja. Maka biarkan saja jangan ikut campur Cempaka. Aku tahu kamu tidak seperti ini"
Andaru langsung saja bangkit dan meninggalkan Cempaka, Cempaka juga tidak ada niatan untuk mengejar kakaknya itu. Setiap kata-kata yang kakaknya ucapkan juga ada benarnya.
Kalau seperti ini caranya dirinya sama saja seperti Aliya, tidak ada bedanya sedikitpun sama-sama membully kan, apa yang dia lakukan sama dengan membully sama saja, meskipun demi kebenaran tetap saja.
...----------------...
"Aku tidak menyangka kalau Ayu akan melakukan ini Pak Renaldi, setelah mendengar ceritamu aku merasa asing terhadap Ayu Dia adalah anak yang baik dan pintar"
"Benar Bu Bahar, Ayu juga tadi sudah aku nasehati dia sepertinya juga sangat merasa bersalah. Di sini dia ingin membela dirinya, membela harga dirinya yang dulu pernah dijatuhkan oleh Aliya, tapi memang caranya saja yang salah. Dia salah mengartikan semuanya dan melakukan itu tanpa berpikir ke depannya akan seperti apa"
"Benar juga, Ayu juga pasti sakit hati apalagi saat dia diperlakukan seperti itu, tidak ada yang membelanya kan dia diperlakukan semena-mena bersama Budi. Bahkan ditonton oleh seluruh siswa pasti akan malu sekali, dilepaskan pakaiannya dan disiram begitu saja tanpa diberi pakaian lagi itu memang sangat memalukan sekali kan"
"Semoga saja petis yang kamu buat bisa segera sampai ya, aku ini semua selesai. Aku ingin tenta pembullyan ini tidak ada lagi di sekolah kita, rasanya aku kasihan pada anak-anak yang tidak berdaya. Takutnya mental mereka benar-benar hancur, nanti kalau misalnya mereka kuliah bagaimana, apakah mereka sanggup. Lalu nanti ke dunia kerja pasti mereka akan sangat ketakutan dan banyak sekali ketakutannya"
"Semoga saja cepat diterima, aku baru mengirimnya, tapi belum ada balasan juga semoga saja kita akan mendapatkan hasil yang memuaskan"
"Aduh aku lupa,harus ada siswa yang aku temui sekarang, Ya sudah nanti kita teruskan lagi ya pembicaraan ini"
"Baiklah Bu Bahar aku juga akan mengajar pagi ini, aku ada satu kelas yang harus aku ajar"
Bu Bahar segera bangkit dan akan pergi tapi dia berbalik lagi "Nanti malam ada waktu Pak Renaldi"
"Tentu saja ada Bu"
"Bisa kita mengobrol dan ya makan bersama"
"Baik Bu Bahar kita akan lakukan itu "
"Baiklah sampai jumpa aku permisi dulu"
"Iya Bu Bahar"
Pak Renaldi mengeluarkan ponselnya dengan cepat, untuk menelfon tuannya. Ini perihal anaknya pasti harus segera diberi tahu.
"Ada apa Renaldi "
__ADS_1
"Tuan aku sudah mengirim petisi yang pernah kita rundingkan itu, lalu ada masalah lagi, Cempaka membuat masalah dia membully Aliya "
"Baguslah biarkan saja, mungkin anakku ingin sedikit bermain-main dengan Aliya perempuan angkuh itu. Nanti juga dia menyesal dan tak akan melakukan itu lagi"
"Iya tuan, aku tadi sudah mencoba untuk menasehatinya dan dia sepertinya menyesal "
"Untuk Andaru apakah ada inspektur lagi yang datang menemuinya "
"Belum tuan, untuk sekarang belum ada, tapi semuanya berjalan dengan kondusif "
"Ikuti saja permainan mereka, kita lihat akan sampai kapan "
"Baik tuan "
Sambungan langsung dimatikan oleh Adi, Pak Renaldi sendiri langsung duduk dan memejamkan matanya. Untung saja dirinya tak dimarahi.
...----------------...
Aina dan juga Budi pulang bersama, lalu Aina menatap Budi yang ada di sampingnya "Budi apakah yang kita lakukan tadi pada Aliya sangat keterlaluan sekali. Sepertinya kita sangat jahat sekali mempermalukannya seperti itu"
"Itu hal yang bagus, kita sudah melakukan hal yang benar kejahatan harus dibalas kejahatan, dia sudah sangat keterlaluan sekali. Kalau kita diam saja dan mengikuti terus permainannya yang ada kita akan mati Aina, mungkin kamu ga pernah dia perlakukan dengan semena-mena sedangkan aku dan Ayu sudah habis-habisan "
"Iya, tapi dia tadi sangat ketakutan sekali. Aku khawatir kalau dia tiba-tiba berbicara pada Papinya seperti apa yang dia katakan. Bagaimana dengan beasiswa kita apa akan dicabut"
"Tidak akan, ada Ayu di samping kita, kamu jangan takut kenapa harus memikirkan itu semua. Yang terpenting apa yang sudah kita rencanakan berhasil, aku tahu mungkin ini sedikit gila untuk membalas perbuatan jahat dengan jahat juga, tapi kalau tidak seperti itu akan sulit, dia tidak akan pernah sadar sampai kapanpun. Dia tidak akan pernah merasakan bagaimana diperlakukan seperti itu oleh orang lain"
"Dia saja bisa takut kan diperlakukan seperti itu, tapi dia tidak pernah berpikir apakah orang lain juga seperti itu saat dia melakukan itu. Yang pasti aku puas dengan apa yang kita lakukan hari ini. Aku sangat senang karena Ayu mau bergabung dengan kita. Kamu tahu kemarin yang mereka lakukan padaku begitu fatal, kalau saja aku tidak sempat dibukakan aku bisa mati di dalam tempat sampah itu, untung saja langsung dibukakan. Apalagi aku buang ketempat jauh, tak ada orang disana bahkan kendaraan pun tak ada jika kamu ingin tahu "
"Entahlah di sini aku serba salah, harus ikut yang mana rasanya aku pusing sekali memikirkan tentang masalah ini, masalah yang baru pertama aku alami"
Budi merangkul Aina menepuk-nepuk bahunya seperti memberi semangat.
...----------------...
Baru saja Sinta keluar dari dalam sekolah, neneknya sudah ada di sana menyambutnya melambaikan tangan dengan senyumnya. Sinta sangat muak dengan semua ini kenapa harus tidak bisa jalan. Kenapa harus begini coba.
Sinta mendekati neneknya dan cemberut di hadapannya, neneknya membantunya naik ke dalam taksi seperti tadi pagi neneknya memasukkan kursi roda itu ke bagasi.
"Nenek seharusnya nenek menjemputku saat teman-temanku sudah pulang semuanya, aku lebih baik pulang terlambat daripada harus terlihat oleh mereka aku dijemput oleh nenek, diantar jemput itu sangat memalukan aku bukan lagi bocah 6 tahun yang harus dijemput saat sekolah sungguh itu memalukan sekali. Pasti mereka sekarang sedang mentertawakan ku "
"Nenek tahu, mungkin kamu malu dengan nenek tapi ini demi kebaikan kamu. Kalau nenek tidak menjemput kamu, kamu akan pulang sama siapa. Kalau nenek menunggu mereka untuk pulang kamu akan bagaimana, menunggu lama di sekolah. Nenek tidak mau sampai kamu menunggu selama itu. Makanya nenek langsung menjemput kamu, saat melihat jam tadi. Jangan malu ya kalau nenek menjemput ini juga demi kebaikan kamu sendiri kan"
"Tetap saja aku sangat malu sekali, aku tidak mau seperti ini lagi. Aku muak aku ingin cepat-cepat bisa jalan, agar aku bisa leluasa pergi kemanapun sendiri tanpa harus diantar jemput oleh nenek atau menyusahkan orang lain"
"Nenek selalu mendoakan itu, nenek selalu mendoakan agar kamu cepat kembali bisa berjalan lagi. Kita sudah sering terapi kan nenek yakin kamu akan sembuh, kamu akan bisa jalan lagi seperti semula kamu akan bisa melakukan hal apapun lagi sendiri ya"
"Semoga saja. Padahal aku waktu itu sudah bisa melangkah tapi belum bisa berjalan juga, kenapa sangat lama sekali "
"Sabar namanya juga belajar. Semuanya perlu kesabaran. Waktu kecil juga kamu seperti itu kan, dari tidak bisa jalan jatuh lalu tiba-tiba bisa berjalan berlari itu butuh proses yang panjang, jangan terus mengeluh ya semuanya akan baik-baik saja"
"Hemm, aku akan coba untuk ikhlas atas semua ini dan menerima semuanya, tapi ingat besok-besok nenek harus mengantarkanku pagi-pagi dan saat pulang kita harus pulang setelah teman-temanku pulang, intinya tidak masalah aku mau nunggu di sekolah yang terpenting teman-temanku tidak melihat kalau aku dijemput oleh nenek"
"Baiklah baiklah nenek tidak akan membantah, nenek akan melakukan apa yang menurutmu itu benar, nenek akan melakukannya semuanya demi kamu "
__ADS_1
"Baguslah, kenapa tidak dari tadi saja. Mungkin kita tidak usah berdebat panjang lebar kan "
Sinta membuka ponselnya dan memainkan ponselnya. Tak menghiraukan neneknya yang ada disampingnya. Saat membuka ponsel Sinta malah melihat Andaru meng-upload foto berempat, ada Ayu,Bianca,Aksa dan juga Andaru sendiri. Mereka sungguh dekat menyebalkan sekali.