
Bella masih diam dengan shower yang menyala menyiram seluruh tubuhnya bahkan dirinya masih memakai pakaian tadi, pakaian yang penuh dengan darah.
Bella duduk dan memeluk kakinya, fikirannya masih memikirkan tentang dirinya yang tadi menusuk kakaknya, menghabisinya.
Apakah ini benar, apa yang dirinya lakukan benar tapi sudahlah jangan difikirkan lagi semuanya sudah terjadi, kakaknya sudah mati dan ini adalah jalan terbaik.
"Sayang "
Bella tersentak, dengan cepat Bella menyelesaikan kegiatannya membuka seluruh pakaiannya dan memakai handuknya.
"Mas"
"Sayang kamu mandi jam segini, kenapa tak nanti tunggu aku "
Adi memeluk istrinya dan menciumi leher sang istri " mas jangan nanti kalau kamu tiba tiba mau gimana, aku belum bisa melakukannya "
"Tak akan sayang, aku hanya ingin menciumi saja rasanya sudah lama kita tak seperti ini, aku tadi sudah melihat anak anak dan mereka sedang tidur bersama Rizki "
"Ya mas aku tadi menyuruh Rizki untuk menjaga anak anak dulu, karena aku ingin mandi dulu rasanya badanku lengket sekali "
"Kamu habis apa sayang "
"Ada deh "
Tiba tiba ada yang mengetuk pintu, Adi dengan kesal berjalan kearah pintu dan membukanya.
"Ada apa Zack "
"Maaf tuan saya mengganggu tapi tadi ada telepon dari rumah sakit kalau ibunya Nyonya Bella mengamuk terus. Apakah nyonya atau Tuan bisa ke rumah sakit dulu untuk melihat keadaannya"
__ADS_1
"Baiklah segera siapkan mobil "
"Baik tuan "
Adi segera menutup pintu kembali dan sudah melihat sang istri memakai pakaian. " ada apa mas "
"Mamih katanya mengamuk terus "
Bella diam lalu mengambil tas dan keperluan lainnya " baiklah mas ayo kita pergi kesana ada yang ingin aku sampaikan juga pada mamih "
"Baiklah mari sayang "
Adi segera mengandeng tangan istrinya dan turun kebawah untuk segera pergi, sebelumnya Bella sudah melihat anak anaknya dulu dan benar mereka sedang tertidur dengan pulas.
Memang dirinya dan juga suaminya membeli tempat tidur bayi yang besar dan akan muat jika orang dewasa tidur disana makannya Rizki bisa tidur disana.
**
Mereka duduk berhadap hadapan dan suaminya juga duduk disampingnya hanya diam dan tak berbicara apa apa, kenapa mamihnya tak dibawa kerumah itu keinginan suaminya, suaminya belum percaya dengan mamihnya, takut takut mamihnya akan melakukan kesalahan dahulu lagi.
Bukan suaminya jahat tapi katanya ini demi kebaikan keluarga kecilnya, apa lagi sekarang sudah lahir s kembar, mereka harus dijaga dengan ketat.
"Memangnya kapan kami berdua bisa bersama-sama mami tahu sendiri kan kami berdua tidak pernah akur, mami tahu sendiri kan bagaimana keadaan kami berdua saat di rumah"
"Ya mamih tahu, tapi mamih minta kalian bersama sama lagi ya, mamih ingin melihat kalian berdua bersama sama ya, mamih ingin melihat anak anak mamih akur "
"Itu semua tidak akan pernah terjadi mami tidak akan pernah bisa melihat itu dari aku ataupun Serena"
"Maksudnya bukannya kau bilang kakakmu ada bersama mu, dia baik baik saja kan Bella "
__ADS_1
"Ya aku berkata itu, Serena ada bersamaku aku ingin tanya satu hal pada mami, mami lebih peduli padaku atau Serena jika aku melakukan sebuah kesalahan, apakah mami akan memaafkannya seperti mami memaafkan Serena saat menjual aku pada suamiku ini "
Diam mamihnya Bella diam sambil memilin milin tangannya " sudah kuduga aku sudah tahu jawaban mami, tapi ada satu hal yang ingin sekali aku sampaikan pada mami tapi ingat mami jangan marah padaku ya, seperti mami tidak marah pada Serena saat dia melakukan itu aku sudah membunuh Serena anak kesayangan mami itu"
Hening tak ada yang bicara bahkan suaminya Adi pun langsung membalikan badan Bella untuk menatap dirinya, Adi menatap mata istrinya melihat apakah ada sebuah kebohongan atau tidak, tapi tatapan istrinya sudah memberikannya jawaban.
Adi mengusap wajahnya dan menghembuskan nafasnya dengan kasar. Sedangkan ibunya Bella langsung tertawa dan menepuk tangan anaknya itu.
"Kau jangan bermain main sayang, kau pasti sedang membuat lelucon kan agar mamih bisa tertawa jangan seperti ini tak lucu Bella sayang, mamih tak suka mana kakak mu jangan main main ya "
"Sejak kapan aku bermain-main dengan mami memangnya aku pernah berbohong pada mami papi atau pada siapapun. Aku tidak pernah berbohong kan setiap yang aku katakan adalah sesuatu yang benar aku tidak mungkin berbohong"
Mamihnya malah makin tertawa terbahak bahak dan memukul bahu Bella "kau ini ya Bella selalu saja membuat lelucon mana mungkin adik membunuh kakaknya sendiri kau tak akan seperti itu, mamih mengenal dirimu dan mamih tahu kau tak akan mungkin melakukan itu "
"Tapi pada kenyataannya aku tidak berbohong. Aku tidak sedang membuat lelucon atau bermain-main dengan siapapun. Aku sedang berkata jujur pada mami kalau aku sudah membunuh anak kesayangan mami Serena, dia sudah tiada aku sendiri yang menghabisinya aku ingin memberitahu ini pada mami agar mami tidak terus bertanya padaku di mana Serena, dia sudah tenang di alam baka sana. Biarkan dia membalas semuanya biarkan dia menerima semua apa yang pernah dia lakukan padaku, mungkin ini terlihat tidak adil tapi untukku ini adil"
Mamihnya Bella langsung terjatuh dan badannya begitu lemas dia menangis, dia syok dengan apa yang dirinya dengar.
"Kenapa kau melakukan itu Bella kenapa kau jahat pada kakakmu dia adalah kakakmu dia adalah orang terpenting dalam hidup mu "
Mamihnya Bella meraung raung memangil nama anaknya Serena, sedangkan Bella sendiri hanya diam saja sambil menatap ibunya yang terpukul dengan semua ini.
Bahkan saat Bella melihat suaminya dia hanya diam saja, dia tak bertanya atau memarahinya suaminya diam mematung seperti sedang memikirkan sesuatu saja.
"Jadi apakah mamih masih mau menganggapku sebagai anak mamih "
"Keluar kau Bella, kau sudah sangat keterlaluan pada kakak mu sendiri, keluar kau aku tidak mau melihatmu lagi keluar. Kau sangat keterlaluan Bella"
"Benarkan sudah kuduga kau tidak akan pernah memaafkanku, kalau Serena yang melakukan ini padaku kau masih akan menerimanya dan memeluknya dengan hangat. Terima kasih atas kasih sayang yang pernah kau berikan padaku meski itu kurang dan terima kasih juga kau sudah membedakan antara aku dan juga Serena"
__ADS_1
Bella segera bangkit sambil menghapus air matanya yang tiba tiba saja terjatuh, sekarang dirinya tak ada sesal lagi, dirinya sudah puas karena sudah membuat Serena tak ada di dunia ini.
Terserah kalian semua mau benci padaku, yang terpenting aku sudah menyingkirkan orang yang akan menghancurkan aku dan anak anak ku dikemudian hari.