
Mario yang sedang berjalan kearah rumah barunya mendapatkan telfon, saat dirinya melihat siapa yang menelpon alangkah kagetnya Mario, Adi apakah dia masih hidup lalu anak buah yang dirinya suruh untuk menghancurkan Adi bagaimana.
Dengan cepat Mario segera mengangkat telepon itu ingin mengetahui apakah benar ini Adi yang berbicara atau anak buahnya.
"halo Mario apa kabar bagaimana kau sudah menyiapkan rumah baru untukmu"
Mario yang mendengar suara Adi segera menggelengkan kepalanya dirinya masih tak percaya Adi lolos dia masih hidup apakah istrinya yang mati, kita dengarkan apa yang akan dia ucapkan "ya aku sudah menyiapkan rumah untukku sendiri kau sudah menghancurkan semuanya Adi, kau gila menghancurkan rumahku hutanku dan juga perkebunan ku, apakah kau tidak ada kerjaan sampai-sampai harus menghancurkan semuanya"
"Karena kau tidak mau memberikan apa yang aku mau. Sudah aku katakan kan berikan apa yang aku mau maka aku akan membayar sesuai perjanjian kita, tapi kau tidak memberikannya. Oh ya tapi menurutku kau tidak usah marah karena semuanya sudah seri kau sudah mengirimkan beberapa anak buah untuk membunuhku dan juga istriku kan tapi nyatanya tidak terjadi apa-apa pada kami, aku sudah mengirim mayat-mayat anak buahmu itu maka uruslah mereka dengan baik jika perlu kau latih-latih lagi mereka yang masih hidup, agar mereka bisa melawanku dengan cepat dan membuat strategi yang bagus strategimu sungguh kacau kau tidak akan pernah bisa mengalahkan ku Mario"
Mario diam, dia menatap kearah sekitar dirinya menjadi ragu untuk masuk kedalam rumah, takutnya Adi sudah menyiapkan sesuatu didalam rumahnya.
"Ayo kita hitung bersama apakah ada yang akan meledak di sekitarmu 1 2 3"
Duarr benar ada ledakan dan itu dari mobil yang tadi dipakai oleh Mario, Mario sampai tiarap karena kaget dengan apa yang terjadi mobil kesayangannya hancur berkeping-keping.
"Tadinya aku ingin meledakkanmu sekalian tapi aku ingin melihatmu hidup dan akan apalagi yang kau lakukan padaku, tapi jika kau sekali lagi bermain-main denganku maka aku akan meledakkanmu di dalam mobil kesayanganmu yang lainnya, jadi jangan pernah macam-macam denganku, aku sudah memberikanmu sebuah negosiasi kan tapi kau tidak mau menerima itu maka jika kau terus bermain-main denganku dan ingin menghancurkan aku apalagi istriku maka kau akan menerima setiap ganjarannya kau tahu kan aku tidak pernah bermain-main dalam hal apapun, aku dengan cepat mengetahui kalau kau yang telah mengirim anak buah lemah seperti mereka untuk membunuhku dan juga istriku"
Sambungan langsung diputuskan oleh Adi, Mario yang kesal melempar ponselnya, "selalu saja aku kalah oleh Adi, kapan aku bisa menang darinya semua hartaku sudah habis olehnya tapi aku tidak bisa membalaskannya, aku sama sekali tidak bisa meruntuhkannya siapa yang bisa menghancurkan Adi akhh "
"Semuanya berkumpul di sini kita akan pindah ke Inggris dan kita akan meninggalkan tempat ini, jangan sampai kita berurusan lagi dengan Adipramana aku tidak mau hartaku habis lagi olehnya ayo cepat bereskan semua barang-barang yang memang butuh dan harus dibawa kita harus segera pergi sebelum Adi melancarkan aksinya lagi, aku tidak mau kehilangan hartaku sepeser pun itu, ayo cepat lakukan "
"Baik tuan akan kami lakukan "
Mario dengan ragu masuk ke dalam rumah tapi dengan cepat dia segera melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah barunya, dia harus membereskan semua barang-barangnya maksudnya seperti pakaian paspor dan surat-surat tanah yang sangat penting yang harus dirinya bawa dan juga harta yang masih tersisa.
Dirinya tidak bisa kalau harus diam di sini dan hancur oleh Adipramana bisa-bisa dirinya akan miskin dan akan dihina oleh mafia yang lain, lihat saja Adipramana aku akan membalas apa yang pernah kau lakukan padaku, aku akan membalas semuanya.
***
Adi menyimpan semua dokumen pembangunan yang akan segera dirinya kerjakan ,sekarang adalah waktunya untuk bermain dengan anak anak dan juga istrinya.
__ADS_1
Adi mematikan laptopnya terlebih dahulu dan segera berjalan kearah kamar bayi, tapi tak ada anak anaknya hanya ada Sera saja disana.
"Kenapa anak anakku dan juga istriku Sera "
"Nyonya dan juga anak-anak ada di kamar utama tuan, katanya nyonya ingin tidur bersama anak-anak"
Adi hanya menganggukan kepalanya saja dan segera melangkah kekamarnya, dan benar saja saat pintu dibuka anak anak dan juga istrinya sedang bermain, saat dirinya akan memegang Andaru istrinya langsung berteriak.
"Ada apa sayang aku ingin mamangku Andaru"
"Kau harus membersihkan dulu tanganmu kakimu lalu mengganti pakaianmu dulu, lihatlah kau itu habis merokok kan baunya itu melekat sekali cepat kau bersihkan dulu dirimu itu ganti pakaianmu mereka tidak bisa menghisap itu ayo cepat"
"Tapi aku sudah ingin memeluk Andaru, Aksa dan Cempaka"
"Iya nanti kau boleh memeluknya tapi sekarang kau harus membersihkan dirimu terlebih dahulu, ayo cepat jangan membuat anak-anakmu sakit mas "
"Hemm baiklah sayang "
"Sayang aku udah ganti baju sekarang aku bolehkan peluk mereka semua, aku udah gak bau rokok lagi "
"Boleh dong "
Adi dengan cepat segera naik ke atas tempat tidur tapi Adi malah memeluk ibunya bukan memeluk anak-anaknya, Bella langsung memukul dada suaminya itu "anak-anak tuh di sana mas ini ibunya bukan anaknya"
"Ya nggak apa-apa peluk ibunya dulu dong nanti anak-anaknya kangen banget deh sama ibunya cantik banget"
"Masss "
"Apa sayang emang cantik kok"
Setelah menciumi wajah istrinya Adi memangku Andaru dan membawanya main tapi Andaru malah menangis "mas kamu itu yang bener dong coba ditimang-timang Andarunya"
__ADS_1
"Aku coba sayang "
Bukannya di timang-timang Adi malah mengangkatnya ke atas " mas yang bener dong nanti dia malah trauma jangan kayak gitu udah sini-sini deh kamu ini gimana sih"
"Harus gimana sayang aku tuh pusing udah dibawa main dia malah nangis terus katanya ditimang-timang malah nangis juga, terus harus gimana sih jadi aku sayang "
"Ya gak gitu juga mas yang lembut sayang ku "
Bella mengambil Andaru dan mencoba untuk menenangkannya dengan menepuk-nepuk punggungnya, setelah tenang Bella menidurkan kembali Andaru.
"Kamu itu kalau misalnya mau nimang-nimang anak tuh pelan-pelan nggak boleh kayak tadi. Kalau celaka gimana mereka tuh masih kecil baru beberapa bulan mas.
"Iya maaf aku nggak tahu sayang itu itu Cempaka nangis sayang kayaknya mau Mimi deh"
"Sebentar mas "
Bella mengambil anak bungsunya itu dan memberikan asinya pada sang anak suaminya malah melongo diam menetap ***********.
"Sayang kayaknya yang satu lagi nganggur deh sama aku ya"
"Nggak, nggak akan nganggur yang satu lagi ke sini Aksa, dia pasti juga pengen Mimi"
"Enggak kok Aksa dari tadi diam aja tuh lihat malah lagi pegang tangan kakaknya Andaru dia nggak pengen mimi, tapi ayahnya pengen Mimi sebelah lagi sama ayahnya aja ya ya mama, mama yang cantik sebelah lagi sama ayahnya ya biar nggak sakit"
"Kalau kamu yang nanti nyusu yang ada akan habis susunya "
"Nggak akan sayang cuma sedikit aja sedikit aja aku mau cobain enak nggak sih"
"Mas jangan main main deh "
"Emm sayang padahal aku mau coba "
__ADS_1
Adi mengambil Aksa dan membawanya bermain, Andaru dia sibuk sendiri saja. Aksa tak mau menyusu, padahal dirinya yang mau tapi istrinya malah tak mau pasti enak deh.